PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
CHAPTER : AWAL DATANG NYA PENGHALANG


__ADS_3

Ada sebuah hutan yang terletak di bagian utara kerajaan, ling. hutan tersebut bernama hutan Sǐwáng, hutan yang dipenuhi dengan misteri dan sebuah rahasia yang belum ditemukan oleh semua orang...


Hutan tersebut dikenal dengan istilah kesesatan, siapa pun yang memasuki nya akan tersesat dan tak akan pernah kembali...


Dan disana lah ketiga bersaudara ong sedang berada. Tujuan mereka adalah mencari plakat sumber energi yang mengikat jiwa mereka, plakat tersebut tanpa sengaja sudah di pindah kan kristal menggunakan teleportasi..


Hal itu bukan lah murni kesalahan kristal. hong juga turut bersalah dalam hal tersebut, dia salah memberi plakat kepada adik nya,, yang tadi nya ingin menyerah kan plakat pembawa sial, justru dia telah memberi sebuah plakat pengikat jiwa yang terbentuk dari ikatan ketiga bersaudara klan ates...


Plakat tersebut sangat penting, jika hal tersebut tidak bisa ditemukan maka jiwa ketiga nya akan terbelenggu dalam kegelapan..


____


Di tengah tengah hutan rimbun, ketiga nya berjalan menelusuri hutan. mereka terlihat sedang menandai pohon demi pohon agar tak tersesat dan lupa jalan pulang...


Hong sangat kelelahan, dia berjalan gontai lalu pada akhir nya ambruk dan terduduk dengan nafas terhengah hengah


"Sudah cukup, istirahat lah dulu. Apakah kakak tidak lelah berjalan seharian?." ujar nya sudah tak mampu berjalan, long dan bong menoleh lalu saling pandang seolah saling membatin, jika tak ada salah nya mereka melakukan istirahat sebentar


"Ya istirahat sebentar juga tak buruk, tapi sebaik nya kita berpindah saja ke sana. disana terdapat danau dan kita bisa menangkap ikan." tawar bong pada kedua saudara nya,


"hmm tidak, ingat kata adik,, kita tidak boleh mendekati danau di hutan Sǐwáng. karena terdapat banyak monster air yang memiliki level tingkatan chi jauh lebih besar dari kita," Tolak long, karena dia teringat larangan kristal pada saat mereka masih belum pergi ke hutan Sǐwáng


Bong dan hong hanya mengambil nafas panjang. mereka berpikir bagaimana mereka akan makan,? sedang kan untuk mendekati danau saja tidak boleh


"Mendekati danau tidak boleh, mengambil buah dihutan tidak boleh. lalu kita mau makan apa?" gerutu hong sudah sangat jengkel sembari memukul kedua lutut nya akibat terlalu lama berjalan


Long tersenyum melihat tingkah kedua adik nya, dia melihat pada cincin ruang yang melekat di jari nya..


Sial, baru teringat jika cincin ruang bisa menyimpan apa saja. tak terpikir sedikit pun oleh mereka..


"Hahaha, kita lah yang bodoh. kita memiliki cincin ruang yang memiliki apa pun, meski tak banyak tapi setidak nya cukup." ujar long baru teringat akan hal tersebut

__ADS_1


Bong dan hong menoleh dengan serempak, oh astaga mereka benar benar melupakan hal itu. jika saja mereka mengingat lebih awal, mungkin mereka tak akan kelaparan dan kehausan


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Beralih pada tempat kediaman baru, para anak anak. disana sedang terjadi acara kecil kecilan sebagai perayaan dan rasa syukur mereka..


Namun kristal terlihat sedang melamun memikirkan sesuatu, tangan nya selalu memainkan ujung baju nya


"Kak, ada apa,?" tanya Limbing memecah kan lamunan kristal


Kristal tersadar lalu menjawab, "tak ada, hanya memikir kan sesuatu saja." jawab nya tersenyum pada limbing


Limbing hanya mengangguk paham dan berniat tak ingin bertanya lebih jauh lagi. dia pergi meninggal kan kristal sendiri


"Lama sekali, dimana mera ini,? ku rasa dari tadi tidak melihat batang hidung nya." keluh kristal sudah jengah dengan kelambatan mera


"Apakah ketiga kakak ku itu sedang dalam kesulitan, ya tuhan tolong lindungi mereka." gumam kristal khawatir terhadap ketiga kakak nya


"Huh, hidung gatal sekali." keluh bong mengusap hidung nya, dia nampak mengipas sesuatu


"Kak tambah api itu menggunakan elemen api mu. api ini sangat kecil, dan tak mampu membakar babi ini." suruh hong pada bong


"Ck, ini bukan babi. lihat saja tubuh nya seperti kelinci." ujar bong, dia sampai mengangkat hewan tersebut tinggi tinggi guna memperlihat kan kepada sang adik


"itu babi, lihat saja hidung nya!!" Hong tidak mau kalah sambil menunjuk dan menoel noel hidung hewan tersebut


Mereka saling berseteru, sementara long dia sedang sibuk membakar hewan hewan itu agar cepat matang dan bisa menjadi santapan buat mereka


"Sudah ku bilang jika ini kelinci, kau tidak percaya." Bong sangat jengkel dengan adik nya itu, bagaimana sang adik bisa tak satu pikiran dengan nya,? tumben sekali


"huhh, tanyakan saja pada kakak long. kak menurut mu ini hewan apa,?" tanya hong kepada sang kakak tertua. long hanya mergeleng sambil terkekeh

__ADS_1


"Itu anak babi dan kelinci, betina babi dan jantan kelinci menikah dan lahir lah bakel." jawab Long sambil dengan candaan nya itu, dia tertawa puas melihat kembingungan diwajah kedua adik nya


Mereka berpikir dengan keras, sampai sampai mereka berulang melihat hewan yang sedang mereka bakar itu


"kau benar, ini anak babi dan kelinci. aku tak berpikir sejauh itu." gumam bong sudah pasrah dengan kebodohan nya...


Mereka terkekeh sembari melempar kan canda dan gurau mereka. namun tanpa sadar mereka telah membuat asap yang begitu banyak dan mengepul sehingga asap tersebut melayang kemana mana akibat terbawa oleh angin...


Dikala itu, asap begitu mengepul sehingga sampai di sebuah pohon besar dengan aura yang begitu pekat... pohon itu sedikit bersinar seperti sedang terjadi sesuatu...


_____


Sementara itu, di kediaman jendral Xifeng sedang diadakan pesta penyambutan kedatangan utusan dari kerajaan muo...


Mereka terlihat begitu gembira karena sudah di kunjungi oleh utusan dari kerajaan muo, kerajaan pemimpin dari negri muffin..


Ini petanda baik, utusan tersebut nampak membawa banyak kereta dan bahkan prajurit yang mengawal pun tak terhitung jumlah nya...


Ada yang meniup terompet dan memacu kuda hitam yang terkenal sangat mahal dan besar...


Jendral Xifeng sedang menyambut mereka dengan segala persiapan yang sangat mewah, hal itu pasti cukup memakan separuh dari kekayaan nya.


Dan sekarang, meili sedang berada di ruangan nya dan sedang dihias oleh dua pelayan... wajah angkuh nya itu terlihat dengan jelas di depan cermin yang besar, dan bahkan tak jarang dia akan memarahi pelayan yang melakukan sedikit kesalahan dalam menata rambut nya


"Sialan, pelayan rendahan ini berani sekali menarik rambut ku." kesal nya pada sang pelayan


"Maaf kan saya nona muda, ra-rambut nona muda sedikit kusut dan agak sulit untuk ditata." jawab jujur sang pelayan dengan takut. namun meili melihat kearah nya dengan mata melotot


"Keparat, kau menyebut jika rambut ku kusut,? dan bahkan kau menyebut ku dengan nona muda,? siapa nona muda mu, aku adalah putri mahkota yang sebentar lagi akan menikah dengan putra mahkota kekaisaran muo, cam kan itu." sentak nya dengan mata melotot dan tangan yang menggenggam erat lengan sang pelayan.


"Hukum dia dengan 50 pukulan kayu." teriak nya lagi lalu mendorong tubuh sang pelayan sehingga terjatuh tersungkur

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2