Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 24 ( Sebuah Pengakuan )


__ADS_3

Rona menemani Rista selama CT Scan, dia juga sudah berbincang dengan Dokter Reza, yang ternyata sudah dia kenal baik sebelumnya.


" Seperti dejavu ya Mas Rona " Ujar Dokter Reza saat melihat hasil CT Scan Rista.


" Ahahhhaha... iya ya dok, saya tidak menyangka bisa ketemu dokter lagi disini, setelah hampir empat tahun " jawab Rona


" dan kejadiannyapun hampir sama ya mas"


Rona tersenyum mendengarnya.


" Baiklah, ini hasil CT Scan Mbak Rista" Dokter Reza memperlihatkan beberapa bagian tubuh Rista yang di pidai " Akibat kecelakaan kemarin, ada trauma di bagian kepalanya, namun tidak terjadi pendarahan, good news semoga tidak ada efek jangka panjang, justru yang saya khawatirkan adalah cidera pada lutut dan tangannya, kita akan memasang gips dan pen di sikut rista yang patah, juga akan melakukan operasi di lututnya" Jelas dokter Reza. Rona menghela nafas


" kita juga akan melakukan perawatan syaraf gigi Mbak Rista, rahangnya pun mengalami dislokasi, namun tidak memerlukan tindakan operasi " Tambah Dokter Reza. Rona mendengarkan dengan seksama. Sepertinya dia akan banyak mengurangi jadwal kantornya.


"Hhhmm .... banyak juga ternyata ya perawatan nya" Ujar Rona " Baiklah kalau begitu, lakukan yang terbaik bagi Rista Dok, Oh iya saya juga membutuhkan surat keterangan Rista dirawat untuk ke kampusnya "


" Baik Mas, akan saya buatkan, sambil saya menyiapkan dokumen untuk Operasi Rista "


" Baiklah kalau begitu, terimakasih dok " Ujar Rona sambil menyalami Dokter Reza, kemudian dia kembali ke ruangan Rista .


Rista sepertinya sedang tertidur saat Rona kembali ke kamar, lelaki itu baru saja akan membuka laptopnya,namun dia mendengar pintu di ketuk. Rona beranjak dari tempat duduknya dan melangkah membukakan pintu. tampak olehnya 4 orang wanita yang belum dia kenal.


" Permisi kak, apa betul ini kamar Rista"


" Ya, betul " Jawab Rona singkat


" Oh iya, kami teman kuliahnya Rista,kalau Rista sudah bisa di jenguk kak? " Tanya Tami


" Ohh kalian teman kuliah Rista, saya Rona, kakaknya Rista" Ujar Rona sambil menyalami mereka berempat. mereka kemudian dipersilahkan masuk oleh Rona.

__ADS_1


Karena pengaruh obat, Rista masih tertidur sampai teman-teman liliputhnya pulang, dari mereka Rona mendapatkan informasi bagaimana Rista di kampus, termasuk kisah cintanya. Rona juga menitipkan surat keterangan dirawat kepada Dede, nanti Dede yang akan mengurus kuliah Rista.


sepulangnya liliputh, Rona berniat membuka laptopnya, namun Rona merasa badannya tidak nyaman, sepetinya Rona butuh mandi berganti baju. Apakah tidak masalah meninggalkan Rista sebentar, Rona masih menimang nimang, dilihatnya Rista masih pulas tertidur, akhirnya dia memutuskan untuk keluar sebentar.


***


Rista bangun saat hari sudah menjelang sore matahari sore menyusup melewati jendela kamarnya, Rista melirik kekiri dan kekanan , tidak ada siapapun, Rona juga tidak ada, dia meraih handphonenya.


" Kak Ona.. " Rista merengek


" ya Ri... kenapa?" Jawab Rona dari sebrang


" Kakak dimana? " tanya Rista lagi


" Kakak pulang dulu sebentar, ganti baju sama mandi, kamu bangun jam berapa?" tanya Rona


" Aku baru bangun, sepi ngga ada Kak Ona" lagi lagi Rista merengek


" pengen es krim vanilla" Jawab Rista ceria.


" Oke, nanti kakak bawakan " Jawab Rona sambil bersiap untuk kembali ke Rumah sakit.


Sambil menunggu Rona, Rista mengecek handphone nya, ada message dari liliputh, dari Agi, dari Rafa juga. Rista membaca semuanya namun tidak berniat membalasnya, kepalanya masih sedikit pusing, dan kalau melihat layar handphone semakin pusing.


Rista kembali memejamkan matanya, kepalanya masih suka sakit, dan pusing, dokter Reza sudah memeriksanya dan Rista tau dia harus menjalani operasi. Seorang perawat masuk memberikan cemilan sore untuk Rista, bubur sumsum dan jus jeruk. karena kondisi gigi Rista yang masih sakit, dia hanya bisa memakan makanan yang lembut, bahkan kadang berbicara saja dia masih kesulitan.


Sore itu Agi berkunjung ke rumah sakit, dia masih khawatir dengan keadaan Rista, dan rasanya kangen kalau ngga ketemu Rista. dia sudah mengirimkan pesan, namun hanya Rista baca, tak ada satupun yang dibalas, tapi Agi mengerti dengan kondisi Rista. oleh karena itu sore ini dia kembali mengunjungi Rista.


Agi mengetuk kamar Rista, dan mendengat suara Rista mempersilahkannya masuk. Agi berjalan ke arah Rista dengan wajah ceria, Agi melihat belum ada perubahan dari keadaan Rista.

__ADS_1


" Hay Ta " Sapa Agi


" Gi... " sapa Rista


" Gimana keadaan kamu Ta?" Tanya Agi sambil membelai lembut tangan Rista


" Masih seperti ini Gi, kadang masih sakit kepala dan pusing " jawab Rista sambil senyum.


Agi melihat bubur sumsum dan jus di neja sebelah Rista.


" Mau aku suapin makan ini" Tanya Agi sambil menunjuk ke makanan Rista. Rista mengangguk. Agi kemudian menyuapi Rista. Agi sangat senang dengan hal itu, dia senang Rista nyaman dengan kehadirannya. Agi menyuapi Rista sampai bubur itu habis, kemudian membantu Rista berbaring lagi.


" Ta.. " ujar Agi lembut membelai tangan Rista


" Ya Gi " Jawab Rista


" Kamu ngga keberatankan kalau aku perhatian seperti ini?"


" Selama ngga ada yang marah kalau kamu perhatian ke aku, aku ngga masalah Gi " Jawab Rista lagi.


" Ta.... sejujurnya, Aku sangat peduli sama kamu " ujar Agi sambil menggenggam tangan Rista. Kemudian mengalirlah kata kata dari bibir Agi terntang perasaannya terhadap Rista. Bagaimana khawatir nya dia, bagaimana dia merasa sangat sakit hati dengan perlakuan Ahmad kepada Rista, bagaimana Agi merasa cemburu kalau Rafa atau orang lain perhatian pada Rista. Agi merasa yakin bahwa dia sayang nya pada Rista tulus. Dia ingin menjadikan Rista seseorang yang spesial, spesial di hati Agi, Agi akan melupakan bahwa Rista adalah mantan sahabatnya. Bagi Agi, yang terpenting sekarang adalah Rista, dia ingin memiliki Rista. Dia ingin melindungi Rista. Dia ingin mencintai Rista dengan segenap perasaannya.


Rista menggenggam kuat tangan Agi, dari tadi dia mendengar semua yang keluar dari mulut Agi, air matanya kemudian menetes begitu saja di pipinya, Rista terharu dan sungguh berterimakasih dengan perasaan Agi.


" Makasih Gi... Makasih sudah sayang dan begitu perhatian padaku, aku senang sekali ada yang tulus menyayangi ku" ujar Rista " Tapi maaf... bukan kamu Gii... dia Rafa... "


kemudian mengalirlah cerita dari Rista, tentang bagaimana tingkah Rafa yang kadang bisa membuat Rista tertawa, semyumnya Rafa, becanda khasnya Rafa, Rafa yang selalu terlihat kalem namun ternyata selalu punya perhatian padanya. namun Rista tau Rafa tidak mungkin baginya, bagaimanapun juga Rafa sudah meliki Marinda, dan Rista tidak mau memngganghu hubungan Rafa, biarlah perasaannya pada Rafa dia nikmati sendiri, Rista pun sudah sangat bahagia bisa dekat dan berteman dengan Rafa.


Agi mulanya sakit hati dan kecewamendengar pengakuan Rista. Namun dirinya tersenyum, kecewanya kalah melihat bagaimana Rista menahan air matanya agar tidak jatuh lagi. melihat Rista yang mengagumi Rafa namun tidak ingin menghancurkan hubungan Rafa dengan Marinda. Sakit hati Agi kalah melihat bagaimana kuatnya Rista menahan perasaannya pada Rafa.

__ADS_1


Agi memeluk Rista, membenamkan kepala Rista ke dalam pelukannya, Dia mengecup rambut Rista. Kini perasaannya bukan perasaan ingin memiliki, dia bangga pada Rista. Terkadang cinta memang hanya bisa dinikmati, dan Agi memilih untuk menikmati rasa itu, Agi sudah menempatkan Rista di hatinya, seseorang yang spesial untuk Agi.


__ADS_2