PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
Chapter : menemukan


__ADS_3

Di depan gerbang sekolah, terlihat seorang petugas sedang berkeliling memantau dari atas, menggunakan sapu sihir terbang.


Tak tahu kenapa, keadaan sepi dan para murit lain sudah tak berada diluar sekolah. mereka masing - masing berada di asrama mereka dan pergi tidur.


Kristal dan ketiga kakak nya menyerobos masuk, dan tak memperdulikan penjaga ya sedang berjaga.


Para penjaga melihat mereka berempat dan kemudian menghentikan mereka.


"Berani sekali para penyusup sialan, menyusup ke sekolah. apa kalian mau cari mati"


Langkah ke empat nya terhenti. pandangan mereka terlihat seperti seorang yang sudah diciduk seolah baru melakukan hal kriminal.


"Yah ketahuan."


"Bagaimana dong?."


Kristal dan hong terkekeh sambil menggaruk kepala mereka. bagaiaman pun mereka juga tahu bahwa mereka salah, tak seharus nya mereka mengunjungi murid saat malam - malam begini


"Siapa kalian, kami tak akan mengampuni penyusup rendahan seperti kalian."


Tiba tiba saja salah satu dari mereka, memekik dengan angkuh seolah mereka lah yang paling kuat disana. Kristal terkejut dengan prilaku yang dia dapat kan. sangat tidak ramah dan tak patut di acungi jempol


Dengan mengangkat tangan, mereka melapalkan mantra dan mengarahkan nya pada ke empat bersaudara. akan tetapi dengan cepat mereka menghindar dengan melompat ke masing masing arah


"Apa apaan ini, kau menyerang kami hanya karna kami masuk tanpa ijin? yang benar saja?."


Keluh kristal tidak terima. bong kesal dan kemudian mencaci maki si pria yang sudah menyerang nya.


"Sialan, kau pikir kami takut pada mu? kami disini hanya ingin berkunjung tapi lupa untuk Meninta ijin. jangan sampai aku mencekik mu ya."


Maki bong jengkel. namun alih alih mendengarkan perkataan dari bong, pria itu dan teman teman nya semakin menyerang kristal secara bertubi - tubi.


"Penyusup tetap lah penyusup, tak ada pengampunan dari penyusup."


Ujar nya kembali menyerang ke empat bersaudara dengan bertubi tubi. dengan pede nya dia mengatakan bahwa ke empat nya akan kalah dari nya.


"Jangan macam macam pada ku, kalian akan mati ku habisi."


Maki nya kembali. kristal nampak nya sudah kehabisan kesabaran namun masih dia tahan karena tak ingin mengganggu semua murit yang berada disana.


"Dengan membawa mereka, aku yakin ketua akan memuji ku dan memberi ku imbalan yang besar, ketua sangat tak menyukai penyusup."


Batin nya tersenyum sinis. demi tuhan hong jengkel melihat nya. di melompat dan meraih kaki pria itu hingga terjatuh. hong membanting tubuh pria itu berulang ulang kali sehingga hati nya benar benar puas dengan hal tersebut.


"Demi dewa langit dan bumi, aku akan menghabisi mu. dasar jelek, pantat besar, kepala botak!! kau akan mati."


Pekik hong membanting tubuh pria itu, sehingga dia kelelahan dan menghentikan nya. para penjaga lain nya ternganga menyaksikan hal tersebut.


"Kak kau terlalu berlebihan hehe."


Ujar kristal terkekeh canggung, karena melihat sang kakak lepas kendali dan membanting pria itu hingga tak berdaya dan lidah terjeler. seperti nya kepala pria itu mengalami saraf otak, dia seperti orang bodoh nan polos


"Aku sudah cukup lelah hari ini, dan datang ke tiga pria tak beguna ini? mau apa? cepat panggil ketua kalian dan katakan aku ingin menemui adik ku."


Bentak hong pada kedua lain nya, mereka menunduk cepat dan tergesa gesa berlarian menuju dalam. karna sangkin takut nya, mereka melupakan jika mereka bisa terbang menggunakan sapu sihir terbang mereka tanpa susah susah berlari lagi.


Long menghela nafas panjang, dia kebingungan mengapa sang adik nya tak bisa mengendalikan emosi. mereka sudah besar dan sepatut nya bisa mengendalikan emosi mereka.


"Lain kali jaga emosi mu, jangan membuat masalah baru dan jangan membuat nama baik boji rusak di mata teman - teman nya."


Ujar long menegur sang adik, hong. hong menunduk dan mengakui salah nya.


"Aku mengerti, lain kali aku akan hati hati."


Ujar hong menunduk dengan nada bersalah nya. bong hampir ingin tertawa dan dengan cepat mendekat kearah hong, disaat sang kakak long sedang menjauh dari mereka.


"Ehemm hemm, bersabar lah. mungkin ini adalah ujian untuk mu."


Ejek bong pada, hong. dia memurus kepala hong, yang padahal sudah sangat jelas bahwa dia mengetahui jika sang adik sangat tak suka jika rambut nya disentuh oleh orang lain.


"Sialan kau, dasar kakak kurang ajar."


Maki hong dan pada akhir nya mereka bertengkar dan saling memiting kepala satu sama lain.


Kristal bergeleng melihat tingkah kedua nya. namun mata nya kembali terarah kesebuah menara tinggi yang berada lumayan jauh dari mereka.


"Mengapa mereka hanya mengawasi?"


gumam kristal pelan dengan mata menyipit melihat kearah menara


Dibalik menara tersebut, terdapat ketua sedang mengawasi pergerakan ke empat bersaudara setelah merasakan hawa dari kristal.

__ADS_1


Dia terkejut saat kristal melihat kearah menara dan secara samar bibir kristal bergerak mengatakan sesuatu.


"Gadis ini memang cocok menjadi murit ku, analisis dan ke pekaan nya sangat tajam."


Ujar si pria tua puas sembari mengusap - usap jenggot panjang nya.


"Tak hanya satu, ketiga nya juga memiliki aura seorang pendekar. jika aku mendapat kan ke empat nya, maka dunia akan mengenal diriku dengan guru hebat yang memiliki murit seperti mereka."


Selang beberapa saat, keluar seorang tetua yang diutus oleh ketua agar menjemput ke empat nya menemui, boji.


Secara bersamaan long keluar dan berjalan mendekati ketiga saudara nya.


"Kakak dari mana?"


Tanya bong pada sang kakak, long menunjuk pada sebuah tempat kusus pembuangan air kecil di belakang mereka.


"Aku tak tahan, makanya aku pergi kesana."


Jawab nya dan kemudian beralih kembali kepada utusan ketua yang sudah dekat menghampiri mereka.


"Salam tuan dan nona."


Sapa nya sopan dan tersenyum. nampak sekali sebuah paksaan di senyuman nya itu. kristal tersenyum pepsoden melihat senyum aneh utusan ketua.


"Apakah kau bisa mengutus kami menemui boji, kami tahu jika tak bagus bagi kami mengunjungi murid pada malam hari. tapi kami janji ini hanya sembentar, tak akan lama."


Mohon kristal sopan, dia mencoba menjaga ucapan nya agar tak membuat sang utusan menjadi tersinggung.


Sang utusan nampak berpikir sejenak, dan akhirnya buka suara.


"Baiklah, tapi ini pertama dan yang terakhir kali nya. kalian juga harus menghormati peraturan sekolah."


Ajak sang utusan dan kemudian pergi berjalan masuk menuntun ke empat nya. ke empat nya mengikuti langkah si utusan dari belakang.


"Siapa mereka, mengapa ketua sampai turun tangan secara langsung dan mengutus ku kesini? emang apa hebat nya mereka."


Batin si utusan tak mengerti dengan keputusan dari sang ketua. dia berjalan menuntun dengan raut wajah datar nya, seolah tak iklas dan tak sudi menuntun ke empat bersaudara.


Dia berpikir jika terdapat banyak penjaga di sini, tapi mengapa dia yang harus diutus? secara dia adalah seorang tetua kelas dua di sekolah ini. dan sekarang dia harus menuntun seorang anak kecil seperti kristal dan ketiga kakak nya.


Sesampai nya di asrama boji. sang utusan mengetuk pintu asrama dan kemudian tak lama muncul satu anak laki laki gemuk berumur sekitar 12 tahun.


"Ada apa?"


"Hmmmp hpm...."


Anak itu memekik karena tak bisa berbicara, kristal dan ketiga kakak nya saling memandang. mereka heran bagaimana mereka bisa memperlakukan anak kecil seperti itu.


"Kau tak pantas bertanya pada ku."


Ujar nya datar dan kemudian masuk dan disusul oleh ke empat bersaudara. jumlah anak anak dalam satu asrama berjumlah lima orang. mereka turun dan melihat keributan apa tadi, dan muncul satu anak sombong dan dengan belagu nya dia mendekati kristal dan menggoda kristal.


"Waw ada apa ini? dan kenapa ada gadis cantik kemari? apa ingin menemui ku?."


Goda nya pada kristal. seperti apa yang telah dilihat, anak laki laki ini pasti sudah berumur 15 - 16 tahun. dengan berani dia menggoda kristal di depan seluruh orang orang.


"Jaga bicara mu, kau adalah murit disini."


Tegur sang utusan tidak suka. kristal memandang jengkel ke arah pemuda itu, mulut nya komat kamit dan ingin sekali meremas wajah dari pemuda itu.


Sementara itu, ketiga kakak nya terkekeh karena sang adik telah digoda oleh seorang anak yang lebih muda dari adik mereka, kristal.


"Cih, hanya seorang gadis saja bukan? apa penting nya."


Remeh pemuda itu kembali sambil bersandar dengan tangan di lipat di dada. pandangan remeh dan tengil nya membuat kristal jengah dan hampir saja melupakan niat awal mereka.


"Ehem hemm, huhhh. lupakan, aku ingin bertemu boji, apakah ada disini?."


Tanya kristal, dengan sekejab semua wajah dari anak anak disana berubah menjadi panik. kristal dan ketiga kakak nya bingung dengan perubahan wajah mereka.


"Ada apa? mengapa wajah kalian seperti itu? apa yang kalian lakukan pada adik ku?."


Tanya bong tajam. di antara semua anak, dia lebih mencurigai si pemuda kurang ajar tadi.


"Apa yang kalian lakukan, jangan sampai kalian melakukan hal yang akan membuat kalian dihukum."


Tegas si utusan, tangan nya di lipat ke belakang dan nampak mengamati satu persatu dari mereka.


"Katakan, apa yang telah kalian lakukan pada adik ku?."


Tanya kristal tajam dengan menekan setiap kalimat, dan kemudian pandangan nya tertuju ke arah utusan dan dengan tajam memandang kearah nya.

__ADS_1


Si utusan hanya diam dan mengacuh kan pandangan kristal.


"Mengapa mereka sekhawatir itu? baik lah mengaku saja, lagi pula aku tidak akan dihukum berat bukan?."


Salah satu anak lakik - laki yang berumur sekitar 11 tahun membantin dan memutuskan untuk mengakui perbuatan nya.


"Dia di dalam sungai,"


Akunya pada semua nya, kristal dan ke tiga kak nya nampak shock dan dengan cepat kristal maju dan mencekram kuat bahu anak itu.


"Katakan, a-apa yang ia lakukan didalam sungai? me-mengapa?"


Tak seperti biasa nya kristal berprilaku seperti itu, dan bersikap tidak tenang. dia menggoncang goncang tubuh pemuda itu dengan kuat.


"Katakan apa yang dia lakukan didalam sungai?."


Pekik kristal, mata nya memerah menahan amarah.


"A-aku mendorong nya."


Mata Semua nya melotot, ke empat nya bergegas berlari kearah sungai. sementara para anak anak tinggal dengan wajah panik mereka.


"Aku tidak ada urusan dalam masalah yang kalian buat. kalian yang harus bertanggung jawab, jangan bawa bawa aku."


Mereka bertengkar dan menyalah kan satu sama lain. sementara pemuda 16 tahun tadi nampak tenang dengan senyun sinis diwajah nya.


"Cih, apa yang kalian takutkan? aku lah menyuruh kalian melakukan ini, Jangan khawatir. aku pasti akan menghadapi mereka."


Ucap nya dengan sombong, semua nya dengan takut menyusul kesana memastikan jika boji tak kehilangan nyawa karna mereka.


***


Sesampai nya, di sebuah sungai di belakang sekolah nampak mengalir begitu deras. dengan panik kristal dan ketiga kakak nya mencari dan melompat kedalam air.


"Boji, diamana kau? boji.."


Teriak kristal. sementara sang utusan memilih pergi untuk melapor. dan ke empat anak lain nya datang dengan wajah super super tak merasa bersalah sedikit pun.


"Cih, mati ya mati saja. apa yang kalian cari?."


Ujar si pemuda berumur 16 tahun dengan wajah datar nya. ke empat bersaudara memandang mereka berempat dengan tajam.


Dengan secepat kilat kristal melesat ke arah pemuda yang mengaku mendorong sang adik. dia mencekik nya sehingga tubuh pemuda itu terangkat


"Dimana kau mendorong nya? katakan padaku!! jangan sampai aku membunuh mu."


Kristal benar - benar marah. mereka berempat semakin menjadi ketakutan saat melihat kekuatan yang dimiliki oleh kristal.


"Ak, aku mendorong nya atas perintah dari nya. dia lah yang menyuruh ku."


"Aihss apa yang kau katakan, omong kosong apa itu."


Pekik pemuda itu mengela, baru saja tadi dia mengatakan jika dia lah yang akan mengatasi hal tersebut. namun sekarang dia tak mengakui nya.


"Sialan, rupanya gadis ini sangat kuat. dia mampu mengangkat tubuh anak dewasa dengan satu tangan."


Batin pemuda itu takut. kristal semakin emosi dan melempar ke empat nya menggunakan energi chi. mereka terpental dengan darah merembes keluar dari mulut mereka. energi chi benar benar merusak organ dalam mereka, kristal tak bisa lagi mentoleril kenakalan seperti itu.


"Akhhh... uhuk uhuk.."


Mereka terbatuk batuk dan terduduk tak berdaya. kristal berlari melompat untuk menyerang sekali lagi.


Namun tak lama, datang lima tetua lain nya meregang pergerakan kristal. mereka dengan sekuat tenaga meregang kristal yang memberontak ingin membunuh ke empat pria tadi.


"Jaga emosi mu. kau tidak boleh menghabisi mereka."


Ujar tetua tiga pelan dengan peluh di kening nya. akhir nya ketua datang secara langsung dan melihat kristal yang sedang di renggang oleh kelima petua sekali gus


"Lepas kan aku, atau tidak kalian akan tahu akibat nya."


Tegas kristal tajam, sang ketua was was an melihat tubuh kristal yang hampir ingin meledakan energi nya.


......................


Di alur sungai, long, bong, dan hong melompat ke pohon demi pohon. mereka memantau apakah ada pergerakan di dalam sungai atau tidak.


"Kakak aku belum menemukan nya."


Ujar bong terus mencari dan mencari. long mendekat kearah air dan melihat kedalam air apakah ada seseorang atau tidak


"Boji, dimana kau?"

__ADS_1


mereka terus mencari, long hampir ingin menyerah karena tak mungkin jika mereka terus menelusuri sungai yang panjang.


__ADS_2