
Agi memarkirkan mobilnya di basement hotel dan mereka langsung naik ke kamar Agi, beruntung berita kekacauan di acara pertunangan Marinda belum tersebar, Sehingga Agi dan Rista masih bisa leluasa memasuki hotel.
*Klik... *
Agi menekan tombol lampu.
" kamu bersih bersih dulu aja Ta, Aku hubungin mami dan kak Rona. kita harus ngabarin mereka lebih dulu sebelum mereka mendengar kabar dari media " Ujar Agi sambil duduk di sofa. Rista mengangguk mengiyakan kemudian beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sementara itu Agi merogoh ponsel di saku celananya. lebih dari 5 pesan belum di bukanya. Salah satunya adalah dari si penirim pesan misterius
"hai Gi, Gimana suprise nya? suka? kan gua udah kasih tau lo, gua bakal buat Rista ngerasa ngga ingin hidup "
Tangan Agi keras menggenggam poselnya, dia tidak menyangka bahwa kekacauan yang tadi terjadi adalah ulah di pengirim pesan misterius. dengan cepat Agi membalas pesan tersebut.
"Mau lo apa? kenapa begitu pengecutnya lo sampe harus seperti ini "
"Lo mau gue muncul di hadapan lo? tenang bro.. gue akan muncul nanti, setelah lihat Rista hancur. " Jawab si pengirim pesan misterius itu lagi. Jawaban itu tentu saja membuat Agi geram, dia langsung menelepon ke nomor pengirim pesan itu, namun sayang, nomornya sudah di non aktifkan.
Tak berapa lama Rista sudah selesai dari aktivitas membersihkan dirinya, badannya kini terbungkus bathrobe, Agi segera memberikan set piyama tidurnya ke Rista.
" Mungkin agak kegedean, ga apa apa ya" Ujar Agi sambil menyerahkan piyamanya.
" It's Oke, ngga apa apa Gi " jawab Rista sambil meraih piyama Agi dan kembali ke dalam kamar mandi. Tak selang berapa lama Rista sudah keluar lagi dengan set piyama Agi ang longgar di sana sini.
__ADS_1
" Gede banget ya" Ujar Rista sambil merentangkan tangannya di depan Agi yang duduk di sofa.
" Ngga apa apa, lucu kok" jawab Agi sambil berdiri dan memeluk Rista "Pake baju kegedean atau kesempitan, kamu sama sama menggemaskan "
Rista kaget sekaligus blushing mendapat perlakuan seperti itu dari Agi. Dia selalu bisa membuat Rista bersemu merah .
" Ih gombal " Ujar Rista sambil memukul lembut lengan Agi yang memeluknya.
" Gini dulu aja ya, aku pengen peluk kamu " Ujar Agi lagi sambil menghela nafas. dadanya sesak oleh perasaannya, Rista begitu amat di sayanginya, dan ucapan si pengirim pesan misterius sungguh mengganggunya. Agi khawatir, akan banyak kejadian tidak terduga menimpa kekasihnya. Rista balas memeluk pinggang Agi, menumpahkan perasaannya, dalam dekap Agi, Rista selalu bisa merasa baik baik saja, meskipun masalah besar ada di hadapannya.
"Kamu ngga akan mandi Gi?" Tanya Rista, sudah cukup lama mereka berpelukan.
" Sebentar lagi sayang... " Ucap Agi lembut, dia kemudian menenggelamkan Kepala rista ke dadanya " Aku sayang sekali sama kamu"
" Aku juga sayang sekali sama kamu" Jawab Rista mendekap erat tubuh Agi.
***
Rafa memarkirkan mobil di kediaman keluarganya. Tak sepatah katapun dia ucapkan. Dia tau, masalah ini tidak hanya tentang dia dan Marinda, namun dengan kedua keluarga besar mereka. Rafa melonggarkan ikatan dasinya dan melepas jas yang di kenakannya dari tadi. melemparkannya sembarang ke sofa ruang tamu. kemudian melangkah menuju ruang keluarga. duduk di sofa dengan memegang kepalanya. dia menyiapkan diri seandainya kedua orang tuanya mengamuk saat itu juga. Ini sama sekali cara perpisahan yang di inginkan. Kini dia bahkan tidak tau harus bagaimana menghubungi Marinda.
pak Guntur, ayah rafa duduk di sofa berhadapan dengan Rafa. Emosinya sudah sedikit mereda. Dia tahu, Rafa tidak mungkin melakukan hal memalukan seperti itu di pesata Marinda.
" Coba kamu cerita, bagaimana sebetulnya " Ujar Guntur, Nadanya datar namun sarat dengan tekanan. Putra semata wayangnya ini harus punya penjelasan yang bagus atas kejadian tadi.
__ADS_1
" Apa yang harus Rafa ceritain Yah, Rafa sama sekali ngga tau tentang video itu " ujar Rafa. Jemarinya meremas rambutnya tanda dia sedang kebingungan dan di bawah tekanan.
" Gimana ceritanya itu video bisa terputar di acara kamu " Tanya Guntur lagi
" Aku ngga tau Yah, yang handle acara kan Marinda, dia juga pakai EO" jawab Rafa, sepengetahuannya Marinda dan keluarganya begitu selektif memilih EO untuk acara mereka. Pihak keluarga bahkan berkonsultasi dengan manajemen yang menaungi Marinda.
" Betul kata Rafa Yah, yang atur semua acara kan keluarganya Marinda, kita hanya diminta persetujuannya saja, masalah persiapan dari A- Z kan EO yang handle" Bu Kinasih, Ibunda Rafa ikut menambahkan keterangan putranya.
" lalu yang masalah video tadi, apa maksudnya kamu nyatain perasaan ke.. ke siapa tu tadi namanya? Ayah Rafa mengingat ingat, nama Rista yang memang tadi hanya sekilas terdengar saat Rafa menyatakan cintanya. Sebelum Rona meraih kerahnya dan memukulnya.
" Rista Yah, Namanya Rista." Jawab Rafa sambil menunduk, kini dia sadar, Rista pun pasti dalam masalah.
" Kok kamu bisa sih bilang begitu ?" Kinasih menanyakan " Kamu itu tunangannya Marinda Fa.. "
Rafa menghela nafas, haruskan dia jujur sekarang pada keluarganya, bahwa perasaannya ke Marinda sudah hilang sejak lama. Dia hanya mengagumi Marinda, menghargai semua usaha yang Marinda lakukan untuknya. Selebihnya, Rafa hanya bersikap baik saja.
" Kamu suka sama Rista? Tanya Kinasih lagi, lekat dia memandang wajah putranya. Apakah selama ini dia terlalu memaksakan Rafa dan Marinda.
" Entahlah, Sudah lah Mah, Rafa mau menghubungi Marinda dan keluarganya dulu. Mereka pasti bertanya tanya " Ujar Rafa seraya berdiri meninggalkan kedua orang tuanya dan melangkah gontai menuju kamarnya di lantai 2.
***
Di tempat lain, video yang terputar di acara Marinda sudah kembali tersebar di sosmed, bahkan sudah banyak cuitan yang masuk. Manajemen Marinda hampir kewalahan, akhirnya mereka membuat peryataan bahwa belum ada konfirmasi apapun dari marinda ataupun Rafa terkait kejadian di Acara pertunangannya.
__ADS_1