
POV Rafa
Rafa mematuk matut dirinya di depan cermin kamar hotelnya. Hari ini setelah sekian lama tidak bertemu dengan Rista, rindunya akan tuntas. Dririnya sudah tidak sabar menanti pertemuan ini. Rafa mengulaskan pomade andalannya pada rambut yang sudah di potong rapi 2 hari yang lalu. Rafa memilih mengenakan kaos warna bitu tua, celana jeans biru dongker dan sepatu sneakers, tak lupa dia membawa hoodie, namun hanya di tentengnya saja, cadangan apabila nanti Rista membutuhkannya. Sayangnya geng power ranggers nya setuju Rista di jemput Agi siang ini. padahal Rafa sebetulnya ngga keberatan kalau harus jemput Rista.
" Udah ganteng sih " ucap Anwar di belakang Rafa. " kamu lebih cocok mau ngedate, daripada mau nonton pembukaan kompetisi olah raga "
" Hahahaha.. ngomen aja sih, " Jawab Rafa sambil mengusap rambutnya yang telah selesai di tata dengan pomade.
Rafa mengendarai mobilnya dengan perasaan ceria sambil bersenandung. Anwar yang duduk di sebelahnya sampe di buat heran dengan tingkahnya.
" Kenapa sih Fa? ceria banget?" tanya Anwar usil.
" Ngga kenapa kenapa? kenapa emang ?" Anwar balik bertanya.
" aneh, dari tadi senyum senyum sendiri .. hih.... " ujar Anwar lagi sambil bergidik.
" ya baguslah, berarti mood aku lagi oke. daripada uring uringan "
Anwar mengangguk angguk setuju.
Sekitar pukul 14. 30 mereka sudah tiba di stadion. Rafa mengecek grup power Rangger dan mengabarkan kalau dia dan Anwar sudah tiba di Stadion. Rista dan Agi masih di jalan. semenara Dede, Tami dan team futsal sedang siap siap untuk opening ceremony.
Rafa menginfokan ke grup kalau dia dan Anwar menunggu di dekat gerbang utama tempat VIP. Rafa udah ngga sabar ketemu Rista siang itu, sudah 3 bulan lebih ngga ketemu Rista secara langsung. dan hatinya berdesir saat dari kejauhan melihat Rista. Sosok manis itu bisa langsung Rafa kenali bahkan di tengah kerumunan orang yang bejubel siang itu. Rista dengan senyum manis mengembang dari wajah cantiknya, di depannya sosok Agi yang rela membuka jalan karena sedikit berdesakan....
__ADS_1
deg...
deg...
deg...
Rafa tidak bisa lagi degup jantungnya, semakin dekat Rista dengan dirinya, semakin cepat pula jantung itu berdetak
" Hay Fa..." Lambaian tangan Agi membuyarkan fikirannya dari pesona Rista, Tangan kanan Agi melambai mada dirinya dan Anwar, sementara satu tangannya ....
menggenggam erat pergelangan tangan Rista yang di hiasi gelang berhiaskan bulan dan bintang.
" *mereka sudah jadian ?' * Tanya Rafa dalam hati. Hatinya seperti di cubit melihat pemandangan itu.
"Duh Agi kok gak lepasin tangan aku sih... Rafa liat ga ya?" Tanya Rista dalam hati. khawatir terlihat oleh Rafa, Rista segera melepaskan tangan Agi. ada ketakutan salah faham dalam dirinya.
Mereka berermpat memasuki stadion yang siang itu ramai. tidak hanya oleh masyarakat sekitar namun oleh mahasiswa dari politeknik lain yang ingin melihat kontingen mereka. Rafa mendengar Agi menyuruh Rista berjalan di depannya, sementara Agi berjalan di belakang Rista. kedua tangannya memegang bahu Rista, seolah menjaga Rista dari sekelilingnya. Rafa sendiri memilih berjalan di sebeleh Rista. sambil mencuri curi pandang ke arah Rista yang hari itu di akuinya sangat cantik.
" apa Agi beneran udah jadian sama Rista. dia sampe segitunya ngejagain Rista " Rafa terus bertanya dalam hatinya. dan Rista pun ngga ngerasa risih di perlakukan seperti itu
*** Stadion Utama Jakarta jam 15.30 ***
Rafa memilih kursi di tengah tengah, tidak terlalu depan, tidak juga terlalu belakang, namn mereka bisa melihat dengan jelas bila nanti kontingen perwakilan kampus mereka melintas, Rista duduk diapit oleh Agi dan Rafa, sementara Anwar duduk di sebelah Agi. Anwar menyodorkan sebotol air untuk masing masing temannya yang sejak tadi di masukan ke dalam tas gendongnya.
__ADS_1
"Makasih ya War" ujar Rista sambil menerima botol air mineral yang di sodorkan Anwar dan langsung meneguknya, Jakarta memang panas sekali hari itu.
gluck...
gluck...
gluck...
Rista menegak air mineralnya dengan nikmat.
"Cantik cantik minumnya bar bar juga ternyata "
uhukkkfftt....
Rista tersedak mendengar celetukan Rafa, sebagian air masuk kehidungnya. membuat pening kepalanya.
" kamu gak apa apa Ta?" Tanya Agi, tangan nya mengusap punggung Rista.
" ngga apa apa kok Gi " jawab rista sambil mengelap bibir nya dengan tisue. " kamu ngagetin deh " ujar Rista lagi sambil menatap Rafa. mata mereka saling bertatapan.
" Hehehhee... sorry, padahal cuman becanda " jawab Rafa
" Becanda lo ga lucu Fa" ujar Agi agak kesal
__ADS_1
" Heheehhee.. iya maaf... maaf" Jawab Rafa sambil cengar cengir. Namun sebenarnya dia menangkap sesuatu dari sikap Agi ke Rista. menurut Rafa, Agi menjadi lebih protektif ke Rista. Dan perkiraan Rafa kalau Agi dan Rista udah jadian semakin kuat.
Selanjutnya mereka menikmati acara opening ceremony dengan antusias. Rista melambaikan tangan dan berteriak teriak saat kontingen tim futsal putri kampus mereka lewat. hatinya ikut berbahagia dengan teman temannya. Rista tersenyum cerah secerah matahari Jakarta sore itu. rasa bahagianya terpancar jelas dari wajahnya. Hari itu dia bahagia karena bisa bertemu Rafa, yang telah dirindukannya lebih dari 3 bulan ini. Bahagia karena Agi juga dapat dengan tenang bertemu dengan Rafa. hari ini adalah hari yang begitu indah buat Rista.