Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 45 ( Kecurigaan Rona )


__ADS_3

Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat, sudah hampir 3 bulan Rista tinggal di Jakarta. Selama itu pula aktivitasnya berkutat di kantor Rona dan ayahnya, Rista belajar dengan cepat, dia begitu tanggap menghadapi situasi situasi di kantornya. Selain di sibukan dengan kegiatan di kantornya Rista pun mengambil kursus Bahasa Inggris, salah satu alasannya karena dia tidak ingin terlalu asyik bekerja sampai lupa untuk terus belajar. Dan kegiatan baru Rista itu di sambut baik oleh Rona. Rona mendaftarkan Rista di salah satu tempat les bahasa terbaik di Jakarta Utara, dan kebetulan tidak terlalu jauh dari kediaman mereka. Tiga kali seminggu Rista belajar Bahasa Inggris sepulang kerja. Sebetulnya Rista bisa saja meminta les nya sore hari, namun karena sikap profesional Rona, Rista jadi agak segan untuk meminta izin. Terkecuali Rona yang menawarkannya terlebih dahulu.


Dan selama tiga bulan di Jakarta, Rista pun belum mendapat kabar dari Agi, meskipun begitu, Rista selalu rutin mengirimkan pesan pada Agi, namun tidak se intens dulu. Agi pun selalu memantau Rista melalui sosmednya. Rista memang sering mengupdae kegiatan sehari harinya di sosmednya. Baik itu saat dia bekerja di kantor Rona, ataupun saat Rista jalan jalan. Dan selama Rista di Jakarta, Agi tidak pernah melihat postingan Rista dengan orang lain kecuali Rona. dan yang membuat Agi paling bahagia adalah hadiah pemberiannya selalu dipakai oleh Rista.


Malam ini pun seperti biasa, seusai les Rista menyempatkan mampir ke sebuah coffe shop dengat tempat lesnya. sambil menunggu di jemput Rona. Rona belum mengizinkan Rista untuk membawa kendaraan sendiri, apalagi motor karena insiden kecelakaan tempo hari, sedangkan untuk mobil, Rista belum memiliki SIM untuk mengendarainya. jadilah Rista selalu di jemput Rona ataupun supir kantornya.


Sambil menunggu Rona Rista menyeruput matcha latte nya dan membalas beberapa pesan. Dia mendapat kabar Liliputh genk sedang persiapan untuk kompetisi nasional, Via dan Ane kemungkinan ngga bisa bergabung, jadilah hanya Tami dan Dede yang bisa ikut, untungnya mereka sekarang sudah mendapat anggota baru, jadi bisa ikut memperkuat tim Futsal Putri. Menurut cerita dari Dede, Via memang sekarang lebih fokus dengan pekerjaannya, dan dia baru baru ini diangkat menjadi junior manager di Sky Bistro, berita yang sangat baik buat Rista. Sedangkan Ane, dia sekarang seperti menarik diri dari LIliputh, tidak ada yang tahu alasannya kenapa, namun Rista yakin salah satu alasannya adalah Ahmad.


Rista juga menerima pesan dari Rafa, pesan dari Rafa memang selalu di tunggu setiap harinya, sekarang Rista merasa Rafa jauh lebih perhatian dibanding saat dia ada di Bandung dulu. Meskipun Rista tau Rafa masih berpacaran dengan Marinda. Rista pun sudah mewanti wanti pada Rafa kalau dia tidak ingin Marinda curiga padanya, dia juga tidak ingin menjadi orang ketiga di hubungan Marinda dan Rafa. Bagaimanapun juga Marinda adalah anak dari sahabar ibunya,


ponsel Rista tiba tiba bergetar, tanda ada panggilan masuk


" Ya Halo " sapa Rista

__ADS_1


" Kakak udah di depan Ry " Ujar Rona


" Oke Kak, aku keluar " Jawab Rista sambil menjinjing bawaannya dan melangkah keluar coffe shop, dia melihat mobil Rona tak jauh dari coffe shop itu. Rista segera menghampirinya dan buru buru masuk. dia sudah lelah sekali hari itu, rasanya ingin cepat sampai ke apartemennya dan beristirahat.


" Kak Ayo " Ujar Rista saat sudah di mobil dan memasang seatbeltnya. diliatnya Rona malah bengong seperti melihat sesuatu, namun tidak ada papun di depan mereka, hanya deretan deretan mobil.


" Eh.. kenapa Ry?" Jawab Rona


" Ngga, ngga apa apa. " Jawab Rona sambil menyalakan miobilnya dan berlalu. Dia melirik sekilas ke arah mobil mobil yang parkir di Kawasan comercial park itu. B 4491 GI, Rona membaca plat nomor sebuah mobil. Kenapa dia ada di sana ? apa selama ini sebetulnya dia di Jakarta?. Rona bertanya tanya dalam hati. Diliriknya Rista di sebelahnya, adiknya itu asyik menikmati minumannya sambil memperhatikan suasana malam di Jakarta. Rona memilih diam, dan fokus menyetir mobil.


***


Sesampainya di apartemen Rista langsung meminta izin untuk istirahat, dia merasa lelah sekali hari itu. tadi siang di Cleanboss memang sedang banyak transaksi, ditambah akhir bulan, sehingga Rista harus menyusun laporan keuangan dan menyiapkan gaji untuk para pegawai, selain itu Rista juga harus mengecek laporan dari kantor papi, yang ternyata jauh lebih kompleks daripada auto bridalnya Rona. Tadinya Rista memilih untuk skip les hari ini, namun sepertinya besok dia akan malas kemana mana karena weekend, jadilah hari itu dengan sisa sisa tenaganya dia memilih tetap hadir di tempat les.

__ADS_1


Malam itu Rista tidur lebih awal, padahal jam belum menunjukan pukul 9 malam. ponselnya bergetar beberapa kali pun sudah tidak sanggup membangunkannya. Rista benar benar lelah sekali malam itu. Dan Rona yang menyadari adiknya kelelahan, membiarkan Rista  beristirahat. Rona faham Rista sedang menjalani hari hari yang berat. Baru saja sembuh dari kecelakaan kemudian di tinggalkan tanpa kabar berita oleh Agi, sedangkan cintanya dengan Rafa masih belum ada perkembangan.


Rona mengintip sekilas ke kamar Rista, diliharnya adiknya sudah tertidur pulas, Rona melihat sekilas ponsel Rista yang bergetar, dilihatnya panggilan masuk 'Rafa Informatika ' di layarnya. Rona memilih mode sunyi di ponsel di hanphone Rista agar tidak ada yang mengganggunya malam itu. Tak lama kemudian Rona melihat notifikasi tanda pesan masuk.


one message from  << Rafa Informatika>>


Ta, udah tidur ya? aku ada rencana ke Jakarta. nanti aku kabari waktunya '


Rona membaca pesan itu dari notifikasinya, Dia tak habis fikir, mengapa Rafa masih saja mendekati Rista, padahal saat di rumah sakit sudah jelas Rona meminta Rafa menjauhi Rista. Ditambah faktanya sekarang bahwa rafa masih berstatus resmi pacar Marinda. Rona kemudian mematikan lampu kamar Rista dan beranjak keluar.


Rona memilih duduk di kursi balkon yang menghadap ke pantai, suasana seperi ini memang selalu menjadi kesukaan Rona, malam yang tenang. melihat ke arah pantai dan sedikit kelap kelip lampu kota. Rona masih memikirkan apa yang di lihatnya di comercial park tadi. seseorang yang di kenalnya dan plat nomor mobil yang ngga asing lagi bagi Rona. Namun bila benar dia ada di Jakarta selama ini, mengapa dia tidak mengabari Rona, bahkan menjauh. Rona harus menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi.


Rona kemudian meraih ponselnya. di bukanya sebuah situs untuk melacak nomor polisi, dia kemudian mendapatkan pemilik plat nomor tersebut. Berarti yang dilihatnya di parkiran comercial park tadi adalah benar, bukan halusinasinya.

__ADS_1


__ADS_2