
Rista tersenyum menjabat tangan Anne, begitupun Dengan anggota geng liliputh yang lain. Kini suasana canggung semakin terasa, Rista tak melepaskan genggaman tangannya bersama Agi. Namun tak di pungkiri, dadanya sesak menahan rasa sakit hati. Miris yang terasa melihat dua pengkhianat hadir di hadapannya dengan penuh percaya diri.
" Sebentar lagi ada video kita ay" Ujar Marinda sambil mendekap tangan Rafa.
" Oh ya? video apa? " ujar Agi, justru dia yang kini penasaran
" Video kaya recap gitu, dari awal kita ketemu sampe persiapan kita tunangan" jawab Marinda.
" ohh.. kaya teaser gitu yaa .. " Ujar Agi lagi
" Nah iya kaya gitu " jawab Marinda sambil tersenyum.
Tak lama MC pun mengundang para hadirin untuk mendekat ke arah panggung musik, karena video perjalanan cinta Marinda dan Rafa akan segera di putar. Lampu pun perlahan di padamkan, dan semuanya fokus pada layar yang berada di depan stage musik.
__ADS_1
perlahan lahan video mulai muncul, diawali dengan sapaan dari Rafa dan Marinda, ucapan terimakasih kepada semua tamu undangan. kemudian perlahan video di mulai. Adegan berawalan dari sebuah caffe di kawasan braga, tempat awal Marinda dan Rafa bertemu, Marinda yang awalnya duduk sendiri di salah satu kursi dekat jendela, perlahan Rafa menghampiri, kemudian video terus berlanjut, menceritakan kisah cinta mereka berdua. pada saat adegan romantis, beberapa seruan tertahan juga tepuk tangan, para awak media tak lupa untuk mangabadikan momen momen tersebut. video kemudian terus berlanjut, ke tempat tempat yang pernah mereka datangi berdua. Lewat video itu, Rista akhirnya faham, mengapa Marinda dan Rafa tidak bisa berpisah begitu saja. Banyak kenangan manis diantara mereka berdua, tentu saja mereka berduapun pernah sama sama diuji, sejauh mana ikatan cinta mereka bisa bertahan.
Rista kemudian menundukan kepalanya, mengingat obrolan dengan Rafa tempo hari di artemis, mengingat obrolan mereka kala di rumah sakit, mengingat perhatian Rafa selama ini, juga mengingat bagaimana obrolan mereka semalam. Benarkah Rafa tidak menginginkan Marinda, benarkah Rafa sebegitu tidak mempunyai perasaan apapun. Apa yang di ceritakan Rafa pada dirinya dan Agi, jauh bertolak belakang dengan apa yang mereka lihat di video. Rista merasa seperti orang bodoh pernah mempercayai Rafa memiliki perasaan terhadap nya, meskipun Rafa sendiri yang menyampaikannya.
Rista menundukan kepalanya, sebulir air mata telah lolos dari pelupuk matanya. hatinya sepet di tusuk duri, meskipun kini dia tau sudah ada Agi disampingnya, namun jauh jauh si lubuk hatinya, perasaan nya pernah tersimpan rapi untuk Rafa.
"Ta, kamu kenapa" Pertanyaan Agi membuyarkan lamunan Rista tentang perasaannya. Cepat cepat Rista negusap setetes air mata yang sempat melewati kelopaknya.
" Hhmmm,... kita pulang,mau?" Tanya Agi lagi
Rista menjawabnya dengan gelengan kepala, Rista ingin tau seperti apa akhir video itu, kemudian disitu ada Ahmad dan Ane, Rista penasaran apa yang akan mereka berdua lakukan. Video berduradi sekita 7 menit itupun selesai, di tutup dengan foto saat rafa dan Marinda bertunangan tadi. Rupanya tim editor nya sengaja menampilkan pemutaran video itu terakhir karena harus memasuka sceene pertunangan Marinda dan Rafa. Setelah video itu selesai para tamu undangan langsung bertepk tangan. Rafa pun memeluk Marinda erat, dan mencium kening Marinda. Sementara itu, Rista mendekat erat tangan Agi. Kini dia tau, tidak mungkin Rafa meninggalkan Marinda semudah itu.
Pemutaran video Rafa dan Marinda sekaligus menutup cara pertunangan mereka malam itu. MC dengan resmi mengucapkan terimakasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir malam itu. Perlahan satu persatu tamu undangan mulai meningalkan gedung. Begitupun dengan Rista, Agi dan rekan rekanna. Rafa dan Marinda pun turut bersama mereka. Namun tiba tiba dari layar muncul lagi sebuah video. Tak ayal Rista dan rekan rekannya reflek melihat ke arah screen diatas stage. Awalnya rista tidak mengerti dengan video yang di putarnya, namun perlahan Rista sadar bahwa itu adalah videonya dengan Raa saat di Artemis tempo hari. saat Rafa menyatakan perasaana terhadap Rista.. video itu jelas di ambil oleh seseorang di Artemis. dan parahnya lagi video itu sudah tersebar di sosial media.
__ADS_1
Marinda mentup wajahnya dengan telapak tangannya, tidak kuasa melihat apa yang terjadi di hadapannya. beberapa saat yang lalu, dunia seolah milik nya dan Rafa, pertunangan mereka berjalan lancar dan sempurna, mereka berbahagia. Rafa memeluk Marinda, membawa gadis itu ke dalam dekapannya, entah apa yang akan terjadi pada hubungan mereka kini. Sementara itu di tempatnya Rista mematung, kejadian sore itu di Artemis seolah terulag lagi, semua kejadiannya, pernyataan Rafa, kekhawatirannya hingga tragedi pemukulan oleh Rona,Tangannya mencengkram kuat dadanya, sakit sekali, perih, air matanya tumpah tak tertahan lagi. Beberapa tamu undangan yang masih di berada di sana berbisik bisik, bertanya siapa sosok wanita yang ada di cuplikan video tersebut.
" Apa maksudna semua ini Fa?" Tanya Marinda, tangisnya pecah di pelukan Rafa
" Maafin aku Nda, maaf... aku ngga pernah bermaksud seperti ini" Ujar Rafa, tangannya masih erat memeluk Marinda
Marinda berusaha melepaskan pelukan Rafa, hatinya bukan hanya hancur, hatinya sudah tidak berbentuk. bagaimana Rafa dengan tenangnya menyatakan cintanya pada Rista di video tersebut. Marinda melepaskan tangan Rafa, kemudian berlari keluar dari area pesta.
Sementara itu di tempatnya Rista mematung, Agi pun sama sampai tiba tiba ada blitz kamera menyadarkannya.
" Mbak.. mbaknya yang tadi di video itu ya " UjarĀ seorang lakilaki dengan kameradi tangannya. Batin Rista langsung menjawab " Wartawan media " . Suaranya cukup keras untuk memancing awak media yang masih stand by di ruangan pesta. juga pasangan pasangan mata tamu yang belum pulang .
" Eh... apa ? Rista tergagap membalas ujara wartawan. tangannya reflek menutupi matanya yang silau karena blitz kamera, tak butuh waktu lama wartawan langsung mengerubunginya. Agi yang melihat situasi itu, Reflek menarik tangan Rista. berlari menjauh dari kerumunan wartawan, Dia melihat pintu di sampingnya terbuka, Melarikan diri, satu satunya cara yang Agi tahu saat itu. suasanya semakin kacau bila wartawan menanyai Rista saat itu.
__ADS_1