Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 48 ( meet with you )


__ADS_3

Seperti biasa hari ini adalah jadwal Rista untuk les di JLC. Karena kesibukan Rona, Rista akhirnya diantar oleh supir kantor. Hari ini memang Rona akan melakukan audit manajemen di perusahaan ayahnya, selain itu dia juga sudah mempunyai ide lain untuk Rista.


Rista memasuki kelas JLC sambil memainkan ponselnya, belakangan ini dia memang sedang intens berkomunikasi dengan liliputh dan Rafa, rencananya minggu minggu ini mereka akan ke Jakarta. Liliputh menjadi perwakilan dari Kota Bandung, dan itu membuat Rista benar benar senang dan bangga. Meskipun dia tidak masuk ke dalam line up tim untuk kompetisi sekarang,namun dia benar benar merasakan euforia kompetisi. Setiap hari Dede dan Tami mengirim update tim mereka. Dan mereka bersyukur bahwa member Futsal Putri yang baru sangat kompeten.


Untungnya hari itu di JLC tidak ada test dan hanya writing session saja. Jadi Rista bisa sambil membalas pesan dari Liliputh dan Rafa. Renacanya hari Rabu nanti mereka akan tiba di Jakarta. Namun mereka akan langsung menuju Wisma,dan kebetulan jarak dari Wisma ke Apartemen Rona cukup Jauh. Wisma Pemain Futsal di daerah Jakarta Pusat, sedangkan Rista di Jakarta Utara. Sehingga Rista pun mencari solusi agar mereka tetap bisa bertemu tapi tidak menggangu kompetisi mereka.


Tanpa terasa Rista telah menyelesaikan task nyaebih cepat, setelah menyerahkan tugasnya itu kepada mentornya dia segera keluar ruangan. Ternyata membalas pesan sambil menyerjakan tugas melelahkan juga. Seperti biasa Rista akan menunggu Rona di coffe shop dekat JLC sambil memesan Matcha latte. Namun baru beberapa langkah dia keluar dari pintu JLC kakinya terhenti. Dia tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


" Hay Ta " Ucap orang tersebut santai sambil tersenyum. Rista tanpa sengaja menjatukkan ponselnya saking kagetnya. Dan orang tersebut langsung mengambil handphone Rista tersebut, dan memberikan nya ke Rista.


" Ta " Ujar nya sambil memegang tangan Rista dan menyerahkan ponselnya. Rista reflek langsung memeluk orang tersebut, Air mata nya tak dapat di bendung lagi, rasa marah, rindu, kesal, merasa bersalah semuanya bercampur jadi satu. Dan Rista tidak bisa menggungkapkannya dengan kata kata, jadilah dia memeluk orang tersebut sambil memukul mukul badan nya.


Lelaki itu langsung membalas pelukan Rista, membenamkan tubuh mungil Rista dalam pelukannya, seolah mengerti apa yang Rista rasakan. Diapun sama, merasakan rindu yang teramat sangat pada Rista. Mereka tidak peduli dengan tatapan aneh dari orang yang kebetulan lewat di sekitar mereka. Yang jelas dia ingin memeluk Rista dengan erat sekarang, menuntaskan rindunya selama ini.


Rista kemudian meraih segelas hot chocolate yang di sodorkan lelaki tersebut, keduanya kini sedang berada di coffe shop tempat Rista menunggu Rona.

__ADS_1


" Kamu Kok tega sih Gi giniin aku" Ujar Rista pada Agi.


" Maafin aku ya " Ujar Agi sambil membelai lembut rambut Rista. Ahh, dia begitu merindukan Rista.


Ya, malam itu Agi memutuskan untuk membuat kejutan dengan menjemput Rista, seperti yang Rona rencanakan. Namun Agi tidak menyangka kalau kejadiannya akan begitu dramatis, pakai acara tangis tangisan segala. Agipun terkejut, melihat reaksi Rista. Dia tidak menyangka kalau Rista bisa sampai nangis saat mereka bertemu.


Agi kemudian menceritakan kronologis kejadian kecelakaannya hingga akhirnya dia bisa bertemu Rona.


" Ohh, jadi ini tuh idenya Kak Ona, dasar yah dia. Nyebelin " omel Rista.


" Ihh .. kamu kok jadi sama sama nyebelinnya kaya Kak Ona sih?" Ujar Rista sambil mencubit Agi. Agi mengaduh kesaksian pinggangnya di cubit oleh Rista.


Mereka berdua asyik ngobrol sampai ngga kerasa waktu menunjukkan jam 9 malam. Agi juga menceritakan bagaimana galaunya dia jauh dari Rista, kesibukan apa aja yang di jalaninya selama di Jakarta juga rencana dia kedepannya.


" Ta, sampe kapapun aku akan selalu sayang sama kamu, meskipun aku tau kamu belum membuka hati kamu buat aku" Ujar Agi sambil menggenggam tangan Rista, dia melihat gelang pemberiannya masih ada di sana, dan itu membuat Agi bahagia.

__ADS_1


" Makasih banyak ya Gi, buat semuanya " Ujar Rista, jujur dia merasa ngga enak setiap Agi berbicara seperti itu.


" Kamu mau sampai kapan nungguin Rafa?" Tanya Agi.


Rista menghela nafas, Kemudian menggeleng. Dia tidak tau, sampai kapan bisa menunggu Rafa, sedangkan Rista pun tau ada Agi yang setia menunggunya dengan sabar.


" I will always by your side " Ujar Agi sambil memeluk Rista. Pelukan yang hangat. Rista bisa merasakan ketulusan Agi dalam pelukan itu.


Malam itu Rista baru pulang menjelang tengah malam, Agi mengajak Rista jalan jalan terlebih dahulu. Tentu saja setelah dia meminta izin ke Rona. Dan Rista begitu menikmati waktunya dengan Agi. selama di Jakarta, Rista ngga pernah jalan jalan, kecuali bila Rona mengajaknya. Dan malam itu Rista senang sekali Agi mengajaknya berkeliling, menikmati kerlap kelipnya ibu kota di malam hari.


" Makasih banyak buat hari ini ya Gi" Ujar Rista saat mereka tiba di depan apartemen Rona.


" Sama sama Ta, istirahat ya, aku pulang dulu" ujar Agi sambil tersenyum.


" Kamu ati ati pulangnya, udah malem" ujar Rista lagi. di jawab dengan anggukan oleh Agi, kemudian mobilnya melaju menuju rumahnya. Dia tersenyum, selama ini ternyata Rista pun merindukannya. .

__ADS_1


__ADS_2