Rafa Rista

Rafa Rista
Eps. 62 ( Penyataan Rista)


__ADS_3

Rista mengekor Rafa dari belakang sambil memberitahu Rona kalau dia akan ke Artemis dengan Rafa dan mungkin pulang sedikit terlambat. mereka memasukin Artemis Caffe sore itu. Rista menghela nafas. Jauh di lubuk hatinya nama Rafa masih tersimpan rapi. Meskipun tidak dia pungkiri dia salah karena telah mencintai seseorang yang telah memiliki pasangan.


Rafa memilih area outdoor untuk tempat mereka berdua, udara Jakarta sedang sejuk sore itu.


" Kita pesen makanan ya" Ujar Rafa sambil memanggil seorang pramusaji. Rista hanya mengangguk mengiyakan.


Kemudian seorang pramusaji datang menyerahkan buku menu. Rista tau, mile crepes di sini enak, meski ini baru kali kedua dia ke Artemis.


" Kamu mau makanan berat atau mau ngemil " Tanya Rafa pada Rista yang sedang memilih menu


" Aku belum laper, saya pesan Mile crepes coklat dengan extra ice cream vanilla, minumnya matcha frape less sugar ya" ujar Rista sambil menutup menu makanan dan menyerahkannya ke pramu saji.


" Kalau saya, ice cappucinonya satu dengan croffle ya" Ujar Rafa. Usai mencatat pesananmereka Pramusaji kemudian beranjak.


Rafa menyatukan jemarinya di depan dadanya, dimaya dia Rista masih sama cantik dan menariknya seperti biasa. Sekarang, Rista hanya lebih pendiam. Bahkan Rafa merasa dirinya di cuekin, Rista tidak sehangat dulu. Sejak pemberitaan tentang hubungan dia dan Marinda mencuat di media, Rista lebih sering menghindar. Dan itulah yang membuat Rafa tidak sabar untuk menyusul Rista ke Jakarata.


" Kamu kenapa menghindari aku?" Tanya Rafa, sepertinya akan ini akan menjadi percakapan yang dalam antara dirinya dan Rista


.


" Aku ngga menghindar Fa?" jawab Rista santai, dia berusaha menekan gemuruh yang ada di hatinya. Ingin sekali dia berteriak  Kamu tuh milik Marinda

__ADS_1


*" *Sejak malam setelah kita kepuncak, kamu cuekin aku Ta. kamu mungkin ngga sadar, tapi aku menyadarinya " ujar Rafa kalem, dia merogoh ponselnya, kemudian membuka percakapan whatsapp dengan Rista." coba kamu lihat, dan bandingkan, percakapan kita sebelum kita ke puncak dan setelah kita ke puncak sampai hari ini,"


Rista menghela nafas, di hadapannya kini ada posel Rafa, namun dia sama sekali tidak menyentuhnya, Rista bingung harus bersikap seperti apa saat ini. Dia memang sengaja menghindar dari Rafa.


" Kamu bilang kamu sibuk, tapi kamu bisa chat dengan Dede dan Tami secara intens, di grup power rangger juga kamu selalu balas, kamu kenapa?" tanya Rafa penasaran " Apa sikap aku mengganggu kamu "


" Ngga Fa, ga gitu " Ujar Rista sambil menggeleng kuat, dia tidak ingin Rafa salah faham.


" Lalu?" tanya Rafa penasaran


Rista terdiam.


dua detik...


Tiga detik...


tidak ada jawaban dari Rista.


Terlalu sulit bagi Rista mengurai semua isi hatinya untuk Rafa. Dulu isi hatinya kepada Rafa pernah dia jelaskan dengan gamblang kepada Agi, sewaktu Agi menyatakan perasaannya. Padahal tanpa Rista tau Rafa masih ingat dengan hal itu, Rafa tau bahwa perasaan Rista terhadapnya tidak berubah, begitu juga perasaannya bagi Rista, tidak pernah berubah dari dulu.


" Lalu kenapa Ta?" ulang Rafa lagi

__ADS_1


" Sudahlah Fa, Rumit buat aku, kamu juga kan sudah ada Marinda" Jelas Rista frustasi, hatinya sakit mengucapkan itu.


" Maksudnya ?" Tanya Rafa, dia kini yang tidak mengerti.


"Kamu ngga ngerti Fa" ujar Rista lagi, Rista kini menunduk, hatinya sakit, sakit sekali, Rafa.. sebagaimana besarpun cinta aku sama kamu sekarang, kamu tetap milik orang lain. Ujar Rista dalam hati


" Ngga ngerti?"aku betul betul ngga faham Ta" Ujar Rafa, kini dia menggenggam jemari Rista. Sudahh cukup Rista menghindarinya belakangan ini, Rista harus tau kalau Rafa tersiksa,


" Kamu ngga akan faham Fa" Ujar Rista mulai terisak, dan itu membuat Rafa semakin bingung, namun dia tidak menyela pembicaraan Rista." Kamu ngga faham akan perasaan aku sama kamu Fa" Ujar Rista lagi. Tangisnya kini sudah pecah, akhirnya kata itu terucap juga dari mulutnya. Rista menunduk, terisak, perasaannya pada Rafa tak lebih dari cinta yang bertepuk sebelah tangan.


Rafa menggenggam jemari Rista, menggenggam sangat erat seolah ingin menyalurkan energinya pada Rista, seolah tidak ingin melihat Rista serapuh dan semenyakitkan itu.


" Ta... " Ucap Rafa pelahan " Aku sudah tahu semua itu " Ujar Rafa dengan lembut.


Sontak Rista menghentikan tangisnya dan menatap Rafa dengan tatapan tak mengerti. apa maksudnya perkataan Rafa barusan.


" Ta, aku tahu semua perasaan kamu ke aku " Ulang Rafa lagi " jadi jangan nagis ya..." Ujar Rafa lembut sambil mengusa air mata Rista dengan tissue. Pramusaji sudah datang membawa pesanan mereka, namun Rista masih tidak mengerti. bagaimana bisa Rafa mengetahui perasannnya.


" Darimana kamu tau ?" tanya Rista penasaran


" Aku mendengar semuanya " Jawab rafa, kemudian dia menjelaskan malam dimana dia mendengar semua pernyataan perasaan Agi ke Rista, Rafa juga mendengar bagaimana Rista dengan jelas menyebutkan Rafa lah yang ada di hatinya. malam dimana saat Rista di rawat karena kecelakaan. Ya malam itu, malam saat rafa hendak menjenguk Rista, namun ternyata menjadi malam yang diamana dia tiba tiba mengetahui sebuah rahasia.

__ADS_1


__ADS_2