Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 19 ( Dia.. Dia... Dia )


__ADS_3

Banyak yang bilang,obat hati adalah hati lagi, setelah dikecewakan Fahry, kemudian di sembuhkan Ahmad, dan di patahkan lagi oleh Ahmad, Rista jadi selektif untuk memilih lelaki. meski tidak trauma juga, namun dia lebih berhati hati dengan mahluk yang bernama lelaki.


liburan semester tinggal menghitung hari, tidak banyak yang Rista lakukan, hanya latihan futsal rutin bareng liliputh, persiapan semester baru dan sesekali jalan jalan. meski liburan ini cukup panjang, namun Rista tidak memilih pulang kampung, padahal rumah orangtuanya tidak terlalu jauh dari Bandung. Rista hanya akan kalau dia memang ingin pulang, selebihnya biasanya orang tuanya yang mengunjunginya di kostannya ataupun bertemu di rumah kakaknya.


Hari itu tak banyak aktifitas yang Rista lakukan, setelah dari pagi sampai siang latihan futsal, sore harinya Rista lebih memilih bersantai di kostan sambil membaca beberapa novel, dia sedang membaca ulang novel favoritnya saat remaja, Harry Potter. dan selama beberapa hari ini dia sudah menamatkan 2 buku harry potter.


udara sejuk di balkon kostan Rista menemani Rista membaca sore itu, sambil di temani kripik singkok manis pedas kesukaannya.


hpnya tiba tiba bergetar


one message from " Agi Informatika"


" Ta.... lagi apa?"


kening Rista berkerut, tumben Agi mengirim dia pesan.


" Lagi baca novel Gi, kenapa?" Rista menjawab pesan Agi.


" Ngga apa apa, lagi ngga ada kerjaan. terus tiba tiba kefikiran kamu " jawab Agi.


message dari Agi membuat Rista senyum sendiri, meskipun Rista ngga tau apa sebabnya


" Lho, kok kefikiran aku. kenapa?" Tanya Rista. dia menutup novel Harry Potternya dan fokus membalas chat Agi


" Ngga tau ya Ta, tiba tiba gitu heehhehehehe... kalo kamu ga sibuk dan ga keberatan, udah magrib jalan yuk " ajak Agi


Tumben banget Agi ngajak jalan, biasanya dia kalo ngajak jalan paling ngajak Ane, yang Emang satu kostan dengan Agi.


" Bareng Ane juga? " Tanya Rista penasaran


" Ngga, Ane kayanya lagi keluar sama cowonya" jawab Agi.


" Ohh gitu, boleh deh, nanti pas mau kesini kabarin aja ya Gi " Rista menjawab, sedikit kebingungan juga, membaca pesan Agi kalau ternyata Ane sudah punya pacar.


" Oke deh, see you Ta "


" See you Gi " balaa Rista sambil meletakan handphonenya di sebelahnya. dan kemudian meneruskan kembali membaca Harry Potternya.


***


Rista sudah selesai melakukan kewajibannya sebagai muslim, Shalat magrib, Handphonenya bergetar di atas meja, " pasti dari Agi " fikirnya, maun ternyata saat melihat lcd handphone nya ternyata Dede yang menelfon.


" Hallo Ta " Sapa Dede dari sebrang


" Iya De... " Jawab Rista,


" Ta, mau ikut jalan jalan ngga?" Tanya Dede


" eh jalan jalan? bareng liliputh? kok ngga ngabarin?" cecar Rista

__ADS_1


" Bukan, sama Rafa " jawab Dede


Rista kembali mengernyitkan kening seperti tadi sore, kok tumben Rafa ngajak Dede jalan jalan.


" Ohh Rafa, mau kemana? " tanya Rista lagi


" kayanya ke tempat Via magang, kan waktu itu Via ngga ikutan main bareng " Dede memberikan penjelasan, Via memang kebetulan magang di sebuah caffe di Dago Atas


" Ohh gitu, duhh sebenernya aku udah janjian sama Agi De, mau jalan jalan juga, tapi Agi belum bilang sih mau kemana " Rista memberikan penjelasan. Di sebrang sana, terdengar Dede berbicara dengan seseorang, memberitahu kan apa yang Rista ucapkan. berbarengan dengan itu ada message dari Agi, memberitahukan kalau dia sudah depan kostan. Rista pun berjalan ke pagar sambil terus berkomunikasi dengan Dede


" Ohh gitu Ta, yahh telat deh kita ngajaknya, Eh tapi kalau Agi ngga keberatan, nanti ajak ke tempat Via aja, aku juga ajak Tami sekalian"


" Ohh iya boleh deh, coba nanti aku tanya Agi mau atau ngga yah, tadi sih belum bilang mau kemana kemananya" Jawab Rista sambil membuka pagar dan mempersilahkan Agi masuk. Agi bertanya-tanya Rista sedang teleponan dengan siapa,kok bawa bawa nama dirinya.


" oke deh Ta, kita tunggu di sana ya" jawab Dede di telepon


" Oke De, see you " jawab Rista sambil menutup teleponnya dan beraloh ke Agi


" Siapa Ta? " Tanya Agi penasaran


" Itu Dede, lagi bareng Rafa, ngajakin kita ke tempatnya Via, sama Tami juga, tapi aku bilang, udah janjian mau jalan sama kamu"


" terus?" tanya Agi lagi


" Ya terus ku jawab, nanti aku tanya Agi dulu "


" Di Sky bistro yang di Dago pakar " jawab Rista sambil bersiap siap.


" Ohh di sana, kalau kamu mau yah Ayo aja, lebih rame juga mungkin kalau kita gabung"


" Okedeh kalau gitu, aku bilang ke Dede" jawab Rista sambil senyum. Diam diam hatinya senang dengan acara hang out dia malam itu.


Setelah memberi kabar ke Dede bahwa dia dan Agi setuju untuk hang out bareng, Rista dan Agi langsung meluncur menuju kawasan Dago pakar tempat Sky Bistro berada. Kawasan Dago atas memang sudah terkenal dengan pemandangan malamnya, kalau yang bawa pasangan, Sky Bistro adalah resto yang romantis untuk di jadikan tempat dinner.


Rista dan Agi sampai di Sky Bistro lebih cepat. Mungkin karena mereka menggunakan motor jadi mereka ngga terjebak macet, seperti Dede dan Rafa, setelah bertemu Via, mereka menempati sebuah area outdoor dengan pemandangan yang bagusss sekali. hamparan lampu berkelap kelip di hadapan mereka, meski udara cukup dingin namun tidak mengurangi keindahan pemandangan malam Sky Bistro malam itu.


Rista merapatkan tangannya, udaranya ternyata cukup dingin, meskipun dia sudah mebawa jaket,namun ternyata belum cukup untuk melawan rasa dingin. Agi yang melihat itu berinisiatif memberikan jaket yang di bawanya ke Rista, namun Rista menolaknya karena, takunya nanti malam tambah dingin, katanya. Tak berapa lama Dede,Rafa dan Tami tiba di tempat mereka. Via juga kebetulan telah selesai jam kerjanya dan kemudian bergabung dengan mereka.


Sky Bistro malam itu cukup ramai, meski bukan malam minggu, namun karena makanan dan pemandangan nya bagus, menjadikan Sky Bistro salah satu tempat yang ramai di kunjungi, baik oleh anak muda ataupun oleh wisatawan wisatawan yang sengaja datang ke Bandung. Spesial untuk malam itu Via memesankan Steak khas dari Sky bistro sebagai main course untuk makan malam mereka, sedangkan desertnya Via memilihkan big molten lava cake, yaitu sejenis cake yang ketika di belah coklat meleleh akan keluar dari cakenya.


Mereka semua menikmati makan malam itu, menu pilihan Via memang recommended, Rafa ngga menyesal mengajak liliputh hangout ke tempat Via. Selain itu dia juga senang jadi dekat dengan Liliputh. Liliputh, menjadi hiburan tersendiri bagi dia, mengingat hubungan dia dengan Marinda sedang ngga harmonis.


Agi melirik Rista malam itu, setiap melihat Rista tersenyum, hati Agi selalu merasa sakit dan bersalah,dia masih belum bisa move on,bahwa dialah yang dulu membuat Rista putus dengan Ahmad, meskipun sebetulnya bukan kesalahan Agi juga. Semakin lama memperhatikan Rista, Agi semakin sadar kalau ternyata Rista cantik, selain itu dia juga wanita yang cerdas dan mandiri. siapa yang menyangka kalau Rista adalah pemegang beasiswa 3 kali berturut turut, selain itu aktif juga futsal. Agi menepiskan fikiran yang aneh aneh di kepalanya, pokoknya Rista hanyalah mantannya Ahmad, teman baiknya.


Rafa yang menyadari perhatian Agi ke Rista juga dari sikap Agi yang berbeda antara ke Rista dan ke liliputh yang lain. seusai mereka makan, Rafa mengajak Agi sedikit menjauh dari Liliputh.


" Gi, keliling yuk , siapa tau nemu yang aneh " Ajak Rafa. Agi mengangguk mengiyakan, sementara para liliputh sedang asyik menikmati dessert mereka.


Rafa dan Agi berdiri di Balkon, dari balkon tersebut mereka dapat memperhatikan liliputh, Rafa menyalakan rokoknya

__ADS_1


" Gi, kenapa Ahmad putus sama Rista" Tanya Rafa tiba tiba. Agi terkejut, mengapa tiba tiba Rafa bertanya seperti itu. Agi pun mulai menyalakan rokoknya, pandangannya mengarah ke Rista.


" Kenapa gitu Fa" Tanya Agi sambil menghembuskan rokoknya


" Ngga apa apa Gi, aku aneh aja, ngga ada hujan ngga ada badai, mereka tiba tiba putus " jelas Rafa


" Aku juga ngga tau alesan sebenarnya Fa, meski aku dan Ahmad cukup deket, tapi ada beberapa hal yang jadi privasi Ahmad " Agi memberikan penjelasan


" Jujur Gi " desak Rafa


" Bener Fa, Ahmad hanya cerita kalau dia mau fokus ke bisnisnya, dan perasaannya ke Rista hanyalah sebatas kakak adik "


" Ohh... kasian Rista " ucap Rafa, sambil melihat Rista yang tengah asyik ketawa dengan teman temannya


" Aku juga kasian sama dia Fa, ngga tau kenapa aku merasa Rista seperti hanya korban " tambah Agi


" Korban? maksudnya"


" Iya, korban keegoisan Ahmad, sebelum putus dengan Rista Ahmad sempat cerita, kalau dia selain ingin fokus dengan usahanya dia juga sedang dekat dengan seseorang, tapi Ahmad ngga nyebutin itu siapa" Jelas Agi, Ekspresi Agi jelas memperlihatkan penasaran siapa sebetulnya orang di balik putusnya Ahmad dan Rista


Rafa menghela Nafas, jengah dengan penjelasan Agi, bila Ahmad ada di hadapannya sekarang, ingin rasanya dia memukul Ahmad.


" Ahmad bilang, kalau waktu dia jadian dengan Rista dia sedang tertarik pada seseorang, dia tadinya sudah ngga berharap lebih pada orang itu, namun ternyata setelah jadian dengan Rista, dia malah semakin dekat dengan perempuan itu " Agi memberikan penjelasan, itulah yang Ahmad katakan saat mereka di NomNom


Rafa menghela nafas, Ahh... sekarang dia benar benar kasihan pada Rista, dan betapa teganya Ahmad memperlakukan Rista seperti itu. Rafa melihat lagi ke arah Rista, memperhatikan betul betul seorang Rista, Ahh.. Rista itu manis, pintar, mengapa Ahmad tega melepaskannya demi wanita lain.


" Gi... " ucap Rafa berat


" Iya Fa... kenapa" tanya Agi sambil melirik ke arah Rafa


Rafa menghela nafas, matanya masih tertuju ke Rista. mungkin apa yang dilihatnya tempo hari adalah alasan putusnya Rista.


" Aku pernah lihat Ahmad dengan wanita " Ujar Rafa, Agi langsung menatap Rafa dengan terkejut


" Ahmad, sama cewe lain? dimana?" Tanya Agi penasaran, jantungnya berdegup, Ahmad bahkan belum pernah cerita akan hal itu


" Aku pernah lihat Ahmad dengan wanita lain di parkiran" Ujar Rafa lagi


" Maksud kamu? Ahmad selingkuh " tanya Agi tidak percaya


Rafa menatap Agi, kemudian melanjutkan kata katanya


" waktu itu tepatnya sebelum ujian semester, aku ngga sengaja ngeliat Ahmad ngebonceng wanita, Ahmad kebetulan parkir motor di parkiran motor kampus, aku,Rista dan Anwar lagi sarapan soto waktu itu, kebetulan sudah ambil kartu ujian " Rafa menjelaskan, kemudian menatap Agi, dimatanya tersirat rasa marah pada Ahmad, hari itu, di koridor akademik dia melihat Rista menunggu Ahmad, namun ternyata yang di tunggunya malah membonceng wanita lain, dan kemudian beralasan motornya mogok. cih... ingin sekali rasanya Rafa meludah melihat kelakuan Ahmad.


Agi menghela nafas, berarti hari itu saat dia mengambil motor Ahmad di parkiran kampus, Rafa sudah melihat Ahmad dengan wanita lain, dan pada dirinya Ahmad bilang kalau dia ada janji dengan seseorang, apa mungkin wanita itu yang ditemui Ahmad, wanita yang sama dengan yang Rafa lihat di parkiran kampus.


" Mungkin sebetulnya yang menjadi alasan Ahmad putus dengan Rista, adalah wanita itu " ucap Rafa, dan hatinya kesal mengingat kejadian di kampus tempo hari, saat dia melihat seorang wanita yang turun dari motor Ahmad, dan Rista pasti akan semakin kecewa kalau tau siapa wanita itu sebenarnya.


Baik Agi maupun Rafa sepertinya menemukan benang merah penyebab putusnya Ahmad dan Rista, mereka dapat menebak bahwa bukan semata mata karena Ahmad ingin fokus dengan bisnisnya, namun karena ada orang lain pula di hatinya.

__ADS_1


__ADS_2