Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 51 ( teka teki Agi)


__ADS_3

jam 17.20 opening ceremony selesai. Rafa, Rista, Anwar dan Agi berjalan keluar dari stadion utama. Seperti tadi saat masuk, Rafa melihat Agi begitu protektip pada Rista. Sekarang pun Agi berjalan di belakang Rista, namun sementara Rafa berjalan beriringan sebelah Agi. Namun ada hal lain yang tidak luput dari penglihatan Rafa. Agi menggenggam tangan Rista, dan Rista juga tidak menolak genggaman itu. Genggaman Agi baru terlepas saat mereka sudah keluar dari gerbang.


" huffrt... banyak juga ya yang dateng" ujar Rista sambil menggulung rambutnya ke atas hingga membentuk sanggul.


" iya, kirain ngga akan sepenuh ini" jawab Anwar


Rafa memperhatikan Rista, "ahh... cantik sekali sih kamu hari ini " ujar Rafa dalam hati.


"makan yuk" ajak Rafa pada mereka


" ayoookk... udah laper juga sih " timpal Anwar sambil mengelus perutnya


" mau makan di mana? " tanya Rafa lagi. Rista menggeleng tidak tau, selama di Jakarta dia hanya kerja-les-kerja-les. kalaupun jalan jalan paling dengan Rona. Hanya beberapa pekan terakhir saja sesudah dia ketemu Agi,Rista lumayan sering jalan jalan.


" Gi, ada ide mau makan di mana. lo kan udh lama di sini" tanya Rafa pada Agi yang sibuk memainkan ponselnya.


"bebas, aku ngikut aja" Agi kemudian mendongkakan kepalanya sebentar kemudian fokus lagi pada ponselnya.


" hhmmn... " Rafa sedikit kesal mendengar jawaban Agi.


" dimana dong? " tanya Rafa lagi, kali ini dia menatap Rista, meminta keputusan.


" mcd aja" jawab Rista singkat. sambil ngeloyor pergi, dirinya badmood dengan jawaban Agi. padahal Rista berharap mereka bisa makan d tempat yang enak sambil ngobrol.


" hey Ta, tunggu" ujarbAnwar kemudian disusul Rafa. Agi yang baru menyadari hal itu celingukan kemudian mengejar teman teman nya namun tangannya masih sibuk dengan ponselnya.


Rista hendak menyebrangi jalan namun tiba tiba Rafa menarik tangannya.


" tunggu " ujar Rafa tiba tiba. Rista yang kaget membalikan badannya dan otomatis langsung jatuh kebdekapan Rafa.

__ADS_1


ngungggg....


Sebuah motor melintas depan mereka dengan kecepatan tinggi.


"kalo mau nyebrang lihat lihat dulu" ujar Rafa sambil melepaskan Rista dari pelukannya. Rista menundukan kepalanya karena malu. jantungnya berdegup kencang. Pemandandangan itu jelas terlihat oleh Agi dan Anwar. Agi sempat menahan nafasnya saat Rista jatuh ke pelukan Rafa. namun kemudian memalingkan mukanya. Agi sadar, dirinya cemburu.


restoran fastfood jam 18.45


Rista bukan tidak ingin mencari tempat makan yang lebih bagus daripada ini. namun sejak melepaskan genggaman tangan Agi tadi, Agi sibuk terus dengan ponsel nya. bahkan saat Rafa menanyakan tempat makan untuk mereka pun hanya di balas dengan kata terserah. menyadari perubahan sikap Rista, Agi menyimpan ponselnya ke saku celananya, kemudian menghampiri Rista dan merengkuh bahunya.


" cemberut aja. jelek" ujar Agi sambil merengkuh bahu Rista erat. Rafa yang menyaksikan itu jelas cemburu, dia memalingkan muka kemudian langsung menuju tempat order makanan.


" mbak saya mau superbesar dengan ayam pedas,satu puding ,minumannya cola. kalian mau pesen apa? " tanya Rafa pada temen temennya.


" aku samain aja" jawab Agi


" Kamu Ta? " tanya Rafa pada Rista. Rista melepaskan rangkulan Agi dan berjalan mendekati meja order.


" hhmm..... aku mau kentang goreng ukuran large, chesse burger pakai extra egg dan minumnya cola " jawab Rista pada mbak pelayan.


mbak pelayan resto fasfood segera menyiapkan pesanan mereka.


" ini untuj pembayarannya mbak" ujar Rista, sambjl menyerahkan sebuah kartu.


" Eh dari aku aja Ta, " ujar Rafa sambil menyerahkan kartu ke pelayan. namun tangannya kemudian di cegah Rista.


" kamu udah sering traktir, giliran aku sekarang " jawab Rista sambil tersenyum manis.


mereka memilih balkon di lantai 2 untuk makan malam mereka.smoking area karena rista tau ketiga teman cowoknya itu adalah perokok. dan lagi lagi Agi sibuk dengan ponselnya.

__ADS_1


" makan dulu Gi, ujar Rista yang duduk tepat di depan Agi.


" iya, sebentar. ini penting" jawab Agi.


" kamu juga makan Ta" ujar Rafa sambil mulai memakan ayam pedasnya. Mereka makan sambil bercengkrama membahas opening ceremony tadi, tentang keadaan kampus mereka sekarang, tentang keseharian mereka, tentangvsuasana Bandung dan juga tentang Ahmad dan Ane.


" gak usaj bahas mereka" Ujar Agi, saat pembicaraan mulai mengarah ke Ahmad dan Ane.


" lho kenapa emang Gi? ada yang salah? " tanya Anwar polos. Rista no coment dengan pertanyaan Anwar. membahas Ahmad dan Ane, sama saja membahas tentang pengkhianatan dan sakit hati.


" udah deh lo ah... skip" ujar Rafa sambil meloto ke arah Anwar. Rafa menyadari perubahan ekspresj wajah Rista.


Makan malam mereka cukup menyenangkan meski Agi sibuk dengan ponselnya, bahkan saat Rista bertanya Agi sibuk kenapa hanya di jawab ngga apa apa, saat Rafa bertanya ada masalah, Agi hanya menjawab masalah pekerjaan aja, sebatas bisnis.


namun puncak dari keanehan Rista ngga disitu. saat mereka hendak pulang, Agi meminta Rafa yang mengantarkan Rista.


"Fa, gua minta tolong ya, anterin Rista pulang ke apartemen nya, aku ada keperluan mendesak" ujar Agi.


" oke, aku anterin" jawab Rafa singkat, dia senang akhirnya dapat kesempatan mengantar Rista. Namun usul Agi justru di tolak Rista dengan alasan tempat Rista dan tempat Rafa berjauhan sekali.


" tapi Ta, aku khawatir kalau kamu pulanh pakai taxi" ujar Agi, gurat kegelisahan jelas terlihat


" iya Ta, bener kata Agi, aku ga apa apa kok, santei aja" ujar Rafa lagi.


" ngga Fa, gak apa apa, lagian kan belum malem juga" Rista tetap bersikukuh.


" Ta, please nurut yah. udah,pkkonya kamu pulang d anter Rafa. titik. aku mesti pergi sekarang " ujar agi tergesagesa. " Pokokny kamu


pulang bareng Rafa. Fa titip ya, gue mesti buru buru cabut" Agi kemudian menepuk pundak Rafa dan segera berlari menuju parkiran stadion utama Jakarta. Rafa hanya mengangguk mengiyakan. Dia faham, Agi tidak mungkin meninggalkan Rista bila bukan karena sesuatu yang benar benar mendesak. tinggalah kini Rafa, Rista dan Anwar. Nampaknya butuh kerjakeras untuk membujuk Rista agar mau di antar oleh Rafa.

__ADS_1


__ADS_2