Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 11 ( Minggu Tenang part 4 - End)


__ADS_3

Agi memasuki NomNom eatery, tempat dia janjian dengan Ahmad, tadi Ahmad telah memberi tahu dia ada di lantai 2 sedang makan, makan Agi pun menuju ke lt. 2.


Dilihatnya Ahmad sedang duduk di sofa menghadap jendela.


" Ini kartu ujiannya " kata Agi sambil duduk depan Ahmad. dia juga meletakan kunci motor Ahmad.


" Mau minum apa Gi?" tanya Ahmad sambil melambaikan tangannya ke arah pelayan.


" Apa aja deh yang seger, Bandung udah mulai panas " jawab Agi sambil mengibas ngibaskan tangannya, padahal ruangan itu cukup besar dan jendela jendela terbuka.


" Mbak, saya nambah pesanan ya, saya mau ice coffe latte satu, kamu mau apa Gi?"


" hhmmmm.... strawberry juice with vanilla ice cream " jawab Agi, dia melihat gambar menubtersebut di figura di dinding nomnom eatery.


Setelah mencatan pesanan tambahan, pelayan tersebut mohon diri.


" Tadi aku liat Rista di kampus" ujar Agi sambil mengeluarkan rokoknya


" Oh ya, ketemu ? " Tanya Ahmad penasaran


" Ngga, aku liat dia pas ambil motor di parkiran"


" Ohh... terus.. " Ahmad bersyukur Agi ngga ketemu Rista dan ngga tau cerita Ahmad bohong masalah motor mogok


" Rista bareng Raffa dan Anwar tadi, di tempat soto" jelas Agi sambil menghisap rokoknya. pesanan minumannya sudah tiba.


" terus " tanya Ahmad penasaran


" Aku ngga nyamperin mereka, mereka kayanya lagi ngobrol sambil sarapan bareng, kayanya Rista akrab sama Raffa dan Anwar" Ujar Agi, dia menceritakan apa yang di lihatnya dari parkiran motor


" Mereka kayanya memang akrab, waktu kuliah bareng pun, Raffa duduk di sebelah Dede dan Rista" Jelas Ahmad


" Terus kamu ngga cemburu?" tanya Agi, bukankah sebagai pacar, seharusnya Ahmad cemburu melihat Rista akrab dengan teman sekelasnya. Namun tampaknya Ahmad tenang tenang saja.


" Aku harus cemburu gimana Gi? mereka ngga ngapa ngapain, tadi pagi mungkin juga kebetulan mereka barengan, Rista katanya baru dari akademik, ngurusin kartu ujian" jelas Ahmad

__ADS_1


" Iya sih, aku juga ngga tau tadi mereka ngobrolin apa " Agi menjawab sambil menikmati minumannya.


Apa yang dilihat Agi tadi, sebetulnya menggelitik hati Ahmad, sebaiknya Ahmad memang secepatnya ngobrol dengan Rista. Ahh.. tapi Rista kan baik banget, darimana Ahmad harus mulai ngobrol dan menjelaskannya.


" Gimana tadi ketemu temennya? lancar?" tanya Agi ganti topik


" Lancar, semoga progres ya nanti membaik " ungkap Ahmad penuh harap


" Terus masalah kuliah gimana?" Tanya Agi lagi


" Belum tau Gi,aku lebih semangat ngerjain kerjaan" curhat Ahmad


" Emang kalo udah kenal uang susah sih ya hehehhe " sambung Agi sambil merokok


" ahahahha ya gitulah, dan orang yang aku temuin tadi ngedukung bisnis aku " jelas Ahmad


" Oh pantesan segitu ngebelainnya " jawab Agi.


Ahmad tersenyum, bagaimana perempuan tadi tidak mendukung coba, kebutuhan salon, perawatan, belum baju baju yang Ahmad belikan itu semua di dapat dari usahanya, meskipun dia tau perempuan itu juga tulus padanya.


" Kayanya itu lebih baik Mad" Ujar Agi


" Aku mau lebih fokus ke usaha aku, tapi ada yang bikin aku ga enak " Ahmad melanjutkan curhatnya


" masalahnya?"


" Rista... " Ahmad menyebutkan nama pacarnya.


Agi mengernyitkan dahi mendengar nama Rista disebutkan jadi Alasan. Kemudian cerita mengalir begitu saja dari Ahmad. Tentang baiknya Rista, Rista yang baik, perhatian dan sangat mendukung kuliahnya selesai, hampir sama dengan yang ibunya inginkan. Rista yang penurut dengan keinginan Ahmad, Rista yang membantunya membereskan masalah masalah kuliahnya yang berantakan. Bagaimana Ahmad menjelaskan pada Rista bahwa sebenarnya hati nya bukan di kampus lagi. Ahmad pun melihat bagaimana usaha Rista mencintainya. Rista yang sedikit demi sedikit berusaha berubah jadi sesuai keinginan Ahmad. Bagaimana Ahmad tega menyebutkan itu semua pada Rista. Namun Ahmad juga tidak dapat terus memaksakan hatinya, semakin menjadi beban baginya bila terus berbohong, kasian juga Rista harus selalu menyelesaikan masalah masalah kuliahnya Ahmad. Bagaimana pula Ahmad tega menghancurkan hati Rista, sementara dulu dia tau bagaimana Rista menata hatinya. Betapa rapuhnya Rista dulu saat pertama mereka bertemu. Haruskah Ahmad mengahancurkan hati Rista? tak adakah cara yang halus untuk itu. Dan sekarang malah semakin di perparah dengan Ahmad yang ternyata terpikat dengan wanita lain, wanita yang secara fisik sesuai dengan tipe Ahmad, wanita yang mendukung usahanya. Wanita yang juga hampir sama baiknya dengan Rista. Dan wanita itu setia menunggu, bersabar dengan Ahmad dan yakin Ahmad akan bersamanya dan membereskan segala sesuatu yang berhubungan dengan Rista.


" Aku harus gimana Gi?" Ahmad menghela nafasnya


"Harus ngomong lah " Jelas Agi. Dia tak menyangka ternyata itulah alasan di balik kuliahnya yang berantakan.


" Harus nyakitin Rista?"

__ADS_1


" kenapa harus bermain api kalau ngga mau kebakaran" Kata Agi lagi, dia menyeruput minumannya yang hampir habis.


" Harusnya aku jelasin ke Rista ya Gi, aku seperti apa"


" Iya, dan harusnya kamu ngga jalan dulu sama cewe itu, emang cewe itu siapa sih " Agi penasaran


" Ada lah, dia baik, cantik, jago masak " jelas Ahmad " Dia tipe aku, sebenernya udah dari dulu aku incer dia, sebelum aku sama Rista"


" Lah terus kenapa malah jadiannya sama Rista "


" Karena dia susah aku deketin,dan ternyata setelah sama Rista aku malah jadi deket sama dia "


Agi menggeleng geleng kepala, berarti selama ini Rista hanyalah pelampiasan saja. kasian juga Rista, setelah beberapa bulan lalu patah hati sama mantannya, sekarang akan patah hati oleh Ahmad.


" better you tell her as soon as possible " ujar Agi


" iya Gi, Semoga bisa cepet dan bisa tega akunya " ujar Ahmad sambil menghabiskan minumannya.


" balik yuk " Ajak Ahmad


" Ayo " jawab Agi mengiyakan.


mereka kemudian beranjak dari tempat itu, selesai membayar bill mereka di kasir Ahmad dan Agi berjalan menuju parkiran.


" Semoga tadi Rista ngga liat kalau aku bawa motor kamu " Ujar Agi sambil menyerahkan kunci motor, yang sebenernya udah tadi dia letakan di meja, namun tak di ambil Ahmad.


" Ya semoga, tapi kamu yakin kan tadi Rista lagi ngobrol seru sama Raffa " Ujar Ahmad sambil mulai menyalakan motornya


" Iya, tadi mereka ngobrol asyik kok, semoga aja ngga liat, tadi sih ngga nengok nengok ke arah parkiran "


" Rista juga sekarang makin akrab keliatannya sama Raffa, mungkin ngga mereka ada hubungan?" Ahmad agak curiga


" Hush, ga usah aneh aneh, Rista kayanya ngga kaya gitu. yang jelas jelas ada fair sama orang lain tuh kamu " ujar Agi


" Ya.. siapa tau, jadi aku kan ga ngerasa bersalah banget " kata Ahmad

__ADS_1


" yang namanya nyakitin mah sama aja, udah Ah anterin aku balik " Ujar Agi sambil naik ke motor Ahmad. Mereka berdua kemudian melaju menuju kostan Agi di daerah Pahlawan.


__ADS_2