
" Ada agenda lagi?" Tanya Agi sambil menyeruput teh hangatnya
" Belum" Jawab Rista sambil mengutak atik laptop nya, dia sedang mengawasi kantornya di Jakarta " kamu ga enak badan ya? " selidik Rista lagi
Agi menggeleng, meski sebenarnya dia merasa keringat dingin keluar dari pori2 kulitnya.
" Ayo pulang" Ujar Rista sambil menutup laptopnya, dia tau Agi berbohong. Agi kemudian mengekor Rista dari belakang.
Agi merasa mual dan pusing begitu dia menyalakan mobil dan duduk di belakang kemudi. Rista sudah tidak bisa di bohongi lagi. Rista meraba kening Agi.
" Kamu samit Gi?" Tanya Rista panik, dia merasa panas saat meraba kening Agi
" Aku ga apa apa Ta, demam dikit doang,kecapean " Ujar Agi sambil mulai menyalakan mobilnya dan siap untuk mengeluarkan mobil dari parkiran
" Stop Gi , aku aja yang nyetir" Ujar Rista sambil mencekal tangan Agi, kemudian keluar dari mobil dan menyuruh Agi bertukar tempat. Agi hanya bisa menuruti perkataan Rista. dia juga menyadari kalau dia ngga mungkin nyetir. perutnya masih terasa mual dan pusing.
Rista fokus menyetir sambil sesekali melihat ke arah Agi, dilihatnya Agi menyandarkan kepalanya sambil memejamkan mata dengan wajah pucat. baru kali ini Rista melihat Agi sakit. Ada rasa khawatirnya di hatinya.
Begitu sampaj di hotel,Rista langsung memapah Agi menuju kamarnya. Rista bisa merasakan panas badan Agi. Dianlangaung merebahkan bada Agi di atas tempat tidur. Namun tak berapa lama Agi langsung berlari lagi menuju kamar mandi. Dia kembali memuntahkan isi perutnya.
" Gi... Gi... kamu kenapa?" Tanya Rista cemas sambil mengetuk pintu kamar mandi.
tidak ada jawaban, hanya terdengar suara Agi yang sedang muntah dari dalam
__ADS_1
" Gi... buka pintunya Gi " Ujar Ristablagi, dia semakin cemas
ckleekk...
Agi membuka pintu kamar mandi. wajahnya pucat.
" Aku ga apa apa Ta" Ujar Agi sambil terhuyung. Beruntung Rista langsung menangkapnya dan memapah Agi kembali menuju tempat tidur.
" Kamu demam Gi, badan kamu panas banget" Ujar Rista sambil meraba kening Agi. Agi tersenyum melihat tingkah Rista
" Kamu bisa khawatir juga ternyata" Ujar angi sambil terkekeh. Rista mencubit lembut lengan Agi.
" Jelek... kamu demam, kita ke dokter yah" Ajak Rista
" Tunggu sebentar, aku buatin teh" Ujar Rista sambil beranjak ke mini kitchen kamar Agi dan kembali dengan secangkir teh hangat.
Angi meminum teh itu, perutnya terasa hangat. gara gara muntah terus menerus setisp makan, Agi merasa badannya lemas sekali, bahkan untuk bangun saja dia berasa sulit, belum lagi kepalanya maaih terasa pusing. Rista disebelahnya mulai mengompres keningnya dengan handuk kecil yang di sediakan pihak hotel.
" Ta, kamu istirahat" Ujar Agi lemah
" Kamu yang harusnya istirahat, udah jangan banyak ngomong " Ujar Rista sambil duduk di sebelah Agi. Agi memejamkan matanya, handuk kompresnya terasa nyaman di keningnya yang panas. dalam hati Agi tersenyum. Rista ternyata begitu peduli padanya.
Sampai dengan sore hari Rista dengan telaten mengompres kening Agi. Namun demamnya tak kunjung mereda. dan itu yang membuat Rista khawatir. Sepertinya Agi bukan kelelahan. Rista kemudian mencari kontak dokter yang dapat di panggil ke hotel. Dia kemudian teringat dokter Reza. Dokter yang dulu merawatnya saat sakit. dia kemudian menghubungi dokter Reza, dan memintanya untuk memeriksa Agi di hotel.
__ADS_1
" Ta... " panggil Agi lemah, wajahnya benar benar pucat. Rista sampai tidak tega melihatnya
" Ya Gi, sebentar lagi dokter dateng, sabar ya " Ujar Rista sambil mengusap tangan Agi
" kenapa manggil dokter Ta, aku ngga apa apa"
Rista menggeleng mendengat jawaban Agi. kemudian berkata " Aku khawatir, dari tadi kamu muntah setiap selesai makan, demam kamu juga ngga turun turun. kali ini kamu harus nurut sama Aku"
Agi hanya memejamkan mata mendengar jawaban Rista. dia juga sadar, mungkin ini memang bukan hanya sekedar masuk angin. Tak berapa lama dokter Reza datang. Dia langsung memeriksa keadaan Agi. melihat kondisi Agi yang sudah kehilangan banyak cairan, dokter Reza memutuskan untuk memberi infus. dia juga menuliskan resep obat untuk Agi.
" Kalau sampai besok pagi demamnya belum turun, kabari saya lagi ya, atau bawa langsung ke rumah sakit" ujar donter Reza sambil membereskan peralatannya.
" baik dok, maaf ya jadi merepotkan,dokter harus ke sini" ujar Rista
" Ngga apa apa Ta, kita kan harus saling bantu. kabari saya kalau ada apa apa ya"
" Siap dok, semoga ngga ada apa apa"
Dokter Reza mengangguk, kemudian berpanitan pada Rista dan Agi. Dia juga meminta Rista untuk cepat menebus resepnya.
" Aku khawatir Gi" ujar Rista sambil duduk di sebelah Agi. Agi tersenyum simpul. meski sedang sakit,jauh di dalam hatinya dia bahagia. Rista begitu perhatian padanya.
" Aku bakalan cepet sembuh Ta. Kan udah janji mau kulineran " Jawab Agi sambil meraih tangan Rista.
__ADS_1