
" Hay " Sapa Marinda sambil membuka kacamata hitamnya
"Hay Mar long time no see, apa kabar?" Tanya Rista ramah, sambil mengulurkan tangan dan cipika cipiki dengan Marinda
" Baik - baik. kamu apa kabar? Eh lagi mau pergi ke luar ya?" Tanya Marinda
" Ngga, kita habis nganter Kak Rona " Jawab Rista " Kalian? mau pergi?"
" Oh Ngga, aku baru dateng dari Jogja, Rafa jemput aku " Jawab Marinda sambil tangannya menggelayut manja, seolah ingin mengatakan kalau mereka bertunangan dan baik baik saja. FYI, Marinda sudah melihat kejadian Rafa di Artemis beberapa hari yang lalu. dan sepertinya mengumumkan pertunangan mereka adalah keputusan yang tepat, Marinda ingin mempertegas ke Rista, bahwa dialah yang sesuangguhnya pasangan Rafa.
" kalian mau pesen kopi?" tanyaAgi
"Oh iya, ampir lupa. kamu mau kopi apa ay?"jawab marinda sambil kemudian menatap Rafa
" late aja" jawab Rafa singkat. Dia tidak menyangka akan bertemu Agi dan Rista di bandara, dengan posisi dia sedang merangkul Marinda. Rafa merasa tidak enak dengan Rista.
Rista yang kebetulan pesanannya udah selesai kemudian berpamitan kepada Rafa dan Marinda. kalo lama lama di depan mereka Rista takutnya tidak bisa membendung air matanya.
" nih Gie kopi nya" ujar Rista ,sambil menyerahkan satu kopi ke tangan Agi " Kita duluan ya" ujar Rista lagi sambil tersenyum dan berjalan meninggalkan Rafa dan Marinda
" Kita duluan ya Fa" tambah Agi sambil menyusul Rista. Agi tau,Rista pasti sakit hati melihat Rafa dan Marinda. Lalu bisa bisanya Rafa merangkul Marinda di hadapan Rista. Agi jadi mengucek rambutnya yang tidak gatal. suasananya jadi terasa tidak enak.
" kamu ga apa apa Ta?" tanya Agi hati hati, dia tau hati Rista sedang rapuh. kapanpun tangisnya bisa pecah.
" ngga pa pa Gie, emang aku kenapa?" tanya Rista, dari sorot matanya terlihat jelas bahwa dia berusaha terlihat baik baik saja.
"ngga apa apa juga sih, aku khawatir aja, tapi aku bingung mau ngehibur kamu gimana" ujar Agi sambil menyeruput kopinya.
__ADS_1
Rista tersenyum getir, matcha frape yang manis terasa hambar di mulutnya. Manisnya minuman itu tidak bisa menutupi kepahitan rasa cinta bya pada Rafa. Ah lagian Rista, kenapa harus jatuh cinta dengan lelaki yang sudah bertunangan sih. Patah hati mulu kan jadinya.
setengah melamun Rista menyebrangi jalan menuju ke parkiran mobil Agi, namun tiba tiba
nguuuunggg.....
Ssreeet... ... brukk....
Sebuah motor sport merah melintas tiba tiba di hadapan Rista, dan menyerempet Rista.
" aww......" Teriak Rista yang terjatuh di trotoar bandara. Sementara si pengemudi motor hanya berhenti sekilas kemudian langsung tancap gas,meninggalkan tempat kejadian.
Agi yang berada 2 langkah di belakang Rista ngga sempet menarik Rista agar tidak terserempet motor. Dari kejauhan Rafa reflek berlari menghampiri Rista dan Agi, tanpa sadar meninggalkan Marinda.
" Kamu ga apa apa ta?" tanya Agi panik sambil menghampiri Rista dan memegang bahunya, matanya langsung meneliti tubuh Rista,apakah ada yang terluka atau tidak
" Eh... hah.. aku" Rista kebingungan kenapa Raga bisa tiba tiba muncul di sana
" mana yang sakit Ta?" tanya Agi, menyadarkan Rista dari lamunannya.
" aku ga apa apa ko" ujar Rista sambil berusaha berdiri di bantu Agi.
" coba aku liat ada yang luka ngga" tanya Rafa sambil mengangkat lengan Rista dan melihat bagian bagian tangan dan kaki. dari kejauhan Marinda tampak memperhatikan mereka dan berjalan ke arah Rista dan Agi
Rista sedikit canggung di perhatikan seperti itu oleh Rafa. dia merasa tidak enak dengan Marinda dan Agi.
" Bagian mana yang sakit Ta, kita ke klinik ya " pinta Agi lembut
__ADS_1
" ini tangan kamu luka ta" ujar Rafa sambil memegang sikut Rista yang berdarah karena jatuh ke trotoar
" Aww.. pantesan perih" ujar Rista sambil melihat sikut kanannya
" Ayo kita obati " ujar Rafa setengah menarik tangan Rista. namun Rista menepisnya. dia melihat Marinda sudah berjalan mendekat.
" Fa " Ujar Rista sambil menepis lembut tangan Rafa, Rafa reflek melihat ke arah Rista yang tersenyum " Makasih, tapi kamu ngga usah nganter aku,kamu anter Marinda aja, tuh dia nyamperin" Ujar Rista lagi sambil tersenyum.
" Ta... " Rafa masih belum menyerah,dia khawatir dengan Rista. apalagi tadi dia sempat melihat motor itu. Rafa meilhat motor itu sama dengan motor yang hampir mencelakai Rista saat mereka selesai melihat acara opening ceremony tempo hari. Rafa merasa ada sesuatu yang ngga beres.
" Aku aja yang yang ngobatin luka Rista, tunangan kamu udah nunggu" Ujar Agi sambil meraih tangan Rista, dilihatnya Marinda sudah dekat dengan mereka.
" ayo ta, kita obati luka kamu" ujar Agi dengan nada dingin tapi tegas. dia kemudian meraih tangan Rista dari Rafa dan menuntunnya menuju larkiran mobilnya. Meninggalkan Rafa yang termenung disana.
Rafa menghela nafas, andai saja tidak ada Marinda, Ujarnya dalam hati.
" Rista kenapa sayang" tanya Marinda sambil menjinjing 2 cup kopi pesanan mereka. sedangkan tangan yang satunya menggusur koper miliknya. Tadi Rafa sama sekali tidak memperdulikannya, Rafa langsung berlari ke arah Rista.
" Oh. itu tadi ada motor nyerempet Rista" ujar Rafa sambil menatik koper marinda " Ayo kita pulang"
" Ristanya gimana tadi?ngga apa apa?"
" Luka luka dikit, sekarang di bawa Agi" ujar Rafa dingin. dia malas menanggapi pertanyaan Marinda. hatinya sedang cemburu melihat perlakuan Agi ke Rista.
" Ya udah ayo kita pulang" Ujar Marinda sambil melangkah menuju parkiran mobil
Dalam hatinya dia cemburu, jelas sangat cemburu, tunangannya langsung berlari panik begitu melihat Rista keserempet motor. berarti apa yang di lihatnya di video Artemis memang benar, Rafa memlunyai perasaan kepada Rista. Marinda menghela nafas, padahal dia sudah berusaha menjadi tunangan yang baik bagi Rafa dan keluarganya.
__ADS_1