PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
KESEMPATAN BERTEMU GURU PERGURUAN AWAN


__ADS_3

"Wah mereka sangat menyeram kan, aku tidak tahu harus bagaimana. Aku tidak boleh terus-terusan berperang dingin pada tiga pria itu atau tidak aku tidak bisa lagi dekat-dekat dengan nya." Ucap Haocun berjalan dengan cepat, sesekali diri nya menyeka keringat pada kening nya.


Dari kejauhan terlihat Linse sedang berlari dengan memegang pedang ditangan nya, dia berlari menuju Haocun dengan senyuman lebar nya itu. " Pangeran ketiga... tunggu aku." teriak nya dengan manja.


Haocun menoleh pada Linse, dia mendengus kesal lalu memutus kan untuk terus melangkah. Seperti nya dia memang sedang menghindari Linse, dia tidak menoleh lagi pada Linse.


Linse nampak bingung, dia menggaruk kepala nya. "Mengapa pangeran ketiga menjauhi ku? memang nya aku salah apa, aku kan hanya ingin menyapa.. dan ingin pamit..." Ucap Linse sedih, dia memandang punggung Haocun dengan pandangan sendu.


***


Kristal sedang berjalan bersama ketua dan beberapa pria paruh baya lain nya. Dia terus saja merangkul tangan ketua dan melihat-lihat kesekitar, dia benar-benar mencuci mata. Apa lagi disana terdapat banyak nya makanan, tak jarang dia mengajak ketua singgah untuk sekedar mencicipi makanan.


Disaat mereka berjalan-jalan santai, tak sengaja mereka berpapasan dengan petua sekolah Muo. Kristal terhentak saat berjumpa dengan nya, walau bagaimanapun dia masih kesal dengan orang tua itu!


"Wah ketua istana sutong.. senang bertemu dengan mu." Sapa petua pada ketua namun menujukan pandangan pada Kristal.


Mengapa orang tua ini bisa akrab dengan calon murit ku? tidak bisa dibiarkan, aku saja sangat susah mendekati nya lalu orang tua ini se-enak hati ingin merebut calon murit ku!


"Senang bertemu dengan mu juga, bagaimana kabar mu?" Jawab ketua begitu ramah.


Ouhhh sungguh menyebal kan, Kristal sangat benci basa basi dari petua. Dia sudah mengetahui dengan jelas jika petua sekolah muo ini memiliki maksut lain pada nya.


"Tak disangka jika nona muda ini bisa dekat dengan petua dari istana sutong, seperti nya kalian memiliki hubungan yang khusus." Ucap petua maksut untuk memancing jawaban yang ingin dia ketahui. Kristal memicing benci, lalu mendumel tidak jelas.


"Ah dia___" Belum sempat ketua menyelesaikan ucapan nya, Kristal memotong tanpa ampun lalu berucap. "Aku cucu nya," Sambar Kristal tersenyum bak seperti orang yang sangat polos.


Mata semua orang yang ada disitu melotot saat mendengar pengakuan Kristal, haiya...dan bahkan ketua begitu terkejut saat mengetahui jika kristal selama ini menganggap diri nya kakek. Kristal tersenyum mengembang lalu menoleh pada ketua istana sutong, "Iyakan kakek?" Tanya Kristal dengan manja.


Ketua menoleh dengan wajah yang sudah memerah, namun dia mengarah kan lagi pandangan pada petua sekolah Muo. " Ya, ya aku adalah kakek nya." Ucap Ketua gagu.

__ADS_1


Pria paruh baya yang menemani ketua merasa tidak percaya, tak disangka jika candaan mereka memang benar nyata. Kristal memang cucu dari ketua, dan itu bukan lah lelucon.


"Haiyooo, tak ku sangka jika nona ini memang benar cucu dari ketua. Memang cantik cucu punya, ketua memang beruntung." Ujar salah satu teman dari ketua.


Apa mereka kakek dan cucu? sejak kapan?


Petua benar-benar bingung, dia melihat Kristal dengan kikuk. Namun tidak masalah, dia bisa saja akan menghasut Kristal agar menjadi murit nya.


"Eh ngomong-ngomong mengapa petua datang? Apakah akan ada acara khusus lain nya?" Tanya Kristal.


"Kau tidak tahu? Ini bukan lah perayaan biasa, disini akan ada pemilihan murit-murit berbakat. dan tak hanya itu, guru-guru di semua perguruan akan datang kemari untuk mencari murit berbakat untuk perguruan mereka?" Jelas petua sambil tersenyum memutus jenggot panjang nya.


"Be-benarkah?" Tanya Kristal tidak percaya


Lalu apakah guru di perguruan akan datang? aku harus cepat, huh mengapa Haocun tidak memberitahuku? aku akan menghajar nya apabila bertemu nanti!


Kristal sangat kesal, Haocun tidak menjelaskan secara rinci tentang acara yang akan diadakan diistana ini. Kristal bahkan tidak sempat untuk memikir kan rencana agar dia bisa masuk kedalam perguruan awan.


Ayolah... kau harus bilang ingin menjadi murit ku.


Petua berteriak dalam hati, dia melihat Kristal dengan berharap.


"Hemmm, sebenar nya aku ingin mengincar perguruan awan. Namun... masih aku pikir kan." Jawab Kristal dengan meletakan jari pada dagu nya dan mengarah kan pandangan ke atas, seolah sedang mengingat-ingat akan sesuatu.


Yah... dia bahkan tidak berpikir untuk menjadi murit ku


Petua terlihat tidak bersemangat saat mendengar perkataan Kristal. Dia menghela nafas dan memperhatikan Kristal dengan sendu.


"Perguruan awan? Bukan kah perguruan yang dikenal hebat itu bukan? Wahh tak disangka jika kau ingin masuk kedalam perguruan tersebut, padahal di perguruan itu sangat jarang menerima murit perempuan di perguruan mereka." Ucap salah satu pengikut petua.

__ADS_1


Petua menoleh tajam pada pengikut nya itu, sang pengikut tak berkutik lagi lalu mengarahkan pandangan ke arah bawah.


Sangat menyebal kan!


Maki petua dalam hati sambil tak henti menatap tajam pada pengikut nya itu.


Apa salah ku!


Sang pengikut berteriak dalam hati karena tak tahu dimana letak kesalahan diri nya.


Tak terasa acara sudah akan dimulai, sebuah rombong terlihat sedang berdatangan dan disusul juga dengan beberapa rombongan lain nya. Semua orang sudah akan bergumpul namun Kristal memilih untuk tetap tinggal dan tidak mengikuti ketua pergi ke tempat acara bergumpul.


Terlihat juga di dekat Kristal ada si naga kecil yang baru saja datang, Kristal menoleh pada naga kecil lalu mulai tersenyum jahat.


"Cih! Kenapa kau disini? merusak pemandangan saja!" Ucap Kristal memandang remeh pada naga kecil.


"Hey bocah... jangan bersikap seperti itu padaku! lihat saja kalau aku sudah bersatu pada tubuh ku, aku akan menyembur mu dengan api neraka!"Ketus sang naga emosi karena di perlakukan begitu oleh Kristal.


"Aihhh, jangan mengancam ku! atau aku tidak akan mau mencari tubuh mu itu! memang nya kau pikir aku perduli dengan tubuh mu, aku ini tidak bisa di remeh kan."Ancam Kristal mengejek si naga, raut wajah nya sangat menyebal kan dipandangan naga itu.


Mampus! aku tidak boleh lagi membuat nya kesal, dia sudah menjadi agak pintar sekarang!


Batin si naga mulai takut dan enggan lagi berprilaku ketus pada Kristal, jika Kristal tersinggung bisa-bisa dia akan kehilangan harapan untuk bersatu kembali pada tubuh nya yang sedang tertidur panjang di menara perguruan awan.


"Ba-baiklah, aku tidak akan mengancam mu lagi," Ucap Si naga akhir nya menurun kan sikap arogant nya.


"Nah begitu dong, ayo anak buah kita pergi kesana."


"........"

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG^^^


__ADS_2