Rafa Rista

Rafa Rista
Eps.9 Minggu Tenang ( part 2)


__ADS_3

Rista berjalan keluar dari gedung Akademik, hatinya sudah tenang, rasa kesalnya juga sudaj hilang, Ahmad sudah memberi kabar bahwa sebetulnya motornya mogok di jalan. setidaknya dia ngga kenapa kenapa. Rista adalah tipe orang yang gampang negatif thinking jadi apabila ada hal keci saja mengganggunya fikirannya bisa becabang kemanamana.


Rista melangkahkan kaki menyusuri koridor, sebelum pulang ke kostan, dia berencana sarapan dulu, dia ingat Anwar dan Raffa yang tadi mengajaknya makan soto, siapa tau mereka masih ada di tukang soto. Ngga butuh waktu lama buat Rista sampai di tempat soto dan menemukan mereka berdua, ternyata Raffa dan Anwar memang masih makan.


" hei... " sapa Rista begitu sampai di tempat mereka


" Hei Ta, udah ketemu Ahmadnya, cepet banget " Ujar Anwar


" Ngga jadi war ketemu Ahmadnya, katanya motornya mogok, eh aku gabung ya " jawab Rista sambil duduk di sebelah Anwar.


" eh iya boleh, sini duduk " Anwar sedikit bergeser dan mempersilahkan Rista duduk.


" Ahmad mogok dimana Ta?" tanya Raffa sambil menyuapkan nasi soto ke mulutnya


" Tadi sih ga bilang, cuman bilang motornya mogok agak jauh dari kampus, kayanya sih pertengahan antara kampus sama rumahnya " jawab Rista, tangannya membolak balik menu soto.


" Ohh gitu, terus ?" Tanya Raffa lagi


" ya ngga gimana gimana, minta maaf aja, terus nanti dia urusin sendiri kartu ujiannya, kayanya sih mau ke bengkel dulu " Rista memberikan penjelasan, tangannya kemudian melambai memanggil pelayan penjual soto, Rista memesan Sop kaki sapi tanpa nasi dan segelas teh tawar hangat.

__ADS_1


" Ohh gitu, kamu ngga nyamperin ke sana?" tanya Raffa lagi


" tadi Ahmad bilang ga usah, terus kan mungkin dia ga mau aku ribet juga, dia mau betulin motor ke bengkel, agak ribet mungkin kalau aku ngikut, terus aku pake rok gini " jawab Rista


" Ya iya sih Ta, masa kamu udah cantik gitu ke bengkel hehehhe " canda Anwar


" Nah bener.. heheheh " jawab Rista lagi " Kenapa emang Fa?Ahmad tadi ngehubungin kamu ?"


" Ngga, ga papa, " jawab Raffa sambil tersenyum. kini dia fokus menghabiskan sisa sotonya, hatinya semakin berkata kalau Rista memang beda, dia manis, ahh... jangan sampai di suka sama Rista, dia kan punya Marinda dan Rista juga punya Ahmad, dan mereka juga tampak baik baik saja.


***


Minggu tenang kuliah ini sebetulnya bukan minggu yang tenang buat Ahmad, dia ada tugas yang harus di kumpulkan sebelum ujian semester nanti, ditambah Ahmad juga ingin mengembangkan bisnis,menambah usaha jasaa baru, keluarganya memang sudah mempunyai beberapa toko kebutuhan pokok yang cukup besar, penyewaan kost kostan, rumah makan dan jasa rental kendaraan. Ahmad ingin mengembangkan itu semua. Mungkin karena itu juga kuliahnya sedikit keteteran dan pelampiasannya main game.


Rista tau itu semua? Ahh tidak, bagaimana mungkin Rista yang pacarnya itu tidak tau Ahmad bagaimana, ya... karena Ahmad merasa Rista tidak perlu tau. Dia menghargai Rista sebagai wanita, bagi Ahmad Rista cukup manis, sopan juga kepada orang tuanya, nyaris tidak ada masalah dengan attidude dan penampilan, di minta untuk menjadi feminim pun Rista nurut. Namun Ahmad lebih mengagumi wanita yang di depannya Sekarang. ambut terurai lurus panjang, tinggi semampai, meskipun sedang tidak menggunakan rok namun aura feminim nya terpancar, lembut sekali terlihatnya.


Ahmad Meregangkan badannya sudah hampir sejam dia duduk menunggu pegal juga ternyata. lalu perempuan tersebut menghampiri


" Hehehhe maaf yah lama " ujarnya.

__ADS_1


" Iya ngga apa apa, santei aja " jawab Ahmad sambil tersenyum.


" Kamu ngga apa apa nganterin aku ke sini? " tanya nya khawatir


" Iya ngga apa apa, aku yang mau kok "


" Tapi kamu tadi bilangnya motor kamu mogok lho... "


" Iya, kan aku pengen nemenin kamu "


" Nanti kalau Rista marah gimana?" perempuan tersebut gusar


" Ngga akan, tadi kan aku udah bilang mau ke bengkel, dia juga pulang langsung ke kostan " jelas Ahmad.


" Ohh gitu... terus kartu ujian kamu gimana? " tanya perempuan itu lagi


" sudah di urus Agi, nanti Agi juga yang ambil motor di kampus" Jelas Ahmad " yaudah ngga usah gelisah gitu sih, semuanya bakalan baik baik aja"


" Ya udah, aku khawatir aja " Jelas wanita tersebut " Aku bayar salon dulu bentar"

__ADS_1


perempuan tersebut berjalan menuju kasir dan menyerahkan kartu debitnya, hari ini adalah jadwal dia perawatan rambutnya. Sebetulnya hari ini dia senang sekali, karena Ahmad menemaninya, momen yang langka, meskipun dia takut juga ketauan Rista.


__ADS_2