Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 23 ( Mengenal Rona)


__ADS_3

krrreeeekk...


Pintubkamar Rista di Buka, seseorang sekitar usia 25 tahunan berbadan tegap dan menggunakan stelan jas memasuki kamar Rista, dia menghampiri Rista melihatnya dari ujung kepala hingga ke kaki, dia lalu menggeleng gelengkan kepala dan menghela nafas, dia kemudian duduk di kursi sebelah Rista, menyilangkan kakinya. Dia sempat melihat ke sofa, tampak dua laki laki sedang tertidur, mungkin salah satu dari mereka yang menghubungi nya semalam. tampaknya dua lelaki tersebut kelelahan sampai tak menyadari ada yang masuk ke kamar Rista. Lelaki itu membuka tirai kamar Rista, matahari masih bersembunyi. Dia kemudian duduk kembali di sebelah Rista, menyilangkan kembali tangannya di depan dada.


Rista menggerakan jarinya perlahan, kemudian matanya perlahan terbuka, lelaki itu segera mendekat dan menyentuh tangan Rista lembut.


" I am Here " ucapnya sambil mengusap rambut Rista. mata Rista sudah sepenuhnya terbuka, meski masih sedikit samar melihat lelaki tersebut, kepalanya masih sedikit pusing. lelaki tersebut kemudian beranjak, mengambilkan minum untuk Rista, seolah tau apa yang Rista inginkan. Rista memang merasa tenggorokannya sangat kering.


" Gimana rasanya jatuh dari motor? " Tanyanya sambil tersenyum lembut. Rista selalu suka senyum itu. Senyum yang selalu dirindukan dimanapun dia berada.


" Jahat, aku diledekin " jawab Rista sambil tersenyum


" Berarti kamu masih baik baik aja, kalau begitu " jawabnya lagi, dia tau Rista selalu kuat dimanapun dia berada. Doa doanya selalu memeluk Rista, melindungi Rista di manapun gadis itu menginjakan kakinya


" Kaki aku sakit... " Rengek Rista,matanya tertuju pada kakinya yang sulit di gerakan


" Itu imbalan karena ngga nurut ucapan aku " jawabnya sambil mengamati kaki Rista " kamu akan segera sembuh, ngga usah khawatir "


" Kok yakin gitu "


" Karena aku tau, kamu kuat. aku juga sudah membaca hasil rotgenmu, tidak ada yang parah sekali, hanya tulang lutut berdeser, sikut yang retak dan bahu yang bergeser, ini jauh lebih ringan daripada yang ku bayangkan saat di telepon semalam " jelasnya sambil melihat kembali hasil rontgen dan laporan medis Rista, di bawahnya di tandatangani oleh Dokter Reza Adri, dia mengenal dokter itu. dia adalah dokter spesialis di Rumah Sakit Harapan


" Ngga khawatir sama aku?" Tanya Rista lagi manja


Lelaki berjas itu kemudian mengucek rambut Rista " Bagaimana mungkin aku ngga khawatir, aku jauh jauh langsung ke sini demi kamu" jawabnya. kemudian duduk di kursi sebelah Rista. Rista sedikit tertawa, rasanya selalu lebih baik bila dekat dia.

__ADS_1


Agi mengerjapkan mata, samar samar dia mendengar seseorang berbicara, matanya terbuka perlahan, namun sekarang dia melihat dengan jelas, seseorang sedang duduk membelakanginya dan tampak sedang berbincang dengan Rista. Agi melihat Rafa masih tertidur di sampingnya, Agi kemudian menggoyang goyangkan Rafa agar terbangun. mereka berdua kemudian menghampiri Rista.


" Hay Gi, Hay Fa " sapa Rista begitu melihat dua lelaki itu mendekat. Pria berjas tadi langsung membalikan badan dan kemudian berdiri.


" Hay " Sapanya ramah, Agi dan Rafa masih mematung, mereka tidak tau siapa lelaki di hadapannya ini " Oh iya, kenalkan Saya Rona, " ujarnya sambil menyalami Rafa dan Agi. Rafa menyambut tangan Rona, " Oh jadi ini orang ini Rona Rona itu" Ujar Rafa dan Agi dalam Hati.


" Saya kakaknya Rista " sambung dia lagi " salah seorang dari kalian pasti yang menelepon saya semalam "


Rafa mengangguk dan tersenyum pada kakaknya Rista " Iya kak, saya Rafa, saya yang menelepon kakak semalam"


" Terimakasih ya sudah membawa si bandel ini ke rumah saki " jawab Rona sambil bercanda, tak ada kekhawatiran berlebihan dalam nadanya, malah sambil bercanda dan memanggil Rista si bandel. Apa Rona tidak tau bagaimana khawatirnya Rafa dan Agi gara gara Rista kecelakaan. Sementara sekarang,mahluk bernama Rona ini malah santai sekali keliatannya melihat kondisi Rista.


" Rista harus di CT Scan kak " Ujar Agi


" Oh iya, saya sudah melihat surat persetujuan nya tadi, dan sudah saya tandatangan. Itulah yang membuat saya segera kesini, maaf ya, mungkin agak lama, saya kebetulan sedang di Jakarta semalam " jawab Rona lagi, saat Rafa menghubunginya semalam, dia memang sedang berada di Jakarta untuk urusan bisnis, namun setelah mendengan Rista kecelakaan saat itu juga dia pulang ke Bandung.


" Ahh ngga kak, justru kami yang meminta maaf karena ngga bisa jagain Rista" Jawab Agi


" Ahahahah... ngga apa apa, Rista ini belum menikah, jadi sebetulnya kewajiban menjaganya masih ada pada keluarganya, tapi dia sering bandel, makanya kaya gini " ujar Rona lagi sambil menjawil hidung Rista, Rista hanya tersenyum di perlakukan seperti itu oleh Rona. " Oh iya ngomong ngomong Rista pakai motor siapa kemarin, dan gimana keadaan motornya" tanya Rona lagi, dia tentunya harus bertanggung jawab akibat kecelakaan adiknya.


" Rista kemarin menggunakan motor saya kak, tapi motornya ngga apa apa kak,saya justru khawatir dengan kondisi Rista" Jawab Agi


" Ahhh... bagaimana mungkin motornya ngga apa apa, bagaimanapun juga, kamu pasti mempunyai kerugian akibat kecelakaan Rista " ujar Rona lagi, dia tidak ingin lepas dari tanggung jawab hanya karena melihat Rista terluka


" Benar kak, ngga apa apa, " jawab Agi bersikeras

__ADS_1


" Hhhmmmm baiklah, kalau ada kerusakan yang harus di ganti, kamu datang langsung ke tempat ini " ujar Rona sambil menyerahkan selembar kartu nama, dia membaca sepertinya Agi segan untuk menyebutkan kerugian secara langsung. jadi Rona menyerahkan kartu nama bengkelnya agar Agi bisa mengunjunginya kapanpun.


Pagi itu setelah berbincang cukup lama dengan Rona, Rafa dan Agi berpamitan untuk pulang terlebih dahulu,mereka ingin membersihkan badan dan berganti pakaian. Rona mempersilahkan mereka karena mereka sudah menjaga Rista dari kemarin. Mereka juga pasti kelelahan. Apalagi kalau Rona lihat mereka berdua pasti sangat khawatir dengan Rista, dan perasaan itu pasti sangat melelahkan.


" Kak Ona ngga akan ke kantor kan?" Tanya Rista saat Agi dan Rafa pergi


" menurutmu gimana? Atau kakak ke kantor aja yaa" Ujar Rona jahil,Adik satu satunya ini selalu menggemaskan, padahal udah besar dan kukiah tingkat 2.


" Jangan.... nanti yang nemenin Ri disini siapa " Jawab Rista manja,


" Tuh kan manja... kemarin aja sok sok an belajar motor sport, giliran udah jatuh ngerengek " Canda Rona Lagi, dia memang suka jahil dengan adiknya ini


" Kak Ona sama papi sih ngga pernah ngizinin aku belajar motor " jawab Rista manyun


Rona kemudian duduk di sebelah Rista, membelai lembut rambut adiknya yang hanya satu satunya itu, sia sangat tidak ingin kehilangan Rista, dulu dia pernah kehilangan seseorang yang sangat dicintainya.


" Kakak dan papi hanya berusaha melindungimu " Jawab Rona sendu sambil menciun rambut Rista. Kalau di perlalukan seperti itu, Rist jadi menyesal kenapa kemarin merengek pada Agi untuk belajar motor,seandainya kemarin dia ngga belajar motor, mungkin dia tidak akan ada di rumah sakit sekarang, yang menyebabkan kakaknya, Rona bergegas kembali dari Jakarta, padahal Rista tau Rona sedang sibuk mengurus bisnisnya.


" Papi tau aku kecelakaan?" Tanya Rista cemas


" Belum, tapi nanti papi dan mami pasti tau" Jawab Rona, dia masih memeluk adiknya itu. Rona tau, Rista takut papinya marah karena dia belajar motor.


" Papi bakalan marah ngga ya kak " Tanya Rista cemas


" Kalau kamu salah, papi pasti marah. Namun percaya deh sama kakak, orang tua mana yang tak cemas jika anaknya masuk rumah sakit seperti ini " Hibur Rona, yang jelas papi pasti akan marah pada dirinya, karena tidak bisa mengawasi Rista.

__ADS_1


" Maaf aku ngerepotin kak Ona.... hiks... hikss... " Ujar Rista sambil menangis, di peluknya Rona yang sedang duduk di sampingnya. Rista tau dimanapun dia berada, Rona adalah orang yang selalu bisa diandalkan, Rona adalah orang yang pertama akan pasang badan saat apapun menimpa adiknya. Hanya semenjak kuliah Rista meminta agar dirinya bisa lebih mandiri, tidak tinggal lagi bersama Rona di rumahnya, namun memilih ngekost, Rista juga mencoba menyelesaikan semua masalahnya sendiri, dia selalu berusaha agar Rona tidak khawatir pada dirinya, dan Rista sudah membuktikan itu, dia berturut-turut mendapatkan beasiswa kuliahnya, Artinya dia bisa membuktikan ke Rona dan kepada keluarga bahwa dia bisa mandiri dan bisa diandalkan seperti Rona.


__ADS_2