Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 59 ( Aku yang tidur seperti kebo)


__ADS_3

Begitu sampai di apartemen,Rista langsung memasukan cake kesukaannya itu ke dalam lemari pendingin,dia kemudian berganti pakaian dengan kaos longgar dan celana hotpants favoritnya. Rista memang cuek kalau di rumah, kadang dia bisa seharian menggunakan piyama tidur. Pokoknya baju baju yang membuat adem, adalah baju favorit Rista di rumah. Setelah memastikan Rista baik baik saja, Agi kemudian pamit, dia harus mengurus toko alkes nya yang akan segera launching. Namun dia sudah mewanti wanti Rista kalau perlu apapun dan kapanpun dia tinggal menelfon Agi. Dan Rista pun mengangguk mengiyakan. Agi kemudian benar benar pergi setelah mengulang tiga kali petuahnya dan Rista pun mati matian meyakinkan Agi kalau dia sudah baik baik saja.


Sepeninggalan Agi dari apartemen, Rista mencoba memakan opera cake kesukaannua, meski sedikit mual, namun dia harus memaksakan agar perutnya tetap terisi makanan. Rista juga mengecek persediaan makanan di kulkas, beberapa makanan instan memang selalu tersedia di sana, juga dengan buah sayuran. sebetulnya kalau Rista rajin, dia bisa mengolah apapun yang ada di kulkas. Namun sayangnya, Rona lah yang lebih sering memasak ketimbang Rista.


Setelah selesai menyantap cakenya Rista beranjak ke kamarnya, dia ingin memejamkan matanya, sama seperti saat di rumah Agi tadi. memejamkan mata terasa lebih nyaman. sebelum nya dia menghubungi Rona terlebih dahulu, agar kakak sematawayangnya itu tidak khawatir. kemudian mengubak ponselnya ke mode senyap. dan.. Zzzz.... tak berapa lama kemudian Rista sudah terlelap.


Sementara itu di tempat Agi


Setelah mengantar Rista ke apartemennya, Agi langsung meluncur ke kawasan ComPark dimana toko baru Alkesnya akan di buka, rencananya weekend ini launchingnya. Oleh karena itu banyaj sekali yang harus di persiapkan,mulai dari barang barang yang mylai berdatangan juga pegawai pegawai yang akan mulai masuk ke tahapan wawancara final.


Lantai Satu ruko Agi memang fokus ke ares penjualan offline, sedangkan lantai 2 adalan Gudang dan kantor online, kantor Agi sendiri berada di lantai 3, berdekatan dengan ruang rapat. namun kadang karena malas, Agi lebih sering ngantor di lantai 2.


Menjelang siang Agi mendapat jadwal wawancara dari Anya, sekertarisnya yang sementara ini masih doublr jabatan dengan kepala toko Compark. Anya menyebutkan ada beberapa kandidat untuk bagian kasir dan administrasi. Entah mengapa saat Anya menyodorkan berkas calon pegawai Agi jadi teringat Rista,Rista juga bergelut di bidang adm dsn keuangan. Agibingin melibatkan Rista dalam pemilihan pegawai nya kali ini. Entah mengapa padahal Agi mempunyai tim HR dan staff yang ahli.


" Anya, tolong keruangan saya" ujar Agi melalui intercom.


Tak lama kemudian Anya masuk ke ruangan Agi.


" Tolong reschedule semua yang akan di wawancara hari ini ke dua hari yang akan datang"perintah Agi.


" Oh baik pak, tapi kenapa di reschedule pak? ngga akan terlalu mepet waktunya nanti pak dengan jadwal launching? " tanya Anya penasaran.


" saya perlu pertimbangan seseorang " jawab Agi sambil menyatu kedua tangannta di depan dada


" Baik pak kalau begitu, akan saya atur ulang jadwalnya " Ujar Anya kemudian kembali ke tempat kerjanya, dan sibuk menghubungi para kandidat pegawai karena bapak bos nya itu tiba tiba ingin ganti jadwal.

__ADS_1


Sementara itu di tempat Rista, entah sudah berapa kali Agi dan Rafa menelepon namun tidak di angkat. mungkin karena pengaruh obat sehingga dia tidak bisa merasakan handphonenya bergetar.Agi sebetulnya dari tadi mencemaskan keadaan Rista, namun dia juga begitu sibuk di kantornya, sehingga fokusnya terbagi bagi. Namun entah mengapa untuk pemilihan pegawai untuk kantornya yang baru dia ingin melibatkan Rista, padahal biasanya dia melakukannya sendiri. Namun akhir akhir ini Agi ingin apapun keputusan yang akan diambil adalah hasil berunding dengan Rista. Padahal sebetulnya Rista bukan siapa siapa.


dddrrttt... dddrrtt.... ddrrtt....


Handphone di sebelah Agi terus menerus bergetar, mau tak mau Agi melirik sekilas, dan ternyata Rafa yang menelfonnya.


" Hallo Fa" sapa Agi


" Hallo Gy, sorry ganggu, lagi sibuk ?" tanya Rafa to the point


" Lumayan, kenapa?" tanya Agi penasaran


" Aku coba ngehubungin Rista dari tadi, tapi ngga di angkat, aku Whatsapp juga ngga di bales, dia lagi bareng kamu ngga?"


Agi mengernyitkan dahi, kok Rafa bertanya tentang Rista ke dirinya


" Ohh gitu, okedeh kalo gitu."


" Kenapa memangnya Fa?" Agi penasaran lagi.


" Ngga apa apa, ngga biasanya aja, ampe aku berkali kali ngehubungin ngga di bales, tapi ya udah mungkin lagi sibuk " Jawab Rafa


" Coba aku hubungin ya, nanti aku kabarin " Ujar Agi


" Oke Gi, Thankyou ya"

__ADS_1


" you're welcome Fa" Jawab Agi. kemudian mematikan teleponnya.


Berita dari rafa barusan membuat Agi mau tak mau mengecek kondisi Rista, dan ternyata benar, pesan Agi dari siang belum ada satupun yang di baca. Agi kemudian menelepon Rista, namun hasilnya sama, tidak di jawab juga. Agi mulai merasa khawatir, namun pekerjaan di kantor tidak mungkin di tinggalkannya. Ujung ujungnya Agi jadi uring uringan sendiri, karena kesal tidak bisa mengecek keadaan Rista, dan ternyata masih banyak hal yang harus di benahi sebelum launching.


Sementara itu di kediaman Rista, Rista masih bobo dengan pulasnya.


( Author bingung juga, Rista ini tidur apa pingsan sih, kok gak bangun bangun...)


***


Apartemen Green Bay jam 18.20


Rista mengeliat, lemas sekali rasanya, dia aeh mengapa kamarnya gelap, dia melihat ke jendela, dan terkejut hari sudah malam .


" Astaga jam berapa sekarang?" Rista kemudian mengecek handphonenya.


18.20


Berarti dia sudah tidur hampir 8 jam, pantas saja dia merasa lemas dan lapar. Rista merentangkan tangannya dan mengeliat, kemudian menuju kamar mandi untuk cuci muka. pasti akan banyak pesan di handphonenya.


usai mencuci muka Rista beranjak ke kulkas, perutnya lapar, namun dia ingin memakan sesuatu yang segar, dan pilihannya jatuh pada apel. Sambil memakan apelnya Rista membuka satu persatu pesan. Ada dari Rona, Mami, grup power rangger dan tentu saja dari Agi dan Rafa. kedua orang itu mengirim pesan paling banyak. melebihi mami dan Rona. Baik mami ataupun Rona keduanya menanyakan kabar Rista, dan Rista jawab sesuai keadaannya, dia sudah membaik dan sedang makan malam. Rista paling tidak mau membuat keluarganya khawatir.


Setelah itu dia membalas pesan di grup power ranger, dan mengatakan kalau dia baru saja bangun. Di grup power rangger sedang membahas jadwal kompetisi Dede dan Tami untuk hari esok. Rista sudah menjawabnya dan memberikan dukungan kemudian menginfokan kalau dia sepertinya tidak bisa hadir karena kerjaan di cleanboss sedang banyak, namun sebetulnya karena dia masih merasa belum sehat betul. Tak lupa Rista juga membalas pesan Rafa dan Agi agar keduanya tidak khawatir berlebihan. Terutama Agi yang memang tahu keadaan Rista sedang tidak baik baik saja. Namum Agi lega, setidaknya dia tahu kalau Rista dari tadi ngga kenapa kenapa.


***

__ADS_1


Di tempat Agi


Agi menghela nafas lega, akhirnya dia mendapat kabar juga dari Rista, tadinya kalau sampai jam 8 malam dia masih belum mendapat kabar juga, dia akan menyusul Rista ke apartemennya. tak peduli seberapa banyak kerjaannya hari itu, akan dia tinggalkan. Namun ternyata dari tadi siang Rista tergolek nyaman di atas tempat tidur karena pengaruh obat. Dan sekarang Agi bisa kembali fokus ke pekerjaannya.


__ADS_2