PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
CHAPTER : PERGI KE PASAR


__ADS_3

Dengan gemulai Meili melangkah menuju aula pertemuan, penampilan nya terlihat cantik dikala itu,, dengan hiasan bold dan pakaian mahal yang terbuat dari benang emas asli


Dengan bersusah payah dia melangkah dengan baju nya yang panjang itu, wajah angkuh nya itu iya perlihat kan di sepanjang perjalanan


"Untung saja aku mendapat kan kulit buatan ini, atau tidak wajah asli ku pasti akan terlihat." gumam meili pelan sembari meraba kulit wajah nya


Dia sudah akan mendekati ruang aula, para pelayan mendekati meili lalu mendampingi meili masuk kedalam ruang aula tersebut


Semua mata memandang Meili, Meili berjalan dengan anggun lalu duduk di singgasana putri muda..


"Nona muda sangat cantik, tak sia sia pemaisuri memilih Nona muda sebagai calon pendamping dari sang raja masa depan." puji kasim kepada meili


Meili tersenyum malu, seolah bersikap jika dia adalah seorang wanita polos dan lemah lembut


Xifeng sangat bangga terhadap putri nya, dengan senyum lalu berkata


"Dia adalah putri kebanggaan klan kami, tak hanya cantik,, namun juga hebat dalam bidang tenaga Chi. Sudah sangat pasti jika dia akan serasi terhadap putra mahkota." sambung Xifeng tersenyum sambil memurus janggut nya itu..


Mereka tertawa sambil ditemani oleh teh dan beberapa kudapan...


"Oh ya, saya baru ingat. dimana nona muda ling ling, aku tidak melihat nya dari tadi?" tanya kasim pada Xifeng


Dengan sekejab, keadaan berubah menjadi hening. xifeng, meili mau pun ibu nya tak berani menjawab...


Mereka terdiam, dengan kepala menunduk. namun perlahan selir memey mengangkat kepala nya lalu berkata


"Dia sedang mengalami sakit parah, dan sakit itu menular. demi keamanan bersama, sebaik nya nona muda, istirahat terlebih dahulu." Bohong selir memey terhadap utusan kerajaan muo


Xifeng dan meili mengambil nafas lega, jika sampai mereka curiga,, maka pertunangan ini di pastikan akan batal saat itu juga... pihak kerajaan mana yang mau menikahkan pangeran mereka dengan keluarga pembunuh?


Para kasim mengeluarkan reaksi kaget, mereka tak tahu jika nona muda klan Xi mengalami penyakit seperti yang disebut kan oleh selir memey,


"Oh astaga, kami turut prihatin. sampai kan salam kami kepada nona ling ling, semoga dia lekas sembuh." Ujar kasim turut prihatin akan hal itu, Xifeng tersenyum kaku lalu berkata


"Ya, kenapa tidak. aku akan menyampai kan salam mu, putri ku pasti akan senang." Jawab Xifeng cepat dengan senyum yang terlihat begitu sangat dipaksakan


"Minum lah teh nya," suruh Xifeng kembali

__ADS_1


Dan akhir nya mereka melanjut kan berbincang bincang ringan sembari menikmati kudapan yang disiap kan para pelayan.


"Sial, saat seperti ini saja mereka masih mempertanyakan anak sialan itu!! apa penting nya dia,? ada aku disini, mengapa harus dia yang harus ditanyakan?." batin meili kesal, dengan sikap iri dengki nya...


____


Sebuah mata merah menyala terlihat sedang keluar dari pohon besar yang berada dihutan Sǐwáng, diaman para ketiga bersaudara itu berada disana.


Long, bong, dan hong sedang membakar hewan yang mereka ambil dari cincing ruang. dan hewan itu sudah hampir siap dan mereka bisa menyantap nya...


"Terlihat lezat, t-tapi aku tidak berani mencicipinya." ujar bong nampak ragu mencicipi hewan bakar itu


"Kenapa,? ini pasti sangat lezat." sambung hong lalu menggigit hewan bakar itu. dalam sekali gigit saja, daging tersebut terkoyak sebagian dan terlihat begitu juicy.... air dari pembakaran terlihat begitu menggiur kan


Bong tertarik dan akhir nya memutus kan untuk menyantap daging tersebut, namun disaat ingin menyantap daging itu,, sebuah suara besar terdengar dan mengaget kan mereka....


RUANGGGG...


Suara auman terdengar begitu nyaring, suara itu terdengar sedang mendekat ke arah mereka..


"A-apa itu,?" tanya hong dengan mata melotot


Belum siap bong menyantap bagian nya, namun hal itu harus batal dan dihadap kan dengan bahaya baru yang baru saja datang. dia terus saja mengoceh dari tadi,


"Sudah lah, berhenti mengoceh." tegur long pada adik nya itu.


Dan tak lama suara langkah kaki terdengar sangat berat, pohon pohon bergetar dan bebatuan juga turut bergetar. Mereka bertiga semakin waspada dengan wajah serius nya


Namun tak lama datang sesosok pria tua dengan penampilan rapi dan rambut yang sudah memutih. tekanan kekuatan pria itu sangat besar...


Ketiga nya dikaget kan dengan kemunculan dari sesosok kakek itu. dan, kakek itu mengibas kan tongkat nya keudara dan membuat mereka semua menghilang entah kemana


**


"Nona, apakah kah kau yakin ingin menyerah kan tanggung jawab ini terhadap ku?. aku merasa tak pantas." tanya mera terhadap kristal, ktistal memperhatikan mera lalu tersenyum pada nya


"Percaya diri lah, kau sangat cocok mengemban propesi ini." jawab kristal terkekeh sambil memegang pundak mera.

__ADS_1


"B-baik lah nona, saya akan menjaga anak anak dengan baik. dan bahkan mengorban kan nyawa pun akan sangat rela saya lakukan." janji mera terhadap kristal


Kristal hanya bisa diam dan mempercayai mera.


"Nona." panggil mera


"Ya, ada apa? mera." tanya kristal


"Hmm saya dengar dari cou, apakah benar jika nona ingin memperbanyak pelayan di kediaman?" tanya mera ragu


Kristal terdiam sejenak dan akhir nya menjawab, "benar, itu sangat di perlulan." jawab kristal pada, mera


"T-tapi mengapa, nona? pelayan di kediaman bisa mengurus kediaman itu. kami berlima sanggup untuk membersih kan kediaman." Tanya mera penasaran, alis nya terangkat menunggu jawaban dari Kristal


"Kau tak mengerti, mera. kediaman itu hanyalah sebuah kediaman sementara. kita tak selama nya akan tinggal disana." Jelas kristal pada mera


Mera hanya memilih diam dan tak ingin bertanya lebih jauh lagi,


Dengan ragu ragu mera melirik kristal dan kembali bertanya pada nya


"Nona, setelah ini,, anda akan pergi kemana?" tanya mera


"Mungkin akan pergi kepasar untuk pergi membeli beberapa barang, disana." jawab kristal


Wajah mera berubah menjadi senang saat mendengar kata pasar dari mulut kristal


"Benar kah,? apakah aku boleh ikut?" tanya mera, wajah nya begitu bahagia


"Hmmm b-boleh saja." jawab kristal gagu, sebenarnya dia ingin pergi sendiri,, namun saat melihat kebahagian diwajah mera, dia menjadi tak tega dan menyetujui nya


Tak menunggu waktu lama, mereka segera pergi kepasar bersama.


___


Seperkian menit, akhir nya mereka sampai di pasar kota muo. Begitu banyak orang disana, ada yang sedang melihat atraksi sihir, ada yang melihat pertunjukan tarung dan ada yang sedang memilih aksesoris yang sedang di jual oleh penjual disana....


Kristal sedang mencari aksesoris yang dia butuh kan, dia terlihat sedang bingung saat memilih barang.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2