Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 63 ( Kekacauan di Artemis )


__ADS_3

Rafa masih menggenaggam jemari Rista.


"harusnya, kamu tahu perasaan aku Ta" ujar Rafa


" Maksud nya?"


" perasaan aku ke kamu, sama seperti perasaan kamu ke aku"


Deg ...


Jantung Rista seolah berhenti berdetak. apa dia tidak salah mendengar, Rafa memiliki perasaan yang sama seperti dia.


" Aku sayang kamu Ta"


Rista menatap Rafa tidak percaya.


tiba tiba ...


buuggh...


"Aaw.... " Jerit Rafa. Seseorang telah melayangkan pukulnya tepat ke mulut Rafa.


Rista terkejut, begitu juga orang orang di sekitar mereka, semua tampak terkejut dengan kedatangan seseorang yang kemudian langsung memukul Rafa.


" Kak Rona... " ujar Rista


" Lo.... lo udah gue peringatin untuk jauhin Rista" Ujar Rona penuh emosi, sekarang tangannya mencengkram kuat kerah baju Rafa " Kenapa Lo ga peduliin omingan Gue?"

__ADS_1


" Kak Rona..." Ujar Rafa terbata


" apa kurang jelas omongan gue waktu di rumah sakit? Jangan pernah sakitin Ri" Ujar Rona berapi api. Rista masih shock dengan kedatangan Rona yang tiba tiba. di Artemis, beberapa orang tampak memvideo kejadian tersebut


" Kak Rona, sudah kaa .." Ujar Rista sambil menarik lengan baju kakaknya itu. Rista bingung,ketakutan dia jarang melihat kakaknya seemosi itu.


" Dia seharusnya sadar diri Ri" Ujar Rona pada Rista yang masih berdiri di sebelah.


" Lo mau Rista di anggap perebut tunangan orang Hah?" Tanya Rona pada Rafa, Muka Rona sudah jelas merah padam menahan emosi, tanyannkirinya terkepal.


" Ma... af Kak, aku ga maksud...be..." unar Rafa terbata,


buk...


satu pukulan mendarat di pipi mulus Rafa. Rista menjerit melihat kakaknya seperti itu.


" Kak Rona sudah.. kak,ayo pergii kak " Ujar Rista terisak, dia sudah tidak kuat lagi, sakit hati, kaget juga malu karena orang orang di sekitar mereka berbisik bisik dan terus memvideokan mereka.


breett...


Rona menarik paksa kalung Rista dan melemparkannya ke Rafa


" mulai sekarang Rista ngga perlu menyimpan apapun lagi tentang Lo" Ujar Rafa lagi. kemudian keduanya berlalu meninggalkan Rafa yang tersungkur di lantai.


Rista masih terisak, tangisnya tidak bisa berhenti, sakit sekali rasanya.Dia juga bingung harus berbuat apa. Disaat dia tahu seperti apa perasaan Rafa, saat itupula justru dia sadar tak bisa bersama Rafa.


" masuk mobil" ujar Rona tegas begitu mereka sampai ke parkiran. beberapa saat kemudian Rona menyusul. tangannya keras mencengkram kemudi. Di sebelahnya adik yang begiti di sayanginya masih terisak.

__ADS_1


" Kakak sudah memperingatkanmu Ri" ujar Rona,nadanya masih terdengar kesal.


" Apa yang salah dengan pertemanan Ri dan Rafa kak?" tanya Rista,dia bahkan tidak berhubungan apapun dengan Rafa.


" Apa yang salah?kamu masih belum sadar?" Kini Rona emosi dengan adiknya itu.


" Dia sudah bertunangan Ri... TUNANGAN" ujar Rona lagi


" Tapi aku ga minta dia putus dari tunangannya kak" Ujang Rista sambil balas menatap Rona


" Ri, Kakak ga mau kamu di cap sebagai perebut laki orang. Dia tunangan marinda. harusnya kamu sadar" unar Rona lagi. nadanya kini sudah kelas meninggi


" Tapi Ri ga ada hubungan apa apa kak,kami hanya berteman"


" Iya hanya berteman, berteman tapi sama sama punya perasaan, kamu mencintai dia dan dia mencintai kamu"


Rista terdiam mendengar jawaban Rona.


" Kamu boleh berhubungan dengan Rafa, asalkan dia sudah tidak memiliki hubungan dengan orang lain. Sadar dong Ri, kalau dia benar benar mencintai kamu, memilih kamu. Dari dulu dia akan meninggalkan Marinda. baru kemudian mendekati kamu, bukan seperti sekarang. Mereka bahkan berencana untuk mengumumkan pertunangannya ke media. Kamu ngga sadar akan hal itu" ujar Rona panjang lebar. di tatapnya kini lekat lekat wajah adiknya itu.


Rista menunduk, dia tidak menjawab. apa yang di ucapkan Rona sepenuhnya benar. Rista salah, Rafa juga salah. perasaan mereka seharusnya tidak tumbuh.


" Maafkin Ri kak " Ujsr Rista sambil tertunduk.


Rona tersentuh dengan ucapan adiknya, dia begitu menyayangi Rista, sehingga apapun Rona akan memilihkan yang terbaik.


" Aku ngga mau kamu terluka dan kena masalah Ri. percayalah kakak,agi, teman teman mu,mami dan papi begitu menyayangi kamu. kami semua peduli. kami ngga mau kamu kena masalah" ujar Rona sambil membelai lembut kepala adiknya.

__ADS_1


" Maafin Ri kak.. " ujar Rista sambil terisak memeluk tangan Rona.


" Sudahlah, ayo kita pulang" Ujar Rona sambil mulai mengeluarkan mobilnya dari parkiran Artemis. Sedangkan mobil Rista nanti akan di ambil oleh supir kantornya.


__ADS_2