PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
Hukuman


__ADS_3

"Tidak ada disini, lalu dimana mereka? Tidak mungkinkan jika mereka memasuki hutan terlarang?" Master Tauxing terus mencari dan mencari. Dia berjalan kekiri dan kekanan, akan tetapi tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan ketiga muritnya.


"Jika memang mereka memasuki hutan terlarang, lalu apa yang harus kita lakukan? Kemungkinan mereka sudah tidak selamat lagi." Sahut guru Celin sangat Khawatir, menggigit kukunya karena panik.


Kekhawatiran itu semakin kian bertambah, master tauxing melihat pada hutan terlarang dan mencoba untuk menembus mantra hutan terlarang itu, akan tetapi dia malah mendapati rasa sakit didadanya.


"Kau tidak apa-apa? Jangan gegabah, lebih baik kita mencari mereka disekitar." Tegur guru Lebin, dan disusul khawatir oleh dua guru lainnya.


"Tidak, aku-aku tidak apa-apa." Jawab Master tauxing memegang dada karena sesak yang menghampiri.


"Aku hanya khawatir jika mereka berada dalam masalah.


...****************...


Disaat para guru sedang merasakan kalut, ketiganya justru sedang berlari sembari cekikikan tidak jelas. Kristal berlari, mengancam jika dia akan menjauh dari kedua seniornya. Dan mereka bermain kejar-kejaran sampai diambang perbatasan mantra hutan.


"Junior, jangan menjauh...." Teriak Uno berusaha berlari.


Mereka terus berlari dan sampai menuju luar mantra hutan.


"Kita sudah sampai." Ucap Kristal disertai cekikikannya, dan menoleh kebelakang.


BRUKKK


"AUU." Kristal jatuh mengantal ketanah saat tak sengaja menabrak seseorang didepannya.


Seketika saja, langkah Uno dan Tiamo melemah setelah melihat siapa yang berada didepan mereka.


"Ma-master, guru." Lirih mereka terkejut.


Kristal yang mendengar itu dengan segera menoleh pada para guru dan master tauxing, matanya terbuka begitu lebar setelah melihat pandangan marah dari master tauxing padanya.


"Hihi guru." Ucapnya tidak berdosa, disertai dengan senyum pepsoden.


Pandangan memicing dari para guru dan master tertuju pada ketiganya, mereka hanya menyengir kuda karena dipergoki oleh para guru mereka.


"Sudah puas bermainnya!" Ucap master tauxing dengan nada tidak bersahabat.


Kristal, Tiamo dan Uno yang mendengar itu dengan segera menegang. Mereka diam ditempat mereka, sesekali saling melihat dan memberi kode.


"Ah guru a___


"Guru tidak menerima alasan, Kristal!" Putus Master tauxing mengangkat lima jari, mengambang keudara.

__ADS_1


Kristal menunduk, dia sesekali melirik Master tauxing yang sedang dalam keadaan kesal.


"Kenapa kalian masuk kedalam hutan terlarang? Bukankah kami sudah memperingatkan kalian?" Tegur guru Piok, mengomeli ketiganya.


"Itu guru...anu, kami tidak sengaja memasuki hutan terlarang setelah bermain kejar-kejaran." Jawab Kristal masih berani menjawab, akan tetapi pandangannya selalu tertuju kebawah.


"Kecerobohan kalian ini, bisa saja menghantarkan nyawa kalian pada kematian. lagi pula, kau Kristal! Kenapa kau mengajak yang lainnya untuk pergi kedanau? Bagaimana jika kalian tidak dalam keadaan siap, kalian bisa saja kalah melawan hewan sihir itu!" Omel guru Celin, terbesit kekawatiran pada ketiga muritnya.


"Kami minta maaf, kami janji kami tidak akan mengulanginya lagi." Ucap Ketiganya serempak.


Para guru masih mengawasi ketiganya dengan pandangan kesal, mereka tidak habis pikir mengapa para murit bisa senakal itu! Lain kali mereka harus memberi hukuman yang berat pada ketiganya!


Bagaimana mereka bisa keluar dengan keadaan tanpa cacat sedikitpun? Bukankah mereka baru saja keluar dari hutan terlarang?


Guru Lebin bertanya-tanya dalam hati, melihat keadaan Kristal, Tiamo dan Uno dalam keadaan tanpa luka.


Mereka baik-baik saja? Syukurlah kalau begitu, sepertinya terjadi sebuah keajaiban sehingga ketiga muritku ini berhasil keluar dengan keadaan selamat.


Batin guru Piok mengelus dada, dia sangat bersyukur jika ketiganya bisa keluar dengan selamat.


Apakah keselamatan ini.. ada hubungan nya dengan Kristal?


Monolog Master tauxing melihat Kristal dengan menyelidik.


...****************...


Kembali didekat danau, Kristal memungut ikan-ikan yang sudah dia tangkap. Sementara kedua seniornya, sedang berdiri dengan kaki diangkat satu dan kedua tangan memegang telinga.


Keempat guru itu berdiri mengamati murit-murit yang sangat nakal ini!


"Kalian kesini hanya ingin mengambil ikan? Jika hanya ikan saja, kita bisa mendapatkannya dipasar. Kalian tinggal bicara jujur pada kami jika kalian ingin makan ikan, kami pasti akan berusaha mendapatkan ikan untuk kalian." Omel guru Celin.


"Tidak, kami juga memetik buah-buahan." Ucap Kristal masih berani menjawab.


"Hanya itu?"


"Dan... dan tanaman obat."


"Iyakan kakak Senior?" Tanya Kristal pada kedua seniornya.


Tiamo dan Uno melihat kearah para guru, dengan ragu mereka menjawab. "Iya, penjaga hutan terlarang memberi hadiah untuk perguruan tauxing sebuah tanaman obat." Jawab Uno ragu.


Ke empat guru itu saling pandang, mau tidak percaya tapi yang berbicara adalah Uno. Uno dikenal sebagai murit terjujur diperguruan tauxing, jadi mustahil untuk tidak mempercayai murit satu ini.

__ADS_1


"Siapa yang membuat sehingga kalian kebal pada mantra hutan terlarang?" Tanya master tauxing mengarah pada Uno dan Tiamo.


"Tidak guru, itu___


"Tidak Kristal! Guru tidak bertanya padamu, jadi kau tetap diam disana!!" Tegur master tauxing, seketika membuat Kristal diam seribu bahasa.


"Ayo Uno, katakan siapa penyebabnya." Tanya master tauxing lagi.


Uno dengan ragu-ragu melihat pada Kristal, dan akhirnya mengarahkan telunjuk tangan pada Kristal.


"Adik juniorlah, yang telah melindungi kami. Mantra itu tidak bekerja padanya." Jawab Uno.


"Aku tidak ta___


"Kristal, guru menyuruhmu diam! Tutup mulutmu!"


Kristal menutup rapat-rapat mulutnya, dia menekuk wajahnya sesekali melirik pada kedua seniornya.


Bajingan, jika saja aku tidak berlaga menunjukan penyebab kekebalan pada mereka, ini tidak akan terjadi!!!


"Tiamo, apakah ini benar?" Tanya guru Piok sedikit Shock mendengarnya.


"Be-benar guru. Adik juniorlah yang telah melindungi kami didalam hutan terlarang." Jawab Tiamo sedikit ragu, sembari mengarahkan pandangan pada Kristal.


"Ini sebuah kabar yang sangat membahayakan. Kristal, jangan sampai pihak luar tahu tentang kemampuanmu ini,, atau tidak kau tidak akan bisa hidup tenang." Ucap master tauxing memperingatkan Kristal.


"Baik, guru/master." Jawab ketiganya serempak dengan menunduk cemberut.


"Tutup rapat-rapat tentang masalah ini! Dan sekarang, mari kita pulang kembali keperguruan. Hari akan semakin larut." Ucap Guru Piok mengajak semuanya untuk pulang kembali keperguruan tauxing.


Mereka semua akhirnya menghilang dari sana, dengan tangan ketiganya dipegang erat oleh para guru. Angin sepoy-sepoy nampak menggerakan dedaunan yang ada disana, seolah-olah baru saja keluar dari tempat persembunyian.


Sekelebat bayangan terlihat sedang melintas kepepohonan satu dan yang lainnya, lalu bayangan itu menghilang begitu saja bagai ditelan oleh bumi.


Entah bahaya apa yang akan datang setelah ini, banyak sekali yang belum diketahui.


^^^BERSAMBUNG^^^


HY GUYS, MAAF YA JIKA risa JADI SLOW UPDATE.


MAAF YA, HIHIHI. RISA LAGI SIBUK GUYS.


DADAH SOBAT risa.

__ADS_1


__ADS_2