
Sepulangnya liliputh Agi mengajak Rista ngobrol di taman belakang, suasana sore di taman belakang memang menyejukan, di temani gemericik air kolam. Rista juga sudah berganti pakaian, sementara Agi sedang menunaikan Shalat Ashar di mushala rumah Rista. Tak lama kemudian dia menghampiri Rista sambil membawa teh chamomile dan sebuah kotak.
" Ini untuk kamu Ta " Ujar Agi sambil menyerahkan kotak berwarna biru, warna kesukaan Rista. Agi pun meletakan teh di sebelah Rista
" Wahhh.... Makasih banyak Gi.. kamu repot repot bawain Aku hadiah" Ujar Rista dengan wajah berbinar
" Ini sebagai wujud syukur aku karena kamu udah sembuh " jawab Agi lembut.
" Boleh aku buka Sekarang?"
Agi mengangguk mengiyakan. Rista kemudjan membuka kotak berwarna biru tersebut. begitu dibuka ada selembar kertas tipis dan sebuah kartu bertuliskan :
' For my beloved girl : Happy to see you better. May Allah blesses you'
Rista menutup mulutnya dan terharu dengan kartu ucapan Agi, dan kemudian dia membuka lembaran kertas tipis tersebut, dan matanya langsung membelalak tak percaya, Rista kehilangan kata kata melihat kado dari Agi.
" Ya ampun Gi, ini bagus banget " Ujar Rista. Agi menghadiahkan Rista sebuah gelang emas putih dengan rantai kecil kecil, terdapat bintang bintang dan bulan di sekeliling gelang tersebut. Rista kehilangan kata kata, dia tidak menyangka Agi akan memberikannya hadiah sebagus itu.
" Makasih banyak Gi " Ujar Rista terharu, matanya berkaca kaca menatap Agi.
" Suka?" Tanya Agi. Rista mengangguk menjawabnya.
" Sini aku pakein " Ujar Agi sambil memakaikan gelang tersebut bdi pergelangan tangan kiri Rista.
" Ini biar kamu selalu inget aku, kemanapun kamu pergi " Ujar Agi sambil mengaitkan ujung gelang tersebut. Sesuai perkiraanya gelang itu cocok sekali di tangan Rista
" Makasih banyakkk.. Gi.. " Ujar Rista lagi, dia reflek memeluk Agi. Agi yang ternyata begitu baik, begitu perhatian, dan semua perasaan Agi ngga berubah meski tau hati Rista bukan untuk dia. Agi membalas pelukan Rista, sampai kapanpun dia akan menunggu Rista, menunggu Rista membuka hatinya untuk dia. Meski mungkin itu butuh waktu yang lama dan butuh usaha yang tidak sedikit.
" Aku harap ini bisa ngobatin sakit hati kamu karena liat Rafa dan Marinda tadi siang " Kata Agi lagi.
Rista reflek melepaskan pelukannya dari Agi dan kemudian menatap Agi dengan wajah heran. Dan jujur saja saja saat ini Rista sama sekali tidak memikirkan itu. Dirinya bahkan terlalu bahagia dengan hadiah yang di berikan Agi. Dan apa yang Agi ucapkan barusan sungguh mengusiknyam
" Gi, aku sama sekali ngga kefikiran ke sana " ujar Rista dengan sedikit kesal.
" ngga Ta bukan gitu maksudnya " Jawab Agi, Ahh.. andaikan dia ngga berucap itu barusan
" jadi hadiah ini ada sangkut pautnya dengan Rafa dan Marinda tadi siang?" Tanya Rista sedikit emosi. Jujur, Dia kesal apabila hadiah dari Agi ada hubungannya dengan Rafa, itu artinya Agi tidak benar benar tulus memberikan hadiahnya.
" Ngga ta, bukan gitu, gelang ini sama sekali ngga ada hubungannya dengan mereka " Agi menjelaskan lagi, namun Rista udah terlanjur emosi
" Aku kira hadiah ini tulus Gi, Aku memang sakit hati tadi siang Gi, tapi itu tadi " Ujar Rista lagi,masih dengan nada yang kesal, Rista kemudian melepas gelang pemberian Agi.
__ADS_1
" Aku nyaman Gi sama kamu, aku seneng deket kamu. Tapi kalau niat kamu menyaingi Rafa, Maaf aku ngga mau,aku ngga pernah berniat merebut Rafa dari Marinda. dan aku ngga pernah mau kalian saingan buat dapetin aku " Ujar Rista lagi sambil mengembalikan gelang ke kotaknya lagi kemudian menyerahkan ke tangan Agi.
" Kalau niat kamu hanya menyaingi Rafa dan bukan tulus dari hati kamu, aku ngga bisa terima ini " Ujar Rista sambil berlalu meninggalkan Agi. Dia benar benar sedih Rista mengembalikan gelangnya, padahal Agi benar benar tulus memberikan hadiah itu pada Rista. Dia benar benar menyayangi Rista.
Rista segera berlalu menuju kamarnya di lantai 2, membanting pintu kemudian menangis. di balik bantalnya. Padahal dia sudah sedikit membuka hatinya untuk Agi, namun mengapa dia membahas masalah Rafa dan Marinda.
Rona yang mendengar pintu kamar Rista di banting kemudian turun dari kamarnya dan melihat Agi melangkah gontai menuju pintu.
" Kenapa Gi " Tanya Rona
" Rista salah faham,Dia kira aku mau saingan sama Rafa buat dapetin dia, aku bilang tadi semoga kado ini bisa mengobati sakit hati Rista karena tadi siang liat Marinda dan Rafa, tapi Rista kemudian kesal dan salah faham. Aku titip ini ke Kak Rona aja, tolong kasiin ke Rista kalau dia keluar kamar " Ujar Agi sambil menyerahkan kotak biru ke tangan Rona kemudian melangkah pergi menuju mobilnya.
Rona hanya terdiam, dia mengerti, Agi hanya berusaha menghibur Rista, namun Rista salah mengartikan. Rona kemudian menghela nafas,
percintaan adiknya ini sungguh rumit. Ujarnya dalam hati.
Sementara itu Agi mengendarai mobilnya menuju ke rumahnya, malam ini dia tidak ingin pulang ke kostannya, mengingat suasana hatinya yang sedang tidak bagus, dia khawatir bertemu Ane di kostan dan malah menambah kacau hatinya. Agi mengarahkan mobilnya menuju Jakarta. Fikirannya kosong, menerawang ke Rista. Kekesalan Rista jelas terlihat tadi, Rista pasti sedih dan sakit hati, pasti kesal juga tentunya. Fikirannya masih melayang ke Rista, keadaan tol Cipularang menjelang malam itu sedikit lengang,ditemani cahaya senja.
Ristaa.. harusnya kamu tau, kamu begitu berharga untuk aku. Ujar Agi dalam hati. Fikirannya kosong ,melamun, Hingga tiba tiba Agi tidak sadar menabrak cone pembatas jalan yang sedang perbaikan.
Agi tersadar dari lamunannya dan membanting stir ke arah kiri, menabrak beberapa cone pembatas.
Braaaakkk...
suara tabrakan terdengar diiringi dengan benturan mobil Agi di pembatas jalan tol sebelah kiri. Beberapa orang yang sedang melakukan perbaikan jalan tol segera menghampiri.
ttookkk... tokkk .. tok...
"mas .. mass" beberapa orang mengetuk kaca mobil Agi. Terlihat Agi tak sadarkan diri dengan posisi menelungkup di atas stir mobil, kap mobil Agi ringsek akibat menabrak pembatas jalan tol.
" Masss.. masss sadar masss " mereka terus berusaha memanggil Agi.
Agi kemudian tersadar beberapa saat kemudian, pendangannya kabur, kepalanya terasa sakit dan berat, Agi merasakan tangannya begitu sakit. Namun dia berusaha tetap sadar. dia melepaskan seat belt kemudian membuka pintu mobil. Beberapa orang langsung membantunya keluar dari mobil dan memapahnya. Namun Agi tak kuasa lagi berjalan dia merasakan sakit yang teramat sangat di kepalanya, kemudian dia terjatuh. Kesadarannya semakin hilang, yang dilihatnya hanya orang orang yang terus memanggil manggilnya. Namun setelah itu, semuanya gelap. Hilang.
******
yang penasaran sama sosok pemeran di novel ini kira kira seperti ini yaaa visualisasinya.
kalau ngga berkenan mohon maaf, boleh skipp aja. 😁😁😁 habisnya author gemes pengen bervisualisasi
__ADS_1
Nama : Rista
Zodiak : Aquarius
Hobi : Traveling, Baca Buku dan Nonton film
Nama : Rafa
Zodiak : Gemini
Hobi : traveling dan mencari kopi yang enak
Nama : Agi
Zodiak : Libra
Hobi : Apapun yang berhubungan dengan otomotif
Nama : Rona
Zodiak : Capricorn
Hobi : traveling , otomotif
Nama : Marinda
Zodian : Cancer
Hobi : Masak dan modeling
Nah itulah kira-kira visualisasi pemeran di novel ini. maafkan yaaaaa kalau tidak sesuai ekspektasi. Dukung terus author untuk menulis ya... dan makasih udah baca novel ini.
chapter selanjutnya balik lagi ke cerita ya. 🥰🥰🥰
__ADS_1