Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 38 ( Hay, Aku Marinda )


__ADS_3

Rafa sudah memutuskan harus segera memutuskan pilihannya, dia harus segera jujur pada Marinda tentang perasaannya. Meski sebetulnya itu menyakiti Marinda, namun yang menurut Rafa, cepat atau lambat Marinda pun akan sakit hati. Baik kini ataupun nanti, rasa sakit akan sama rasanya.


Malam ini Rafa mengajak Marinda untuk bertemu, selain memang sudah cukup lama tidak bertemu, Rafa juga berniat untuk jujur terhadap Marinda tentang perasaannya. Dan ternyata Rona dan Agi juga kebetulan sedang berada di Lulaluna.


Rafa sudah terlanjur memarkir mobilnya di depan Lulaluna, saat melihat mobil Rona terparkir tak jauh dari mobilnya. tadinya Rafa menyangka Rona bersama Rista, namun setelah dia memasuki Lulaluna dia melihat Rona bersama Agi. Sepertinya Rona semakin dekat dengan Agi, Ahh lagian kan waktu itu Rona menyangka Agi lah yang di sukai Rista, bukan dirinya, ujar Rafa dalam hati.


Marinda menggenggam tangan Rafa saat memasuki Lulaluna, dia senang sekali malam itu, setelah cukup lama ngga ketemu, akhirnya malam itu mereka bisa jalan bareng. Marinda sengaja memilih tempat itu karena di rekomendasikan beberapa temannya yang suka kopi, menurut mereka, kopi di sana cukup enak. Oleh karena itu Marinda mengajak Rafa yang pecinta kopi ke sana.


Setelah memesan minuman dan makanan Rafa mengajak marinda duduk di salah satu pojok ruangan, dia sengaja memilih tempat yang tidak terlalu bisa di lihat orang, Rafa memang sengaja menghindari Rona dan Agi.


" Eh aku kira mau di smoking area Raf " Ujar Marinda kaget. Dia menyangka Rafa akan mengajaknya ke area outdoor.


" Engga Nda, di luar dingin, aku takut tar kamu masuk angin " ujar Rafa lagi sambil mempersilahkan Marinda duduk di sofa.


" Kamu ngga akan ngerokok emang?"


" Ngga, nanti aja " jawab Rafa lagi. Marinda mungkin akan sedikit curiga karena tidak biasanya Rafa tidak merokok. Namun Marinda juga sedikit senang karena Rafa berarti sudah mulai mengurangi rokoknya.


" Gimana kerjaan nya Nda?" Tanya Rafa berbasa basi. Meskipun sebetulnya dia tau,karena setiap hari Marinda mengupdate pekerjaan nya ke Rafa.


" Lancar, baik. Minggu depan aku mau ke Jogja buat pemotretan " Jawab Marinda sambil meminum Strawberry Milkshake nya. Marinda ini memang berprofesi sebagai seorang model dan karirnya sekarang sedang berkembang selain itu dia juga membantu mengurus usaha ibunya.


" Berapa lama di sana?" tanya Rafa lagi, untuk masalah ke Jogja ini Marinda memang belum cerita.


" mungkin sekitar 4-5 hari, maaf ya aku belum cerita, karena belum fix tadinya, tapi hasil meeting tadi sore aku jadi pergi ke Jogja " uksr Marinda sambil menggenggam tangan Rafa. Hal itu membuat Rafa merasa tidak enak, bagaimana mungkin dia akan memutuskan Marinda kalau seperti ini kondisinya. Mereka berdua sedang dalam keadaan baik baik saja.


" Kamu sama siapa perginya?" tanya Rafa lagi,


" Aku pergi bareng manajemen, kalau memungkinkan kamu ke Jogja juga ya, aku weekend masih di sana kok" pinta Marinda


" Aku isahain ya, semoga weekend nya ngga ada jadwal"


" Kan ngga ada jadwal kuliah Raf, sambil kita liburan. Udah lama kita ngga liburan bareng " Rengek Marinda. Rafa tidak mempunyai alasan untuk tidak mengambulkan keinginan Marinda, dan memang benar mereka berdua sudah lama tidak liburan bareng, dulu saat awal pacaran mereka sering sekali pergi ke pantai atau tamasya bersama. Namun sekarang seiring kesibukan masing masing juga seiring mulai lunturnya perasaan Rafa, mereka jadi berjauhan dengan sendirinya.


Namun bagaimana caranya Rafa putus dengan Marinda bila begini. Yang ada mereka akan kembali dekat dan romantis kalau liburan bareng. Rafa tersenyum kaku ke arah Marinda, sepertinya rencananya untuk putus dengan Marinda malam ini akan gagal.


***

__ADS_1


Sementara itu di rumah Rista,


seusai Rona pergi Rista keluar dari kamarnya, ternyata berdiam diri kamar, tadinya Rista ingin mengajak Rona menonton film namun ternyata Rona pergi. Jadilan Rista menonton sendirian malam itu. Dia juga sudah mengirim pesan ke Rafa, namun seperti biasa, Rafa tidak membalas pesannya, dia juga sudah memberitahukan kalau dia akan mengadakan syukuran dan meminta Rafa untuk datang.


Rista juga mengurangi intensitas nya di Grup Liliputh, sekarang dia lebih nyaman mengirim pesan secara pribadi ke anggota liliputh, sampai saat ini Rista belum bercerita bahwa dia sudah tau tentang hubungan Rafa dengannya.


Rona tiba di rumah saat jam menunjukkan pukul 10 lewat dan mendapati Rista sedang menonton film di ruang TV.


" Kok belum tidur Ry" ujar Rona sambil duduk di sebelahnya


" Belom bisa tidur, kak Ona abis dari mana?" Tanya Rista sambil menatap kakaknya


" Abis ngopi sambil ketemu temen "


" Ohh.... bawa oleh oleh ngga? " tanya Rista sambil nyengir


" Yeee.... Akutuh ngobrolin bisnis " Jawab Rona sambil melempar bantal ke arah adiknya.


" Ayo tidur Ry, besok kan acara syukuran, nanti kamu kesiangan " Ajak Rona, dia melihat adiknya masih asyik menonton


" Ry.. udah malem " Ujar Rona lagi


" Iyaaa... iyaa . iyaa... " Jawab Rista sambil beranjak dan mematikan televisi. Kakak nya itu kalau udah nyuruh harus langsung di kerjakan, kalau ngga bisa ngomel panjang kali lebar kali tinggi.


***


Keesokan harinya kesibukan di Rumah Rista sudah dimulai sejak subuh. Mbok Na sudah membersihkan ruangan tengah dan ruang depan yang akan di pakai untuk acara syukuran, di bantu mang cecep dan beberapa orang dekorasi, meja dan kursi kursi di keluarkan dan di susun depan rumah. Mami sudah sibuk sejak subuh mengurus ini dan itu. Mami juga mengatur tukang dekorasi, mengatur bungan bunga agar terlihat cantik. Mami memang tipe yang perfeksionis untuk urusan yang seperti ini, tidak boleh ada hal yang kurang, semuanya harus terlihat cantik, elegan dan sempurna. Padahal Rista berharap syukurannya hanya syukuran biasa, namun bagi mami, kesembuhan putri satu satunya itu harus di rayakan dan di syukuri.


" Kak Rona coba sini, liat hasil dekoran mami, cantik kan?" tanya Mami pada Rona yang kebetulan melintas di depannya. Rona kemudian terdiam sebentar melihat rumah mereka yang di sulap oleh mami. Ini lebih cocok untuk hajatan, pertunangan lah minimal atau khitanan, ujar Rona dalam hati.


" Bagus mi, keren. mami emang jago deh " Puji


Rona.


" Mungkin ini bakat terpendam mami ya Ron "


Rona speechless mendengar ucapan mami, kemudian berlalu pergi. Maminya ini memang terkadang suka ke GR an.

__ADS_1


" Eh... kok malah pergi, Kak... Kak Ona .. ," Mami memanggil manggil Rona, namun anak sulungnya itu malah ngeloyor pergi begitu saja


" Rona laper Mi... " Ujar Rona sambil berlalu menuju dapur. di cuekinnya mami yang memanggil manggil dia di belakangnya.


Pagi ini karena kesibukan persiapan syukuran keluarga Rista jadi ngga makan bareng. Hanya ada Rista di meja makan sedang menyantap nasi goreng buatan Mbok Na.


" Kak Ona ga makan?" tanya Rista sambil menyuapkan nasi goreng


" Ini mau Ry, nanti siapa aja temen kamu yang dateng?" Tanya Rona sambil menyiduk nasi goreng ke piringnya


" Paling liliputh, Agi, Anwar, Rafa, tapi Rafa belum tentu dateng sih, dia cuma jawab di usahakan" ujar Rista sambil mengecek handphone nya. Rona jadi teringat kejadian semalam di Lulaluna. Mungkin Marinda salah satu alasan mengapa Rafa belum bisa memastikan kehadirannya.


" Ya udah kalo Rafa ngga bisa dateng ga apa apa, kan ada liliputh, ada Agi yah, ga usah sedih " Hibur Rona, dia melihat ada sedikit kekecewaan di wajah Rista


" Ya ga papa lah kak " jawab Rista sambil tersenyum. Senyuman yang di paksakan.


Persiapan acara syukuran Rista sudah hampir selesai, Mami pun sudah selesai menata semua bunga bunga nya, goodie bag untuk anak panti asuhan yang di undang pun sudah di siapkan, Mbok Na juga sudah menggelar karpet untuk nanti anak anak panti berdoa. tinggal menunggu makanan dari catering.


Rista dan Keluarga pun sudah bersiap siap. Rista tampak cantik sekali hari itu, menggunakan gamis berpotongan A Line dengan paduan brukat silver dan biru, serasi sekali dengan kulit nya yang putih, jilbab yang menutupi kepalanyapun menambah anggun penampilan nya. Rona di sebelahnya memuji kecantikan adiknya itu.


bbbrrrmmm... bbrrrmmm....


sebuah mobil box terdengar memasuki pelataran rumah Rista. Disusul oleh sebuah mobil. Rona dan Rista beranjak ke depan untuk melihat.


" Jeng Rena, Maaf ya agak lama sampainya" Ujar seorang wanita sambil keluar dari mobil dan menyalami mami Rista


" ahh ngga apa apa Jeng Muti, acaranya masih agak lama kok" Jawab mami Rista sambil tersenyum dan menyalami temannya itu yang di ketahui Bernama Muti


" Ohh iya, saya mengajak anak saya juga ke sini kebetulan lagi ngga sibuk jadi bisa bantu bantu" Ujar wanita tersebut " Ayo nak kenalan dengan ibu Rena "


" Halo tante, salam kenal, panggil saja Rinda " Ujar seorang perempuan cantik,putri ibu Muti tersebut


" Nama sebetulnya Marinda, namun biasa di Panggil Rinda " ujar Ibu Muti lagi.


Mami menyalami gadis tersebut dengan Ramah, dia kemudian memanggil Rona dan Rista.


Rona dan Rista yang kebetulan berada di situ terdiam mematung. Terlebih Rona. Dia teridam mendengar Ibu Muti menyebutkan nama putrinya. Marinda, nama itu sudah familiar di telinga Rona dan Rista.

__ADS_1


__ADS_2