Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 34 ( Amarah Agi)


__ADS_3

Agi merogoh handphone di celananya, dari tadi handphonenya sempat bergetar beberapa kali, namun tidak bisa di angkatnya karena sedang meeting bersama Ahmad dan beberapa staff Mad's Travel, Ane juga turut serta saat itu. Ane di tunjuk Ahmad sebagai kepala bagian Administrasi. Agi memeriksa ponsel, ada beberapa pesan masuk, salah satunya dari Rona. Agi membelalakan mata membaca pesan singkat dari Rona


" Rista sudah tahu Ahmad dengan Ane"


Agi seolah tidak percaya dengan apa yang di bacanya, dia sampai membacanya berulang ulang, Agi menggeleng gelengkan kepala tanda, dirinya tidak ingin mempercayai hal itu, sungguh teganya mereka berbuat seperti pada Rista. Agi selama ini memang menaruh curiga pada mereka berdua, namun dia mengubur prasangkanya dan berusaha bersikap profesional selama di kantor. Begitupun saat di luar kantor, Agi pun berusaha agar tetap in control meskipun kecurigaannya semakin bertambah.


Agi segera berlari menuju ruangan Ahmad, meminta konfirmasi atas apa yang Rona ucapkan di pesannya.


" Mad... " Agi tiba tiba membuka pintu ruangan Ahmad sambil memanggil temannya itu. Namun dia tiba tiba mematung di depan pintu. Dilihatnya Ahmad sedang memeluk Ane dari belakang. Keduanya tampak terkejut melihat kedatangan Agi. Agi merasakan kemarahan mulai menjalar di tubuhnya. tangannya terkepal menahan amarah, dua manusia di hadapannya ini benar benar tidak tahu diri.


" Lo keterlaluan " Ujar Agi sambil menghampiri mereka dan menunjuk Ahmad dengan telunjuknya. mukanya merah padam menandakan emosinya sedang memuncak.


" Gi, sebentar aku bisa jelasin " Ujar Ane menenangkan, meskipun hatinya sebenarnya deg degan melihat sikap Agi. Mereka sudah tidak bisa mengelak lagi. Agi sudah memergoki mereka berdua.


" Lo diem, sahabat macam apa lo yang tega menusuk sahabatnya sendiri dari belakang " Ujar Agi pada Ane dengan nada tinggi.


" Lo ngga berhak marah Gi " Ujar Ahmad sambil menghempaskan tangan Agi yang menunjuknya


" Lo bener bener ngga punya hati Mad " Ujar Agi sambil menggelengkan kepala.

__ADS_1


" Lo pikir lo punya hati? Lo,Gi yang menyarankan gue putus sama Rista" Ahmad menyerang balik. Agi terdiam, ucapan Ahmad memang benar, Agi lah yang telah menyarankan Ahmad untuk memutuskan Rista, hingga membuat Rista menangis berminggu minggu, terpuruk dan merasakan luka.


" Gue ngga pernah menyangka kalian tega seperti ini di belakang Rista"


" Kenapa memangnya? kita saling sayang " Ujar Ane membela diri, selama ini dia memang tertarik pada Ahmad, namun sayangnya Ahmad lebih memilih Rista di bandingkan dirinya. Hingga suatu saat Ane melihat ada celah, dia mengambil kesempatan untuk merebut Ahmad dari Rista.


" Lo berdua bener bener ga punya hati. Ne, Lo sahabat Rista, Rista percaya banget sama Lo, dan ini balasan Lo sama dia" Ujar Agi pada Ane. Bila tidak mengingat Ane adalah perempuan ingin rasanya Agi menampar muka Ane.


" Ngga perlu merasa paling bener Gi, Lo juga sebenernya suka kan sama Rista? Gue denger sendiri waktu di rumah sakit" Ujar Ahmad membela diri.


Agi sedikit terkejut mendengar Ahmad ternyata mengetahui perasannya pada Rista.


" Iya gue emang suka sama dia kasian sama dia, dia udah lo berdua Sakitin " Agi pun membela diri.


" Kalian benee bener ga punya hati, Gue resign Mad dari kantor Lo, dan sepertinya keputusan gue untuk ikut investasi seperti kesepakatan rapat kita, gue batalin " Ujar Agi dengan penuh emosi sambil berlalu dari ruangan Ahmad. Bila semakin lama dia disana bisa bisa muka Ahmad akan jadi sasaran amukannya.


Agi segera mengemasi barang barang di ruangannya, sekertaris nya yang melihat hal itu merasa aneh dan buru buru menghampiri atasannya tersebut.


" Maaf Pak Agi, apa yang terjadi " tanya Laura. Dia melihat Agi membereskan dokumennya dengan cepat, dan memasukan barang pribadinya ke dalam box

__ADS_1


" Saya resign dari kantor ini ya Ra, kamu teruskan pekerjaan kamu di sini" Jawab Agi sambil terus membereskan barang barangnya.


" maksudnya pak Agil sudah ngga akan di sini lagi?"


" Iya "


" Lho pak, kenapa pak? kan tadi saat meeting bapak bukannya mau ikut berinvestasi di sini pak"


" awalnya seperti itu Ra" ucap Agi, dia berhenti sejenak dari aktivitas nya kemudian menatap Laura.


" Lalu kenapa dibatalkan pak? malah bapak langsung resign"


" Saya tidak ingin bekerja sama dengan orang yang tidak punya hati" jawab Agi tegas. Laura menatap atasannya itu lekat lekat, berusaha mencerna semua ucapan atasannya itu. Agi lantas menceritakan bagaimana kisah Ahmad dan Rista hingga seperti sekarang.


Laura menghela nafas usai mendengarkan penjelasan Agi, diapun faham bagaimana perasaan Agi, dan sebetulnya pun dia tidak menyangka akan perilaku Ahmad dan Ane. namun dia tidak punya kuasa apa apa. dia hanya seorang pegawai yang kebetulan harus tahu masalah atasan atasannya.


" Setelah ini bapak mau kemana?" Tanya Laura, jujur dia akan merasa kehilangan sosok Agi, meskipun baru beberapa bulan mengenalnya.


" Saya akan pulang ke rumah saya. menata hati saya dahulu sebelum menyusun rencana lagi" jawab Agi sambil mengangkat kotak berisi perlengkapan pribadinya

__ADS_1


" Semoga bapak sukses dimanapun bapak berada ya" Ujar Laura lagi, baginya Agi bukan hanya sekedar atasannya, meskipun baru beberapa bulan berkerja untuk Agi, namun Laura tau Agi adalah orang yang lembut dan penyayang. Agi juga orang yang jarang sekali marah, pembawaannya tenang dan penuh kharisma. membuat orang yang berada di dekatnya nyaman.


" Ra, tetaplah bekerja disini bila kamu masih nyaman, Ahmad mungkin akan mencari manager operasional baru untuk menggantikan saya, kamu pegawai yang hebat, teruslah belajar" Pesan Agi. Laura mengangguk mengiyakan, suasana tiba tiba menjadi sedih. Agi kemudian berpamitan dan meninggalkan Laura sendiri si ruangan itu.


__ADS_2