
Dua hari tak terasa berjalan, dan kini kekaisaran muo sedang melakukan perayaan di istana. Banyak sekali para penyihir yang ikut serta, dan bahkan banyak para bangsawa-bangsawan muda mengikuti perlombaan lain nya agar bisa menarik perhatian di lingkungan para bangsawan lain.
Kristal, Boji dan ketiga kakak nya sudah bersiap, mereka memakai pakaian sama. Bewarna merah dengan lukisan naga, dan bahkan mereka masing-masing membawa senjata bersama mereka.
Boji begitu susah berjalan, karena baju yang dia gunakan agak kepanjangan. Hong menyadari itu, walau dia tidak akur dengan Boji namun dia juga menyayangi Boji.
"Sini aku angkat," Ucap nya ketus lalu mengangkat tubuh Boji.
"Eh kakak tidak perlu," Cicit Boji.
"Diam, patuh lah." Ketus Hong.
Long, Kristal dan Bong saling memandang dengan senyuman diwajah mereka. Sangat manis, Hong sangat ketus tapi dia penyayang.
"Huft kalian tahu, Kristal sangat lega karena malam tadi tidak terjadi apapun. Kristal sudah merasakan hal buruk saat bulan purnama muncul, namun pirasat itu tidak benar." Ucap Kristal sambil berjalan dengan ekspresi lega.
"Benar, kakak juga ikut bersyukur." Timpal Long juga ikut bersyukur.
"Dan Kristal lupa mengatakan ini, sore hari semua bangunan yang di pesan di istana sutong sudah selesai. Tolong kakak urus semua, Kristal pusing harus berurusan dengan hal semacam itu." Ucap Kristal lagi. Karena mengingat jika ketiga kakak nya sudah biasa ber-urusan dengan hal tersebut.
"Sudah selesai, bearti kita akan pindah dari kediaman lama?" Tanya Bong.
"Iya kita akan pindah, dan kakak Hong bisa kah kau pergi ke perumahan beying? Pergi lah untuk membeli semua budak yang mereka jual, kasihan para budak itu harus dikurung di penjara." Ucap Kristal menyuruh pada Hong.
"Baiklah tidak masalah, tapi sekarang kita harus pergi dulu ke istana Muo. Kau sudah mendapat undangan dari Permaisuri dan tak baik membuat nya menunggu." Ajak Hong.
Mereka berjalan, berbaris seperti sebuah keluarga bahagia. Semua nya memiliki paras memikat dan penampilan pun terlihat seperti seorang bangsawan kelas atas, lalu apakah itu tidak membuat orang yang melihat menjadi iri?
......................
__ADS_1
Keadaan istana Muo sangat ramai, sudah banyak sekali benda-benda yang di perlukan di perlombaan. Seperti arena tarung yang memiliki luas begitu besar, lapangan memanah, dan rumah dengan berbagai perlombaan lain nya.
Di sebuah altar yang terdapat lima kursi diatas nya, terlihat permaisuri dan kaisar sedang duduk beserta ketiga pangeran lain nya. Mereka duduk dengan anggun melihat perisapan perayaan yang sudah ramai dengan para bangsawan di kekaisaran Muo.
Mata Haocun selalu memandang kesekitar, seolah mencari seseorang yang penting bagi nya. Tak rerasa pula kedua kakak nya itu memandang nya dengan aneh, Chyou dan Changyi menoleh pada arah Haocun melihat namun mereka tidak tahu siapa yang sedang adik nya cari itu.
"Kau cari siapa?" Tanya Chyou (pangeran mahkota) pada adik nya Haocun.
Haocun sadar dia gelagapan karena tertangkap basah kedua kakak nya, "A-aku sedang mencari guru." Elak nya berubah tenang seketika setelah teringat pada sang guru (petua sekolah Muo).
"Oh aku pikir apa," Changyi mengangguk percaya lalu memfokus kan pandangan lagi pada para wanita-wanita bangsawan yang bersaha mencari perhatian mereka bertiga.
Changyi begitu kesal melihat nya, dia baru tahu jika ada wanita yang bisa melakukan itu hanya untuk menarik perhatian pria. Mengingat jika dia selalu saja berada dimedan peperangan/perbatasan. dia tidak tahu hal apa saja yang terjadi di kekaisaran nya.
"Ayah, jika saja aku tahu kalau kau meminta ku pulang hanya karena ingin menghadiri acara macam ini, lebih baik aku tidak pulang dari perbatasan," Sungut Changyi kesal.
Changyi tidak bisa berbuat apapun, dia tidak bisa marah karena telah mengetahui bahwa sang ibu lah yang meminta nya pulang.
"Chyou lihat lah disana, lihat lah calon permaisuri mu sedang memanah dengan hebat. Ibu tidak salah pilih bukan?" Ucap Permaisuri tersenyum mengembang.
Chyou dan kedua adik nya mengalih kan pandangan pada Meili, mereka sedikit terkejut tatkala melihat rupa dari Meili.
Bertubuh tak terlalu tinggi dan tak terlalu pendek, badan ramping dan rambut agak hitam memudar. Meili menggunakan baju putih biru dengan tali rambut yang di ikat kan di kedua sisi bagian.
"Kecil sekali," Cetus Haocun terkejut tanpa sadar dia mengucap kan hal itu.
"Ibu, aku ini bukan seorang pedopil," Ucap Chyou.
"Hais, kalian ini berkata apa? dia sudah berumur 15 tahun, dan umur nya sudah matang untuk menikah. Lagian dia adalah seorang gadis baik dan bijaksana, ibu merasa beruntung mendapat kan nya sebagai istri mu." Ucap Permaisuri lagi sambil terus tersenyum.
__ADS_1
"Ibu, ibu tahu kan jika kakak belum siap untuk menikah?" Tanya Changyi buka suara untuk sang kakak Chyou.
Permaisuri diam tanpa menjawab, Changyi mendengus sambil mengarah kan kembali pandangan nya pada Meili yang masih misteri untuk dia ketahui.
Chyou mengelus pundak adik nya dan tersenyum seolah berkata, 'aku baik-baik saja'.
Haocun tetap diam, dia lebih memilih untuk tidak ikut campur tentang masalah perjodohan ini, bisa-bisa dia juga ikut dijodohkan. Apalagi dia membayang kan jika ibu nya akan menjodoh kan diri nya dengan Linse, itu adalah ketakutan terbesar nya.
Dari jauh mata memandang, terlihat lima saudara sedang berjalan bersama dengan begitu gagah nya. Aura yang mereka keluarkan begitu special sehingga menarik perhatian para bangsawan lain nya.
Tak sengaja pula, mata kaisar tertuju pada mereka berlima. Kaisar memajukan wajah dan menyipit kan mata untuk memastikan lagi supaya diri nya tidak salah mengira.
"Bukankah itu adalah nona ates?" Ucap Kaisar menunjuk kearah mereka.
Tiga bersaudara dan permaisuri menoleh pada Kristal, perlahan senyuman di wajah Haocun muncul lalu dia pergi dan berniat untuk menghampiri Kristal.
"Mau kemana?" Tanya Chyou
"Banyak tanya," Jawab Haocun lalu pergi dari sana dan berlari menuju Kristal berada.
Changyi dan Chyou memperhatikan adik nya dengan kebingungan, langkah yang sedikit jingkrak itu dan senyuman yang tiada pudar dari wajah Haocun membuat mereka bertanya-tanya.
"Tidak biasa nya adik sesenang itu bertemu dengan seorang wanita,"Gumam Chyou
"Siapa gadis itu, dan ke empat lain nya?" Tanya Changyi turut merasakan kebingungan.
"Gadis itu adalah Nona muda dari kediaman ates, Kristalia ates. Dia lah yang telah memberitahu Haocun tentang pemberontakan para penyihir kegelapan. Jika tidak ada dia, maka sudah terjadi kekacauan di kekaisaran Muo." Jelas permaisuri.
^^^bersambung^^^
__ADS_1