Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 82 ( kunjungan ke Cleanbozz)


__ADS_3

Esok paginya seperti yabg telah direncanakan Rista akan mengunjungi cleanboss bersama Via. Via mulai hari itu telah resmi menjadi sebagai asisten Rista untuk bagian keuangan, sedangakan untuk kegiatan tetap ada Karin di Jakarta yang membantunya.


Pagi itu Rista sudah siap dengan blazernya dan beberapa dokumen yang akan dia periksa di cleanboss. Tapi tiba tiba pintu kamarnya di ketuk


tok.. tok..tok..


Rista yang sedang merapikan blazernya segera membuka pintu.


" Hay. pagi Ta " Ucap Agi sambil tersenyum, pagi itu Agi sudah rapi dengan polo tshirt nya. Rista mengerutkan kening, mau kemana Agi sepagi itu, setahu Rista Agi masih sakit


" Hey, kamu ko udah rapi? mau kemana? tanya Rista aneh


" Kamu lupa? aku kan udaj janji bakalan nemenin kamu kemanapun" jawab Agi. Rista buru buru menggeleng


" Ngga, hari ini kami masih harus istirahat di rumah.Aku belom ngizinin kamu pergi" Jawab Rista sambil merapikan rambutnya dan kemudian bersiap untuk turun sarapan.


" Aku udah sehat Ta, aku ngga bisa biarin kamu pergi sendirian" Agi berkata ngotot, dia masih khawatir dengan ancaman dari pengirim pesan misterius


" Gi, aku ngga sendiri, aku sama Via" ujar Rista sambil menuruni tangga. Agi mengekor di belakangnya.


" Via ngga bisa jagain kamu kaya aku Ta" ujar Agi masih ngotot. Rista menatap Agi lekat lekat.


" Kamu masih sakit Gi, aku ga mau kamu keterusan " tegas Rista " Mih, kasih tauAgi Mi, dia ngotot aja mau nemenin Ri" tambah Rista saat dia dan Agi tiba di depan meja makan. Ada mami yang sedang bersiap sarapan bersama mereka.

__ADS_1


" Ih kalian ya, pagi pagi udah ribut. baru juga jadian udah berantem" omel mami sambil menuangkan jus jeruk kesukaannya


" kita ga berantem Mi " jawab Agi lembut sambil menarik kursi makan " Agi cuma mau nemenin Ri aja"


" Lho, bukannya kamu lagi sakit ya?" tanya mami heran


" Nah benerkah " Rista ikut menimpali


" Aku udah ngga sakit sebetulnya, kemarin mungkin hanya masuk angin ja mam, sekarang udah sehat" jawab Agi sambil menyeruput kopinya


" Istirahat dulu aja Gi, aku pasti kabarin kalo kenapa kenapa" Ujar Rista sambil menyuapkan sepotong roti


" Betul Gi, mami juga masih khawatir, toh Rista juga bareng Via kan?"


Agi beranjak dari kursinya dan mengantar Rista hingga ke depan rumah.


" Aku beneran udah ngga apa sebetulnya, aku temenin ya " Ujar Agi sambil merapikan rambut Rista. Rista menggeleng menjawab permintaan Agi.


" Aku pengen kamu sehat dulu ya, kan kamu janji mau kulineran, Aku juga cuma ke cleanbozz aja kok"


Agi menghela nafas, sepertinya dia ngga bisa memaksa lagi. Akhirnya dia membiarkan Rista pergi sendiri, dengan catatan kemanapun Rista pergi harus memberikan kabar ditambah Via harus ikut kemanapun Rista pergi. Dan Rista mengangguk mengiyakan permintaan Agi. Setelah itu Rista berpamitan dan meninggalkan Agi di rumaj bersama mami.


Hanya perlu waktu 20 menit untuk Rista tiba di Cleanbozz. begitu mobilnya memasuki parkiran, beberapa pasang mata pegawai langsung terkejut menatapnya. mereka kaget dengan kedatangan Rista yang tiba tiba. Biasanya Rona lah yang mengecek keadaan di cleanbozz Bandung.

__ADS_1


" Selamat pagi Bu Rista " Sapa resepsionis cleanbozz. Rista mengangguk menyapa staffnya. Dia kemudian duduk di lobi dan melihat sekelilingnya. keadaannya memang jauh berbeda saat Rona benar benar fokus mengurus cabang ini, sekarang beberapa spot terlihat tidak terusus, selain itu bengkel dan tempat cuci mobil juga tidak ramai. Biasanya, mobil mobil travel akan antri untuk di cuci ataupun servis. Rista menghela nafas, dia harus tau mengapa Rona tidak seratus persen menyerahkan cleanboss Bandung kepadanya. Tak selanh berapa lama Via tiba di Cleanbozz, mereka kemudian masuk ke ruangan biasa Rona bekerja. Karena Rona sudah jarang dan hampir tidak pernah ke Bandung, maka otomatis ruangan itu tidak ada yang menempati.


Setelah berkeliling melihat keadaan bengkel dan salon mobilnya, Rista memanggil kepala cleanbozz ke ruangannya. Rista juga meminta laporan keuangan Cleanbozz Bandung selama 6 bulan terakhir. Akhirnya dari manager cleanbozz Rista tau, bahwa Cleanbozz dulu memiliki kerjasama dengan Mad' s Travel untuk masalahnservis dan salon mobil. Mad' s travel hanya perlu membayar 70% dari tarif servis dan salon mobil asalhan bersedia memasang iklan cleanbozz di setiap mobilnya. dan pada saatnitu Ahmad, pemilik Mad' s travel menyetujuinya. Bagi Mad' s travel, yang kala iti baru berkembang, penawaran dari Rona sangat berguna, karena mereka bisa menekan biaya perawatan mobil mobil mereka. Namun semenjak kejadian Rista di rumah sakit dan Ahmad ketauan ada hubungan dengan Ane, Rona memberhentikan kerjasama mereka. Rona bahkan bersedia apabila cleanbozz terkena penalti karena melanggar perjanjian. Rona pun memberikan uang penalti kepada Mads travel.


Namun ternyata pemberian kerjasama cleanbozz dan mad' s travel cukup berpengaruh terhadap operasional mad' s travel. Biaya perawatan mobil menjadi membengkak. Dan Ahmad tidak bisa menghandle itu, Mad's travel pun colaps. Cleanbozz pun terkena dampaknya. biaya kompensasi yang di berikan Rona memang cukup besar nominalnya, dan itu berpengaruh terhadap cashflow. Namun Rona masih dapat mengatasinya meski dia harus melakukan efisiensi di beberapa bagian.


Pak Haris selaku manager cleanbozz oun menambahkan, meski tak seramai dulu, namun cleanbozz masih bisa bertahan. biaya operasional dan gaji pegawai masih bisa terpenuhi dan tidak pelu subsidi dari cabang yang lain. Rista mengangguk angguk mendengar penjelasan dari Pak Haris, dia mengerti mungkin alasan Rona tidak memberikan cleanbozz Bandung karena dia tidak ingin Rista mengingat apapun tentang Ahmad. Rona tau betapa sakit hatinya Rista oleh Ahmad.


Menjelang tengah hari Rista dan Via baru selesai mengecek sebagian laporan keuangan dan laporan transaksi. Mengingat cabang Bandung yang sedang proses pemulihan, Rista meminta Via untuk menghandle rencana keuangan cabang Bandung di bantu oleh pak Haris. sementara dia sendiri akan mengurus strategi untuk marketing agar cleanbozz Bandung bisa seramai dulu.


Rista melihat jam di tangannya sudah hampir jam makan siang. Dia menghela nafas. Teringat Agi di rumahnya. Sedang apa ya kekasih barunya itu.


❤️❤️❤️❤️


hay hay... readersku sayang... jangan lupa like and coment nya yaa...


makasih banyak lhooo udah setia baca cerita Rafa Rista...


dukung terus neng othor yaa...


😘😘😘😘😘


makasih readers kubsayang...

__ADS_1


__ADS_2