
Reflek Agi segela menghampii kekasihnya.
" Gi.... apa ini ?" Rista mengulangi pertanyaannya. Seolah tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
" Sabar ya Sayang" Ujar Agi sambil memeluk Rista, tak peduli dengan tatapan dari orang sekitarna. Rista kemudian perlahan melepaskan pelukan Agi, Otaknya masih perlu mencerna apa yang dilihatnya di ponsel Agi barusan.
" Ini orang yang sama dengan yang kirim pesan ke aku Gi ?"
" Iya, itu orang yang sama, dan itu yang selalu buat aku khawatir saat jauh dari kamu Ta"
" Aku harus gimana Gi ?" Tanya Rista putus asa, sekarang dia tau kemanapun dia pergi orang itu selalu mengikuti.
" Aku jelas akan melaporkan ini ke pihak yang yang berwajib Ta, tapi kita juga harus bisa kerjasama dengan Marinda dan Rafa, ini pencemaran nama baik dan pengancaman masuknya" Ujar Agi memberikan penjelasan. " Malam ini Marinda dan Rafa akan ketemu, nanti kita diskusi bareng mereka, langkah apa yang akan kita ambil, aku juga akan kabarin Kak Rona scepatnya" Ujar Agi lagi
" Aku takut Gi " Ujar Rista dengan penuh nada cemas. Untuk pertamakalinya, ucapan itu keluar dari mulut seorang Rista, Biasanya dia akan tenang dalam menghadapi permasalahan apapun.
__ADS_1
" Kita sebaiknya pindah hotel ya, biar kamu tenang juga " Ujar Agi. Rista mengangguk mengiyakan usulan Agi, mereka kemudian beranjak dari Caffe dan langsung menuju kamar mereka untuk mengurus kepindahan mereka.
***
Rafa menyerupit ice latte nya, Anwar dan Nika sudah pergi tak lama setelah Agi brepamitan. Kini tinggalah dia seorang diri di gazebo itu, angin sejuk - lembap menerrpa wajahnya, Bandung Utara memang masih asri dan sejuk udaranya. Rafa mengecek ponselnya, siang ini dia janjian dengan Marinda, Rafa memilih tempat yang sama untuk bertemu Marinda. Awalnya Rafa memang merencanakan akan bertemu Marinda malam nanti, namun seperti dugaan Rafa, berita begitu cepat menyebar di media, yang mereka khawatirkan opini negatif terus berkembangdan bisa jadi bumerang bagi mereka juga Rista. Namun terlebih dari itu, ada hal yang harus di benahi dulu dalam hubunga mereka. Ya, perasaan yang sebenarnya antasa Marinda dan Rafa. Marinda tahu, video itu diambil baru baru saja, itu artinya mungkin sebenarnya Rafa memang memiliki perasaan yang sama pada Rista, sesuai kecurigaan Marinda.
Tak butuh waktu lama untuk Marinda menemukan Rafa, dan Marinda senang, Rafa mengerti bahwa mereka harus bertemu di tempa yang cukup privat, dan gazebo ini cukup tersembunyi untuk menyamarkan keduanya. Untuk pertemuan mereka siang itu, Rafa sengaja mereka hanya bertemu berdua, empat mata. Sebelum membahas rencana mereka kedepannya, mereka harus memastikan terlebih dahulu kalau mereka memang masih saling menyimpan rasa.
Dari gerbang pembatas areaoutdoor dan indoor Marinda sudah bisa mendeteksi keberadaan Rafa, lelaki itu, entah bagaimana masih saja membuat Marinda jatuh hati, meski telah jelas jelas berulangkali mematahkan hatinya. Marinda tahu sebenarnya Rafa hana memnganggap dirinya sebagai adiknya, hal itu pernah diutarakan padanya saat dulu mereka ke Jogja untuk pertamakalinya. jauh sebelum nama Marinda melejit seperti sekarang. Namun saat itu Marinda meminta Rafa untuk memberikannya waktu, mempertahankan Rafa di sisinya dengan keyakinan suatu saat dia akan memiliki hati Rafa. Dan sampailah pada saat ini, entah sudah keberapa kalinya Rafa mematahkan hati Marinda, baik itu dengan membuatnya cemburu pada Rista, menjadikan Marinda bukan prioritas utamanya hingga mengacuhkan Marinda. Da marindapun tahu, Rafa menghargai hubungan keluarga mereka yang telah terjalin lama. Namun ternyata memperthankan Rafa di sampingnya begitu melelahkannya.Namun dia juga tidak ingin melepaskan Rafa, hati Marinda telah jatuh seutuhnya pada Rafa.
" Hay Fa" Sapa Marinda begitu dia tiba di gazebo, Kali ini marinda memanggil kekasihnya itu dengan namanya " Rafa" Bukan dengan panggilan sayang seperti biasanya.
" Gimana tadi di jalan? aman ?" Tanya Rafa, dia khawatir ada wartawan yang tau kalau Marinda bertemu dengannya.
" aman, sepertinya ngga ada yang sadar juga kalo aku keluar tadi " Ujar marinda sambil meletakan topi baseballnya dan kacamata hitam yang dari tadi di gunakannya. Kali itu dia berpenampilan tomboy, biasanya Marinda bergaya feminin dengan rambut yang terurai, dress, dan heels, namun sekarang dia mengenakan celana jeans, sepatu kets dan hoodie, ditambah topi baseball untuk melengkapi kesan tomboynya.
__ADS_1
" Ayah dan ibu kamu gimana ?" tanya Rafa lagi, hal yang dia cemaskan salahsatunya adalah hubungan keluarga mereka, pastinya akan ada efek samping dari kejadian yang menimpa mereka tadi malam.
" Kita hanya perlu menjelaskan saja pada mereka, bisa saja di klaim bahwa video itu ada sebelum kamu dan aku resmi bertunangan, dan hubungan kita memang sempat merenggang " Jawab Marinda tenang, seolah masalah ini begitu mudah baginya " Aku rasa itu salah satu jawan yang masuk akal "
Rafa mengangguk anggukan kepalanya, cukup masuk akal juga jawaban Marinda " Bisa saja, tapi aku khawatir dengan hubungan keluarga kita setelah ini " Ujar Rafa
" Aku justru lebih dulu khawatir dengan hubungan kita" Ujar marinda dingin namun tegas. Seketika Rafa terdiam mendengar penyataan Marinda, ini kali pertamanya Marinda berucap sedingin itu padanya. Inikah amarah Marinda yang sebenarnya. Selama ini Marinda adalah sosok yang luar biasa sabarnya dalam mencintai Rafa, meskipun dia tahu Rafa hanya setengah hati padanya, namun di sela jadwalnya yang padat, Marinda masih bisa menyempatkan memperhatikan Rafa, tidak segan segan menemui atau menghampiri Rafa, marinda yang luar biasa pengertian dengan tingkahnya selama ini, dalam hari kecilnya, Rafa merasa bersalah dulu mengacuhkan Marinda sebegitunya, padahal jelas jelas wanita itu selalu ada untuknya.Rafa masih terdiam, entah respon apa yang harus dia berikan atas penyataa Marinda barusan, namun ada sesuatu yang mengusik hatinya.
" Aku ingin jelas dulu dengan perasaan kita, karena aku yakin, badai apapun bisa kita lalui jika kita yakin dengan apa yang ada di hati kita" Ujar marinda dalam. Rafa mengerti, Marinda sedang menegaskan hubungan mereka. Artinya bila memang Rafa tidak memiliki perasaan yang sama dengan Marinda, Maka mereka akan berpisah saat itu juga.
"I care about you Nda, you know it verry well" Ujar Rafa, dia tidak berohong, dia memang benar benar peduli pada Marinda.
" Fa, kita sudah cukup dewasa untuk bisa mendeskripsikan perasaan kita. Mana cinta, mana yang hanya peduli layaknya adik kakak" Ujar Marinda lagi.
Jlebb...Perkataan Marinda barusah sudah jelas langsung menusuk hatinya. Selama ini Marinda jelas tau perasaan Rafa padanya, dua tahun lebih keduanya sama sama bertahan, berusaha menjaga hubungan, berusaha menanam benih benih cinta diantara mereka, Namun Marinda tau, hati Rafa memang belum terbuka seutuhnya bagi dirinya. Setelah kejadian semalam, Marinda semakin yakin, Rafa begitu jauh dari jangkauannya, dan Marnda perlahan mulai lelah selalu berusaha mengejar Rafa.
__ADS_1
" Fa, Aku minta kamu jujur dengan perasaan mu, setidaknya itu akan lebih mudah bagi kita untuk menentukan jalan keluar dari masalah ini " Ujar Marinda lagi.
" You know my feelings Nda, kamu spesial buat aku " Ujar rafa , tangannya kini menggengam jemari Marinda, mereka berdua masih sama sama mengenakan cincin pertunangan mereka, namun setengan perasaan Marinda sudah tidak di sana. Marinda sendiri yang kini gamang dengan perasaannya.