Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 20 ( a day with Agi )


__ADS_3

Rafa mengajak Agi kembali ke tempat liliputh, tampaknya mereka berdua sepakat, bahwa Rista hanyalah pelampiasan perasaan Ahmad. hanya Agi masih menebak nebak wanita yang Ahmad incar, sementara Rafa, setelah mendengar penjelasan Agi tadi, perasaan ingin melindungi Rista perlahan tumbuh.


Rafa telah menepati janjinua pada Via untuk hang out bareng, dan liliputh tampak senang dengan hal itu. Bagaimana tidak senang mereka di traktir Rafa dan Agi di Sky Bistro.


" Makasih buat traktirannya yaaa.. " Ujar Tami saat mereka selesai hangout.


" Sama sama Aku juga seneng kumpul bareng Kalian " ujar Agi.


" Makasih ya Fa " Ucap Rista sambil mengenakan jaket.


" Sama sama Ta, next time kita main bareng lagi, hati hati di jalan ya " ucap Rafa tulus.


Liliputh saling cipika cipiki di parkiran Sky Bistro. mereka semua kecuali Rista di antar pulang oleh Rafa.


" Ta, pake jaket aku lagi nih " ujar Rafa sambil menyerahkan jaketnya " kamu kayanya masih kedinginan "


" Eh makasih ya Fa, ngga papa nih aku pake " tanya Rista


" Ngga apa apa, kan pake motor "


Rista menerima jaket yang di berikan Rafa, kemudian naik ke motor Agi


" Makasih ya Fa " kata Agi


" Sama sama Gi, kalian jalan di depan ya, biar aku ngikutin dari belakang, udah malem banget soalnya, khawatir " Ujar Rafa lagi


Agi mengangguk sambil membuat tandak OK dengan jarinya. Rista di jok belakang juga sudah siap pulang. Agi jalan lebih dahulu baru di susul mobil Rafa.


" Ta, masukin tangannya ke jaket aku" ujar Agi


" Eh, ngga apa apa Gi, aku masukin ke saku jaket ku aja " Rista menolak


" Iya udah, kalau kamu kagok, masukin aja ya" ujar Agi lembut " Aku bakalan agak ngebut, udah malem banget " tambah Agi lagi


" Oke " Jawab Rista lagi.


Motor Agi membelah jalanan Bandung mam itu, benar saja Agi membawa motor cukup ngebut, di susul mobil Rafa di belakangnya, Rista yang awalnya enggan memasukan tangan ke saku jaket Agi ujung ujungnya dimasukin juga, selain itu dia juga takut jatoh di bonceng Agi. Agi tersenyum merasakan tangan Rista menyelinap masuk ke Jaketnya. Ingin sekali rasanya Agi menggenggam tangan Rista saat itu. Sementara itu di Mobil Rafa, Rafa tersenyum sendiri melihat Rista mengenakan jaketnya. jaket itu tampak kebesaran di pakai oleh Rista.


Malam itu seusai mengantar Rista, Agi langsung pulang ke kostannya, namun ternyata bukan hanya Agi yang baru tiba, Ane juga ternyata baru pulang.


" Ne... " panggil Agi begitu dia melihat Ane' membuka gerbang kostan.

__ADS_1


" Eh Agi, " jawab Ane gelagapan, dia terkejut melihat Agi baru tiba di kostan juga.


" Abis darimana Ne?" tanya Agi penasaran


" ohh.. itu. abis jalan jalan " jelas sekali Ane terlihat panik


" Ohh... aku jalan bareng liliputh barusan " jelas Agi


" Ohh iya, tadi Dede juga ngajak sih, tapi kan kamu tau aku tadi udah terlanjur janji mau jalan bareng cowok aku" Ane memberikan penjelasan


" Iya yah.. sayang kamu ga ikut, padahal rame lho "


" lain kalo deh kalo kalian jalan lagi, Eh aku masuk dulu yaa " pamit Ane sambil masuk ke kamarny. Agi mengangguk mengiyakan, tumben banget sekarang Ane jarang ngobrol bareng dia, padahal dulu mereka lumayan deket. Mungkin karena sekarang Ane sudah punya pacar, fikir Agi. Agipun segera membersihkan diri dan kemudian meluncur ke atas kasurnya, hatinya senang malam itu, bisa jalan jalan bareng dengan liliputh.


***


Liburan semester sudah tinggal hitungan hari, Rista sudah mulai menyusun jadwal dan mempersiapkan segala sesuatunya, semester ini adalah semester ganjil, berarti kenaikan tingkat dan akan ada mahasiswa baru di kampus, rasanya baru kemarin Rista menjadi Maba, celingukan di kampus baru, merasakan ospek dan rasanya baru kemarin juga merasakan sakit hati karena Fahry, Sekarang Fahry sudah bareng Laras, mereka mungkin sudah menikah tapi ngga tau juga sih, Rista ngga berusaha kepo.


matahari sudah agak meninggi, Rista sedang bermain game di laptopnya


tok... tok.. tok..


Agi ..


" Hay Ta... " sapa Agi


" Eh Gi... tumben kesini ngedadak " jawab Rista sambil membetulkan pakaiannya, jujur Rista agak malu juga, dia hanya menggunakan hotpants dan kaos tidur. karena memang ngga ada siapa siapa tadinya yang akan ke kostan


" Iya Ta, aku gabut di kostan, nelfon kamu ngga di angkat angkat, jadinya ya udah aku kesini "


Rista melirik handphonenya di atas meja, ternyata masih dalam mode senyap, pantesan Agi nelfon ngga kedengeran . Rista mempersilahkan Agi duduk di sofa depan kamarnya, biasanya di sofa itulah Rista menerima tamu, dia jarang menerima tamu di kamarnya kecuali liliputh.


" Mau minum apa Gi ?" tanya Rista sambil berjalan ke arah kulkas


" Apa aja Ta, kamu lagi ngapain ? "


" Lagi main game aja, ngga ngapa ngapain " jawab Rista sambil membawa 2 kotak minuman untuk Agi, kemudian duduk disebelahnya


" Ane ada di kostan?" tanya Rista lagi


" Ngga ada, belakangan ini dia sibuk banget sama cowonya" jawab Agi sambil meminum minumannya

__ADS_1


" Iya sih ya, sama kita juga jarang ngumpul sekarang, di grup juga dia jarang aktif "


" Ta... "


" Ya Gi "


" kamu masih sakit hati ngga sama Ahmad?" tanya Agi hati hati


" Hhhmmmm gimana ya? kalau sakit hati mungkin udah ngga Gi, tapi masih belum bisa lupain aja gitu Gi " jawab Rista, kepalanya tiba tiba tertunduk, obrolan Agi barusan seolah membuka lagi luka lamanya tentang Ahmad


" Maaf ya Ta... " ujar Agi.


" Its Oke Gi, time heals every broken heart " jawab Rista sambil tersenyum. Agi juga tersenyum, dia dapat melihat ketulusan di beningnya mata Rista, andaikan Rista bukan mantannya teman baiknya, mungkin Agi bisa menjadikan Rista pacar, tetapi karena Rista mantannya Ahmad, Agi agak segan, meskipun sebetulnya ngga ada salahnya.


sepanjang siang itu Agi main di kostan Rista, dia menemani Rista makan siang main game bareng, menunggu Rista mandi, membantu Rista membereskan kostannya. Intinya siang itu Agi quality time dengan Rista, Rista sendiri tidak bertanya maksud Agi kenapa seperti itu, dia nyaman nyaman aja ada Agi di sebelahnya. Mungkin malahan senang, karena ada temen di kostannya dan ngga sendirian terus sama laptop.


sekarang Agi dan Rista sedang menikmati es krim di balkon kostan Rista, mereka baru saja selesai menjemur bantal bantal dan boneka di kamar Rista, ternyata Rista kalau tidur masih memeluk boneka, bahkan kadang Rista tidur dengan timbunan boneka boneka di atasnya, dan menurut Rista itu membuat dia nyaman.


Semakin kesini Agi semakin nyaman dekat dengan Rista, dia jadi penasaran apakah dulu Ahmad sedekat ini juga, tau betul apa yang Rista suka,kebiasaannya saat di kostan, manis senyumnya, kelembutannya, tawanya. Bila benar Ahmad menyadari itu semua, mengapa Ahmad tega memilih wanita lain dan meninggalkan Rista.


Sore harinya selepas Ashar, Agi mengajak Rista jalan jalan, Awalnya Agi ingin mengajak Rista ke lembang, namun ternyata Rista punya keinginan yang sama sekali ngga Agi duga, Rista ingin belajar pakai motor Agi. Motor Agi memang jenis motor sport, selama ini Rista selalu nyaman kalau di bonceng pakai motor seperti itu, namun ngga pernah bisa pakenya, Akhirnya setelah sedikit merengek pada Agi, Agi mengizinkan Rista untuk belajar. sebetulanya Rista juga sudah bisa pakai motor, hanya motor matic. kalau untuk motor yang menggunakan kopling, Rista belum terlalu lancar.


" Ta, ngga usah dandan ya, ga usah pakai baju yang terlalu feminim juga kalau kamu ga suka, kamu pakai baju dan bergaya sesukamu aja " kata Agi waktu menemani Rista bersiap. Rista tersenyum mendengar hal itu, tentu saja hari ini dia akan mengenakan baju ter-Nyamannya dan akan pakai sepatu kets, dia bersemangat untuk belajar motor dengan Agi.


sore itu Agi membawa Rista untuk belajar di daerah dago Resort, kawasan itu tidak terlalu ramai dan juga jalannya mulus. Rista antusian sekali belajar motor sore itu, terlihat dari ekspresinya yang ceria selama belajar motor. Agi memberikan pengarahan bagaimana cara menggunakan kopling, memindahkan transmisi gigi, juga cara mengatur gas dan kopling agar motor tidak mati ataupun loncat tiba tiba. Awalnya Agi menemani Rista dari jok belakang atau bisa di sebut Agi dibonceng Rista, itu adalah salah satu cara termudah untuk mengajari orang naik motor. Namun ternyata, Rista dapat menangkap arahan Agi dengan cepat, sekarang Rista sudah mulai mengendarai motor Agi sendiri, entah sudah berapa kali bolak balik dia mengendarai motor Agi, mukanya tampak cerah tersenyum setiap melintasi Agi yang sedang minum kopi di pinggir jalan.


Ini sudah hampir ke tujuh kalinya Rista mondar mandir pakai motor di hadapan Agi, dia sudah mulai lancar mengendarainya, bahkan saat putar balik pun Rista sudah bisa menjaga keseimbangan dan sudah tidak perlu menurunkan kakinya,


" Gi, aku muter ke bawah yaaa " Teriak Rista dari sebrang, dia meminta izin untuk berputar agak jauh, Agi mengangguk mengiyakan. Rista melajukan motor Agi dengan senang, angin senja menerpa wajahnya, matahari senja menemani Rista belajar motor sore itu, Rista mulai menurunkan gigi dan bersiap untuk memutar balik, namun dia lupa menurunkan gasnya. tiba tiba ..


sreeeeetttttt....


Brakkkk.....


Brakkk...


suara motor terjatuh di susul dengan suara jeritan Rista, kerikil aspal menambah motor yang di kendarai Rista semakin hilang keseimbangan. Beberapa orang yang melihat kejadian itu langsung berkerumun melihat ada yang terjatuh.


Rista dan motornya terseret beberapa meter karena kerikil, dia tidak bisa bergerak, berat motornya menindih hampir setengah tubuhnya, Rista merasakan sakit yang luar biasa di kakinya, kepalanya pun terasa sakit dan pusing, sekujur tubuhnya lemas, dia melihat beberapa orang mulai mengerumuni nya.


" Agi.... " ucapnya lemah, namun beberapa detik kemudian matanya terpejam, Rista merasakan sakit mulai menjalar ke seluruh tubuhnya, dia kehilangan kesadaran.

__ADS_1


__ADS_2