Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 8 ( Minggu Tenang ( part 1 )


__ADS_3

Ujian semester genap dan kenaikan tingkat sudah tinggal menghitung hari. Rista sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Dari mulai baju ujian hitam putih, jas almamater, seragam jurusan dan sekarang tinggal mengurus kartu ujian. Rista sudah memastikan semua mata semester itu sudah di ambil dan tidak ada kuis yang terlewat.


Hari ini Rista sudah janjian dengan Ahmad untuk bareng bareng ngurus kartu ujian. Meski kadang males dengan Ahmad karena cuek banget sama kuliah, gimanapun juga Rista pacarnya Ahmad, dia orang yang akan turut bahagia kalau Ahmad sukses dan berhasil. jadilah hari ini mereka mengurus kartu ujian bareng bareng.


Rista sengaja ngga minta jemput di kostan, mereka janjian di akademik kampus. Rista berjalan menyusuri trotoar pagi itu,jam menunjukan pukul 08.00. Matahari terasa hangat menyinari pagi itu, Rista berjalan penuh percaya diri menuju kampus, entah mengapa dia merasa semangat pagi itu. Dia mengenakan dress hitam selutut pemberian Ahmad dan sepatu flatshoes berwarna abu abu,tak lupa tas selempang warna senada. Hari itu rencananya setelah selesai mengurus kartu ujian, Ahmad akan mengajaknya makan siang bareng, katanya sih di tempat yang cukup spesial.


" mumpung lagi minggu tenang" begitu ujar Ahmad saat mereka teleponan semalam. Makanya pagi ini dengan perasaan senang Rista berjalan menuju kampus.


***


Rista memasuki Ruangan Akademik kampus, setelah menyerahkan persyaratan, kartu ujian pun di berikan oleh petugas akademik. nampaknya Rista datang cukup pagi, masih belum terlihat antrian mahasiswa yang mengambil kartu ujian. atau mungkin karena ujian masih 5 hari lagi, jadi masih tersisa cukup waktu.


Rista memilih duduk di koridor akademik sambil menunggu Ahmad. tadi Ahmad sudah memberi kabar kalau dia sudah di jalan. mungkin sedikit terlambat karena jalanan macet.


" Hey Ta,... " tiba tiba seseorang menyapanya, Raffa dan Anwar.


" Hey... abis ngambil kartu ujian? " Tanya Anwar


" Iya " jawab Rista sambil tersenyum, duh... kalau para lelaki sadar sebetulnya senyum Rista manis juga.


" Terus kok masih di sini? " Tanya Anwar lagi kepo, Raffa di sebelahnya sedang asyik memainkan handphone, tampaknya lagi membalas pesan


" Iya, aku lagi nungguin Ahmad, Kalian udah ngambil kartu?" Tanya Rista


" Belum,ini baru mau ambil " jawab Anwar lagi,


" War , ambilin sama kamu aja lah yaa... " kata Raffa,dia udah selesai ber WA ria,


" ihhh kenapa " Anwar heran


" Iya ga papa, pegel nih abis nyetir" jawab Raffa beralasan,padahal dia lagi pengen ngobrol sama Rista.


" hemmm... masa?" tanya anwar kepo


" Ihh beneran, pegel tau " jawab Raffa lagi sambil buru buru menyerahkan persyaratan mengambil kartu " buruan mumpung belom ngantri" Raffa membalikan badan Anwar dan sedikit mendorongnya menuju ke Akademik.


" ih yaa.. ko jadi gini sih Fa, Dasar ih kamu" Anwar berkata sementara tubuhma masih di dorong Raffa menuju ruang akademik


" Ih bawel, buruan tar aku traktir lah " Ucap Raffa hati hati takut Rista mendengar.


Rista hanya geleng geleng kepala melihat tingkah mereka yang ajaib, kenapa tiba tiba Raffa nyuruh Anwar buat ambil kartu, padahal tadi mereka datang barengan, apa mungkin Raffa beneran pegel abia nyetir. Rista hanya menduga duga dalam hatinya.


" ko nyuruh Anwar yang ambilin Fa ?" Tanya Rista, Raffa kini duduk di sebelahnya.


" cape, abis nyetir,terus jemput Anwar " jawabnya sambil duduk " sendirian??" tanya Raffa


" Iya, janjian sama Ahmad. tapi belum dateng "


" Ooh.... , masih di jalan mungkin ya "


" Iya, katanya sih gitu tadi "


" tumben pake rok hari ini " Tanya Raffa penasaran, sebetulnya Raffa sering memperhatikan Rista, seingatnya Rista bukan tipe cewek yang girly, penampilannya bisa di bilang cuek, kaos atau sweater ,jeans sepatu kets, namun akhir akhir ini Raffa memperhatikan penampilan Rista jauh lebih feminim, apalagi hari ini.


" Iya, pengen nyobain aja,aneh ya?"


" Ngga kok hehehe, cantik malah" puji Raffa tulus.

__ADS_1


dddrrttt... dddrrrttt....


terdengar bunyi hp bergetar, Raffa merogoh hp di saku celananya, seseorang menelfonnya. dengan bahasa tubuh Raffa meminta izin mengangkat telefonnya dan sedikit beranjak dari tempat duduknya. Rista tampak mendengat samar samar suara Raffa dan si penelepon . sepertinya pacarnya.


Rista melirik jam di tangannya sudah jam 08.45, artinya sudah hampir setengah jam lebih dia menunggu Ahmad,namun belum terlihat tanda tanda Ahmad datang.


" hhhhuuufftt... " Rista menghela nafas panjang, pegel juga ternyata nungguin Ahmad, tau bakalan kaya gini tadi dia ngga akan buru buru ke kampus. namun bagaimana lagi, dia sudah terlanjur janjian pagi pagi.


Anwar yang sudah selesai mengambil kartu ujian milik dia dan Raffa menghampiri Rista.


" Raffa mana ta?" tanya Anwar sambil celingukan


" tuh, lagi nelfon " jawab Rista sambil menunjukan Raffa dengan gerakan kepalanya


" Ohh... eh kamu nungguin siapa? " kini giliran Anwar yang bertanya


" nunggu Ahmad, tapi belum dateng aja " jawab Rista, ada nada kecewa dalam jawabannya


" Ohh, macet mungkin ya.. kan jam ngantor" hibur Anwar, dia tau Rista kesel nunggu.


" Iya kayanya " jawab Rista lagi


Raffa yang sudah selesia telfonan menghampiri mereka.


" nelfon siapa Fa?" tanya Anwar penasaran


" yeee kepoo" jawab Raffa


" hahahaaha... Paling juga marinda " tebak anwar. Marinda adalak kekasih Raffa.


Tebakan Rista benar, yang menelefon Raffa adalah pacarnya.


" Eh, ta nanti ujian di gedung mana? " tanya Anwar, dia sedang melihat jadwal yang tertera di kartunya.


" kalo ga salah di Gedung F, lantai 3" jawab Rista


" Wah, sama dong, kita juga di gedung F " jawab Anwar sambil memperlihatkan kartu ujiannya,


Rista melihat kartu ujian Raffa dan Anwar, ohh ternyata mereka di gedung yang sama hanya beda lantai, kelas Anwar di lantai 2 sedangkan kelaa Rista di lantai 3.


" beda lantai aja yah?" tanya Raffa


" Iya, aku di lantai 3 " jawab Rista


" Asikkk segedung sama anak anak akuntansi " seru anwar ceria


" kenapa emang? seneng banget" Raffa penasaran


" ehhehehehe banyak yang cantikk " jawab Anwar tengil


" Yeee.... ingetttt pacarr hahahaha " ujar Rista sambil tertawa


" Eh Ta, mau ikut sarapan?, kita berdua mau beli soto" ajak Raffa tiba tiba, perutnya keroncongan ,tadi ngga sempet sarapan saat mau pergi


" Aku kan lagi nungguin Ahmad, nanti takutnya nyariin " jawab Rista. meakipun sebenernya jenuh juga nunggu


" emang udah deket Ta Ahmadnya?" Anwar ikutan nanya

__ADS_1


" ngga tau juga sih, cuma udah pergi dari tadi " jelas Rista


" Ohh gitu, ya udah tinggal di kabarin kan bisa, kamu ga bosen nunggu di sini " tanya Raffa


" bosen sih, tapi udah janjian di sini, ngga apa apa kalian kalo mau sarapan sok aja hehehe " jawab Rista


" bener nih? " tanya Anwar


" iya, tar aku sarapan bareng Ahmad kan bisa"


" Ohh iya ya... ya udah kita duluan yah " pamit Raffa.


Mereka berdua berlalu, mereka tau sebetulnya Rista bosen nunggu Ahmad sendirian di Koridor Akademik. Kasian juga melihatnya. namun mereka juga ngga bisa maksa, Rista kan lagi nunggu pacarnya, daripada nanti salah faham malah lebih berabe.


Raffa dan Anwar memilih tukan soto dekat pelataran parkir, salah satu tempat makan favorit di kampus, selain tempatnya bersih dan luas, harganya juga ngga mahal. Raffa dan Anwar memilih bangku tak jauh dari area parkiran, mereka leluasa melihat parkitan motor yang rindang jalan kampus. sebagai ungkapan terimakasih ke Anwar, Raffa sudah berjanji untuk mentraktir Anwar, mereka berdua memesan soto ayam spesial dengan extra topping ayam.


Raffa memainkan hpnya sambil menunggu pesanan datang, matanya sesekali melihat ke area parkiran dan jalanan kampus, ngga sepenuh biasanya karena memang sedang tidak ada jadwal kuliah, namun matanya tiba tiba melihat seseorang yang familiar, membonceng seorang wanita memasuki area parkir motor, mereka memarkirkan motornya agak jauh dari tempat Raffa, namun Raffa dengan jelaa melihatnya.


" Ahh... dia... " Raffa berguman sangat pelan, Anwar yang duduk di depannya tidak menyadari dengan apa yang Raffa lihat.


Perempuan yang dibonceng motor tadi kemudian melepaskan helm nya dan meletakan helmnya di atas motor, kemudian merapikan rambutny yang terurai. sementara laki laki yang memboncengnya membantunua merapikan rambut si wanita tadi sambil tersenyum. Raffa melihat pemandangan itu semua, ada sesuatu yang mengusik hatinya, sedikit rasa perih.


***


jam tangan Rista menunjukan pukul 09.10. Artinya sudah hampir satu jam Rista menunggu Ahmad, namun lelaki itu tidak tampak batang hidungnya. ngga ada kabar,ngga ada telepon. Rista sudah benar benar kesal, dari tadi dia masih berfikir mungkin Ahmad masih di jalan dan terjebak macet. Namun rasanya jarak dari rumah Ahmad ngga akan sampai satu jam ke kampus. Rista juga khawatir sebetulnya, takut Ahmad kenapa kenapa.


dddrrrttt...ddrrrt...


hp yang dari tadi Rista pegang bergetar, Alhamdulillah ternyata dari Ahmad.


" ya Ay, dimana?" tanya Rista


" Maaf ya ay, ini motor aku mogok nih, udah di jalan sebetulnya" jawab Ahmad, terdengar suara motor dan mobil di belakangnya


" ya ampun, ko ga ngabarin, terus kamu giman sekarang, kamu dimana?" tanya Rista panik


" Aku masih di jalann agak jauh sih dari kampus, kamu masih di kampus?"


" iya, aku tadi udah ambil kartu ujian, ini tapi masih di akademik nunggu kamu"


" maaf ya ay, kami jadi kelamaan nunggu, kamu pulang ke kostan aja ay, aku ini betulin motor dulu, nanti ada orang dari bengkel bantuin aku" jelas Ahmad.


" perlu aku ke situ ngga ay?" tanya Rista


" Ngga usal lah ay, ini agak jauh dari kampus, terus kan aku juga belum tau nih harus ke bengkel atau gimana, nanti kamu malah cape kalo kesini, nanti aku kabarin gimana gimananya" Ahmad menerangkan lagi


" ya udah kalo gitu, aku cari makan dulu terus balik ke kostan"


" iya ay, maafin ya Ay kamu jadi nunggu lama, nanti masalah kartu ujian ku biar aku urus sendiri nanti "


" iya Ay, hati hati ya" ujar Rista perhatian


" iya sayang, jangan lupa makan ya, nanti aku kabarin "


" iya, bye"


" bye sayang" jawab Ahmad sambil menutup teleponnya.

__ADS_1


__ADS_2