PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
Kepulangan tiga bersaudara


__ADS_3

Mereka berbincang cukup lama, dan akhir nya Kristal bisa mengambil nafas lega karena orang yang begitu menyebal kan bagi nya sudah pulang ke istana kembali.


Dia sudah memiliki niat untuk pergi keluar, namun tiba-tiba saat diri nya membuka pintu dia di kejut kan dengan 3 dada bidang milik laki-laki dewasa.


eh...


Kristal membesar kan mata nya tat kala memandangi dada bidang itu lalu dengan perlahan dia mengangkat pandangan ke atas melihat kearah wajah mereka.


"Mau kemana?," Oh tidak, Kristal begitu kaget saat melihat ketiga kakak nya itu.


"Kakak, kalian sudah pulang?" Kristal amat teramat senang melihat ketiga kakak nya kembali. Diri nya melompat kegirangan lalu memeluk pinggang Long, lalu di susul oleh Bong dan Hong.


"Kami juga merindukan mu, apa kabar mu hmm? dan.. bagaimana kabar bunda, ayah dan, dan juga Boji?" Hong menyepam pertanyaan nya pada Kristal, Kristal bahkan tidak memiliki kesempatan untuk menjawab.


"Hey kakak biar kan adik mu berbicara hem! mereka semua baik, dan bahkan Boji sudah sadar dan sehat kembali," Tutur Kristal dengan nada mendominan senang


Ketiga nya membesar kan mata, mereka sangat senang mendengar kabar itu. Namun senyuman di wajah mereka kembali memudar saat mereka mendengar suara langkah kaki yang begitu mereka kenal.


Bunda! apa yang harus mereka lakukan? Oh tidak-tidak, mereka bahkan tidak meminta ijin dulu kepada Hana.. dan Hana pasti akan menghukum mereka. Kristal sedang tertawa mengejek pada mereka yang sedang ketakutan setengah mati.


...Jadi apa yang harus mereka lakukan sekarang?...


...a. Kabur lalu mencari alasan yang tepat...


...b. Terima amarah dari Hana...


...c. Bersembunyi dulu di dalam kamar melewati genteng rumah....


...Pilih salah satu!...

__ADS_1


Semakin dekat langkah kaki terdengar, Kristal memahami betul ketakutan dari ketiga kakak nya. Dia dengan diam-diam memuncul kan seringaian jahat nya lalu...


"Bunda.... kakak sudah datang... kemari lah.." Kristal berteriak dengan keras sehingga membuat ketiga kakak nya menjadi gelagapan.


Sungguh nakal, dia tertawa gembira lalu berlari keluar agar tak terkena imbas kemarahan Hana.


"Dada aku pergi dulu, umach..." Dia melambai kan tangan lalu memberi kiss bye pada ketiga nya.


"ADIK...."


Huh kalian pasti sudah bisa menebak apa yang akan terjadi setelah ini, yap! Mereka sudah habis di semprot Hana, Hana bahkan menjewer mereka lebih keras dari pada saat menjewer Kristal. Kuping masing-masing dari mereka memerah, sambil saling menatap lalu tertawa seperti orang bodoh.


"Hahaha, liat lah kuping mu merah," Bong mengejek pada Hong, padahal kuping milik nya tak kalah merah dari Hong.


"Hey kuping mu juga," Hong tidak mau kalah, lalu mereka saling beradu mulut dan terjadi lah baku hantam✨


Sementara itu, Long sedang duduk dengan memegang sebuah giok yang deberikan lebin pada diri nya. Giok itu adalah giok milik perguruan Tauxing, dan giok itu adalah sebuah akses seseorang agar bisa keluar masuk kedalam kekaisaran Xitang barat.


"Diam lah kalian berdua!" Long berbicara dengan tegas, seketika saja kedua adik nya itu berhenti bergaduh dan malah duduk diam seperti anak yang patuh.


Suasana suram dirasa, saat Long diam dan tak berbicara sedikit pun. Sama hal nya dengan Bong dan Hong, mereka diam dan saling memandang kebingungan. Baru pertama Long berbicara tegas pada mereka sebagai kakak laki-laki, dan itu membuat mereka takut dan segan mencari masalah.


...[pasar kota]...


Kristal sedang berjalan dengan sedikit jingkrak di tengah-tengah ramai nya para penduduk berlalu lalang. Seperti nya tempat paling di sukai Kristal adalah pasar, bukti nya dia bisa bersikap lepas dan bersenandung ria.


Kristal terus berjalan sampai saat nya terdengar suara wanita yang mencibir diri nya.


"Cih, si ****** tidak berguna rupa nya juga berada disini!" Cibir Linse menatap tajam kearah Kristal.

__ADS_1


Kristal berhenti lalu berprilaku ling lung dan menoleh ke sepanjang arah, "Siapa yang berbicara? apakah setan bertanduk iblis?" Ucap Kristal dengan nada ejekan.


Linse menggeram, dia menggertak kan gigi nya. "Sialan, kau mau cari mati dengan ku ya!" Hardik Linse pada Kristal.


Kristal masih berprilaku selayak nya tidak ada orang disana, dia memegang kuping nya seolah sedang mencari suara orang yang berbicara.


"Waw, sungguh merdu sekali suara anjing ini! Aku ingin menari," Ucap Kristal lagi tertawa begitu renyah.


"Wanita ini ingin mencari masalah pada ku! Cih, tunggu saja... aku akan menghajar mu di arena tarung!" Linse berbicara dengan tingkat kepercayaan tinggi, Kristal saja terkejut mendengar nya. Belum tentu juga Kristal mau melawan Linse, karena dia hanya ingin bertarung dengan Meili.


Perlahan dia mengarah kan pandangan nya pada Linse, mata nya menyipit dan mulut komat-kamit. Sungguh dia merasa kesal dengan Linse ini! Ingin sekali diri Kristal untuk mencakar wajah Linse dengan kuku nya yang panjang.


"Siapa yang ingin melawan mu? Ikut saja belum tentu," Cibir Kristal.


"Cih, mengapa? kau takut pada ku?"


"Linse... kau ini kenapa? padahal aku tidak pernah mengusik mu! Kita saja baru bertemu dua kali, dan kau sudah mulai memusuhi ku! what the heck, it sucks right!"


"Jangan banyak bicara kau ****** sialan! Kau menyukai pangeran ketiga kan? kau menyukai nya! dia adalah kekasih ku, dan hanya aku lah yang boleh menjadi pasangan nya." Linse berbicara dengan hardik nya, mata nya membesar saat membahas Haocun .


Kristal terdiam, dia berusaha berpikir dengan keras "Siapa? aku? apakah aku menyukai Haocun? " Batin Kristal bingung.


"Linse! kau ini berbicara apa? aku bahkan tidak terlalu dekat dengan Haocun, TIDAK ADA HUBUNGAN APA PUN DI ANTARA KAMI!" Kristal berbicara dengan keras dan kekeh mengatakan jika diri nya dengan Haocun tidak memiliki hubungan apapun.


"Siapa yang tau? hati manusia licik seperti mu tentu sudah memiliki rasa terhadap pangeran ketiga! Dengar... aku peringatkan untuk mu.. jangan sesekali kau berusaha mencari perhatian Pangeran ketiga, karena aku menyukai nya. Dan dengar...JANGAN PERNAH LAGI MENYEBUT NAMA PANGERAN KETIGA SECARA LANGSUNG ATAU TIDAK AKU AKAN MEMBUNUH MU," Ah yang benar saja, Linse berteriak di dekat telinga Kristal lalu pergi dengan amarah yang meledak-ledak.


Kristal menggosok-gosok telinga nya yang sedikit pekak akibat suara teriakan Linse


"Oh ya ampun... dia kenapa? apakah dia sudah gila?" Ucap Kristal menggaruk tengkuk yang tak gatal.

__ADS_1


"Kau beruntung Linse! Aku adalah Kristal yang normal, namun jika aku sedang tidak normal... maka hancur lah kau." Nada bicara nya ini terdengar tajam dan dingin bak sebuah bongkahan es yang tidak bisa mencair. Penuh kedinginan tanpa ada nya kehangatan.


bersambung..


__ADS_2