
Agi terus berada di samping Rista.Tangannya menggenggam lembut jemari Rista. Rista sudah sadar hanya matanya masih terpejam, dia masih merasakan kepalanya berdenyut denyut dan nafasnya terasa panas. agi berkali kali mengusap kening Rista dengan handuk kecil saat bulir bulir keringat keluar.
" Maafin sikap aku Ta, aku khawatir sekali sama kamu. Aku bingung, aku takut kamu kenapa kenapa, aku khawatir ada orang jahatin kamu " Ujar Agi sambil menggenggap tangan Rista dan menciumnya.
Mata Rista terpejam, namun tidak dengan pendengarannya. dia bisa jelas mendengar yang di ucapkan Agi barusan. Namun Rista tidak mengerti dengan ucapan Agi yang berkata takut ada yang menjahati Rista. Rista berfikir mungkin itu kekhawatiran Agi yang berlebihan. Namun Rista belum menyadari, bahwa yang Agi ucapkan benar adanya. Seseorang tengah merencanakan sesuatu untuk Rista.
Sudah lewat beberapa jam sejak Agi membawa Rista ke rumahnya, Agi melirik arloji di tangan kirinya.
" Ahh sudah tengah malam " gumannya sambil berdiri dan mengeliat, dilihatnya Rista sudah terlelap, demamnya pun sudah sedikit mereda. Agi kemudian mengecup kening Rista dan beranjak keluar kamar. Lelah sekali rasanya hari itu. Agi beranjak ke kamarnya, dia membaringkan badannya di kasur kesayangannya, matanya menatap langit langit. Agi masih kebingungan mengapa orang misterius itu memilih mengirim pesan pesan ancaman tentang Rista ke handphonenya, Agi yakin itu pasti ulah seseorang yang mengenal Rista dan dirinya. Namun siapa?
Ahhh...
Agi menghela nafas, besok sajalah dia sekidiki lagi, matanyanya sudah berat malam ini. Namun seetidaknya malam ini dia tenang, Rista ada di dekatnya.
***
Keesokan harinya
Agi mengecek apakah Rista sudah bangun atau belum, namun dilihatnya Rista tidak ada di tempat tidurnya. tempat tidurnya bahkan sudah rapi. Agi panik kemudian mencari Mbok Yum dan mamanya.
" Mbok... " Teriak Agi panik " Itu Rista kemana Mbok?" Tanya Agi pada Mbok Yum yang sedang beres beres di dapur
" Oh temen Den Agi, ada kok Den. tadi si mbok ketemu pas lagi beres beres ruang tamu "
" Ngga ada mbok ..." Jelas Agi lagi
" Kamu cari Rista ?" Tanya Mamanya Agi
" Iya Mah, kemana Rista. ko Agi ke kamar tamu ngga ada" Agi khawatir Rista sudah pulang
__ADS_1
Mamanya kemudian menyodorkan segelas air putih ke tangan Agi dan langsung di minumnya. Kebiasaan yang sering di lupakannya kalau bangun tidur. Minum air putih.
" Duh.. panik banget Rista-nya ngga ada " kali ini Ayahnya Agi yang ikutan nimbrung. mereka semua berkumpul di meja makan dekat dapur dan bersiap untuk sarapan bersama.
" Papah tuh ya, dia kan lagi sakit" ujar Agi cema
" Rista ada kok Gie, malah dari subuh udah bangun dan sholat. mungkin lagi mandi " ujar mama Agi
mendengar penjelasan ibunya Agi langsung kembali ke kamar tamu, kali ini dia mengetuk pintunya terlebih dahulu. Takutnya Rista sedang mandi atau ganti baju seperti yang di katakan ibunya.
tok... tok.. tok...
" Ta.. udah bangun"
" Ya Gi, bentar.." terdengar suara dari dalam
" Udah baikan?" Tanya Agi lembut. Rista mengangguk
" Kamu, pake baju siapa?" Tanya Agi lagi, dilihatnya Rista mengenakan sebuah tank top di tutupi cardigan dan rok plisket
" Oh.. ini tadi mamah kamu ngasihin baju ini, terus aku di suruh ganti baju" jelas Rista. Agi hanaa ber Ooo mendengar penjelasan Rista. ternyata Ibunya sudah meminjamkan baju untuk Rista.
" Gi, ayo ajak Rista sarapan" teriak mamanya dari ruang makan
" Iya Ma... sebentar " jawab Agi.
Agi kemudian mengamit tangan Rista menuju ruang makan. Rista tersenyum melihat perlakuan Agi. Selama ini Agi selalu bersikap manis padanya, dan kejadian semalam kali pertamanya Agi berbicara dengan Rista dengan nada tinggi. Rista mengulum senyumnya, selama ini mungkin dia selalu melewatkan perasaan Agi dan selalu mengedepankan perasaannya ke Rafa.
Agi menarik kursi makan untuk Rista. kedua orang tuanya yang melihat itu perilaku Agi kepada Rista kemudian tersenyum. Ini kalipertamanya mereka meihat Agi begitu lembut kepada perempuan lain.
__ADS_1
" Gimana udah baikan?" Tanya ibunya Agi
" Alhamdulillah tante, maaf ya saya jadi ngerepotin " ujar Rista malu malu
" Ngga kok, santai aja" jawab mamanya Agi sambil tersenyum
" Ayo sarapan yuk, Ayo Rista, jangan malu malu, anggap aja rumah sendiri " ujar Ayah Agi, tak kalah ramah.
" Nih Ta.. " Agikemudian menyodorkan roti yang sudah di olesi selai coklat dan segelas susu vanila
" Makasih Gi"
lagi lagi orang tua Agi tersenyum melihat perilaku anaknya. Kini merekayakin, Agi seratus persen menyimpan perasaan pada Rista.
"Jadi, kalian mulai kapan pacarannya?" Tanya ayah Agi tiba tiba
" Uhuukk..." Agi tiba tiba tersedak mendengar pertanyaan Ayahnya, buru buru dia meminum jus jeruk di depannya
" Papah..." Ujar Agi kaget. Rista hanya bengong mendengar pertanyaan Ayah Agi. Sedangkan ibunya Agi hanya tersenyum mendengar pertanyaan suaminya itu.
" Papah apaan sih.." Ujar Agi lagi
" Saya, cuma temennya Agi Om.." Jawab Rista malu malu sambil menundukan kepala
" Ohhh temen... " ucap Ayah Agi jahil
" Tuh kan papah, Ristanya jadi malu : Ujar Agi sambil menatap ke arah Rista. Sedangkan pipi Rista memerah karena malu di tanya seperti itu.
" Papah nih ah. sudah terusin lagi sayang sarapannya " Ujar Ibunya Agi sambil menyentuh lembut tangan Rista di hadapannya. Rista tersenyum kemudian melanjutkan sarapannya.
__ADS_1