Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 21 ( The Guardian )


__ADS_3

Beberapa orang tampak segera membantu mengangkat motor Agi yang menimpa badan Rista, Agi sendiri belum tahu kalau Rista kecelakaan, jarak mereka memang cukup jauh, namun sudah sekitar 5 menit Rista belum kembali.


Agi melirik jam tangannya, setelah membayar kopinya dia berjalan ke arah kecelakaan menyusuri trotoar Dago Resort, namun dia sama sekali belum menyadari agak jauh di ujung jalan beberapa orang sedang menolong orang yang Agi pedulikan. Rista.


" Ya Allah, kamu liat yang jatuh dari motor barusan,kasian banget ya, mana ngga pake helm " Ujar 2 orang lelaki yang berpapasan dengan Agi


" Iya, mana perempuan lagi " jawab lelaki satunya lagi


" Kayanya lagi belajar motor mungkin ya, kata yang di sekitar situ udah beberapa kali bolak balik"


" iya kayanya" jawab satunya lagi mereka masih terus berjalan sambil ngobrol


Agi yang sedang berjalan terhenti mendengat percakapan sekilas dari dua orang tersebut, feelingnya mengatakan bahwa itu Rista. Dia mengedarkan pandangan jauh kedepan, benar ternyata ada beberapa orang berkerumun sekitar 100 meter di depan Agi. Agi bergegas menghampiri mereka. Sesampainya di sana Agi sudah melihat motornya sudah terparkir, spion sebelah kirinya lepas dan beberapa bagian lecet, namun bukan itu yang menjadi fokusnya. Agi juga melihat beberapa tetesan darah di aspal dan jelas sekali bekas Rista terseret.


" Permisi... " ujar Agi pada orang orang yang berkerumun, orang orang itu mengelilingi Rista yang di baringkan di atas dipan di warung dekat situ. Agi menutup mulutnya begitu melihat Rista, Ya Tuhan..... bagaimana ini bisa terjadi ....


Agi melihat Rista belum sadarkan diri, celana jeansnya sudah robek, begitu juga dengan sweater yang di gunakannya, dan.. ya ampun ... yang membuat Agi paling khawatir, mulut Rista berdarah.


" Ini teman saya " ujar Agi pada orang orang di sana, dia langsung menghampiri Rista, mencoba membangunkannya namun nihil.


" Mas, mau di panggilkan ambulans?" tanya seseorang


" Ohh iya boleh boleh Mas, terimakasih" jawab Agi panik. dia sendiri masih memegangi Rista, dia mencoba menebak bagian mana saja yang luka... Ahh ..... Agi merutuki dalam hati dia bukan dokter.

__ADS_1


Agi mengambil handphone di sakunya, Dia harus menelepon seseorang.


" Hallo.. " sapa seseorang di sebrang telepon


" Hallo.... Fa, Rista kecelakaan " ucap Agi, Rafa terdiam, handphone di tangannya hampir saja jatuh bila dia tak cepat cepat sadar "Halo Fa..."


" Innalilahi... Dimana Gi? gimana keadaannya sekarang ?" Rafa mulai panik


" aku lagi nunggu ambulans, aku mau bawa Rista ke rumah sakit " ujar Agi lagi, dia menyebutkan sebuah rumah sakit terdekat dari Dago Resort.


" Aku kesana sekarang " jawab Rafa sambil menutup teleponnya dan mengambil kunci motornya, dia tau kalau menggunakan mobil akan butuh waktu lama.


Agi mecoba mebuka mulut Rista, cukup banyak darah yang keluar,mengusapkan beberapa lembar tisue agar darah tidak terus mengalir, kemudian dia melihat ke arah kaki Rista, dia melihat robekan cukup besardi bagian lutut, pasti di pakai Rista untuk menahan saat jatuh ujar Agi. Agi kemudian menggunting celana Rista,memastikan tidak ada luka terbuka yang harus segera diobati, Agi melihat bagian lutut Rista, dia menghela nafas sedih. Agi juga menggunting tangan sweater Rista sebelah kiri, berdasarkan cerita tadi Rista jatuh ke sebelah kiri, jadi besar kemungkinan luka pun akan bayak di sebelah kiri. Agi melihat punggung tangan Rista mengeluarkan darah, sepertinya karena bergesekan dengan Aspal. Ahh sungguh Agi tak kuasa melihat itu. Tak berapa lama, ambulans sudah datang, para petugas dengan sigap melihat kondisi Rista kemudian bergegas menuju ke Rumah Sakit. Agi sendiri langsung membawa motornya bersamanya, mengikuti Ambulans Rista dari belakang. Selama perjalanan Agi tak berhenti berdoa, semoga hal buruk tidak terjadi pada Rista.


Agi duduk sambil menyatukan dua tangannya, matanya terpejam, berdoa apapun yang terbajk buat Rista, di dalam, Rista sedang di tangani di ruang IGD, Agi telah menjelaskan pada dokter yang menangani, keadaan Rista saat kecelakaan.


" Gi... gimana Rista?" tanya Rafa, dia tergopoh gopoh menghampiri Agi


" Rista lagi diobatin " Jawab Agi sedih, Rafa merangkul pundak Agi " Kok bisa Rista sampai kecelakaan"


" Sore tadi Rista minta di ajarin motor" jawab Agi, kemudian dia menjelaskan kronologi kejadian sore itu di dago Resort.


" Aku sendiri ngga ngeliat gimana Rista bisa jatuh karena posisinya Aku memang agak jauh dan Rista sedang berlatih sendiri, tapi kata orang orang di sekitar Rista mungkin karena pengaruh kerikil kerikil kecil di aspal juga, karena aspal di sana baru di betulin " Agi memberikan penjelasan

__ADS_1


Rafa menghela nafas, dia percaya Agi ngga mungkin bohong. Rafa hanya berharap Rista segera Siuman dan semoga tidak terjadi sesuatu yang buruk.


" Aku khawatir Fa "Ujar Agi, jelas sekali nada cemas terdengar dari ucapannya " Seandainya aku ngga ngizinin Rista belajar motor tadi " Agi menutupi mukanya dengan kedua tangannya


" Ya sudah Gi, mau gimana lagi, kecelakaan udah terjadi, kita ngga bisa gimana gimana, sama Kaya kamu,aku juga khawatir dengan Rista, semoga Rista ngga kenapa kenapa " hibur Rafa. sejujurnya dalam hatinya Rafa sangat khawatir, Rafa sadar akan perasaannya ke Rista. bahkan akhirnya saat itu dia sadar, pesaannya ke Rista lebih dari perasaannya ke Marinda.


Setelah sekitar 2 jam, dokter yang menangani Rista keluar dan menghampiri mereka


" apakah ada pihak keluarga dari saudara Rista?" tanya dokter tersebut, Dokter Reza namanya


Rafa dan Agi langsung berdiri, keduanya menghampiri doker tersebut.


" Gimana keadaan Rista dok?" Tanya Rafa cemas


" mari kita kedepan mas " ujar dokter tersebut lagi. mereka kemudian menuju meja IGD.


dokter Reza tampak memperlihatkan beberapa berkas, salahsatunya hasil rotgen kaki dan tangan Rista


" Sejauh ini, inilah keadaan Rista. Tempurung lututnya bergeser, dibagian kaki hanya luka ini saja dan luka memar, di tangan kirinya seperti yang bisa di lihat tadi, luka terbuka di punggung tangan dan ada retak di sikutnya juga bahunya bergeser, kemungkinan ini akibat benturan" dokter Reza menghela nafas kemudian menjelaskan lagi " lalu tadi mulutnya sempat mengeluarkan darah, karena kemungkinan besar bagian mulut sempat berbenturan dengan aspal, ada 2 gigi yang patah juga sedikit bergeser rahangnya, kami sudah melalukan scan panoramic pada rahang dan giginya, dan harus melakukan perawatan syaraf karena ada beberapa syaraf gigi depan yang kena"


hati Agi dan Rafa sakit mendengar penjelasan dokter Reza, Ahh.. Rista.. mengapa sampai seperti ini, bahkan Agi rela bila Tuhan menukar tempatnya dengan Rista, biar Agi saja yang mengalami kecelakaan itu.


" Lakukan pengobatan terbaik bagi Rista dok, berapapun biayanya, kami tidak masalah" ujar Rafa, dia rela mengupayakan apapun dan biayanya berapapun asal Rista kembali pulih

__ADS_1


" Terimakasih mas,kami akan mengupayakan yang terbaik, baiklah kalau begitu, Rista sudah bisa di kunjungi mas" ujar dokter Reza lagi, kemudian dia pamit untuk melihat pasien yang lain.


__ADS_2