Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 69 ( pesan untuk Rista)


__ADS_3

Tiga hari sudah Rona tinggal di Bali, dan tiga hari sudah lewat kejadian Rista di Bandara. setiap hari Rista intens memberinya kabar. Rista memang perlu beradaptasi dengan keadaan barunya. hanya kini adaptasi nya tidak sesulit saat awal kuliah dulu. apabila dulu dia masih belum mandiri, apa apa serba bingung karena biasa di bantu mami atau Mbok Na, sekarang Rista sudah jauh lebih mandiri, dia bisa menyiapkan sendiri keperluannya,membuat sarapan sendiri bahkan bisa merapikan apartemen Rona sendiri. Rona akhirnya memberikan 30% kepemilikan saham cleanboss pada Rista. Awalnya saham cleanboss dibagi 60% saham papi, 40 % saham Rona. Namun belakangan Rona mwmbujuk papi untuk merevisi akta perusahaan cleanboss,dan papi setuju. alhirnya 40 % saham milik papi, sedangkan Rona dan Rista masing masing mwmiliki 30%. Selama di Jakarta, Rona dengan baik mendidik Rista. Meskipun Rista adiknya sendiri namun Rona profesional, apabila Rista salah maka akan di tegur, dan apabila Rista berprestasi maka akan mendapar reward. Selain itu Rona juga tetap memperhatikan pendidikan Rista, Rista masih harus menyelesaikan les bahasa nya sampai tahap advance. Hal itu ngga lebay,karena Rona merasa bahwa bahasa inggrisnadalah hal yang penting dalam dunia bisnis. Rona sendiri telah merancang masa depannya. Setelah berhasil membeli sebuah apartemen, yang kini di tempati Rista, mobil dia juga menginvestasikan kan keuntungan pribadinya. Workshop body kendaraan yang akan di bangunnya di Bali setengahnya adalah modal Rona, sedangkan setengahnya lagi adalah modal papi, namun sebagai tanda sayang papi ke Rona, papi hanyanakan mengambil 40% kepemilikan sahamnya, sedangkan sisanua milik Rona.


Rona menempati sebuah rumah bergaya minimalis modern di Bali, tidak terlalu jauh dari ibu kota, namun workshop nya sendiri akan di bangun di kawasan industri. Awalnya Rona tidak yakin akan membangun workshop di sini, namun, setelah dia pelajari, ini merupakan peluang,sehingga akhirnya dia rela berpindah sementara ke Bali. Namun meski di Bali, dia dapat tetap memantau Rista, mwmantau cleanboss, memantau perusahaan papi di Jakarta yang masih 70% di bawah pengawasan Rona.


Selama Rona di Bali, dia juga mengupdate kabar daro Agi, dari Agi lah Rona mendapat berita tentang kecelakaan Rista di Bandara, dari Agi juga Rona tau Rista bertemu Rafa dan Marinda di Bandara,. Apapun tentang Rafa dan Rista selalu membuat Rona khawatir, namun Agi sudah memastikan Rista baik baik saja. Dan kabar yang membuat Rona bahagia adalah Rista audah membuka hatinya untuk Agi,meski mereka belim resmi pacaran, namun Rista sekarang lebih ekspresif dengan perasaannya.


Sore ini Rona sudah selesai memeriksa laporan perencanaan workshop. dia menghela nafas,lumayan lelah hari ini,duduk depan komputer berjam jam membuat tengkuknya terasa berat, sepertinya dia butuh di pijat. Rona kemudian menekan intercom, menyuruh asistenn pribadinya,Luki untuk memesan tukang pijat untuknya di rumah. Hari ini dia akan pulang cepat,dia juga sudah mendapat laporan dari Rista. di Jakarta semua berjalan lancar. dsn itu membuat Rona senang, setidaknya malam ini dia akan tidur dengan tenang.


***


in the same time at Jakarta.


Rista baru saja mengupdate laporan ke Rona, jam sudah menunjukan pukul 16.00,berarti di Bali pukul 17.00. Rista mengirim laporan revisinya saat jam pulang kantor kakaknya, namun Rista audah mengirim pesan, besok saja checknnya,ujar Rista di pesannya.


tok.. tok.. tok...


sekeetaris Rista, Karin, mengetuk pintu kaca ruangan Rista.

__ADS_1


" Bu,ada paket " Ujar Karin sambil menyerahkan selembar amplop berwarna coklat. Rista mengernyitkan dahi, rasanya dia tidak membeli barang apapun atau minta dikirimkan dokumen apapun. Namun tak urung, paket itu di terimanya.


" Oke makasih ya Rin" Ujar Rista sambil menerima amplop tersebut. Karin kemudian undur diri dari ruangan Rista. Rista membuka amplop tersebut. ternyata sebuah surat.


Rista membaca isi surat tersebut. Matanya terbelalak, jantungnya tiba tiba berdegup kencang, dia limbung kemudian duduk di kursi kantornya dengan perasaan bingung.


Hay Rista, apa kabar?


aku tahu kabar kamu baik baik saja. Ternyata tak perlu waktu lama untuk menemukan alamat kantormu di Jakarta. dari sekian banyak kantor ternyata kamtor mu di Jakarta utara yang menjadi pilihan mu.


Kamu tentu bingung siapa aku. kelak aku akan muncul di hadapanmu, dan melihatmu dalam karma mu.


tangan di bayar tangan, kaki di bayar kaki, hati di bayar hati. dan perilakumu dulu, akan ada balasannya.


i am watching you.


selama ini kamu bisa selamat dari genggamanku. namun akan ada saatnya kamu akan merasa tidak ingin hidup lagi.

__ADS_1


Rista melipat surat tersebut. fikirannya panik. selama ini dia tidak pernah merasa mempunyai musuh, ataupun berlaku buruk pada siapapun. hatinya terus bertanya tanya,siapa yang menaruh dendam padanya.


Rista kemudian menghela nafas, dia harus tau siapa yang mengirim paket itu padanya.


" Karin, tolong ke ruangan saya" ujar Rista pada intercom.


Karinpun dengan tergopohgopoh masuk ke ruangan Rista.


" Ya bu, " ucap Karin begitu masuk


" Siapa yang mengantar paket saya tadi?" tanya Rista selidik.


" Tadi pria usianya sekitar 25 atau 26 tahunan bu, masih muda, tapi kaya pengirim paket biasa" ujar Karin " kenapa bu?"


" Ngga apa apa . saya penasaran aja, suratnya bisa sampe ke kantor" jawab Rista berbohong


" Ohh gitu,ehhehe kirain kenapa bu"

__ADS_1


" Ya udah terimakasih ya, kamu boleh balik lagi" Ujar Rista sambil menyatukan tangannya di depan wajahnya. " Aku harus cek dari cctv"


ujar Rista, sambil membuka file cctv kantornya.


__ADS_2