Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 44 ( Aku dan Ibu Kota )


__ADS_3

Rista tiba di Jakarta saat hari sudah siang, Rista menempati apartemen di kawasan Green Bay, dengan view menghadap ke laut seperti kesukaan Rista. Sebetulnya ini bukanlah kediaman utama Rona, rumah keluarga Rista sendiri sebetulnya di Perumahan. Namun belakangan ini Rona diam diam membeli sebuah apartemen dari hasil usahanya sendiri. Sedangkan rumah keluarganya di Jakarta terkadang di tempati mami dan papi kalau mereka sedang berada di Jakarta. Sedangkan sekarang Rona lebih memilih untuk tinggal di Apartemen nya karena dia tau, Rista pasti akan suka dengan pemandangan dari apartemennya itu, ditambah akses Rona ke kantor pun lebih mudah.


" Welcome to my house Ry" Ujar Rona sambil membuka pintu apartemen nya. Rista kemudian melangkah masuk dan mendapati nuansa minimalis yang maskulin di apartemen Rona. Di dominasi warna abu abu dan hitam, warna kesukaan Rona. Rista cukup kagum dengan kediaman kakaknya ini, semua perabotan tertata rapi.


" Hebat juga kak Ona, bisa beli apartemen sendiri sekarang" Puji Rista sambil menyibakkan tirai, dan melihat keluar. ' Pemandangan nyang bagus, ada taman dan joging track, dan bila mengedarkan mata lebih jauh akan terlihat pantai dengan hamparan pasirnya.


" Makanya kamu kuliah yang bener, usaha yang bener, jadi bisa beli apartemen juga " Ujar Rona lagi. Dia kemudian menunjukan kamar Rista, kamarnya sama sama bisa melihat ke arah pantai, dia juga menjelaskan bahwa di apartemen nya tidak ada asisten rumah tangga. Rona hanya memanggil bagian kebersihan setiap hari untuk membersihkan apartemen nya dan mencuci juga menyetrika bajunya. jadi untuk urusan makanan biasanya Rona masak sendiri ataupun beli dari luar. Namun karena sudah ada Rista di rumah, sepertinya Rona harus mempunyai asisten rumah tangga.


" Nanti akan kakak pertimbangkan apakah kita perlu ART atau tidak " Ujar Rona. Rista mengangguk, kemudian masuk ke kamarnya dan membereskan baju bajunya.


sesekali dia melihat ponselnya, apakah ada jawaban dari Agi atau tidak. dan ternyata seperti biasa, pesannya hanya di baca saja tanpa di balas. kemudian ada balasan di grup liliputh dan juga dari Rafa. Rista membaca pesan dari Rafa


' Kok tiba tiba pindah Ta? kenapa? maaf kalau omongan kemarin aku nyinggung kamu ya'


Rista tersenyum membaca pesan dari Rafa, Ahh, Rista bahkan sudah melupakan obrolan dia dengan Rafa kemarin.

__ADS_1


' ngga apa apa Fa, aku ngga marah kok sama kamu. Aku pengen aja pindah dulu ke Jakarta selama cuti kuliah. sambil bantuin Rona juga di sini ' . Balas Rista dalam pesannya.


' Take care di sana ya, next time aku ke Jakarta nengokin kamu. Aku baru selesai kuliah nih, mau pulang dl ' balas Rafa lagi. Rista kemudian mengirimkan emot tersenyum. Dalam hatinya dia senang, kalau suatu saat Rafa akan menemui nya di Jakarta, meski itu ngga tau kapan.


Sedangkan Rafa di kampusnya menghela nafas kecewa. Kalau Rista di Jakarta, itu Artinya dia semakin jauh dengan Rista. padahal hubungannya dengan Rista baru saja membaik. Rafa barusaja akan menyalakan mesin mobilnya, tiba tiba ada pesan masuk ke ponselnya, dari seseorang yang beberapa hari ini menghilang.


<< one message from : Agi Informatika >>


'Hai Fa, sorry baru ngabarin dan baru kontak kamu. Ada yang mau aku ceritain sama kamu. Maaf juga tiba tiba hilang dari kampus. Aku udah pindah, kuliah aku juga pindah.


Rafa langsung menekan tombol reply di handphonenya


'GILA.... seminggu lebih ngilang sekarang baru kontak dan tiba tiba aja bilang pindah. Kamu kemana sih sebenernya Gi? Ada apa sih sebenernya? katanya temen tapi ngga mau cerita. Kamu kenapa sih?'


<< sent to : Agi Informatika>>

__ADS_1


Agi faham keanehan Rafa, dia tiba tiba saja menghilang setelah acara syukuran Rista tempo hari. Selama seminggu ini Rista ngga pernah cerita apapun di sosmednya tentang rencana kepindahan dia ke Jakarta. Dan itulah yang membuat tandatanya besar di kepala Agi. Kemmudian Agi membalas pesan  Rafa.


' Ya... ada sesuatulah pokoknya. someday kita ketemu aku bakalan cerita. So, gimana tentang Rista? dia cerit sesuatu ngga?' 


Rafa mengernyikan dahi, berarti pada Agi pun Rista ngga cerita tentang kepindahannya ke Jakarta. itu artinya semua ini memang tiba tiba, seperti yang Rista sebutkan di pesannya. Rafa kemudian membalas pesan Agi lagi.


'Ngga Gi, Rista sama sekali ngga cerita apa apa. Mungkin nanti aku sempetin ke Jakarta buat ketemu Rista. Aku harap kita juga bisa ketemu'


Agi membaca pesan Rafa, kemudian membalasnya singkat. Namun masih ada yang menjadi tanda tanya di hatinya.Kenapa tiba tiba Rista pindah ke Jakarta. Di sosmednyapun Rista tidak pernah membahas tentang kepindahannya. Itu Artinya kepindahan ini memang sangat tiba tiba. Agi Menghela nafasnya, di saat seperti ini, Rona pasti tau alasan kepindahan Rista ke Jakarta. Agi juga yakin, Rista tidak mungkin pindah sendirian.


***


Semenatara itu hari hari Rista di Jakarta di sibukan dengan ngintilin Rona kemana mana, khususnya bila masalah pekerjaan. Keluarga Rista memang fokus pada usaha otomotif, Ayahnya adalah salah satu  distributor part part kendaraan roda dua dan empat, bisis ini sudah di jalankan ayahnya sejak masih muda kemudian di wariskan ke Rona, Rona sendiri mulai melebarkan sayapnya dengan membuka jasa car wah dan car detailing dengan brand " CLEANBOSS". Rista memang sangat mengagumi kakaknya ini, bagaimana tidak, di usianya yang masih terbilang muda, Rona sudah mampu mandiri membangun usahanya, dia juga bisa membagi waktu antara mengurus usaha keluarganya dan juga mengurus bisnis pribadinya. Dalam hati Rista suatu saat ingin bisa seperti Rona.


Rona mengenalkan Rista pada semua pegawainya di Cleanboss, dan sebagian besar dari mereka menyangkanya Rista adalah pacarnya Rona. Menurut pengakuan pegawai pegawai wanitanya, Rona memang sangat dingin dengan perempuan, meskipun begitu sebetulnya Rona adalah pribadi yang hangat dan perhatian.Rista pun mengakui itu, bahkan harus di tambahkan, Rona adalah pribadi yang jail pada dirinya.

__ADS_1


Aktivitas Rista hari itu lumayan padat. Rona mempercayakn urusan administrasi dan keuangan kepada Rista, Dan itu yang membuat Rista harus belajar banyak. Meskipun dia kuliah jurusan Akuntansi namun dia baru semester 3, itupun sedang cuti, BAnyak hal hal baru bagi Rista, yang ujung ujungnya membuat Rista stress dan serasa ingin menangis. Dan harus diketahui, Sikap Rona di kantor sangat berbeda dengan sikapnya di rumah. Kalau di rumah, Rona bisa begitu lebut dan perhatian, namun bila di kantor, sikap itu seolah hilang entah kemana. Rona di kantor adalah atasan Rista yang cuek, dingin dan profesional.


__ADS_2