
Matahari sudah hendak ingin menurun, mereka sudah sampai di kekaisaran Xitang barat. Kristal sedang tertidur dengan sangat pulas, sementara guru tauxing diri nya sedang duduk memejamkan mata.
Terasa sangat melelahkan, jika mereka berpergian menggunakan teleportasi maka mereka tidak akan membutuhkan banyak waktu untuk sampai ke perguruan tauxing.
Perlahan mata kristal terbuka, pemandangan yang dia lihat iyalah sang guru yang sedang memejamkan mata nampak sedang bersemedi.
Tak ada pembicaraan, karena Kristal tidur disepanjang perjalanan. Sebenarnya bukan tertidur akan tetapi dia memutuskan untuk singgah ke dunia milik nya.
"Guru, aku lapar." Tutur nya dengan manja.
Guru tauxing membuka mata, dia melihat pada Kristal. Timbul raut wajah kebingungan, dia mulai melirik kekanan dan kekiri.
"Guru tidak punya uang." Cicit guru tauxing menoleh kearah lain.
Dia merasa tidak berguna, untuk membeli makanan saja dia tidak mampu. Kristal menggaruk kepala nya yang tidak gatal, dia intip bagian luar jendela kereta.
Pemandangan disana terlihat sangat ramai, pantas saja banyak sekali suara orang orang berbicara. Ada yang sedang berjualan, sekedar jalan jalan, kumpulan wanita wanita penggosip, semua ada disana.
"Kita berhenti saja dulu, aku sudah lapar." Ucap Kristal lagi.
Dia melihat pada guru nya kembali, timbul wajah memelas yang dia tunjukan pada guru nya itu.
"Guru benar benar tidak ada uang, kau kan sudah makan saat pertengahan jalan." Jawab guru tauxing lagi. Dia berpikir jika murit yang satu satu nya ini begitu kuat makan seperti babi kelaparan.
"Hey yang benar saja, aku harus mengisi perut selama 3 kali sehari. Ayo kita berhenti dulu, aku yang akan traktir." Ucap Kristal lagi.
Guru tauxing memukul jidat pasrah, dia melihat pada Kristal dengan tatapan tidak percaya. "Kita sebentar lagi akan sampai." Ucap guru tauxing lagi masih melarang kristal untuk berhenti.
"Haiya," Kristal sudah tidak bisa bicara lagi, dia sudah terlanjur kesal mengapa sang guru nya ini melarang diri nya untuk turun.
Dia berdiam karena sedang merajuk, dia manyunkan bibir nya menoleh kearah lain. Guru tauxing memperhatikan gelagat murit nya ini, dia hanya bisa bergeleng geleng.
Nyatanya dia hanya ingin turun untuk melihat lihat keadaan saja, dia ingin mengamati kekaisaran xitang yang dikatakan bahaya dan kejam. Bukan rakyat nya, akan tetapi para petinggi kekaisaran xitang lah yang begitu kejam.
__ADS_1
Mereka memeras rakyat mereka hanya untuk memperkaya diri mereka sendiri, pajak dibayar 30 keping koin mas yang dimana 30 keping emas sangat diperlukan oleh rakyat mereka selama dua bulan hidup.
Yang tidak patuh di di bunuh. maka dari itu sangat jarang menemukan orang kaya di kekaisaran ini.
Sangat tidak peka!
Maki kristal dalam hati. sesekali dia lirik guru nya yang hanya diam dengan memejam kan mata.
Kenapa guru tidak mengajak ku bicara? dia membiarkan diriku merajuk seperti ini!
Sangat kesal diri nya melihat sang guru yang sama sekali tidak peka dengan kemauan diri nya, dia terus mendumel tidak jelas.
**
Cukup lama waktu yang dihabiskan untuk sampai ke perguruan tauxing, melewati hutan terlebih dahulu dan sebuah perdesaan. Tak jarang pula mereka berhenti karena ingin mengistirahat kan kuda mereka.
Mereka akhir nya sampai disebuah tempat yang terlihat sangat asri, angin sejuk memenuhi tempat itu, ada beberapa murit pria yang menjemur pakaian tanpa menggunakan baju dan hanya menggunakan celana. Suara latihan para murit pria terdengar cukup nyaring, dan bahkan Tercium aroma sebuah obat obata herbal yang sengaja dipersiapkan jikalau ada murit yang terluka disaat berlatih.
Kristal turun dengan semangat, dia melompat dari kereta lalu mengarah kan pandangan pada perguruan yang terlihat sederhaan. Bangunan hanya terbuat dari kayu rapuh, dan atap jerami.
"Waw," seru kristal.
para murit pria yang ada disana melongo melihat seorang gadis cantik yang datang keperguruan mereka, ada yang tersenyum senang dan ada yang berbisik keheranan.
Senangnya karena baru kali ini ada orang yang datang keperguruan mereka apa lagi itu seorang gadis cantik nan manis, keheranan karena mereka tidak tahu maksut tujuan kristal datang keperguruan mereka.
Guru tauxing turun dari kereta, hal itu semakin membuat murit melongo. Rupa nya gadis ini datang bersama master mereka, mereka datang mendekat dan menyapa secara serempak guru mereka.
"Hormat untuk master," Suara mereka terdengar tegas keras. Guru tauxing tersenyum pada mereka dan mengusap salah satu kepala dari murit perguruan nya.
"Salam juga untuk kalian," Kata guru tauxing membalas menyapa murit nya.
Pandangan semua murit pria itu kembali terarah pada Kristal, Kristal hanya tersenyum simpul pada mereka.
__ADS_1
Guru tauxing paham betul dengan tatapan para murit pria itu, dia melihat pada Kristal yang juga sedang melayangkan senyuman pada mereka semua.
"Perkenalkan, ini adalah adik perguruan kalian yang baru. Dia murit ku." Tutur guru tauxing, terlihat sebuah kebanggaan diwajah nya.
Mereka terkejut lalu melihat pada Kristal kembali, "Selamat datang adik perguruan." Sapa mereka serempak namun dengan suara sedikit memelan.
"Salam untuk kalian juga, senang bisa bertemu." Tutur Kristal disertai dengan seringaian nya itu.
Mereka semua saling melontarkan senyuman, terasa sangat bahagia juga jika ada orang yang mau masuk kedalam perguruan tempat dimana mereka besar.
***
Kristal diantar langsung masuk oleh dua murit senior yang ada disana, mereka memperlakukan Kristal dengan sangat baik. Tak jarang mereka menjelaskan tentang tempat tempat yang mereka lewati, siapa yang membangun, sudah berapa lama. Terdengar tidak terlalu penting akan tetapi kristal sangat bahagia karena mereka akan begitu bersemangat atas kedatangan nya.
"Adik perguruan, siapa nama mu?" Tanya salah satu pria dewasa dengan rambut coklat panjang itu pada kristal.
"Nama ku Kristalia ates, aku dari kekaisaran muo benua muffin." Jawab Kristal
"Waw, kau berasal dari kekaisaran besar rupa nya. sangat mengagumkan." Mereka berdua terkagum kagum mendengar nya, bahkan sampai melihat Kristal lama sekali.
"Haha iya, senang bisa bertemu dengan kakak perguruan." Ucap Kristal.
"Baiklah, kami akan mengantar ke tempat asrama wanita. Disana hanya ada tiga wanita jadi harus pandai pandai berteman ya," Ucap salah satu nya begitu ramah dan perhatian.
"Haha baiklah,"
"Jika sudah malam datang lah ke halaman, disini sudah dibiasakan untuk makan bubur bersama. Sekalian memperkenalkan diri pada murit dan guru guru yang lain nya, kau datang ya."Suruh kakak paling senior itu pada Kristal. Kristal mengangguk dengan senyuman yang tidak pernah pudar, dia tidak ekspek jika dia akan diperlakukan begitu baik di perguruan ini. Ettitude para murit sangat baik, dia bahkan sempat tekejut.
"Aku akan datang, tenang lah. Aku sangat menantikan rasa bubur di perguruan ini, pasti sangat enakkan? Sehingga kalian betah untuk memakan nya setiap saat" Ujar nya.
"Rasa nya sudah berdamai dengan lidah kami, hahahah" Jawab mereka tertawa renyah.
^^^BERSAMBUNG^^^
__ADS_1