Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 58 ( Mungkin aku telah melewatkanmu)


__ADS_3

Setelah selesai sarapan bersama Ayah dan ibu Agi berpamitan ke rumah sakit. Ayah Agi memang bekerja sebagai dokter spesialis sedangkan ibunya fokus mengurus bisnis keluarga mereka. Keluarga Agi membuka klinik kesehatan dan beberapa toko alkes di kawasan Jakarta.


" Mamah pergi dulu ya, Rista istrahat dulu saja di sini ya sampai pulih " ujar Ibu Agi sambil bersiap pergi


" Iya tante, terimakasih banyak" jawab Rista sambil tersenyum


" anggap aja rumah sendiri, kalau mau minta apa apa kasih tau mbok yum atau Agi saja"


"baik tante, maaf merepotkan ya" jawab Rista malu malu


" ngga apa apa kok, santei saja. jangan lupa minum lagi " tambah ayah Agi.


setelah mencium tangan ayah dan Ibu Agi, Rista dan Agi masuk kembali ke rumah. Agi khawatir Rista belum sehat betul, meski wajahnya sudah tidak sepucat kemarin.


" aku harus ngabarin kak Rona Gi" ujar Rista pada Agi, mereka kini duduk di depan tv sambil menikmati acara tv.


" biar aku yang hubungin kak Rona " ujar Agi sambil merain hanphone di saku bajunya. kemudian berbincang dengan Rona di telepon. Pada awalnya Rona khawatir dengan keadaan Rista, namun setelah di jelaskan oleh Agi, Rona mempercayakan Rista pada Agi. Rona juga memberitahu Agi mungkin lusa baru kembali ke Jakarta,kemudian lanjut ke Bandung. Agi yang mendengar padatnya jadwal Rona jadi mengurungkan niatnya untuk bercerita tentang pengirim pesan misterius itu. mungkin sebaiknya dia mencari tahu sendiri terlebih dahulu.


Setelah berbincang dengan Rona Agi ke Rista yang sedang menonton televisi. Dilihatnya Rista sedang menonton berita infotaiment, dan ternyata sedang memberitakan model dan Artis yang sedang naik daun. Ya, berita tentang Marinda. Berita itu mengulas tentang Marinda yang tengah shooting film baru di Jogja. Rista kemudian teringat malam dia bersama Rafa di puncak, saat itu Marinda pun mengabarkan dia sedang di Jogja. Rista menghela nafas, hatinya bertanya, apakah mungkin dia bersama Rafa, sedangkan dia sendiri tau, kekasih Rafa itu adalah Marinda, model dan artis yang begitu banyak di idolakan laki laki.


Agi memegang bahu Rista, setengah mendekapnya dari belakang, dia seolah mengerti dengan apa yang Rista rasakan. saat ini infotaiment juga sedang mewawancara Marinda, dan bertanya apakah marinda mempunyai kekasih atau tidak. Dan dengan tersenyum malu malu Marinda mengangguk mengiyakan kalau dia sudah memiliki kekasih, bahkan sudah bertunangan,namun kekasihnya belum dia perkenalkan ke media. Hati Rista seperti di cubit melihat berita itu.


Tiba tiba Agi meraih remot di sebelah Rista dan memindahkan chanelnya ke saluran tv kabel.

__ADS_1


" kaya ibu ibu aja nonton infotaiment"ujar Agi.


Agi kini duduk di sebelah Rista, menonton acara kuliner street food.


" kapan kapan kita kulineran yah" ucap Agi, matanya masih terus menatap ke layar tv.


" wah... boleh tuh.. yuk hari ini aja " jawab Rista antusias.


" kamu masih sakit sekarang" ujar Agi sambil mengucek rrambut Rista dengan gemes. kemudian tangannya meraba kening Rista " kamu masih demam, minum lagi obatnya"


Agi kemudian beranjak ke kamar tamu untuk mengambil obat Rista dan kembali lagi ke depan tv bersama segelas air untuk Rista minum obat.


Bila berdekatan dengan Agi,Rista merasa dirinya sseperti tuan putri. Dia begitu dimanaja dan di sayangi. Tidak pernah sekalipun Agi memperlakukan nya dengan tidak baik. Rista kemudian melirik ke arah Agi,matanya menatap wajah Agi, " apa aku harus mencoba membuka hati aku untukmu Gi? " tanya Rista dalam hati.


Sadar di perhatikan oleh Rista,Agi kemudian menatap balik Rista .


" ehh.. ga apa apa Gie, kamu mandi sana. bau" ujar Rista, malu kepergok menatap Agi lekat lekat.


" Iya... iya aku mandi" ujar Agi samvil beranjak menuju kamarnya untuk mandi.


Sambil menunggu Agi mandi,Rista menikmati acara kuliner di tv, namun keringat dingin mulai keluar lagi, Rista juga merasa sedikit mual. Rista kemudian membaca label obat yang tadi di berikan Agi. itu obat penurun panas biasa, namun memang ada efek samping nya, membuat mulut terasa kering,mual dan mungkin jantung berdebar. Namun Rista tidak merasakan jantungnya berdebar,dia hanya merasakan sedikit mual,selain itu mungkin juga karena dia masuk angin. Rista memejamkan mata beberapa saat, terasa lebih nyaman. Padahal Rista berharap bisa pulang hari itu, selain ngga enak dengan keluarga nya Agi,Rista juga tidak membawa baju ganti apapun. Namun Rista ragu apakah Agi akan mengizinkannya pulang kalau tau dia masih sakit begitu.


Tak berapa lama Agi sudah kembali lagi kesebelah Rista ,kali ini dengan penampilan yang jauh lebih enak di pandang dibandingkan tadi. Agi mengenakan kaos berwarna abu muda di padu celana joger warna navy, simple namun enak dilihat. Agi kembali duduk di sebelah Rista,dilihatnya gadis itu tengah memejamkan matanya. Agi berniat menggendong nya dan memindahkannya ke kamar, namun Rista keburu membuka matanya. Tentu saja Agi kaget di buatnya.

__ADS_1


" kirain kamu tidur " ujar Agi sambil kembali mendudukan Rista di kursi


" aku ga tidur kok,kamu mau ngapain hayo... " tanya Rista jahil


" yee... mau ngapain apanya? tadi tuh kirain kamu tidur, jadi aku mau pindahin kamu ke kamar"


"daripada mindahin aku ke kamar, mendingan kamu anterin aku pulang"


" lho.. kok pulang, kan kamu belom sembuh"


nahh benerkan Agi protes, ujar Rista dalam hati.


" tapi aku usah baikan Gi, aku mau d apartemen aja, lagian aku juga kan ga bawa baju ganti " rengek Rista dengan manja. pokonya dia harus bisa meluluhkan Agi biar bisa pulang.


" kalo di apartemen, kamu ngga ada yang ngurus, di sini kan kalo mau makan ada mbok yum, ada aku"


" tapi kan aku bisa pesen makan dari luar, bisa telepon kamu juga kalo pengen di temenin" bujuk Rista lagi


" aku masih khawatir sama kamu"


" aku beneran usah baikan Gi, bener dehn. gak bohong " bujuk Rista sambil memeluk tangan Agi.Dan Agi akhirnya luluh juga oleh Rista. Agi kemudian menyambar kunci. mobilnya. setelah berpamitan dengan mbok yum merrka berdua langsung pergi meninggalkan rumah.


selama perjalanan menuju apartemen Rista berusaha ceria, meskipun sebetulnya dia memang bahagia, diperjalanan Agi sengaja mampir ke sebuah toko kue. Dia hendak membelikan opera cake kesukaan Rista . Rista tentu saja kegirangan, dia tidak menyangka Agi ternyata se sweet itu padanya, selain perhatian dia juga hafal betul kesukaan Rista dan bisa banget membuat Rista tersenyum.

__ADS_1


Kini di pangkuan Rista sudah ada opera cake pemberian Agi, di sisa perjalanan menuju apartemen,sesekali Rista melirik ke arah Agi yang sedang fokus menyetir.


" apa aku melewatkan ketulusan mu Gi? apa aku harus mencoba membuka haribaku untuk kamu Gi? " tanya Rista dalam hati lagi.


__ADS_2