PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
GURU TAUXING ADALAH GURU KU!!


__ADS_3

Aku tidak bisa menunjukan semua tingkatan aura ku, jika tidak aku akan kesulitan.


Kristal terlihat sedang berpikir sejenak sampai saat diri nya meletakan tangan pada batu aura.


Benar! harus menekan, jika tidak menekan mungkin saja semua nya akan bocor


Semua pandangan tertuju pada nya, namun dia masih sempat untuk melihat pada guru tauxing dan tersenyum pada nya.


Guru Tauxing nampak keheranan, dia tidak mengerti mengapa Kristal melontar kan senyuman terus menerus pada nya. Dia bahkan sempat berpikir jika Kristal salah memandang dan seharus nya menyerah kan senyuman itu pada guru awan yang berada disebelah diri nya.


Kristal mulai meletakan tangan dan memejam kan mata, cahaya mulai muncul di permukaan tangan nya. Berbagai warna telah muncul, semua yang memandang sangat takjub dibuat nya. Terdengar ledakan-ledakan kecil yang berasal dari batu aura, Kristal berdecak kesal karena dia masih belum bisa menekan sempurna aura milik nya.


"Bagaimana bisa, di-dia seorang kultivator tingkatan emperorr? bagaimana bisa aku kalah dengan seorang gadis!"


"A-aku sangat menyesal karena telah menertawakan diri nya, seharusnya aku lah yang pantas ditertawakan."


"Dia gadis yang unik, mengapa dia bisa sehebat itu"


Semua orang berbisik kagum, bahkan mereka tidak bisa mengalihkan pandangan kelain arah.


Jauh mata memandang terlihat Meiling yang sedang memandang tajam pada Kristal, dia sedang berdiri dibawah payung besar dan duduk di kursi yang nyaman.


Dengan menarik alis nya dia berkata, "Apa lagi yang akan direncanakan oleh si jalan* itu! Seharus nya akulah yang menjadi pusat perhatian, tapi tidak apa. Setidak nya saat dia pergi ke perguruan, aku tidak lagi melihat wajah murahan nya itu!" Ucap nya santai sambil bersandar lalu menyesap teh yang mungkin sudah lama dianggurkan.


Ke empat guru dari perguruan itu memandang Kristal dengan takjub, Kristal memperhatikan Khaisar lalu tersenyum pada nya. "Terima kasih atas bantuan nya yang mulia," Ucap Kristal. "Tak masalah. selamat, tak kusangka jika kau memiliki tingkatan aura sebesar itu. Sekarang aku menyerah kan keputusan pada mu, kau ingin masuk ke perguruan apa?" Tanya khaisar pada Kristal.


Kristal melihat pada ke empat diantara nya, dia melihat pada guru awan terlebih dahulu.


Tidak masalah jika dia perempuan, dia memiliki tingkatan Chi yang besar. Jika aku bisa membuat diri nya menjadi murit di perguruan awan, maka perguruan ku akan semakin terkenal. Tentu saja dia akan memilih perguruan ku, aku hanya akan menunggu saat dia menyebut kan perguruan awan.


Cih! sangat sampah isi dari pikiran guru awan ini, Kristal hampir tertawa mendengar nya. Dia meminta bantuan sang naga agar bisa mengetahui isi pikiran seseorang, dan alhasil dia bisa mendengarkan rencana licik si guru awan.


Dia maju mendekat dan berada pada sisi tengah, dia lihat satu persatu dari antara guru disana dan melemparkan senyuman palsu nya itu. Dia melihat pada guru awan yang sudah tersenyum dengan memejam kan mata, dia mengelus jenggot panjang nya sehingga membuat Kristal hampir ingin menarik jenggot nya itu.


Dasar pria tua yang narsis! aku tidak mau menjadikan diri mu guru ku! lebih baik aku tidak memiliki guru dari pada harus menjadi murit mu!


"Gadis baik, aku adalah guru dari perguruan lembei. Perguruan kami sudah terkenal dengan kehebatan nya, kau harus masuk kedalam perguruan kami." Ucap guru lembei dengan percaya diri menyuruh Kristal untuk masuk kedalam perguruan milik nya.


Kristal memincing dia sangat jengah mendengar nya, tanpa berlama-lama Kristal segera berjalan dan akhir nya berada disamping guru Tauxing, dia merangkul tangan guru Tauxing dan melihat pada semua orang yang menunjukan ekspresi terkejut.


"Aku akan memilih guru Tauxing sebagai guru ku, karena dia memang pantas untuk menjadi guru ku."


DEG

__ADS_1


Guru Tauxing melihat pada Kristal dengan pandangan dalam, dia tidak menyangka jika akan ada murit yang mau bergumpul bersama perguruan nya. Dia pikir dia hanya akan di permalukan habis-habisan oleh para guru-guru yang sengaja mengundang nya.


"Apa? tidak bisa, ini tidak bisa terjadi! Bagaimana murit sejenius diri mu bisa memilih perguruan sampah seperti itu?" Ucap Guru perguruan awan tidak terima, dia memandang kesal pada guru Tauxing.


Kristal memandang pada guru Tauxing yang sedang menunduk malu, "Jika kau ingin bergabung dengan perguruan kami hanya berlandaskan belas kasihan, aku harap kau batal kan niat mu ini." Ucap guru Tauxing pelan dengan nada sendu.


Dia sangat kesal, dia arahkan lagi pandangan pada guru awan. "Lantas aku bergabung dengan perguruan mana? perguruan dirimu? perguruan awan kan tidak menerima murit perempuan, lalu aku harus bagaimana!" Ketus Kristal.


"Jika kau ingin mencari perguruan yang terbaik, bergabung lah bersama kami. Perguruan es bisa menerima murit perempuan." Sambar guru perguruan es maju dengan menatap kesal pada guru Tauxing.


Semua keributan itu disaksikan langsung oleh sang khaisar, dia memijat pelan kening nya lalu berdiri dan melihat pada sang kasim setia.


"Ayo kita pergi, biarkan mereka menyelesai kan ini." Ajak nya pada sang kasim tanpa mau mengikut campuri urusan yang memang tidak penting dia urus.


"Lebih baik aku menghabiskan waktu bersama istri ku." Sambung nya lagi begitu pelan sambil tertawa dengan bodoh.


"Kakak, bagaiaman? adik sedang kesusahan, guru-guru bodoh itu sedang memperebut kan diri nya." Tanya Hong pada Long.


"Biarkan saja, adik tidak sebodoh itu sehingga tidak bisa mengatasi masalah kecil ini."Jawab Long menatap lekat pada adik nya sambil melipat kedua tangan di dada.


Kristal masih berdiam dengan merangkul tangan guru Tauxing, dia sangat kesal karena harus berprilaku polos seperti ini! Dia sudah kehabisan kesabaran, dia pandang guru perguruan dengan tajam.


"Aku bilang aku ingin guru Tauxing lah yang akan menjadi guru ku! apa hak kalian untuk melarang nya? kalian ini siapa sehingga berani mengatur diri ku!" Ucap Kristal tajam sambil maju langkah perlangkah dengan aura pekat yang dia keluarkan.


"Baiklah, aku akan menikmati kemiskinan itu. Hem seperti nya akan seru hidup miskin, seumur hidup aku tidak pernah tau bagaiamana rasa nya menjadi miskin." Bagaiamana bisa, dia mengubah kepribadian dengan sangat cepat. Yang tadi nya garang bagai singa namun dengan cepat berubah seperti gadis polos dan imut.


Guru awan memandang Kristal dengan kesal, dia genggam jari jemari itu dengan begitu erat. Di pupil mata nya itu nampak tergambar sebuah kebencian dan dendam, seperti nya dia akan melakukan sesuatu.


**


Acara pemilihan sudah berakhir, Kristal dan ke empat saudara nya sedang berjalan bersama. Kristal terlihat sedang kelelahan, dia memeluk pinggang Bong sambil berprilaku manja.


"Kakak aku sangat lelah, gendong aku." Pinta nya dengan memelas.


"Yang benar saja, adik kau ini sudah 17 tahun dan tubuh mu sudah jauh lebih besar dari yang dulu. Kau sangat berat." Ejek Bong sambil menoyor kepala Kristal.


"Hahaha kakak, seharus nya aku yang harus di gendong." Ejek Boji tertawa lepas.


Kristak mengembungkan pipi nya, "Jangan mengejek ku, aku kan hanya lelah." Sungut Kristal.


"Kakak Long, mereka menindas ku." Sadu nya pada sang kakak tertua lalu merentangkan tangan ingin di gendong.


"Berhenti mengejek adik, atau tidak dia akan menangis." Ucap Long yang masih sempat menyelip kan ejekan didalam kalimat nya.

__ADS_1


"Kakak, aku serius... mengapa kalian sangat menyebalkan." Sungut Kristal lagi.


"Hahah, lobak putih sedang merajuk." Sambung Hong lagi yang sudah gemas menggoda sang adik perempuan.


Kristal kesal lalu berjalan menghentakkan kaki, dia hendak ingin meninggal kan ke empat saudara nya. Namun Long menarik tangan Kristal, "Kakak hanya bercanda, baiklah kakak akan mengendong mu," Ucap Long sambil terkekeh.


Kristal menoleh, dia menekuk wajah nya lalu dengan malu-malu dia merentang kan tangan pada Long.


Long mengangkat Kristal dengan sangat mudah, Kristal tersenyum sambil melingkarkan tangan pada leher Bong.


"Puas? kau senang sekarang," Ucap Bong mengelus hangat pipi Kristal.


"Hemm," Kristal hanya berdehem sambil melekatkan pipi pada dada bidang kakak nya.


Mereka mulai berjalan ditengah-tengah pandangan dari semua orang, ada yang kagum dan juga ada yang iri. Mereka kagum dengan kebersamaan saudara itu, mereka sangat kagum melihat nya.


Disaat mereka melanjutkan perjalanan kembali, terlihat Haocun sedang menghadang mereka. Mereka berhenti saat melihat Haocun, "Pangeran," Lirih Kristal.


"Ma-maaf, bisakah aku berbicara sebentar dengan nona ates? hanya sebentar, tidak akan lama aku berjanji." Ucap nya meminta ijin.


Kristal melihat pada kakak nya Long, Long dengan terpaksa menurunkan Kristal lalu menatap pada Haocun, "Hanya sebentar! Pergilah, kami akan menunggu di bawah pohon persik itu." Ucap Long pada Kristal.


"Baiklah kak," Jawab Kristal dengan patuh.


Mereka berempat berjalan menuju pohon persik yang terdapat kursi dan meja disana. Sementara Kristal dia melihat pada Haocun lalu melipat kedua tangan nya, "Ada apa? kau selalu saja mencari ku. Kau jatuh cinta ya?" Ucap Kristal secara langsung tanpa sebuah basa-basi.


UHUK UHUK...


Haocun tersedak air ludah nya sendiri, dia tidak menyangka jika Kristal akan mengatakan hal tersebut.


"Kristal kau jangan berbicara tidak-tidak." Tegur nya begitu pelan sambil melihat kiri dan kanan.


"Lalu, mengapa kau terus mencariku?" Tanya Kristal kembali.


"Mengapa kau ingin masuk kedalam perguruan itu? kau tidak perlu lagi belajar bersama mereka, kau sudah memiliki bakat mu sendiri." Tanya Haocun mendesak sebuah penjelasan.


Kristal melihat pada Haocun, di benak nya dia sangat tertarik dengan kepribadian milik Haocun, tidak arogant dan tidak sombong. Namun apa daya, dia tidak bisa membuat rasa tertarik itu menjadi sebuah perasaan lain nya karena dia tidak pernah memikir kan tentang itu.


"Ternyata benar, kau memang sudah jatuh cinta padaku." Cetus Kristal menaruh tangan didagu sambil melihat Haocun dengan menyipit.


"Ya aku jatuh cinta pada mu,"


DEG... DEG,,

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG^^^


__ADS_2