PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
Chapter : Aduh aduh, sakit


__ADS_3

...(*´∇`*)...


Selamat membaca bagi kaum night man and so on


Dipagi hari diperlihat kan sebuah kekaisaran yang amat megah bernuansa putih dengan penjagaan super ketat dan sebuah aray menutupi istana tersebut. kristal beserta keluarga nya sedang berjalan di tengah tengah padat nya penduduk berlalu lalang, sesambil mereka melihat betapa aneh nya benda benda yang terdapat di kekaisaran muo itu


Semua rakyat muo selalu menggunakan sihir ditimbangkan chi setiap ingin melakukan sesuatu, ini bahkan sangat berbeda sekali dengan kekaisaran ling yang selalu menggunakan chi dan kekerasan terhadap benda yang mereka ingin kan. ketiga bersaudara tercengang melihat kehebatan dari sihir rakyat muo, selama ini mereka hanya melihat kekuatan dari energi chi yang hanya bisa menghancur kan lawan dan membunuh lawan, akan tetapi kali ini mereka melihat langsung seperti apa sihir itu yang bahkan bisa melakukan apapun yang di ingin kan


Seperti menggerakan barang dengan ukuran apa pun sesuai dengan kemampuan masing masing orang, merubah suatu benda dan bahkan bisa membuat sebuah ilusi. masih banyak sekali keunggulan sihir,


"Apakah kita akan tinggal disini?" tanya hana tercengang melihat beruang yang memakai kostum peri sedang berjalan dengan anggun nya bersama dengan sang tuan, kepala nya juga ikut berputar sangkin merasa heran dan tak percaya


"Kita akan tinggal disini, dan bahkan kita akan membangun kembali klan ates dan menjayakan nya. kristal yakin kita pasti bisa."jawab kristal senang,"ayah juga turut senang mendengar nya, tetapi bagaimana cara nya kita bisa membangun klan ates kembali? kita sudah tidak memiliki apa pun sayang." tanya jibong agak sedih dan heran bagaimana cara mereka membangun klan mereka lagi? sedang kan mereka saja tak memiliki harta apa pun


"Tenang saja, ayah. adik itu sangat kaya, bahkan sangat kaya dari siapa pun."celetus bong sambil tersenyum memandang kristal dengan ujung mata nya. hana dan jibong melihat kristal dengan begitu aneh, sedang kan kristal ia hanya tersenyum canggung sambil menggaruk tengkuk yang tak gatal


"Sialan kau, kak."batin kristal kesal memandang tajam kakak nya menggunakan ujung mata. mereka tertawa keras karena berhasil membuat sang adik kesal. disaat keluarga itu sedang asik bercanda, rakyat muo justru salpok kepada mereka.


Dilihat dari penampilan asing dan bahkan tak mengenali wajah keluarga itu menjadikan mereka heran sekali gus penasaran dengan siapa mereka sebenar nya.


"Siapa mereka? apakah kau pernah melihat nya?" tanya wanita berbaju hijau pada teman nya

__ADS_1


"Tidak tahu, mungkin pendatang."jawab sang teman bergeleng tidak tahu, semua orang memandang ke arah keluarga kristal sampai ada seorang pria paruh baya menghampiri mereka lalu bertanya dengan sopan


"Permisi tuan - tuan dan nyonya - nyonya, aku melihat kalian dari tadi hanya berdiri disini dan terlihat bingung, apakah kalian membutuh kan bantuan?" tanya nya sopan kepada keluarga ates, semua orang menjadi bergumpul setelah melihat ada salah satu dari mereka berani menanyakan keluarga ates


Kristal menjadi terdesak dan risih karena dikerumuni banyak orang, sang kakak mengerti dengan kegelisahan kristal, dengan sopan ia menjawab,"kenapa tidak, kami sangat membutuh kan bantuan kalian, jadi apakah kalian bisa memberi sedikit ruang untuk adik ku? dia sedikit tak nyaman karena kalian." pinta long sopan kepada mereka, mereka sadar dengan apa yang mereka lakukan dan akhir nya sedikit memberi ruang dan mundur kebelakang


Hana dan kristal menarik nafas lega, "paman, kami adalah pendatang dari kekaisaran ling, jadi apakah kau bisa menunjukan dimana kediaman bagus yang cocok untuk kami?" tanya kristal pada pria itu, "benar, kami memerlukan tempat tinggal sekarang karena bunda dan ayah kami sangat memerlukan waktu istirahat."sambung hong lagi, pria itu mengangguk mengerti dan akhir nya menjawab, "oh pendatang rupa nya, sebenarnya ada, akan tetapi aku rasa perumahan itu tidak cocok untuk kalian,"ujar pria dengan memegangi dagu nya berusaha mengingat sebuah perumahan yang cocok untung pendatang di hadapan mereka itu


"Rumah macam apa? mengapa tidak cocok terhadap kami? katakan lah siapa tahu kami menyukai nya."tanya hana penasaran dengan rumah yang mereka maksud itu,"perumahan ini begitu sederhana dan kecil, kalau dilihat dari jumlah kalian rumah itu tidak lah cocok. hmph bagaimana di perumahan bangsawan saja? tapi harga nya sangat mahal, hanya bangsawan kelas atas saja yang mampu membeli nya." ujar sang pria menjelaskan, kristal tersenyum lalu melihat kearah keluarga nya, mereka mununduk dan kristal menjadi semakin yakin dan meminta tolong agar segera di antar kan kesana


"Apakah ada yang ingin mengantar kan kami, kesana?" tanya kristal meminta tolong, mereka saling pandang dan akhir nya terdengar suara pria kecil dengan penampilan sedikit kumuh,"apakah aku bisa mengantar kalian? "tawar nya pada kristal. semua orang memandang anak kecil itu dengan sedikit jijik dikarenakan penampilan nya yang sedikit kumuh dan dipenuhi debu


Hana tersenyum dan kemudian berjongkok menyetarakan tinggi nya dengan tinggi anak tersebut, "tak masalah," ujar nya tersenyum mengusap lembut rambut sang pria kecil


...( ̄へ ̄)...


"Apa? apakah klan ates sudah benar benar hancur sekarang?" tanya xifeng senang kepada salah satu mata mata nya. "ya jendral keluarga itu hancur dan bahkan semua aset dan properti mereka hancur menjadi debu." jawab sang mata mata menunduk hornat pada atasan nya


"Ckckck, sudah menjadi miskin rupanya, cari mereka dan bawa pada ku! aku akan menjadikan mereka sebagai pelayan dirumah ku." titah nya senang terhadap mata mata nya. sang mata mata mengangguk dan kemudian mundur lalu meninggal kan ruangan itu. xifeng tersenyum puas karena akhir nya dia bisa membalaskan dendam terhadap kristal yang sudah berani menghajar nya dan mengancam nya


"Rupanya klan guso itu cukup berfungsi juga, dengan ini aku pasti akan bisa menghancurkan klan ates sehingga selalu berada di bawah kaki ku." gumam nya dengan senyuman sinis dan disusul dengan tawa jahat

__ADS_1


°Д°


Kristal dan keluarga nya sampai disebuah daerah yang terdapat bangunan mewah dengan ukuran luas. di daerah itu terlihat beberapa bangsawan sedang berjalan jalan santai dengan ekspresi wajah angkuh nya. mereka berhenti melihat keluarga kristal dari ujung rambut dan juga ujung kaki


"Hey anak kecil apakah ini benar benar rumah si pengurus bangunan disini?"ketus hong pada pria kecil didepan nya, jujur saja ia tak menyukai adik pria kecil. "kakak jangan kasar pada nya." sebal kristal menyubit kecil perut hong


"Aduh aduh, sakit." hong memurus perut nya dengan sebuah ekspresi wajah ngambek dan mengalih kan pandangan kearah lain


Keluarga nya tertawa menyaksikan tingkah hong yang begitu kekanak kanakan,.


Tak lama keluar seorang wanita berpakaian mewah menghampiri kristal dan yang lain nya, dia bertanya dengan tidak ramah. kristal agak sedikit kesal dan ingin sekali memukul wajah wanita didepan nya itu


"Apa yang kalian lakukan disini?" tanya nya dengan pandangan tak sudi memperhatikan keluarga ates. "cih wanita tua yang sombong! " batin long kesal dengan sikap sang wanita, "lihat lah dandanan yang begitu tebal seperti sebuah topeng! masih mau berlaga didepan kami? percaya diri sekali dia?". batin bong menatap jijik kearah wanita itu. "aku rasa bunda 100 kali lipat lebih cantik dari nya, lalu apa yang ingin dia sombong kan?" julid hong kesal dengan bibir yang terus saja berkomat kamit


"Kami ingin bertemu dengan ketua mu," jawab singkat kristal karena malas meladeni wanita tersebut, "cih! kau pikir kau ini siapa sehingga ingin bertemu dengan sang ketua? sekelas bangsawan saja tak ada yang pantas untuk bertemu dengan ketua kami."rendah wanita itu pada kristal, "kau.. " kesal long pada wanita sombong didepan nya


Dengan bijak hana dan jibong menghentikan anak anak nya, mereka berhenti dan memilih untuk tetap sabar supaya tidak memperkeruh keadaan. "kami ingin membeli sebuah rumah disini, apakah kau bisa menunjukan rekomendasi rumah mu?" tanya hana kepada wanita itu. wanita itu sempat berpikir sejenak, "rumah disini mahal, kalian tidak akan mampu membeli nya." ketus wanita itu kembali.


Kristal menarik nafas perlahan lalu membuang nya, dia ingin sekali menerkam wajah wanita itu, selangkah saja, selangkah saja mereka dekat dipastikan bahwa ktistal akan segera menyakar wanita itu hingga meninggal


"Huhhf, katakan saja apakah kau memiliki rekomendasi? percaya lah pada kami."ujar kristal berusaha sabar dengan melembut kan suara. sementara ketiga kakak nya dan ayah nya hanya diam menyimak

__ADS_1


Wanita itu terlihat berpikir sebentar lalu memandang kristal dari unjung rambut hingga kaki. "baik lah, tunggu disini." ketus nya angkuh lalu masuk kedalam bangunan untuk memanggil ketua


Bersambung...


__ADS_2