PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
Chapter : Biar kan mereka masuk


__ADS_3

...¯(ツ)/¯...


Wanita itu sedang berjalan masuk kedalam sebuah ruangan bernuansa emas dan terdapat seorang pria paruh baya sedang duduk disebuah kursi kebesaran nya melihat berbagai gulungan kertas dimeja nya. dengan hormat wanita yang tadi nya angkuh menjadi menciut dan menunduk pada pria paruh baya itu.


"Ketua, maaf sudah mengganggu." ujar wanita itu dengan menunduk kan tubuh nya, pria itu mengangkat wajah nya lalu memandang sekilas meneger nya itu.


Ia berdehem lalu melanjut kan kembali pekerjaan nya, Terlihat dengan jelas jika pria itu tak terlalu menyukai wanita itu dan bahkan malas melihat nya. "ketua, didepan terdapat satu keluarga ingin menemui mu, mereka terlihat begitu kumuh namun mereka bilang mereka ingin melihat rekomendasi rumah."ujar wanita itu sopan namun masih sempat untuk menghina orang. prilaku boleh beda tapi perkataan tetap sama, wanita ini picik tapi naif


"Biar kan mereka masuk."titah ketua datar. sang meneger membola setelah mendengar persetujuan dari ketua nya. bagaimana bisa secepat itu untuk menyetujui nya? tak seperti biasa nya ketua setuju untuk menemui pengunjung secara langsung


Dengan ragu meneger bertanya, "mengapa ketua setuju untuk menemui mereka?" tanya nya ragu namun penasaran. ketua menyipit kan mata mengarah ke arah meneger ,"apakah aku memberi mu hak untuk bertanya?"tanya nya ketus lalu dengan sebal segera membuang pandangan nya


Wanita itu menggeram dan kemudian berjalan menuju luar menemui keluarga ates. kristal beserta ketiga kakak nya sedang bermain lempar batu didepan karena sangkin bosan dan bingung ingin melakukan apa, sedang kan hana dan jibong sedang asik pacaran


Tak lama wanita tadi datang dengan wajah jutek nya lalu mengambil sebuah buku transaksi tamu menggunakan sihir yang ia miliki. kristal beserta keluarga nya menoleh dan melanjutkan aktifi mereka, gigi wanita itu menggerigit kesal karena ia sedang diacuh kan oleh keluarga ates


"Kalian masuk lah, ketua sudah setuju untuk bertemu dengan kalian."ketus nya dengan wajah ogah ogahan melayani keluarga ates. keluarga tersebut hanya ber oh ria lalu masuk kedalam bangunan itu dengan mengabaikan wanita disamping mereka

__ADS_1


Kristal berada paling akhir lalu masuk dengan bahu yang ia sengajai bersentuhan dengan wanita itu. wanita itu sedikit termundur dan dengan segera mengutuk kristal dan memaki nya


Sementara itu sang ketua sedang duduk menunggu sembari memeriksa sebuah gulungan kertas dengan begitu cermat seolah tak mau ketinggalan satu kalimat pun. kristal berjalan dengan dipandu oleh seorang pelayan wanita menuju ruangan ketua, sementara keluarga lain nya sedang menunggu disebuah ruang tunggu dikarenakan kristal memerintah kan mereka untuk tetap menunggu sementara biar lah dia yang mengurus hal tersebut


Dengan langkah tegas kristal masuk kedalam ruangan itu, ia nampak memperhatikan sebentar dan kemudian melangkah mendekat kearah ketua. ketua mengangkat satu alis melihat kristal yang sudah duduk tanpa izin dari nya


"Siapa yang menyuruh mu duduk?" tanya ketua dengan tegas memperhatikan sebal kearah kristal, kristal berdengus karena untuk duduk saja dia harus memerlukan sebuah izin. dengan sebal dia berdiri dari kursi dan mengeling mata kepada ketua


Ketua nampak bergeleng geleng dan mempersilah kan kristal agar duduk kembali, kristal menggeram kesal dan ingin sekali memicit batang leher dari pria tua didepan nya. "kenapa tidak dari tadi saja, merepotkan sekali.. aneh."gumam kristal sebal lalu duduk disana dengan diperlihati oleh ketua, ketua memandang aneh kepada gadis berusia 16 tahun didepan nya


"Dimana keluarga mu? mengapa mereka mengirim anak kecil untuk bermain main dengan ku?" tanya ketua menyelik kepada kristal. kristal tersedak mendengar ia dipanggil anak kecil oleh pria tua didepan nya, namun mau marah pun tak bisa karena ia memang seorang anak kecil sekarang


"Huph, ayo katakan apa maksud mu menemui diri ku? ini pertama kali nya aku mau menemui pengunjung, tapi dalam pengalaman pertama ini justru dihadap kan dengan anak kecil seperti mu."ketus ketua masih melanjutkan dengan gulungan gulungan kertas dimeja nya


"Aku mau sebuah bangunan, rumah besar dan indah yang mampu membuat suatu keluarga nyaman didalam nya, yang mana dibangunan itu terdapat sebuah kehangatan dan bahkan jika orang melihat nya akan takjub dan membicara kan nya." jelas kristal sambil membayangkan sebuah villa pribadi yang dihadiahi oleh kakek nya dulu. ketua mengangkat wajah nya lalu mengangkat satu alis, dia belum pernah mendengar suasana rumah seperti itu sebelum nya.


"Rumah itu setidak nya harus memiliki taman didalam bangunan dan terdapat lahan kosong dengan dikelilingi oleh pagar tinggi sehingga aktifitas kami tidak diketahui oleh orang lain." lanjut kristal sambil senyam senyum membayang kan kondisi rumah yang baru saja ia sebut kan.

__ADS_1


"Jangan bermain lagi, cepat panggil orang tua mu kesini." suruh nya sembari mengambil sebuah gulungan kertas yang berada jauh dari nya menggunakan sebuah sihir.


"Hey percayalah, aku tidak sedang bercanda, aku akan membayar mu berapa pun itu asalkan kau mau membuat rumah seperti instruksi ku tadi."kristal terlihat begitu serius, ketua melihat sebuah kejujuran dimata kristal. ketua mengambil nafas lalu membuang nya perlahan, "total nya 500 juta emas dan 200 tael perak."ujar nya, yang dimana ia setuju untuk membuat sebuah bangunan yang begitu besar sehingga membutuh kan lahan besar dan modal yang besar. tanpa pikir panjang kristal setuju setelah mendengar harga yang ditetap kan. ketua kaget, awal nya dia berbikir bahwa kristal akan membatal kan niatan nya setelah mendengar harga yang begitu besar sehingga dia bisa membeli dua buah pulau dengan harga seperti itu. namun alih alih membatalkan kristal justru menyetujui nya dan bahkan meminta tambahan 20 bangunan lain nya agar bisa dijadikan restoran dan tempat penginapan


"Siapa dia sebenarnya." batin ketua memandang kristal dengan begitu heran. "baik lah, jadi apakah kau ingin aku bayar sekarang atau setelah bangunan selesai?" tanya kristal senang yang dimana sang ketua setuju dengan permintaan nya, ketua mengangkat satu alis lalu tersenyum kecil. "sekarang saja, aku takut kau akan kabur dan tak membayar pada ku." ujar nya tersenyum licik berniat ingin mengerjai kristal, namun kristal bukan nya takut ia malah mengangkat tangan dan memetikan tangan nya di udara


Dengan sekejab timbul 100 peti emas dibelakang mereka, ketua membola dengan mulut terbuka melihat semua peti emas yang secara tiba tiba muncul dihadapan nya. "awal nya aku hanya ingin bermain main, tapi setelah di beri keseriusan ini malah menjadi mengerikan." batin ketua bergantian melihat kristal dan peti peti emas. "aku sudah tak memiliki hutang apa pun, justru kau lah yang memiliki hutang terhadap ku! bayar hutang itu dengan menjadikan rumah ku kali ini menjadi begitu megah dan mempesona," sambung kristal kembali bersandar di sandaran kursi.


"Siapa kau?" tanya ketua berterus terang terhadap kristal, kristal memicingkan mata, "kristal." singkat nya tersenyum ceria, sebenarnya dia mengetahui arti dari pertanyaan ketua, akan tetapi dia tidak bisa membocorkan identitas nya untuk sementara waktu ini


"Oh ya, tolong siap kan satu rumah singgah untuk ku dan keluarga ku. sambil menunggu rumah itu jadi kami akan tinggal sementara waktu di rumah tersebut."pinta kristal kembali, sang ketua menyetujui permintaan kristal, bagaimana pun kristal adalah satu satu nya pengunjung yang menurut ketua sangat lah spesial


Selang beberapa menit, kristal keluar dari ruangan dengan senandung lagu. dengan ceria ia menyapa keluarga nya yang terlihat begitu bosan dan bingung ingin melakukan apa.


"Adik apa kah kau sudah mendapat kan rumah?" tanya long penasaran, "ya, dan ini adalah kunci nya." jawab kristal begitu senang sambil menunjukan kunci rumah dengan plakat bewarna merah


Dari kejauhan meneger melihat kristal yang sedang memegang kunci rumah ditangan nya, "ba-bagaimana bisa? itu kan kunci rumah terbesar dan termahal yang dimiliki oleh istana sutong, bagaimana gadis itu mampu membeli rumah semahal itu? mereka bukan lah orang sembarangan." ujar nya pelan, ia tercengang mengetahui kenyataan bahwa orang yang ia rendah kan tadi merupakan keluarga kaya raya

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2