
Setelah di bujuk dan demi ketenteaman bersama, akhirnya Rista setuju di antar Rafa. namun Rafa akan mengantarkan Anwar dulu ke hotel baru mengantar Rista pulang. Bukan karena ingin berduaan dengan Rista, namun karena rute mengantar Rista melewati hotel tempat Rafa dan Anwar menginap. Anwar pun seolah faham, kalau sebenarnya Rafa memiliki perasaan ke Rista. Meskipun Anwar tahu, kalau Rafa masih berstatus resmi tunangan Marinda.
Setelah mengantar Anwar ke hotel, tinggalah Rafa dan Rista di mobil. Rista sedikit gugup jemarinya dari tadi memainkan gelang di tangannya. sudah lama sekali Rista tidak merasakan degupan jantungnya secepat ini. Rafa seolah mengerti kegugupan Rista, kemudian meraih tangan Rista dan merasakan tangan Rista dingin sekali.
" kamu kedininan? "tanya Rafa sambil menggenggam tangan kanan Rista.
" eh... ngga. " jawab Rista spontah. jantungnya berdegup kencang. duh kok malah deg degan gini sih... Rista berkata dalam hati. padahal suhu udara Jakarta malam itu masih lumayan panas.
" mau langsung pulang? "tanya Rafa sambil melirik ke arah Rista.
" hhmmm... segimana kamu aja Fa" jawab Rista makin salting. padahal dulu waktu di Bandung dia ngga pernah se-salting ini.
"mau main dulu? "tanya Rafa lagi" kamu kayanya butuh angin seger". Rista kemudian mengangguk mengiya kan.
Rafa kemudian melesatkan mobilnya menembus keramaian ibu kota malam itu. Dan malam itu, Rista menuntaskan Rindunya yang selama ini terpendam.
***
pov Agi.
ponsel Agi ngga berhenti bergetar sejak keluar stadion tadi. dirinya terus menerima beberapa pesan dari nomor whatsapp ngga di kenal. Awalnya Agi mengabaikan pesan itu, namun saat dia hendak melangkah menuju tempat makan bersama Rista, Agi menerima pesan lagi. Dan kali ini mengirin gambar
+628586456xxx
__ADS_1
hayyy,lo pasti Agi... gue cuma mau ngasih tau, kalo lo bakalan dapet kejutan.
Agi mengabaikan pesan ngga jelas itu. dirinya kembali fokus bersama teman teman nya.
+628586456xxx
gue tau,lo ngga akan mungkin bales message gue. fyi, orang yang lo sayang itu ngga sepolos dan ngga sebaik terlihat.
+628586456xxx
ahahaha tapi lo mana percaya sama gue.gue bakalan buktiin kalo dia ngga sebaik yang lo kira. Oh iya, baiknya dia juga hati hati, gue bisa aja habisin dia kapanpun gue mau... atau bahkan buat dia merasa ga pengen hidup lagi.
lama kelamaan Agi jengah dan risih juga mendapat pesan seperti itu, terlebih ada nada ancaman dalam pesannya yang terakhir. Agi baru saja akan memencet tombol reply, namun tiba tiba sebuah motor sport berwarna merah melaju dengan kencang, hampir saja menabrak Rista. Untungnya Rafa sigap menarik tangan Rista. Agi menahan nafas sejenak.. kemudian menghembuskannya. dia buru buru membalas pesan yang di terimanya dari orang misterius tersebut.
"apa mau lo" balas Agi tanpa basa basi.
"cara lo kampungan, kalo lo berani kita ketemu" balas Agi lagi, dia sudah tidak bisa menganggap remeh pabila sudah menyangkut keselamatan Rista. Orang misterius tersebut kemudian mengirim sebuah photo, photo yang membuat Agi tercengang, dan ingin meremasnya kalau foto itu ada di depannya.
matanya kemudian menatap Rista yang tengah ngobrol dengan teman temannya. dia menghela nafas. tidak percaya dengan apa yang di terimanya di ponselnya. kemudian masuk pesan lagi, kali ini amplop berwarna coklat. dan Dari foto yang di terimanya dia tau, dimana amplop tersebut di letakan. p
"semakin cepat lo nemuin amplop ini beserta isinya, mungkin lo bisa nyelametin rasa malud orang tersayang lo" ujar si pemesan misterius. Agi hafal betul di mana amplop itu di letakan.
Agi segera berpamitan dengan rekan rekannya dan memastikan Rista pulang dengan selamat oleh Rafa. sementara dia sendiri segera memacu mobilnya menuju rumahnya, ya, amplop itu di letakan di dekat pagar rumahnya. dan Agi tidak ingin amplop itu sampai di buka oleh orang lain. apalagi oleh kedua orangtuanya.
__ADS_1
Selama perjalanan Agi berfikir apakah dia memiliki musuh, ataukah Rista memiliki musuh, namun rasanya tidak. Rista nyaris baik ke semua orang, Agi dan liliputh faham betul bagaimana Rista di kampus. dan menurut Rona, selama di Jakarta Rista ngga pernah terlihat punya teman di luar. hanya Rona dan Rekan kantornya lah yang menjadi teman nya.
Agi langsung mengambil amplop coklat itu begitu dia sampai di rumahnya. dia langsung menuju kamarnya. orang tua nya yang kebetulan sedang ada di ruang keluarga hanya di sapanya sekilas.
"Gi, udah makan? " tanya ibunya saat Agi melangkah naik menuju kamarnya. Biasanya agi akan menyapa mereka akrab kalau mereka berkumpul di ruang keluarga.
" udah mah" jawab Agi sambil buru naik ke kamarnya di lantai 2.
Agi langsung membuka amplop itu. melihat satu persatu isi amplop tersebut. dia kemudian meremasnya kesal.
a nj*g....
anj***...
anj**...
ucapnya dalam hati, hatinya panas, tidak hanya karena emosi saja namun karena tidam percaya dengan apa yang di lihatnya. Diapun emosi mengapa orang itu begitu pengecut. hanya mengirimkan foto Rista dan seorang lelaki yang wajahnya sudah benar benar di samarkan kepada dirinya. di foto itu terlihat Rista hampir tanpa busana mencium dan memeluk mesra seorang pria. bahkan di foto nya yang lain terlihat dia sedang melakukan hubungan suami istri. Agi meremas amplop itu, dan melemparkannya ke dalam box di bawah tempat tidurnya.
dia kemudian mengirim pesan kepada orang misterius itu
"kalau itu cara lo agar gue menjauh dari rista. lo salah besar. lo terlalu pengecut untuk hadir di hadapan gue"
tak berapa lama Agi menerima balasan
__ADS_1
"gue rasa foto foto itu sudah bisa jadi salah satu bukti kalau cewek manis lo, tak sepolos itu.... "
Agi kemudian membalas pesan orang itu lagi,. namun pesannya tidak kunjung di baca. Agi meremas rambutnya. kesal dengan keadaan dan tak percaya kalau Rista seperti yang terlihat di foto itu. dia yakin pasti ada seseorang yg iri padanya dan ingin menjebak Rista.