
Malam berganti kepagi. Seperti biasa, para pelayan dan seisi rumah sedang sibuk dengan aktifitas masing masing.
Kristal perlahan membuka pintu kamar nya. Dia berjalan melewati koridor depan kamar nya lalu membuka pintu ruangan.
Saat membuka pintu ruangan, hal yang pertama dilihat iyalah Hana dan Jibong yang sedang berdiri dengan senyum mengembang. Kristal terkejut dengan dua sosok didepan nya itu.
"B-bunda, ayah. Kalian mengejut kan ku." Ujar Kristal memegangi dada nya. Jantung nya bedebar hebat, seperti jatuh cinta.
"Selamat pagi, sayang. Kau sudah selesai berkultivasi nya? Apakah kau lelah?"Tanya Hana mengampiri Kristal dan memijit lengan milik Kristal.
"Seperti nya putri kita ini benar benar kelelahan. Apakah kau ingin ayah panggilkan tabib?" Tawar Jibong pada Kristal.
"T-tabib? Untuk apa, ayah?" Ujar Kristal
Namun belum sempat Jibong menjawab, muncul Cou dari arah luar dan memanggil Kristal
"Nyonya, tuan." Sapa Cou mununduk hormat
"Ada apa Cou?" tanya Hana pada Cou. Cou melirik Kristal lalu berkata
"Diluar ada prajurit utusan kekaisaran MUO. Mereka ingin menemui nona, dan ingin berbicara sesuatu." Jelas Cou.
Hana dan Jibong melihat kristal secara bersamaan seolah mengatakan, ada apa?
____
Terlihat beberapa utusan dari kekaisaran MUO, sedang duduk di ruang tamu sambil menunggu kedatangan Kristal.
Mata mereka terus tertuju kesekitar ruangan. Perlahan terlihat Kristal keluar dari balik pintu. Seketika saja, para utusan tersebut berdiri dan menyapa Kristal
"Selamat Pagi, nona." Sapa mereka serempak
"Ya, pagi. duduk lah kembali ," jawab Kristal lalu mempersilah kan Mereka untuk duduk kembali disana.
Mereka duduk kembali, dan melihat Kristal dari atas sampai bawah. Terlihat kekaguman dimata mereka. Wajah kristal yang cantik dan rambut yang hitam panjang itu membuat nya sangat sempurna, padahal dia tidak memakai riasan sedikit pun di wajah nya.
"Katakan. Apa maksut dari kalian hingga sampai ke rumah ku ini?" Tanya Kristal tanpa berbasa basi pada mereka. Mereka saling pandang lalu bergantian memandang Kristal
__ADS_1
"Kami di utus oleh kekaisaran MUO, untuk mengundang mu dalam perjamuan di kerajaan nanti malam. Sang khaisar dan pemaisuri ingin secara langsung mengucap kan terima kasih pada mu, karena telah berjasa melindungi kekaisaran MUO dari mara bahaya."Jelas salah satu nya.
Kristal berpikir sejenak, dia menoleh pada sang utusan itu.
"Jika aku menolak?" Tanya Kristal.
Mereka saling pandang dan bingung harus menjawab apa. Namun kristal kembali berbicara dan tertawa
"Hahaha, baiklah. Aku hanya bercanda, aku akan datang nanti malam. Sampai kan salam ku pada Kaisar dan Pemaisuri." Cetus nya tertawa renyah.
"Kau menakuti kami. Baiklah, kami akan menyampai kan salam mu pada kaisar dan pemaisuri. Kalau begitu kami undur diri." Ujar mereka lalu pergi dari sana.
Kristal mengantar kan mereka sampai didepan pintu kediaman. Dia melihat mereka yang hendak menjauh.
"Cih! Si pangeran sialan itu. Sudah ku jelaskan jika aku tidak mau terlibat dalam urusan istana lagi! Tapi dia membocor kan nama ku, ah sialan!" kesal Kristal.
.
.
.
Hana dan Jibong mengantar kan Kristal hingga di depan Gerbang. Kristal menaiki sebuah kereta kuda besar lalu melambai kan tangan pada Kedua orang tua nya
Dia terlihat begitu cantik. Dengan gaun Merah muda, hiasan tipis diwajah sehingga meninggal kan kesan natural diwajah nya. Rambut itu dia gerai sehingga menyentuh pundak milik nya.
Sangat sempurna apa bila diartikan.
"Hati hati sayang. Jangan pulang terlalu larut." ujar hana melambai pada Kristal
"Jika ada yang mengusik mu, sadu kan pada ayah." ujar jibong turut melambai kan tangan kepada putri nya
"Hehe baiklah ayah, bunda. kristal pergi dulu." pamit kristal.
Dan akhir nya kereta itu berjalan dan menjauh dari kediaman.
Sebetul nya, Kristal enggan ingin menghadiri acara tersebut. Namun dia berpikir jika hal itu tak akan sopan jika menolak undangan yang di beri secara langsung oleh kaisar dan pemaisuri
__ADS_1
Mau tak mau, dia harus menghadiri acara tersebut.
Setelah lama nya berjalan, akhir nya Kristal sampai di depan istana. Dia turun lalu pergi masuk kedalam istana tersebut. Mata nya tertuju ke arah Haocun yang sedang berbincang dengan salah satu teman nya.
Dia berjalan menghampiri Haocun, dan memandang tajam kearah nya.
Haocun yang sedang berbicara dengan teman nya tanpa sengaja melirik kearah Kristal yang yang sedang menuju kearah nya.
Dia tertegun dan terkesima dengan penampilan kristal.
"Waw." gumam nya
Dia berjalan meninggal kan teman nya, menuju kearah kristal. Semetara kristal, dia masih saja memandang tajam kearah Haocun
"Haocun." panggil Kristal dengan tajam.
"Kau datang?" tanya Haocun yang masih saja berada di dalam kekaguman nya.
"Cih! Karena kau lah, sehingga membuat ku terpaksa datang kemari! Untuk apa kau memberi tahu jika akulah yang memberi tahu mu akan hal ini? bukan kah sudah ku jelas kan pada mu, jika aku tidak mau ikut campur didalam urusan mu lagi?" Tanya Kristal marah terhadap tindakan Haocun.
"Untuk apa kau marah? bukan kah jasa mu memang harus di beri penghargaan?"
"Omong kosong! Aku juga tinggal disini, jadi memang sudah kewajiban ku untuk memberitahu hal itu pada orang yang bersangkutan." Jelas Kristal masih kesal dengan tindakan Haocun.
Haocun hanya bisa menghela nafas sambil melihat lekat kearah Kristal
"Sudah? Apakah kau sudah cukup mengeluh pada ku? Acara sudah ingin dimulai? apakah kau tak ingin masuk?" Tanya Haocun menunjuk kedalam gedung istana yang sudah dimasuki para tamu undangan.
"Sialan, kau!" maki kristal lalu berjalan meninggal kan Haocun.
"Gadis ini jika orang tak bersabar menghadapi nya, maka sudah sangat diketahui bagaimana ending dari hal tersebut. Pasti gadis itu akan mengajak seseorang untuk berduel dengan nya lalu bermain jambak rambut dan cakar kucing!." Gumam Haocun pasrah dengan kedinginan Kristal.
BERSAMBUNG
yuk mampir
__ADS_1