Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 56 ( pertengkaran karena khawatir)


__ADS_3

Rista menatap Agi dengan keheranan. Ucapan Agi baru saja benar benar tidak di mengerti Rista


" Maksudnya?" Tanya Rista


" iya, kamu bohongin aku"


" Bohong???" Rista semakin tidak mengerti


" Rona barusan bilang ke aku, kamu dari semalam demam"


Rista menghela nafas, dia kini faham.


" Ohh.. iya Gi, semalam aku memang sakit, aku masuk angin, jadi demam, tapi sekarang aku udah ngga apa apa, lihat, aku baik baik aja kan " ujar RIsta meyakinkan Agi. meskipun sebenarnya dia berbohong, kepalanya dari tadi sudah terasa berat, udara terasa dingin dan keringat dingin keuar dari pori pori kulitnya.


" Kamu masih mau bohong?" Agi masih menatap Rista tajam


" I am Fine Gi.." ujar Rista meyakinkan Agi. Agi mendengus sebal, dia tau saat tadi sore pun Rista terlihat pucat, yang di ucapkan Anwar saat mereka di Artemis berarti benar. Hanya Agi saja tidak peka.


" Yang aneh tuh kamu Gi, kamu aneh, tiba tiba ngajak aku pergi, terus diem , cuekin aku dan sekarang tiba tiba marah" uja Rista kesal. kepalanya terasa semakin berat.


" Kalo kamu sakit kamu bilang dong" ujar Agi kesal, ingin rasanya dia bilang kalau dia khawatir sekali pada Rista


" Aku baik baik aja Gi, kamu yang aneh dari tadi. sejak kita di Artemis"  Rista benar benar kesal sekarang, padahal seharian ini dia senang sekali


" Tapi kamu sakit ngga bilang, kamu ga tau khawatirnya aku gimana" ujar Agi meninggi


" Aku sehat Gi, aku baik baik aja, aku ga kenapa kenapa" jelas Rista lagi, dia berusaha mati matian meyakinkan Agi dan berkata pada diri sendiri dia baik baik saja.


" Kamu tuh ga pernah peduli dengan rasa khawatir aku" Ujar Agi kesal dengan nada tinggi.


Rista Syok, ini pertama kalinya Agi berbicara dengan nada seperti itu. dan apa yang Agi bilang barusan, Rista tidak pernah peduli? Rista menatap Agi tajam, dia benar benar aneh dan kesal. Aneh dengan sikap Agi dan kesal dengan bentakan Agi.


" Aku ngga ngerti kamu Gi" Ujar Rista sambil mengela nafas kemudian keluar dan membanting pintu mobil Agi.


" Ta... Ta.." Agi berteriak memanggil Rista namun Rista tidak memperdulikannya dia terus berjalan menjauh dari mobil Agi.


" AAARRRGGGHH... .... " Agi memukul stir mobilnya, apa sih yang ada di otaknya saat ini, yang Agi tau dia begitu peduli pada Rista.


" RISTA..... " Teriak Agi sambil keluar dari mobilnya dan mengejar Rista. Dilihatnya Rista sudah berjalan menjauh dan menyebrang jalan. Agi berusaha mengejar Rista, namun kendaraan cukup ramai sehingga menyulitkan Agi untuk menyebrang. Sementara itu Rista terus berjalan, dia tidak peduli lagi dengan teriakan Agi di belakangnya, dia terus berjalan meski kepalanya terasa berdenyut dan keringat dingin terus keluar. dan kelakuan Agi semakin membuat kepalanya Nyutnyutan. Rista langsung menaiki bis begitu di dekatnya berhenti sebuah bus trans kota, yang dia tau saat itu adalah pergi dan pergi. hatinya kesal. Rista bahkan tidak melihat kemana tujuan bis itu, yang terpenting saat itu bagi dia adalah pergi, dan meluapakan kekesalan nya terhadap Agi.


Agi merutuki dirinya yang tak berhasil mengejar Rista,dia menjambak rambutnya. kini dia kebingungan harus kemana mencari Rista. Namun Agi tiba tiba sadar, kalau Rista tadi nyebrang dan menaiki sebuah bis. Agi langsung berlari menuju mobilnya, dan memutar balik mobilnya secepatnya. dia langsung mengecek trayek bis di halte sebrangnya dan mencocokannya dengan jadwal bis.


" Yes ada.. " ucap Agi cerah, dia kemudian memacu mobilnya mengikuti rute bis yang Rista naiki. semoga perkiraan Agi tidak meleset. Dia benar benar khawatir dengan keadaan Rista. dia merasa bersalah telah bersikap seperti tadi dan yang terpenting, Agi takut terjadi sesuatu pada Rista.

__ADS_1


Rista berhenti 2 halte selanjutnya, tepat di sebuah kawasan bisnis kawasan Jakarta Utara. Dengan langkah berat Rista berjalan menuruni tangga bis dan menuju ke tempat duduk di halte. Rista merasa kepalanya berdenyut, pandangannya kabur dan lemas sekali, keringat terus mengucur dari keningnya. Namun meski lemah dia berusaha tetap kuat, Rista sadar tidak ada siapa siapa kini di dekatnya, Rona sedang dalam perjalanan ke Bogor dan dia tidak mungkin menghubungi Rafa apalagi Agi. Rista berusaha duduk di kursi halte, dia akan berusaha menenangkan diri dulu. Rista berencana memesan taxi online dan akan pulang ke apartemennya. Rista baru sadar sejak di Jakarta inilah kali pertama dia keluar tanpa siapa siapa. Dia melihat sekelilingnya, semuanya tampak asing. Rista memperhatikan aplikasinya taxi onlinenya, sudah beberapa menit namun tidak ada kendaraan yang mempickup nya,


"Apa aplikasinya sedang error ya?" tanya Rista dalam hari. dia menghela nafas, sepertinya dia harus mencari taxi offline. Rista bangkit dari duduknya hendak mencari taxi offline di dekat kawasan perkantoran, namun dia merasa sakit yang teramat sangat di kepalanya.


" HHmmm.. oke harus bisa Ta ayoo... kamu sendirian " Ujar Rista dalam hati. Rista kemudian berjalan, namun baru beberapa langkah, semuanya terlihat kabur, Rista merasa luar biasa sakit di kepalanya, serasa ada gangsing di dekat telinganya..


dRista merasa semuanya menghilang..


tiba tiba..


Greepp....


seseorang menangkap tubuhnya tepat saat sebelum tubuhnya jatuh ke tanah, Rista merasa melayang, kesadarannya perlahan menghilang, namun Rista mencium aroma yang familiar, aroma wangi yang Rista suka, aroma yang menenangkan. Rista merasa ada tangan yang kokoh menahannya.


***


Beberapa saat sebelum Rista jatuh pingsan.


Agi akhirnya menemuka Rista, hampir saja dia melewatkannya seandainya dia mengendarai mobilnya dengan cepat, namun untungnya Agi memperlambat laju mobilnya saat melewati halte halte bis. Dan ternyata benar, dia meliaht Rista sedang duduk di bangku halte dengan kepala menyender ke sandaran halte, sementara tangan satunya menggenggam handphone. Agi langsung keluar dari mobil dan berjalan mendekat ke Rista, namun sepertinya Rista tidak menyadari Agi berada beberapa meter di depannya. Agi melihat Rista berjalan limbung dengan tangan meraba keningnya. dan benar saja dugaan Agi...


greeppp.... 


Agi langsung berlari memburu tubuh Rista yang hampir terjatuh, beberapa orang di sekitar situ terkejut dengan kejadian itu. terlebih Agi. untung saja dia langsung sigap menangkap tubuh Rista.


orang orang tiba tiba berkerumun melihat kerjadian itu


" Mas kenapa mas.." Tanya seseorang yang ada di dekat situ, mereka mengerubungi Rista dan Agi. Sementara Agi terus menepuk pipi Rista berusaha membangunkan Rista, namun nihil


" Mas, bawa ke rumah sakit mas..." Ujar seseorang dekat situ. Agi seperti tersadar, dia panik sampai tidak terfikirkan ke rumah sakit. Dia kemudian bangkit dan membopong Rista menuju mobilnya. selama perjalanan Agi terus memperhatikan Rista di sebelahnya, wajah Rista tampak pucat keringat dingin bermunculan di keningnya, Agi meraba kening Rista, dan dia kaget. Tangannya merasakan panas di keningnya kemudian dia meraba leher Rista. tangannya kemudian meraba jemari Rista, memegang pergelangan tangannya. Agi menghela nafas menyesal. Ahh.. bahkan Rista selalu memakai gelang pemberiannya.


"Maafin aku Ta, aku selalu membuatmu sakit" ujar Agi lembut dan penuh penyesalan. Agi kemudian melesatkan mobilnya menuju perumahan elit di Jakarta utara.


***


ttiiiinn... tiinnn....


Agi menekan klakson mobilnya dengan kencang. Satpam rumah Agi dengan tergopong gopoh segera membuka gerbang rumah bernuansa urban minimalis itu.


" panggilkan mbok Yum cepetan" ujar Agi saat mobilnya melewati penjaga rumahnya. dan si satpam langsung berlari menuju rumahnya memanggil ART Agi. tidak seperti biasanya majikannya tergesa gesa seperti itu, biasanya majikannya itu bersikap lembut dan dingin.


Begitu tiba di depan pintu rumahnya Agi langsung mengangkat Rista masuk, dengan tergesa gesa dia membawa Rista.


" Mam.... Pah..."Mahh...  Teriak Agi mencari kedua orang tuanya.

__ADS_1


" Den Agi... ada apa Den.." ujar Mbok Yum dengan tergesagesa


" Cepat panggiling papah dan Mamah mbok, dan tolong siapin kamar untuk teman saya" ujar Agi memberi instruksi.


" siap ... siap Den" Ujar mbok Yum tergesa gesa. kaget melihat Agi pulang dengan membawa seorang wanita.


" Nak.. kenapa... ada apa?" Tanya mamah Agi ikutan panik . dia melihat anak bujang nya tergesagesa masuk dengan menggendong seorang wanita kemudian membaringkannya di sofa ruang tamu


" Ini siapa nak?" Tanya Mama Agi penasaran, dia panik mengapa Agi membawa pulang seorang wanita


" Mah tolongin dia.. dia..dia ahh... " Agi panik dan mondar mandir di dekat Rista dan menjambak rambutnya.


" tenang dulu nak.. tenang.. ini kenapa?" tiba tiba ayah Agi datang dari dalam, dia kaget mengapa anaknya pulang pulang panik dan membawa wanita.


" Yah tolong dia. dia Rista teman Agi, tadi.. tadi dia pingsan tiba tiba.. badannya panas sekali" ujar Agi penuh rasa khawatir. sementara mamanya di sebelah Rista memperhatikan Rista. pucat sekali wajahnya


" Oke, tenag papah periksa dulu, sebentar papah ambil alat alat dulu" ujar ayah Agi sambil beranjak membawa alat alat medisnya.


" Dia siapa nak?" Tanya mama Agi sambil mengelus punggung anaknya


" Dia Rista mah, dia temen Agi.." ujar Agi panik. dia kini duduk di sebelah Rista. menggenggam tangan Rista yang sedingin es, namun badannya panas sekali.


" Maafin aku Ta, ayo bangun dong Ta, aku khawatir" Ujar Agi penuh khawatir. Mama Agi melihat pemandangan di hadapannya yakin, bagi Agi Rista bukan hanya sekedar teman. Mama Agi yakin, dia pasti seseorang yang sangat spesial buat Agi. Ayah Agi kembali ke ruang tamu, kini dengan mebawa peralatan untuk memeriksa Rista. ayah Agi memasang termometer di badan rista kemudian mengukur tensinya. Rista masih belum tersadar dari pingsannya. Ayah Agi juga menempelkan stetoskop ke dada Rista dan bagian yang lainnya. kemudian mendengar bunyi bip.. bipp.. dari termometer.


" hhmm...39.4. hhmm panas sekali Gi teman kamu " ujar Ayah Agi


" Dia ngga apa apa kan Yah?" tanya Agi khawatir


" semoga, demamnya tinggi sekali, kenapa dia?"


" Agi ngga tau Yah, tadi dia tiba tiba pingsan, setahu Agi dia memang sedang ngga enak badan, tapi detailnya Agi ngga tau "


" HHmm.. oke, ayah akan berikan obat penurun panas, tapi pindahkan dulu dia, jangan di sini " Ujar ayah Agi sambil beranjak dan menyiapkan obat untuk Rista.


Agi membaringkan Rista di kamar tamu, Agi meraba kening Rista, panas sekali, ditambah Rista belum juga sadar.


Ayah Agi mengusaokan kayuputih di kening Rista dan mendekatkan botol kayuputih ke dekat hidungnya untuk merangsang kesadarannya, setelah Rista di rasa cukup sadar ayah Agi kemudian memberinya obat penurun panas. Rista tampak aneh dan merasa asing dengan tempat itu, dia merasa linglung,


" Kamu ada di rumah aku Ta" ucap Agi lembut sambil menggenggam jemari Rista" ini ayah aku, dan ini ibu aku" tambah Agi lagi . Rista masih menatap mereka dengan tatapan kosong dan tidak mengerti dengan apa yang terjadi


" Kamu, istirahat dulu aja, ngga apa apa kok, barusan om sudah memberikan obat penurun panas" Ujar ayah Agi lembut


" Terimakasih om" ujar Rista lemah

__ADS_1


" Ya udah, kamu istirahat dulu ya nak, kalo perlu apa apa jangan sungkan " Ujar mama Agi sambil mengusap lembut jari Rista. kemudian mereka keluar. meninggalkan Agi dan Rista.


__ADS_2