
ada pepatah lama bilang "Cinta datang karena terbiasa" . Ya , terbiasa bersama, terbiasa saling tergantung. akhirnya perasaan itu muncul. Begitulah dengan Rista. dia yang terbiasa bersama Agi, bergantung dengan Agi dan mengandalkan Agi. Rista pun tidak sadar sejak kapan dia mempunyai perasaan untuk Agi. yang jelas sekarang dia tidak ingin jauh dan kehilangan Agi.
Malam ini, meski Agi sudah berangsur membaik, Rista tetap membawa Agi menginap di rumahnya. Setelah sekian lama dia akhirnya merasakan kembali tidak berhenti tersenyum. Meski sambil menyetir mobil dia bisa melihat Agi juga tanpak bahagia.
" Makasih ya Ta," Ujar Agi sambil menatap ke arah Rista yang fokus menyetir
" Makasih untuk?"
" Udah membuka hati kamu untuk aku,semoga aku bisa bahagiain kamu terus" Ujar Agi, Rista hanya menjawabnya sambil tersenyum kemudian fokus kembali menyetir. Mobilnya masih melaju di jalanan kota Bandung yang sudah mulai berkurang kepadatannya.
Sesampainya di rumah, Mami menyambut mereka dengan hangat. Apalagi Agi, mami memang sudah menyukai Agi sejak mereka pertama bertemu. Tentunya mami juga sudah mengetahui bagaimana cerita Rista,Rafa dan Agi.
" Kamu istirahat dulu ya Gi, kan lagi sakit. Mbok Na sudah siapkan kamar untuk kamu" Ujar mami sambil tersenyum
" Terimakasih tante, maaf jadi merepotkan" jawab Agi sungkan
" No... kamu ga ngerpotin, justru Rista nih yang ngerepotin kamu" Ujar Mami sambil menjawil hidung Rista
" ya udah aku anter Agi ke kamarnya dulu yah Mi" Jawab Rista sambil mendorong lembut badanAgi, lama lama ngobrol sama mami yang ada nanti Agi malah gak istirahat.
Letak kamar tamu di lantai 2, persis sebelah kamar Rista. Sebetulnya ada juga kamar tamu di lantai 1, namun Rista yang sedang jatuh cinta ngga mau jauhan dari pacarnya itu.
__ADS_1
" Ini kamar kamu Gi " Ujar Rista sambil membuka kamar tamu. seluruh kamar di cat warna broken white, terkesan hangat dan nyaman. Agi kemudian meletakan tas nya di sofa dekat tempat tidur
" Makasih ya Ta. Maaf kamu jadi repot" Ujar Agi sambil membelai lembut rambut Rista
" Aku ngga ngerasa di repotin Gi, Aku sayang sama kamu, aku ga mau kamu sakit " Ujar Rista lembut. Agi menarik Rista ke dalam dekapannya. Akhirnya, dia bisa memeluk Rista, menyayanginya.
" Aku akan berusaha buat kamu bahagia Ta, aku janji". Rista menjawabnya dengan anggukan dalam pelukan Agi.
tok... tok.. tok...
Suara ketukan pintu tiba tiba mengejutkan Rista dan Agi yang sedang berpelukan. Reflek Rista dan Agi melepaskan pelukannya
" Ohh . iya mbok, simpan aja di atas meja" Jawab Rista salting. Sementara Agi mukanya sudah merah padam menahan malu, dia segera memalingkan mukanya dan berjalan menuju jendela yang menghadap ke taman belakang.
" Kamu istirahat ya Gi, kalo ada apa apa kasih tau aku aja" Ujar Rista sambil keluar dengan muka merah menahan malu, di ikuti mbok Na.
" Ayo mbok, kita turun" Ajak Rista. Mbok Na mengangguk sambil menahan senyumannya dan meninggalkan Agi sendirian di kamar.
" Mbok ihh senyum senyum aja" Ujar Rista saat dia dan mbok Na menuruni tangga
" Ehehehhehe... neng Ri... jadian ya sama Den Agi" tanya mbok Na kepo
__ADS_1
" Ye... kepo " jawab Rista sambil terus menuruni tangga
" hehehehe jadian juga ngga apa apa non, mbok seneng malah ehehe"
" Mbokk ihh ... " ujar Rista kesal sambil menghentakan kakinya ke tangga, sementara mbok Na masih terus cekikikan hingga mereka sampai ke dapur.
Mami yang sedang menyiapkan makan malam jadi penasaran dengan sikap Mbok Na dan Rista akhirnya bertanya. Dan kemudian mami tersenyup dan ikut tertawa cekikikan bersama Rista.
" Mami seneng kamu akhirnya jadian sama Agi. Artinya kamu bisa lupain Rafa" Ujar Mami sambil menata meja makan
" mamiii.. ih apaan sih... udah ah gak usah di bahas lagi" ujar Rista malu sambil memanyunkan mulutnya
" Hehehe cieee sekarang udah punya pacar hehehe" Goda mami lagi. Dan itu membuat Rista semakin malu, mukanya merah menahan malu, ngga Mbok Na, ngga Mami keduanya sama sama senang menggoda. Namun dalam hati Rista berbunga bunga.
Malam harinya, Mami, Rista dan Agi makan malam bersama. makan malam sekaligus memberitahukan pada mami kalau Rista dan Agi resmi berpacaran. Mami ikut senang mendengar kabar itu. Mami bercerita pada agi bahwa sebetulnya dari dulu saat dia mengenal Agi, mami sudah setuju bila mereka akhirnya berhubungan. Karena menurut mami, di bandung Rafa, Agi lebih cocok dengan Rista. dan akhirnya kini do'a mami terkabul. Dan malam itu, Rista bisa tersenyum dan benar benar ikhlas Rafa bersama Marinda, bahkan perasaannya terhadap Rafa hilang begitu saja.
*🙏🙏🙏🙏
dear Reader ku sayang, maaf ya baru bisa update bab lagi.. huhuhuhu... padahal sebenernya gemes bangett pengen ngelanjutin cerita namun apadaya ... tenagaku terbatas .
terimakasih untuk yang sudah setiabaca cerita Rafa Rista... please like and coment yaaaa... 😘😘😘😘*
__ADS_1