PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
Chapter : pesta ulang tahun di acara pestival lentera


__ADS_3


❤❤❤❤❤❤


Selamat membaca..


Disiang itu, para rakyat muo sedang sibuk mempersiap kan acara pestival lentera di kekaisaran mereka. para tamu berdatangan dari berbagai daratan kekaisaran, kali ini sebuah pesta besar besaran digelar di daratan muo sebagai peringatan 100 tahun kaisar muo menjabat dan memimpin daratan muo...


Suara rakyat terdengar begitu ricuh dan sibuk mempersiap kan ini dan itu, tak jarang para prajurit kekaisaran ikut turun membantu rakyat kecil untuk mempersiap kan semua nya sebagai penyambutan kepada para tamu dari berbagai daratan..


Meski mereka tak turut hadir kedalam acara inti kerajaan, akan tetapi mereka tak berkecil hati dan terus mempersiap kan segala sesuatu lalu memasang sebuah lentera untuk mendoakan selalu kejayaan kekaisaran muo...


...****************...


Kala itu, kristal sedang berjalan menuju meja pendaftaran administrasi sekolah boji. sementara boji, ia sedang berada di sebuah lapangan penguji kecerdasan otak. kristal berjalan dengan bingung dan terus saja bergumam tidak jelas, dia teringat bahwa malam ini adalah acara lentera yang bearti bersamaan dengan acara ulang tahun nya..


Bagaiaman ia bisa lupa,? kalau dia mengingat ini lebih awal dia pasti akan mempercepat urusan sekolah boji dan segera pulang kerumah untuk menghabiskan waktu luang bersama sang keluarga...


"Tidak buruk juga, aura disini lumayan kuat dan cocok untuk pemula seperti boji. aihh sebaik nya harus cepat menuju meja pendaftaran, aku yakin jika bunda sudah menunggu ku dirumah." ujar nya ditengah - tengah berjalan menuju bangunan tengah yang dipenuhi dengan orang tua murid lain nya. penampilan mereka aneh, ada yang berkendara menggunakan sapu terbang, dan bahkan ada yang mengambang


Kristal datang menghampiri krumunan orang yang sedang mengantri untuk membayar juga, orang - orang memperhatikan kristal dengan aneh. kristal merasa tak nyaman karena diperhatikan seperti itu, "kenapa? kenapa kalian memperhatikan ku begitu? kalian tidak pernah melihat orang cantik ya?" batin kristal jengah dengan kelakuan rakyat muo, mereka ini sangat aneh dan beragam kelakuan. ada yang pintar banget, ada yang pintar biasa aja, ada yang bodoh, ada yang bodoh banget. dan seperti itu lah seterus nya...


"Kenapa murit juga ikut mengantri disini? apakah kau tersesat?" tiba - tiba saja terdengar seorang wanita gendut dengan syal ular melekat dileher nya bertanya pada kristal. kristal sedikit terkejut lalu kembali mengondisikan wajah keterkejutan nya, "ah tidak - tidak, aku disini ingin mendaftar kan adik ku." jawab kristal segera dengan tawa renyah nya...


"Adik mu? lalu apakah kau tidak bersekolah? berapa umur mu?" mereka ini sangat kepo, baru saja datang wanita gendut tadi, eh sekarang pria di depan kristal juga turut bertanya. dia sangat aneh dengan penampilan kutu buku nya

__ADS_1


"Banyak tanya! dasar dungu! " kristal berteriak dalam hati namun masih dalam ekspresi ramah nya. "umur ku baru saja menginjak 16 tahun, tapi aku harus mengantar adik ku mendaftar karena orang tua ku harus sibuk bekerja." ujar kristal mencari alasan bahwa sang ayah dan ibunda nya bekerja agar mendapat kan uang..


"Benar kah? ouh kau ini sangat imut, baik lah tetap tunggu disini dan sebentar lagi akan ada panitia datang untuk mengambil pembayaran." seru wanita gendut tadi prihatin lalu meninggal kan tempat tersebut, sementara pria di depan kristal sedang melanjut kan membaca buku nya kembali "fiuhh, akhir nya dia pergi juga." gumam kristal pelan. mata nya kembali tertuju pada pria yang sedang terbang menggunakan sapu terbang nya, mengarah keruangan pendaftaran tersebut


"AYO BERBARIS DENGAN RAPI, JANGAN ADA YANG MENEROBOS ANTRIAN." ujar pria terbang tadi dengan suara keras yang ditimbul kan lewat mantra sihir nya. semua orang mendengar kan, mereka berbaris begitu rapi sehingga kristal bingung mengapa mereka sangat mematuhi sekali perkataan dari pria terbang itu..


Kristal melamun dengan tangan memegangi dagu nya, dia berpikir sekolah ini banyak sekali menyimpan rahasia yang menarik untuk di kulik. namun tak lama terdengar keras suara dari pria terbang tadi mengaget kan kristal, "hey apa yang kau lamun kan? berbaris lah dengan rapi." ujar nya dengan suara sedikit keras, sehingga kristal terpelonjak sedikit dari tempat nya


Kristal memegangi dada nya dengan jantung yang berdebar - debar. ingat, bukan jatuh cinta akan tetapi kaget mendengar suara dari pria tersebut. "haiss ka-kau mengaget kan ku." lirih kristal memegangi dada nya. "jangan banyak alasan, berbaris lah dengan rapi dan jangan menerobos! muka - muka seperti mu ini adalah contoh orang yang suka menerobos jatah orang lain." ketus nya dengan wajah songong memperhatikan kristal lalu pergi begitu saja


Mata kristal terbelalak dan memegangi dada nya, oh astaga seperti ini rasa nya jika keluar sendiri tanpa di temani oleh ketiga kakak nya? sekarang dia tahu keuntungan apa jika dia keluar bersama ketiga kakak nya. "orang itu, ingin sekali aku mematah kan sapu terbang nya didepan mata nya langsung. dan lihat lah apakah dia berani untuk mengatai ku lagi atau tidak."gumam kristal jengkel dan gigi yang terus saja mengerat. dia begitu kesal dengan ulah tak terduga dari rakyat muo. ini adalah pengalaman baru bagi nya...


"Jangan melawan nya, dia adalah pangeran ketiga kekaisaran muo. kau tidak akan bisa menyentuh nya, apa lagi sapu terbang nya itu." ujar pria didepan kristal pelan sambil pokus membaca buku nya, dia adalah kutu buku gila akan ilmu, sampai sampai membawa buku kemana pun ia pergi..


"Ya, dia adalah murit senior inti yang bertugas menertibkan sekolah. tingkat sihir nya sudah berada di ambang warrior menengah, jangan macam - macam pada nya." jelas si kutu buku kembali, kristal menaikan satu alis nya. bagaimana dia si master sihir bisa takut kepada si pemula? apakah kutu buku ini mencoba untuk bercanda pada kristal?


"Oh, ya-ya baik lah, aku tidak akan mencari masalah dengan nya." jawab kristal tertawa renyah dengan ekspresi wajah tersenyum terpaksa. dia kembali pokus pada barisan, sekian menit berlalu dan menyisakan si kutu buku dan kristal saja. si kutu buku sedang mengeluarkan kantong kecil di saku baju nya, dia mengeluarkan begitu banyak koin di dalam kantong tersebut. dan ternyata itu adalah kantong sihir yang agak sama dengan ruang galasky milik kristal, namun beda nya kantong sihir hanya bisa menyimpan barang tertentu berdasarkan tingkatan si tuan,, sedang kan ruang galasky milik kristal memilik multi fungsi yang bisa mendapat kan berbagai keajaiban didalam nya.


Si kutu buku sudah selesai dengan urusan nya, dia pergi begitu saja dan hanya menyisakan kristal di barisan. "aku disini ingin membayar pendaftaran adik ku," ujar kristal pada wanita kurus dengan pakaian yang begitu seksi. si wanita itu memandang kristal dari atas hingga bawah, "adik mu berada di kelas bagian apa?" tanya, nya sembari membuka lembaran sihir daftar dari para murit baru di sekolah itu...


"Kelas inti, bagian A." jawab kristal lagi, si wanita menyipit kan mata pada kristal. "kelas inti?" tanya nya dengan nada sedikit tak percaya, apa kah benar bahwa adik kristal memang berada di kelas inti? mengapa dia sulit untuk mempercayai nya? "kau lihat saja, jangan banyak bertanya."tak tau kenapa kristal tak bisa lagi mengontrol emosi nya, dia berbicara ketus pada wanita aneh itu dan menyeling kan mata...


"Santai.. kenapa kau marah." sewot wanita aneh itu pada kristal, dan tak lama dia menemukan daftar anak berusia 10 tahun dengan tingkatan copper, mata nya kembali melirik kristal dengan pandangan remeh, "berusia sepuluh tahun, tingkatan sihir hanya sebatas copper?" tanya wanita itu memandang kristal seperti memandang sesuatu yang begitu aneh. kristal malas menanggapi lalu membuang muka kearah lain..


Wanita itu kembali pokus pada lembaran sihir dan melihat kembali daftar dari boji dan kristal. awal nya dia begitu memandang remeh kristal, namun kini mata nya berubah membesar dan secara bergantian memandang kearah kristal dan lembar sihir tersebut. yang benar saja? bagaimana itu bisa terjadi, mengapa gadis kecil didepan nya bisa menjadi master dalam usia remaja? apakah dia monster?

__ADS_1


"Ap-apa? apakah lembaran sihir ini telah rusak? mengapa disini menunjukan jika dia adalah seorang master?" wanita itu terus bergumam dengan air muka kaku, dia memandang horor ke arah kristal. "kenapa? apakah sudah selesai? cepat lah aku masih memiliki banyak pekerjaan." tanya kristal pada wanita itu, namun bukan nya menjawab wanita itu justru hanya sedang berdiam diri dengan pandangan mengarah pada kristal


"Hey, kenapa kau diam saja? ayo lah aku harus cepat." teriak kristal menyadar kan wanita di depan nya, "ah ya, baiklah aku akan mengurus nya segera." jawab wanita itu gagu dan kemudian segera beralih pada lembar sihir, "dia adalah seorang master, jangan sampai membuat nya menunggu." batin wanita itu dan kemudian dengan segera mengubah wajah datar nya menjadi wajah ramah dan tersenyum pada kristal


"Oh baik lah nona, sebagai wali dari murit inti kau harus membayar sebanyak lima ratus tael emas,. dengan begitu adik mu akan mendapatkan berbagai pasilitas dan pembelajaran khusus dari para ketua yang ada disini."ujar nya yang kini berubah sopan dan tersenyum pada kristal, kristal heran dengan perubahan yang begitu mendadak. "ada apa dengan nya? apakah otak nya sudah mendapat penerangan dari tuhan, sehingga berubah begitu sopan?" heran kristal dan kemudian berpikir sejenak lalu kembali bertanya


"Apakah ada pasilitas yang lebih dari itu?" tanya kristal kembali, tak mungkin jika sekolah terbesar di daratan muo ini hanya memiliki kelas komplit saja. pasti di sekolah ini memiliki kelas khusus untuk para murit berlatih. "master, ah ma-maksut ku nona,, kami memiliki kelas khusus yang diajar secara langsung oleh ketua legendaris di sekolah ini, akan tetapi dia hanya menerima murit dengan tingkatan gold saja." jelas wanita itu. kristal sedikit aneh dengan tingkah dari wanita ini, dia menghela nafas lalu mengeluarkan sebuah lembaran emas dan memberikan lembaran emas tersebut kepada si wanita tadi


Wanita itu menerima nya lalu memperhatikan kristal dengan begitu lekat, kalau dipikir - pikir dia sangat cantik dan berwajah manis' pikir wanita itu. tanpa basa basi kristal pergi begitu saja meninggal kan sekolah itu. namun disaat kristal sedang berjalan, nampak ada dua orang yang sedang memperhatikan kristal dari kejauhan, terlihat seorang pria tua berambut putih dengan garis garis wajah keriput nya sedang melihat kristal menggunakan kaca mata sihir agar bisa melihat kristal dengan begitu jelas


"Apakah benar jika dia adalah seorang master? dia begitu mungil." tanya pria tua itu kepada seseorang dibelakang nya, dan ternyata pria dibelakang nya tersebut adalah pria tadi yang mengurus pendaftaran boji, dia datang pada petua (pemilik sekolah) untuk memberikan kabar jikalau ada seorang wanita muda yang memiliki tingkatan master didalam dirinya


"Benar petua, gadis itu memiliki tingkatan master didalam diri nya. dan bahkan dia membuat batu penguji retak dan terbelah menjadi beberapa bagian." jelas nya membungkuk hormat. petua melihat kristal dengan begitu meneliti, apakah benar gadis ini adalah seorang master? jika dia memang seorang master maka aku harus menjadikan nya seorang murit'.. pikir nya dan kemudian timbul senyum simpul di bibir nya


Beralih pada kristal, dia sedang berjalan menuju pulang. namun di tengah tengah perjalanan pulang nya, ia melihat seluruh penduduk sedang sibuk berlalu lalang mempersiap kan sesuatu. dan bahkan terdapat banyak penjual lentera yang sudah berjeret di sepanjang jalan pasar muo, kereta kuda dari berbagai klan dan kerajaan berjalanan di sekitaran pasar muo dengan penjagaan ketat dari para prajurit


Kristal menepi sebentar lalu singgah pada sebuah kedai kecil yang terdapat para pria yang sedang duduk berbincang - bincang, dia duduk diantara dari para pria itu lalu bertanya sesuatu, "hey, apakah kalian tahu mengapa banyak sekali kereta kuda dari kekaisaran lain, berada disini?" tanya kristal penasaran pada pria pria muda di dekat nya itu. mereka melirik kristal dan kemudian menjawab, "kau tidak tahu, kalau malam ini adalah perayaan pestival lentera sekaligus hari peringatan ke seratus tahun masa jabatan kaisar muo? maka nya banyak sekali kaisar - kaisar dari negara lain datang untuk menghormati kaisar negri kita." jelas mereka dengan wajah bangga, terlihat dengan jelas jika mereka sangat menyayangi keisar mereka itu...


"Ouh ternyata begitu." jawab kristal mengangguk. namun tak lama kembali terlihat rombongan dari kekaisaran angin, datang dengan gagah menunggangi kuda mereka. para prajurit berjeret menjaga keamanan dari kaisar dan permaisuri mereka, kristal terpana dengan ketampanan dari para pangeran yang sedang menunggangi kuda dengan gagah, "sangat tampan, ah tidak - tidak! kakak ku jauh lebih tampan dari mereka." batin kristal terpesona..


Namun tak lama datang sebuah rombongan kekaisaran ling yang turut hadir kedalam acara pestival muo, disaat kaisar lain nya sedang menaiki kuda dengan begitu gagah nya, kaisar ling justru sedang duduk dengan angkuh di sebuah kereta angkat yang mana para prajurit harus mengangkat tubuh nya yang begitu berat itu


Kristal memandang rombongan tersebut dengan pandangan tidak percaya, "oh astaga, aku rasa para prajurit itu akan segera meninggal karena mengangkat tubuh dari babi jelek yang berat itu." gumam kristal miris, bagaiamana ada kaisar yang sangat jelek dan gendut seperti dia? walau bagaimana pun, kristal ini adalah tipe wanita yang suka akan ketampanan


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2