
Tidak pernah Rista menyangka hidupnya akan serumit ini jika dia kembali ke Bandung, padahal niatnya ke Bandung adalah untuk membereskan masalah Cleanbozz, bukan membuat masalah baru. Tadi malam selepas Agi memeluknya erat, Agi langsung menghubungi Mami dan Rona. Mami tentu saja tau dengan kejadian di acara Marinda, meski dia tidak datang, berita itu dengan cepat menyebar di sosmednya. Beruntungnya Mami tidak begitu saja percaya dengan tag line di sosmed, meskipun sangat terkejut teryata putrinya lah yang ada di video tersebut. Agi berhasil menenangkan mami dan memastikan Rista aman bersamanya di hotel. Ketegangan justru ada saat mereka teleconference dengan Rona. Berita tentang kekacauan di acara Marinda memang di dengar lebih ulu dari Rista, namun tak berapa lama, video itu sudah memenuhi laman cuitan lambe gosheep. Tak perlu waktu lama bagi Rona untuk memvonis bahwa adiknya ini tak pandai menjaga diri. Namun Agi membelanya, bahwa bukan Rista yang tidak bisa menjaga diri, Agi akhirnya menceritakan bahwa beberapa bulan kebelakang sudah banyak teror ke ponselnya, mengirim berbagai berita dan seolah menjadi penguntit Rista, Rista juga mengatakan hal serupa, bahwa dia pernah menerima paket berisi ancaman ancaman. Dan kini Rona benar benar pada puncak kemarahannya, hal seperti itu seharusnya tidak Rista dan Agi sembunyikan darinya.
" Saya akan terbang ke Bandung secepatnya" Ujar Rona tadi malam. Workshopnya di Bali akan di handle oleh ayahnya dan asisten pribadinya. Masalah adiknya kali ini benar benar tidak bisa di anggap sepele. Keselamatan adiknya sedang terancam. Agi akhirnya memberitahu, sementara Rista tinggal di hotelnya. Agi yakin bila awak media bisa mengungkap siapa wanita di video tersebut adalah Rista, maka kehidupan Rista tidak akan tenang lagi. dan Rona menyetujui sementara Rista akan menetap di hotel Agi.
Pagi itu membawakan sarapan untuk Rista ke kamar hotelnya, Agi melihat Rista sedang menatap keluar jendela. Agi tahu perasaan Rista pasti sedang kacau. terlihat dari ponselnya yang terus di biarkan bergetar di atas meja, tak satupun di gubrisnya. Sekilas Agi melirik lcd hp Rista , nama Rafa tertulis di sana.
" Are feeling Oke honey?" Tanya Agi sambil memeluk Rista dari belakang
" No i am not " Jawab Rista datar. Perasaan nya benar benar kacau, apabila media tau siapa Rista sebenarnya, Rista khawatir bisnisnya akan terkena imbasnya juga. padahal dia baru saja merintisnya.
" Everything is gonna be OK, Rona akan kembali dari Bali" Ujar Agi
" Kak Rona pulang?" Tanya Rista tiba tiba sambil membalikan badan.
__ADS_1
" Ya, dia akan segera pulang" Jawab Agi tenang.
" Lagi lagi saya buat kak Rona kecewa" Ujar Rista sambil menunduk.
Hatinya kecewa pada dirinya sendiri. Dia bertanya dalam hati, kapan dia bisa benar benar menjaga diri, lagi lagi, dia melibatkan Rona untuk menyelesaikan masalahnya.
" Aku udah jelasin ke Kak Rona, ini bukan salah kamu, memang ada seseorang di balik ini semua, dan kak Rona mengerti. Justru dia kembali untuk menyelidiki masalah ini" Tutur Agi " Sabar ya sayang ,aku tau kamu kuat" Ujar Agi lagi, kecupan lembut mendarat di kening Rista. Rista memeluk erat tubuh Agi, seolah meminta setengah kekuatan agar dia sanggup melewati hari hari kedepannya.
***
Rafa yakin, keadaan di kediaman Marinda pasti seperti keadaan di kediamannya, bahkan mungkin lebih parah, karena semua orang tahu, Keluarga Marinda lah yang mengatur acara pertunangan mereka. Sementara ini, hanya assisten pribadi Marinda yang mengeluarkan statemen.
Rafa meraih ponselnya, Marinda mengirimkan pesan padanya
__ADS_1
"kamu udah bangun ay? di depan rumah banyak wartawan, pasti di sana juga sama. tapi kita harus secepatnya meng-clearkan masalah. bisa ketemu? seenggaknua sebelum pertemuan keluarga kita. kita ketemu dulu"
Rafa memencet tombol reply, dia memang memikirkan hal yang sama dengan Marinda.
" sudah, baru banget bangun. iya, wartawan banyak di depan pagar. tapi belum ada yang aku temuin. Aku rasa juga memang kita harus ketemu, tapi dimana? kamu bisa keluar? "
Setelah sekian lama, ini pertama kalinya Rafa kembali khawatir pada Marinda. Setelah sekian lama dia tidak merasakan perasaan apa apa. Kini khawatir itu muncul kembali.
" Nanti aku cari cara,mungkin sore atau malam kita ketemu nya. Aku mau bicara soal ini dengan ayah,bunda dan assisten aku dulu juga menghubungi pihak EO " Jawab Marinda.
"Dengan pihak EO nanti kita temui bersama" buru buru Rafa membalas pesannya, dia harus tahu, kenapa pihak Eo bisa se teledor itu.
" *oke kalo gitu, jangan lupa sarapan ya.love you"
__ADS_1
" Love you too" Balas Rafa, ahh... bahkan gadis itu masih bisa mengucapkan love you padanya, padahal jelas tadi malam Rafa menyatakan cinta pada wanita lain*. Rafa merutuki hati. Dia kemudian beranjak ke kamar mandi. Ayah dan Ibunya pasti sudah menunggu di ruang keluarga.