
" Ayo sini nak " Mami Rena memanggil Rona dan Rista mendekat. Rona dan Rista mendekati mereka bertiga dengan canggung. Terlebih Rona, sikap kakunya jelas terlihat.
" Hallo , saya Rista, " ujar Rista menyalami Rinda
" Hallo Rista, senang kenalan sama kamu " ujar Marinda ramah, senyumnya manis sekali.
" hay, Aku Rona, aku kakaknya Rista " Ujar Rona dengan canggung. Ya, Rona pernah melihat wanita ini. Tadi malam, di Lulaluna.
Marinda seperti nya membaca kekakuan di antara mereka dan hal itu membuat nya tidak telalu nyaman.
" Maaf tante, Rinda permisi mau bantu menata makanan ya " Ujar Marinda sambil memohon diri, kemudian mengatur orang orang catering untuk menata makanan di meja parasmanan.
" Rista dan Kak Rona juga kebelakang dulu ya tante, silahkan jangan sungkan sungkan ya " Ujar Rista sambil menarik tangan Rona dan berjalan menuju halaman belakang. Rona merasakan jantungnya berdetak, apakah Rista tau itu Marinda kekasihnya Rafa.
Rista duduk di bangku taman belakang, dia segera membuka ponselnya dan membuka Sosmed nya Rafa. mencari cari foto Rafa dengan kekasihnya, apakah benar Marinda yang datang ke rumahnya saat ini adalah Marinda kekasih Rafa.
" Itu Marinda kekasih Rafa Ry " Ujar Rona sambil menyender di pintu halaman belakang.
Rista langsung melihat ke arah Rona.
" Semalem kakak melihatnya di lulaluna bersama Rafa " ujar Rona lagi.
Rista menghela nafas. dia juga melihat foto Rafa bersama Marinda di sosmednya. Ya, dia Marinda, kekasih Rafa. Rista merasakan hatinya seperti di cubit. Inikah rasanya cinta bertepuk sebelah tangan. Rona menepuk pundak Rista, dia ingin menghibur Rista, namun Rona sendiri tidak tau harus menghibur Rista seperti apa. Rona meninggalkan Rista sendiri di halaman belakang. Sementara di ruang tengah Mami di bantu ibu Muti menata makanan di meja prasmanan dan menata beberapa makanan kecil.
Rona memperhatikan Marinda dari lantai 2 rumahnya. Wajar Rafa mencintai Marinda, dia gadis yang baik dan cantik. Itulah penilaian pertama Rona, Dia pun sekilas melirih ke arah halaman belakang. Rista masih duduk di sana.
Rona meraih handphone di saku celananya. Saat seperti ini, Agi lah yang di harapkan bisa cepat menghibur Rista.
" Hallo Gi " Sapa Rona
__ADS_1
" Ya kak Rona "
" Jadi kesini kan?"
" Jadi kak, ini udah mau sampai "
" Eh, lagi bawa motor ini?" Tanya Rona penasaran, tetapi dia tidak mendengar suara motor.
" Ngga Kak, Agi pakai mobil, kebeneran bareng Tami dan Dede. ini udah sampe depan komplek " Ujar Agi lagi.
" Ohh oke kalo gitu, ditunggu ya " ujar Rona sambil menutup teleponnya. Rona kemudian turun kebawah lagi menghampiri Rista untuk memberi tahu kalau Agi dan teman temannya sudah mau sampai.
***
Acara syukuran kesembuhan Rista berlangsung lancar. Acara di buka dengan papi yang memberikan ucapan terimakasih kepada anak-anak yang telah datang juga kepada teman teman Rista. setelah itu acara di lanjutkan dengan pengajian dan pemotongan tumpeng sebagai tanda syukur.
karena acara syukuran di dominasi boleh perempuan Agi jadi menyingkirkan ke halaman belakang bersama Rona. dia memilih memperhatikan acara tersebut dari taman belakang. Namun selain mereka berdua ada juga yang memperhatikan acara tersebut. Ya, Marinda, dia juga belum pulang dan ikut dalam acara syukuran. Karena selain bagian catering, Ibu Muti, orang tua Marinda ternyata adalah teman baik mami Rista, jadi otomatis di undang ke acara syukuran itu.
" Iya, itu Rinda alias Marinda, pacarnya Rafa " Ujar Rona.
Marinda yang merasa di perhatikan oleh Agi dan Rona kemudian tersenyum ke arah mereka. Rona menjadi tidak enak karena ketauan memperhatikan Rinda. Dia akhirnya menghampiri Marinda.
" Ngga ikut ke depan Rin?" tanya Rona
" Eh kakak, Ngga ah kak, malu. biar mama aja yang di depan " jawab Marinda sambil tersenyum. Senyumnya manis sekali.
" duduk di belakang aja yuk kalo gitu,bareng bareng" ajak Rona. Marinda kemudian mengangguk dan mengikuti Rona ke taman belakang.
" Gi, Kenalin ini Marinda " Ujar Rona sambil mengenalkan Marinda kepada Agi.
__ADS_1
" Hallo, Agi " jawab Agi sambil mengulurkan tangannya ke Marinda
" Marinda, panggil aja Rinda " Jawab Marinda sambil tersenyum. Rasanya dia pernah melihat Agi, namun ingat ingat lupa.
Mereka bertiga akhirnya bercengkrama di halaman belakang. Sementara acara syukuran di ruang depan sudah hampir selesai, Rista di bantu Dede dan Tami sedang membagikan goodie bag. sementara Mami dan Ibu Muti berbincang bincang dengan pengasuh panti. Mereka senang sekali di undang ke acara syukuran kesembuhan Rista, mereka mendoakan agar Rista selalu dalam lindungan Nya dan sehat selalu.
Tak berapa lama acara syukuran pun selesai. Rista menghampiri Rona yang sedang ngobrol bersama Agi dan Rinda di taman.
" Hey ... Ayo kedepan yuk " Ajak Rista.
Agi langsung mengangguk mengiyakan di susul oleh Rinda dan Rona. mereka kini duduk selonjoran di karpet tengah rumah sambil mengobrol, Mbon Na menghidangkan beberapa cemilan dan minuman.
" Neng Ry, kalau mau makan sekarang?" tanya Mbok Na
" Nanti saja Mbok, biar Ry ambil sendiri," jawab Rista. Mbok Na kemudian beranjak kebelakang untuk beres beres.
" Gimana keadaan kamu Ta?" Tanya Dede
" Udah baikan De sekarang. tinggal masa pemulihan. " jawab Rista sambil mengusap kakinya
" Belum bisa ngampus ya?" Tanya Tami
" Hehhehe aku kan cuti Mi semester ini " jawab Rista " Oh iya kenalin ini Rinda, anak temennya Mami " Ujar Rista lagi sambil memperkenalkan Marinda
" Hallo, Marinda " kata Marinda sambil menyalami Dede dan Tami bergantian. Mereka berdua rasanya familiar dengan muka Marinda, tapi entah pernah melihat dimana.
Rista menanyakan Via dan Ane yang tidak datang hari itu. Dede kemudian menjelaskan kalau Ane sudah ngga terlalu sering kumpul dengan liliptuh. Kalau Via, dia memang sedang bekerja dan tidak mungkin minta izin karena weekend. Dede kemudian menanyakan Ane kepada Agi yang kebetulan satu kostan. Namun Agi pun menjawab kalau dia sudah jarang bertemu Ane di kostan. Selain memang Agi yang membatasi interaksi dengan Ane. Rista ingin sekali menceritakan bahwa dia mungkin tau mengapa Ane sekarang jarang berkumpul lagi dengan mereka. Namun, Rista tidak ingin merusak persahabatan mereka yang sudah mereka jalin sejak dulu, jadi Rista memilih membiarkan kebenaran itu nanti terkuak sendiri. Bagaimana nanti saja. Apabila nanti setelah semua terbongkar, liliputh akan saling menjauh, Rista sudah pasrah.
Tok... tok . tok...
__ADS_1
Tiba tiba mereka mendengar suara pintu di ketuk. Mereka semua reflek melihat ke arah pintu. Rista terkejut melihat siapa yang datang di arah pintu. Rona pun sama, dia tidak menyangka siapa yang datang itu. Seseorang yang tidak dia harapkan kehadirannya.