Rafa Rista

Rafa Rista
Eps.25 ( Perbincangan )


__ADS_3

Rafa baru saja akan membuka pintu saat mendengar pencakapan Agi dan Rista, namun terhenti saat mendengar lebih lanjut pembicaraan mereka. Rafa terdiam mematung di depan pintu kamar Rista, meski ada beberapa bagian yang tidak terdengar jelas, namun Rafa mengerti, pembicaraan antara Agi dan Rista. Rafa urung membuka pintu kamar, dia mendengar bagaimana Rista menyebutkan Namanya dan meminta maaf pada Agi. Rafa tidak menyangka, ternyata Rista menyimpan rapi namanya di hatinya.


Rafa berbalik arah, sepertinya dia harus memberikan waktu bagi Agi dan Rista sekarang, bukan waktu yang tepat baginya menemui Rista sekarang. Rafa berjalan menuju pintu keluar rumah sakit. Dia melihat Rona datang dari arah pintu, niatnya untuk menghindari Rona, namun Rona terlanjur melihatnya dan tersenyum kearahnya. Mau tak mau Rafa harus menyapa Rona.


" Hay Fa " Sapa Rona santai " mau kemana?"


" Eh kak Rona, ohh ini aku mau ke parkiran, baru inget ada sesuatu ketinggalan " jawab Rafa spontan


" Ohh gitu, habis dari kamar Rista?" tanya Rona lagi


" Iya ..ya Kak, tapi ini mau balik dulu ke mobil " jawab Rafa sedikit tergesa gesa


" Ohh gitu.. oke deh, aku duluan ya... " Ujar Rona sambil melambaikan tangan


" Oh iya ya Kak . silahkan " jawab Rafa, kemudian dia bergegas menujumobilnya. Kemudian merutuki sendiri di balik kemudinya, kenapa dia harus bertemu Rona, dan salahnya kenapa tadi dia ga bareng Rona aja ya, rasanya bahkan lebih mudah menghadapi Rista dan Agi. Lalu... bagaimana kalau Rona bertanya pada Agi dan Rista apakah tadi Rafa mampir ke sana. Aarrhhhh... seru Rafa sambil mengacak ngacak rambutnya.


Sementara itu Rona sudah sampai di kamar Rista, dia mendapati Agi dan Rista sedang ngobrol.


" hay Ta.. hay Gi " Sapa Rona


" Hay Kak, habis dari mana kak?Tanya Agi


" Ohh.. itu.. aku balik ke rumah dulu, mandi sama ganti baju.. udah nggak enak "


" Ohh iya, Kak Rona kan dari semalem di sini ya "


" Iya, nih si anak ini ga mau di tinggal " Jawab Rona becanda sambil menunjuk Rista. Rista yang di tunjuk begitu hanya terkekeh.


" Nih eskrimny, mau dimakan sekarang? tanya Rona


" Aku baru habis makan bubur sumsum kak " jawab Rista. " Boleh di masukin kulkas dulu aja ga? siapa tau nanti maleman aku mau makan "


" Ohh ya udah " Rona kemudian memasukan es krim itu ke kulkas mini di kamar Rista. kemudian dia duduk di sofa sambil melihat televisi. sementara ada Agi, dia ingin bersantai sejenak sambil melihat laporan perawatan Rista. Rona melihat laporan perawatannya dengan seksama, sendi bahunya sudah kembali ke posisi semula, bila tidak ada halangan besok Rista akan menjalani operasi lututnya dan sikutnya, dislokasi rahangnya pun sudah di berikan perawatan. karena besok akan operasi, berarti malam ini Rista akan puasa dan Rona sudah mengosongkan jadwal ke kantornya besok, dia akan mengerjakan pekerjaan kantornya dari rumah sakit.


Tok.. tok.. tok...


Terdengar pintu kamar Rista di buka. Rona bangkit dan membukakan pintu, ternyata Rafa.


" Eh Fa... , masuk " Rona mempersilahkan Rafa masuk. Rafa tersenyum dan menyapa Agi dan Rista. Kemudian dia meletakan sebuket bunga di samping Rista.


" Ohh jadi tadi balik lagi ke mobil tuh ambil ini " Tanya Rona sambil menunjuk bunga yang di bawa Rafa. Agi dan Rista mengernyitkan dahi, tidak mengerti.


" Ehhehehe iya kak, tadi balik lagi buat ambil bunga" jawab Rafa sambil menata bunga di dalam vas sebelah Rista.


" Emang tadi kamu udah kesini?" tanya Rista penasaran, apa Tadi Rafa sempat mendengar percakapan dia dengan Agi? Tanya Rista dalam hati. Agi pun bertanya seperti itu dalam hatinya.

__ADS_1


" Oh iya, tadi sempet kesini, baru sampe koridor balik lagi, ini ketinggalan" Jawab Rafa santai, dia berusaha menutupi bahwa tadi sebetulnya dia mendengar percakapan Agi dan Rista, namun dia merasakan mereka tidak perlu tau.


" Makasih ya Fa " Ujar Rista sambil tersenyum.


" Sama sama Ta, semoga kamu cepet pulih " jawab Rafa sambil tersenyum " Kapan operasinya?"


" Rencananya besok" Rona mewakili Rista menjawab pertanyaan Rafa


" semoga lancar ya Ta " ujar Rafa, sambil tersenyum, kemudian dia duduk bersama Rona di sofa. sementara Agi dari tadi tidak beranjak dari sebelah Rista. dia membantu Rista mengambilkan jus, atau kadang mengusap usap kakinya yang sakit. Rista merasa meskipun dia telah jujur dengan perasaannya kepada Agi, namun perhatian bandan perilakuan Agi terhadapnya tidak berubah, dan itu membuat Rista nyaman.


Rista melihat Rona,Rafa dan Agi semakin akrab, mereka membicarakan banyak hal, dari mulai seperti apa Rista, hobi mereka sampai hal yang menurut Rista ngga penting, seperti iklan di tivi yang kebetulan mereka lihat. saat suster membawakan makan malam Rista, Agi berniat menyuapi Rista seperti sore tadi, namun ternyata Rista ingin Rona yang menyuapinya.


" Kak Ona yang suapi Rista makan ya. Ini kan malam malem Rista sebelum puasa untuk besok" Pinta Rista. Rona pun mengangguk, mengiyakan permintaan Rista.


" Kalau begitu,kita ke depan dulu yuk Fa, kita cari makan, Kak Rona mau makan apa?" Ujar Agi sambil berdiri dari duduknya


" Hhmmm apa ya... aku lagi pengen Spicy Friend Chicken sebetulnya, kalau ngga keberatan boleh tolong Carikan " kata Rona


" boleh kak, nanti kita beliin " jawab Rafa langsung, meski dia tau, restoran fast food tidak ada di sekitar Rumah Sakit, mereka harus keluar area dulu. Namun sepertinya itu akan jadi kesempatan buat dia dan Agi bersama sama tanpa kecurigaan Rista ataupun Rona


" Makasih ya.. " ujar Rona sambil tersenyum. Rafa dan Agi kemudian pergi dari kamar Rista.


Rafa dan Agi menuju restoran Fast food menggunakan mobil Rafa, selama perjalanan mereka berdua tak banyak bicara, hanya sesekali membahas masalah lalu lintas atau membahas lagu yang kebetulan mereka dengar. Jarak antara Rumah sakit dan restoran tidak begitu jauh, hanya sekitar 15 menit menggunakan mobil. Setelah memesan makanan untuk Rona dan mereka, Agi mengusulkan mereka untuk ngopi terlebih dahulu, kebetulan memang di restoran fast food tersebut ada menu kopi.


" Ini pesanannya mas " Ujar seorang pelayan yang membawakan 2 gelas kopi dan dua buah choco pie ke hadapan Agi dan Rafa.


" kok kayanya serius banget Gi " Mungkin Agi akan membicarakan percakapan dengan Rista tadi, tebak Rafa


" Buat aku ini hal yang serius Fa, ini tentang Rista "


Rafa membetulkan letak duduknya, kemudian menatap Agi dengan serius.


" Aku sayang sama Rista " Ujar Agi


Nah betulkan, ujar Rafa dalam hati


" Tapi Rista punya orang lain di hatinya " Lanjut Agi lagi, Rafa terdiam dia bingung harus memberikan respon seperti apa.


" Oh iya, kamu udah bilang ke Rista tentang perasaan kamu Gi?


" Sudah, sore tadi. Dan itulah jawaban Rista " jawab Agi sambil menghela nafas


" Siapa lelaki yang bisa merebut hati Rista lagi Gi, setelah di kecewain Ahmad, setahu ku Rista belum membuka lagi hatinya buat orang lain " Rafa berpura pura penasaran


" Nanti kamu akan tau sendiri Fa, orangnya siapa "

__ADS_1


" Kamu ngga kecewa Gi, bisa di bilang Rista nolak kamu "


" Awalnya aku kecewa Fa, kecewa banget malah, sakit hati juga. Setelah cukup dekat dengan Rista, melewati beberapa hal, sampai Rista kecelakaan, dan disitulah aku yakin perasaan ku sama Rista bukan hanya sekedar temen dekat. Namun tadi sore, setelah aku menyatakan perasaanku, Rista juga menceritakan gimana perasaan dia. Setelah mendengar Rista cerita tentang perasaannya, kecewa aku hilang, sakit hati aku juga hilang. Aku merelakan Rista. Aku juga bangga pada dia, dia sanggup bertahan dengan perasaannya, tidak egois memaksakan perasaannya pada orang tersebut, padahal dia begitu menginginkannya. kamu tau apa yang Rista ucapkan padaku Fa, dia bilang, kalau dia tidak ingin merusak hubungan lelaki itu dengan pasangannya, dan dia sudah sangat bahagia bisa kenal dan dekat dengan lelaki itu "


Rafa terdiam mendengar penjelasan Agi, ya memang itulah yang dia dengar tadi, Namun dia tidak menyangka, sikap Agi begitu legowo menerima Rista yang jujur menyatakan perasaannya. Agi menerima itu dengan lapang dan bijaksana.


" Bagi aku Sekarang Fa, yang terpenting adalah Rista sembuh, bisa pulih seperti dulu. Dan aku sudah cukup bahagia bisa menjadi teman dekatnya. Mungkin sekarang aku ngga di takdirkan bersama Rista sebagai pasangan "


" Kamu hebat Gi... Kamu keren.. aku salut sama kamu " Ujar Rafa sambil menepuk bahu Agi, Rafa merasa bangga sekali bisa kenal dengan Agi, bukan merasa senang karena sebetulnya dialah lelaki yang ada di hati Rista.


" Aku berharap semoga lelaki yang kelak bersama Rista adalah orang yang baik, orang yang bisa membahagiakan Rista dan tidak membuat Rista menangis seperti yang udah udah " ujar Agi lagi sambil menyeruput kopinya, Agi sengaja mengucapkan itu, agar kelak saat Rafa tau perasaan Rista pada nya, Rafa tidak akan membuat Rista kecewa dan sakit hati. Dalam hatipun Rafa berkata, semoga kelak apabila dia dan Rista bersama, semoga dia tidak pernah membuat Rista sedih dan kecewa.


" Siapapun lelaki yang nanti bersama Rista, pastilah lelaki yang beruntung " Ujar Rafa sambil meminum kopinya, Agi mengangguk setuju. Dan mungkin keberuntungan itu milik kamu Fa, Ujar Agi dalam hati.


Mereka berdua kemudian menghabiskan kopi mereka dan segera kembali ke Rumah Sakit. Perasaan Agi sekarang sudaj lebih rileks, dia sudah menceritakan kepada Rafa, semoga kelak bila Rafa dan Rista bersama, Rafa menjadi pria yang dapat melindungi Rista.


Jam sudah menunjukan hampir ke angka 8 saat Rafa dan Agi kembali, perut Rona sudah keroncongan menunggu mereka. Meski sempat memakan beberapa cemilan, namun itu tidak cukup membuat Rona kenyang .


" Kok lama? Aku udah laper bangett " Tanya Rona begitu Agi dan Rafa sampai ke Rumah sakit.


" Maaf kak, sekitar sini kan ngga ada tempat beli fast food kak, kita jadi belinya ke plaza di perempatan" jawab Rafa sambil membuka bungkusan ayam goreng, dan membagikannya di meja. Rona sepertinya memang laper banget, dia langsung melahap spicy chicken pesanannya, Rista cekikikan melihat itu. Sementara itu Agi memakan cheese burger dan kentang.


" Kamu ngga makan Fa?" tanya Agi


" Aku belum laper banget, tadi juga kan udah ngopi " jawab Rafa sambil mengupas jeruk dan menghampiri Rista. Agi kemudian melanjutkan melahap burgernya, dia sama sekali tidak cemburu melihat Rafa mendekati Rista.


" gimana makan malemnya tadi, di habisin ngga"? tanya Rafa sambil memasukan jeruk ke mulutnya. Rista mengangguk mengiyakan.


" Aku juga mau jeruk kaya kamu " pinta Rista


" Ngga boleh Ry, kamu kan mau operasi besok " Larang Rona


" Oh iya yah, besok kamu operasi, aku pindah makan aja deh, biar kamu ga kegoda " ujar Rafa sambil beranjak dari sebelah Rista. Rista hanya manyun di larang seperti itu oleh Rona.


" yaudah aku mau minum obatnya sekarang aja " ujar Rista lagi. dia memang harus meminum beberapa nobat sebelum tidur.


" Fa tolong bantuin ya, aku lagi makan " Ujar Rona, diantara mereka sepertinya hanya Rafa yang lagi ngga makan


Rafa kemudian mengiyakan dan membantu Rista meminum beberapa obat. Sedih juga melihat Rista dengan kondisi sekarang. biasanya Rista aktif di kampus. Namun sekarang mau ngga mau harus cuti dulu dari semua kegiatan kampusnya.


Setelah meminum obatnya, Rista mulai merasa mengantuk. dia juga merasa lemas dan sedikit pusing, hal itu karena efek samping obatnya. Karena dilihatnya Rona masih makan, jadilah dia meminta Rafa untuk duduk di sebelahnya menemaninya.


" Fa, boleh temenin Disini " Pinta Rista


" Boleh..." jawab Rafa sambil beranjak ke kursi di sebelah Rista. Rafa mengusap usap lembut tangan Rista sampai akhirnya Rista tertidur.

__ADS_1


Malam itu Rafa memutuskan untuk tidur di rumah sakit menemani Rista dan Rona, Rona dengan senang hati menyambutnya, dia senang ada teman untuk ngobrol dan nonton film. Sementara Agi pulang dan besok akan kembali lagi ke rumah sakit.


__ADS_2