
Mentari sudah berganti rembulan. kristal memandang kearah pintu dan melihat langit yang sudah menggelap. dia teringat jika dia baru saja melupakan sang adik, boji.
"Adik, apa yang kau pikir kan?"
Bong bertanya menyelidik, kristal menoleh lalu tersenyum pada bong.
"Tidak ada, kristal hanya teringat pada, boji."
Jawab, kristal. long, bong dan hong akhir nya tersadar dan mengingat jika mereka melupakan sang adik, boji. bagaiamana bisa mereka lupa, masih muda saja memiliki daya ingat yang buruk
"Oh astaga, aku baru mengingat nya."
Cicit hong, meski dia tak terlalu akur dengan, boji. tapi dia juga menyayangi boji sama seperti dia menyayangi ketiga saudara lain nya.
"Lalu apa kah kita harus pergi kesana sekarang? tapi jika kita pergi, ayah dan bunda pasti akan sangat khawatir."
Ujar, long turut khawatir. bagaimana pun mereka tidak boleh mengabaikan perasaan, boji. boji baru saja mendapat keluarga yang menyayangi nya, jika dia merasa bahwa keluarga baru nya tak terlalu memperdulikan nya,, dia pasti akan sangat bersedih sekali.
"Seperti nya kita harus tetap pergi kesana, masalah ayah dan bunda,, kirim saja surat bahwa kita akan pulang terlambat. para anak - anak, sementara ini akan kita tinggal kan saja disini. suap saja pria tua itu dengan emas, maka dia akan patuh."
Ujar kristal agak berbisik. ketiga kakak nya mengangguk dan kemudian memanggil si pemilik kedai.
"Pria tua, kemarilah."
Panggil kristal menunjuk kearah pria tua itu. si pemilik kedai melihat dan secara tergesa - gesa pergi menghampiri panggilan kristal.
"Ya, nona. saya selalu ada untuk melayani nona."
Jawab si pria tua narsis sambil tersenyum konyol. kristal memandang pria tua itu dengan jiji
"Cih.. "
"Hey, aku ingin kau menjaga anak anak ini. hanya semalam saja, kami akan datang kembali dan mengambil mereka."
Ujar bong menatap pria itu sembari memainkan sendok ditangan nya. si pria menelan ludah dan dengan ragu menolak bong dengan halus.
"Ta-tapi, ini adalah sebuah kedai."
Tolak si pria tua tersenyum canggung dengan keringat di kening nya. kristal memicing dan mengode pada, hong.
"Banyak omong, kami akan membayar mu 5 ribu koin emas. lagi pula ini hanya semalam saja."
Ketus hong pada si pria tua. si pria tua terkejut dan hampir saja tersedak air ludah nya sendiri.
"5000 koin emas? astaga dasar bodoh, jika kau melepaskan ini kau akan sangat rugi."
Batin si pria tua memekik dalam hati. dengan sekejab, mata nya berbinar dan menatap bong dengan tatapan memelas.
__ADS_1
"Tuan, maksud ku jika ini adalah kedai yang bisa membantu penitipan anak. jangan salah kira perkataan ku."
Ujar nya kembali, mata nya memelas dengan tangan mengenggam kedepan. ke empat bersaudara memandang jengah si pria tua.
"Dasar mata duitan."
Maki kristal membatin, dan kemudia dia berdiri lalu memanggil anak anak yang sedang menyantap khitmat makanan mereka.
"Anak - anak, bisa kah kalian mendengar kan aku sebentar."
Kristal memanggil semua anak anak itu, pandangan mereka teralih pada kristal.
"Ada apa, kak. kami akan mendengar kan mu."
Jawab anak perempuan dengan begitu manis, mereka memperhatikan kristal dan menunggu ucapan yang akan kristal ucap kan pada mereka.
"Bisa kah kalian mempercayai kami? kami benar - benar tak memiliki maksud buruk pada kalian."
Ujar kristal berusaha meyakin kan anak - anak. mereka saling pandang satu sama lain dan akhir nya mengangguk dan mengatakan.
"Kalian adalah orang orang yang kami percayai. kalian bahkan rela mengorban kan nyawa, berbicara lah."
Ujar anak tertua dengan nada tenang, seolah percaya penuh pada kristal. kristal kembali berkata.
"Kami akan pergi untuk mengurus sesuatu, bisakah kalian tetap tinggal disini? hanya semalam saja, kami akan menjemput kalian lagi kemari."
"Tenang saja, jika mereka macam macam pada kalian. maka aku akan menghabisi mereka."
Jelas bong tajam dan menekan ke setiap kalimat. si pemilik kedai menelan ludah dan mulai tersenyum kepada anak - anak kecil itu.
"Jangan takut, aku akan menjaga kalian agar tetap aman."
Ujar nya dengan senyum yang sangat dipaksakan. para anak anak akhir nya mencoba untuk mengerti dan percaya.
"Apakah kau janji akan kembali lagi kesini?"
Tanya anak perempuan imut dengan nasi di mulut nya. kristal tersenyum dan kemudian mengangkat tangan dengan menunjukan jari kelingking nya.
"Ini adalah janji ku, janji ini tidak bisa dilanggar. jika melanggar nya aku akan kehilangan teman untuk se umur hidup ku."
Janji kristal kepada anak - anak. ketiga kakak nya dan bahkan para anak anak terkejut dengan janji yang dibuat oleh kristal. mereka melembut dan sangat percaya pada kristal.
"Kami percaya pada, kakak. pergilah dan semoga urusan kakak berjalan dengan lancar."
Jawab anak tertua dengan sopan. nada bicara nya sangat apik seperti seorang bangsawan. seperti nya dia adalah seorang bangsawan.
Dan pada akhirnya, kristal dan ketiga kakak nya bersiap dan lagi - lagi kembali memperingati si pria tua itu.
__ADS_1
"Ingat, jangan pernah kau menyakiti mereka. mata ku berada dimana - mana, jangan sampai kau berbuat macam - macam."
Disaat ketiga adik nya menjauh, long akhir nya buka suara. dia berbisik dan mengeluarkan nada menekan. pria tua itu menelan ludah nya dan mengangguk dengan takut.
"Aku tidak akan berani macam - macam. orang - orang ini bukan lah orang sembarangan, lain kali aku tidak usah terlibat lagi dengan mereka."
Batin si pria tua memandang horor kearah bahu ke empat bersaudara yang sudah agak menjauh.
"Cih, pria itu gampang sekali di takuti. memang nya aku sehebat apa sehingga memiliki banyak mata? benar - benar bodoh."
Gumam long cekikikan, dia akhir nya menyusul ketiga adik nya. dan mereka berjalan bersamaan menuju sekolah, boji.
......................
Di kediaman ates, terdapat seorang pria dengan kedua pengawal nya sedang mengetuk pintu gerbang kediaman.
Selang berapa menit, datang cou membuka kan pintu gerbang dan melihat seorang pria tua namun masih terlihat tampan dan berwibawa.
"Maaf, siapa tuan sebenar nya? apakah tuan ingin menemui nyonya dan tuan besar?"
Tanya cou sopan dan menunduk hormat, si pria tua itu berdehem dan mengatakan.
"Aku ingin bertemu, kristal. apakah dia ada dirumah?"
Tanya pria itu melirik kearah kediaman. dia seperti nya sangat ingin bertemu dengan kristal, sehingga dia menyempat kan waktu dan secara pribadi mendatangi kediaman ates.
"Eng, nona kristal? dia sedang tak berada dirumah. mungkin dia akan pulang besok."
Jawab cou, dia sudah mengetahui jika kristal akan pulang besok. dan dia lah si penerima surat pertama kali lalu memberikan kepada hana dan juga boji.
Tampak sekali raut wajah ke kecewaan dari si pria tua itu. dia menghela nafas dan kemudian kembali berkata.
"Tak masalah, jika dia sudah pulang. katakan pada nya untuk menemui ketua istana sutong besok."
Ujar si pria tua dan kemudian pergi meninggal kan tempat tersebut. cou tampak keheranan dan memandang mereka.
"Baik lah.. "
"Sangat aneh, dia kesini hanya menanyai nona?"
Gumam cou lalu menutup pintu gerbang kembali.
Bersambung.....
Guys, mampir yuk 😊.
__ADS_1
-terimakasih-