
Agi menggenggam erat tangan Rista, keluar melalui pintu samping. keselamatan Rista prioritas utama bagi dia. Tak peduli seperti apa suasana di pesta saat itu. Agi terus menggenggam tangan Rista menyusuri koridor hingga tiba di halaman samping. sudah tidak ada wartawan yang mengejar mereka. selain memang keduanya cukup cepat berlari, area kebun samping memang minim penerangan,sehingga para wartawan akan kesulitan menemukan mereka.
Agi melepaskan genggaman tangan Rista, dilihatnya nafas Rista naik turun. lumayan capek juga ternyata lari dari kejaran wartawan. Rista melepas sepatu high heelsnya. untung tadi dia tidak keseleo atau terjatuh saat lari pake heels 5 cm itu.
" Kamu ga papa Ta?" tanya Agi sambil mengatur nafasnya
" i am fine Gi, " jawab Rista, dilihatnya jari kakinya kemerahan karena berlari menggunakan heels " Aku ngga ngerti kenapa video tadi bisa sampe keputer di acaranya Rafa Gi" Ujar Rista lagi
" Udahlah, kita bahas itu nanti, sekarang kita harus berfikir gimana caranya pulang dari sini, di depan pasti banyak wartawan" Ujar Agi sambil melepaskan kancing atas kemejanya. Gerah juga ternyata berlarian di malam hari.
Sementara itu di area pesta Rafa, setelah insiden Marinda dan Rista yang kabur tinggal Rafa yang di kerubungi oleh wartawan, untungnya beberapa security dan bodyguard Marinda sigap mengamankan, membawa Rafa ke rest room keluarga.
Rafa memegang pelipisnya, bingung dengan apa yang terjadi, kenapa pula video nya di Artemis bisa sampai terputar di acara tunangannya. Mengahadapi wartawan tinggal membuat konferensi pers, namum Rafa tidak sanggup menghadapi keluarganya. Rafa memang menginginkan berpisah dengan Marinda, tapi bukan begini caranya. Kini dia harus siap menghadapi keluarga besar dirinya dan Marinda.
Rafa yakin pasti ada seseorang yang sengaja melakukan ini di pestanya, namun siapa? selama ini baik Rafa atau Marinda merasa tidak punya musuh. di dunia hiburan pun Marinda adalah artis yang cukup baik. tidak pernah ada pemberitaan negatif terhadapnya. langkah Marinda di dunia entertainment di atur dan di rancang sebaik mungkin oleh manajemennya. Tidak mungkin rasanya ada seseorang yang sebegitu bencinya dengan hubungan Rafa dan Marinda. Rafa duduk di sofa rest room, beberapa keluarganya memang telah pulang, hanya ada ayah dan ibunya.
" kenapa bisa sampe seperti ini kejadiannya Fa?" Tanya ayah Rafa, begitu meilah putra lelakinya duduk di sofa, mukanya merah padam menandakan kemarahan yang memuncak.
" Tenang dulu yah, Rafa juga pasti kaget" Ujar Ibu Rafa di sebelahnya.
__ADS_1
" Rafa ngga tau Yah, siapa memutar video itu" Jawab Rafa sambil tertunduk.
" Sekarang masalahnya bukan hanya siapa yang memutar video itu, tapi pernyataan kamu di video itu" Ujar Ayah Rafa lagi " Kamu bilang kamu sayang sama siapa itu namanya Bu,?"
" Rista, namanya Rista Yah" Ujar Rafa sambil menelungkup kan wajahnya dengan kedua tangannya
" Bisa bisanya kamu bilang sayang sama orang lain, sementara kamu mau tunangan dengan Marinda" ujar ayah Rafa lagi.
" Sudah Yah, sudah, kita bicarakan di rumah ya, ga enak kalau bicara di sini" Ujar Ibu Rafa melerai. Mereka kemudian bersiap untuk keluar ruangan, Rafa meminta beberapa bodyguard untuk membantu mereka keluar.
sementara itu di kebun samping,
" Gimana Gi?" Tanya Rista saat Agi menyudahi percakapannya dengan Anwar
" Aman, Anwar bakalan jemput kita" Jawab Agi
" Terus mobil kita?" Tanya Rista lagi.
" Nanti kita tukeran mobil, sementara kita pake mobil Anwar, mobil kamu di bawa Anwar .
__ADS_1
Rista mengangguk mengiyakan rencana Agi. Tak berapa lama, Rista melihat Mobil Anwar mendekat. buru buru meraka menghampiri dan segera ke parkiran utama mengantar Anwar membawa mobil Rista.
" Planingnya tar gua kabarin ya War " Ujar Agi saat nenurunkan Anwar.
" Oke Gi, lo ati ati ya. keep in touch ya. kamu ati ati juga Ta" Ujar Anwar sambil keluar dari mobilnya.
" Thank you so much ya War" Ujar Rista. Mereka kemudian berpisah di parkiran. Agi langsung melesatkan mobil Anwar di Jalanam kota Bandung.
Sementara itu Anwar membawa mobil Rista untuk mengantar geng liliputh dan Nika pulang ke kostannya.
" Kita pulang ke hotel ya, aku takut nya banyak wartawan di rumah kamu" ucap Agi.
" Lalu ngabarin mami,papi gimana? mereka pasti khawatir" Tanya Rista pada Agi
" Nanti aku telepon dari hotel" Jawab Agi.
" Ya udah, kita ke hotel" Jawab Rista pasrah. seperti nya dia tidak punya pilihan lain saat ini. bukan hanya hatinya yang kacau, fikirannya juga sama. Beruntungnya Agi begitu sigap dan tanggung jawab dengan dirinya.
mobil mereka melesat menembus keramaian kota Bandung malam itu. menuju ke arah Sukajadi Atas. tempat Agi menginap.
__ADS_1