
formal Chapter.
...selamat membaca...
Kristal sedang menuju rumah nya, dia berjalan seperti seorang gadis baik yang ramah dan tamah. dia menyapa setiap penduduk yang lewat membawa lentera bersama mereka, kristal tersenyum ceria sembari berjalan jingkrak lalu bersenandung kecil.
__ADS_1
"Hey, nona. nampak nya kau begitu bahagia akan sesuatu? jika boleh tahu, apakah penyebab nya?" tanya seorang wanita muda berpasangan dengan seorang pria, mereka nampak serasi dengan saling membawa lentera pasangan bersama mereka. "kebahagian ini sangat besar, aku tak bisa menyampaikan kebahagian ini dengan mudah. tuan dan nona habis kan lah waktu berdua, aku pamit." jawab kristal ceria lalu turut meninggal kan sepasang kekasih tersebut
"Lihat lah, tuan. meski terlihat begitu banyak masalah, namun dia bisa menyembunyikan nya dengan senyuman indah. aku tak yakin aku bisa seperti nya?"ujar sang wanita tersenyum hangat kepada pasangan pria, nampak nya mereka baru saja menjalin sebuah hubungan. "jangan berusaha menjilat, nona. jika kau melakukan hal itu agar aku memuji mu, percayalah aku akan terus memuji mu pada saat kau tertidur sekali pun." balas si pria membalas tersenyum pada sang wanita. mereka pergi dengan hati berbunga bunga bak seperti sebuah taman bunga yang dipenuhi lebah dan kupu kupu
Kristal menerus kan langkah nya menuju kediaman ates, dia meraih sebuah lonceng lalu menggoyang nya sehingga menimbul kan suara yang keras,"cou, aku pulang. tolong buka kan gerbang nya." teriak kristal karena tak kunjung orang datang untuk membuka gerbang kediaman. "dimana mereka? apa kah aku harus membuka nya sendiri? lebih baik teleportasi di depan pintu dari pada bersusah payah membuka gerbang yang rumit ini."gumam nya dan perlahan tubuh nya memudar lalu sirna begitu saja. kristal sampai di depan pintu dan akhir nya membuka pintu itu perlahan..
__ADS_1
"Bunda, ayah, kakak, kalian dimana? jangan bersembunyi, kristal tak sanggup apa bila tak melihat kalian seharian." teriak kristal memanggil keluarganya, kristal berputar memandangi setiap sudut ruangan. namun tak lama ruangan redup dengan sedikit nya cahaya lilin. perlahan timbul cahaya lilin kecil melayang seperti dibawa oleh seseorang, sapaan lembut terdengar, "putri kecil, bagaimana putri kecil kami menjadi tak sabaran? kami disini, kami yang selalu ada untuk mu tak akan pernah bisa lepas dan menjauh dari mu. kau nafas kami, kau kehidupan kami." ujar hana dengan membawa sebuah kueh ditangan nya, jibong dan ketiga kakak nya sedang berdiri dengan membawa sebuah minuman dan berbagai camilan
"Bunda, in-ini perayaan ulang tahun ku? aku tak salah menyangka bukan?" tanya kristal mendekat kearah hana, wajah cantik nya di terangi cahaya lilin nan kecil. "siapa lagi kalau bukan untuk adik kami tercinta ini. pada pertengahan malam, umur mu sudah genap 17 tahun. apakah kau senang? kami harap hati mu cukup senang dan menerima persembahan kecil dari kami."ujar long mendekati sang adik, dia meletak kan nampan kudapan diatas meja dan kemudian bertepuk tangan satu kali di udara. lampu kembali menyala dan timbul sebuah hadiah yang sangat banyak yang terletak di dekat meja bundar, kristal melongo melihat nya.
"Semua nya adalah milik mu, adik." ujar bong lembut dan kemudian melangkah menuju kristal, "adik ku sudah mulai tumbuh dewasa, sekarang kau sudah berumur 17 tahun. kelak kita harus menjaga nya, agar tak jatuh kedalam pelukan pria buaya yang bertebaran diluar sana."ujar bong kepada seluruh keluarga nya, mereka terkekeh lalu berjalan kearah meja makan yang sudah terdapat banyak sekali makanan disana. kristal tersentuh dan sangat bersyukur karena telah mendapat kan keluarga yang begitu baik seperti keluarga ates ini, "sekarang aku paham, apa arti dari sebuah kebersamaan. ini begitu hangat dan menenangkan." batin kristal melihat keseluruh kekuarga nya
__ADS_1
Mereka nampak sangat bahagia, sepanjang malam mereka habis kan untuk terus bergumpul dan menghabiskan momen kebersamaan itu. suara kembang api terdengar dengan dihiasi ribuan lentera dilangit, negri muo terlihat sangat indah dan terdengar begitu ricuh dari para penduduk.
Bersambung...